Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Momentum Dalam Perencanaan



Hawa dingin yang menusuk tulang seketika berhembus menerpa Halaman Istana Cang Ting Yi. Ruangan menjadi senyap setelah suara perintah sang Kasim Senior menggelegar.


Dari balik tudung penutup wajah, seringai tajam tercetak jelas dengan pandangan datar yang menyembunyikan getaran. Xiu Qixuan sudah menyiapkan dirinya pada momentum seperti ini, tetapi tetap saja kejengkelan tidak dapat dihindarkan.


Kasim Senior itu tidak bersalah, memang benar sikap yang ditunjukannya ini cukup sembrono dan dapat menyinggung kecurigaan Kaisar. Tetapi, Kasim ini terlalu sombong dan arogan. Hidup adalah akting, baiklah—mari Xiu Qixuan akan memulainya!


Gadis itu menundukkan wajah dengan jari-jarinya menyusut di lengan bajunya yang tidak terkendali, memasang gestur seolah-olah tidak nyaman dengan pembahasan mengenai wajahnya.


"Yang Mulia..." Suaranya menyusut bergetar ketakutan seperti bisikan rintihan.


Xiao Leng yang melihat sang majikan sudah memulai, dia mengetahui bahwa sudah gilirannya untuk bertindak. 'Brukk..Dug...' Pendekar yang merangkap menjadi gadis pelayan itu berkowtow dengan membenturkan dahinya kelantai.


"Mohon Kaisar mengampuni! Nona saya memiliki penderitaannya sendiri!" Suara Xiao Leng yang terdengar keras dengan pancaran penuh permohonan yang teguh. "Saya bersedia menggantikannya atas hukuman perbuatan menyinggung Kaisar. Tetapi, biarkan Nona Qi untuk mengobati Changning Gongzhu. Dia memiliki kemampuan dalam membalikan tangan dewa." Lanjutnya.


Xiu Qixuan yang mendengar perkataan berlebihan itu tidak bisa menahan untuk berdecak lidah. Dia memang membuat skema yang harus dilakukan Xiao Leng tetapi tidak terlalu berlebihan seperti ini.


Tidak ingin memedulikan lagi, Xiu Qixuan hanya dapat meneruskan ombak permainan yang dibuatnya. 'Brukk..' Dia ikut jatuh berlutut dengan tubuh yang bergetar.


"Mohon kebijaksanaan Kaisar! Gadis pelayan saya bertindak sembrono, ini hanya luka menjijikan diwajah yang tidak layak untuk ditunjukan kepada keagunganmu." Suaranya seperti pegas rusak yang menahan getaran kesakitan membuat orang yang mendengarnya akan menjadi melembut.


Xia Qian Che yang memang tidak memedulikan hal sekecil ini memilih untuk melambaikan tangan dan berucap, "Sudahlah, Zhen juga tidak ingin melihat sesuatu yang tak layak untuk dipandang." dengan datar yang menusuk jantung.


Jari-jari Xiu Qixuan terkepal erat dan dari balik tudung penutup wajahnya, dia menatap tajam kearah Xia Qian Che. Kaisar ini memiliki mulut pedas membuat suatu batasan khusus yang orang lain tidak akan ingin dekat dengannya.


Tiba-tiba kepanikan kembali terjadi saat tubuh Changning Gongzhu diatas ranjang bergerak tak terkendali, balita kecil itu mengalami sengatan kejang.


Tabib Kekaisaran yang sejak tadi bersiaga dengan berdiri disisi ranjang menjadi panik untuk mengendalikan kembali kondisi sang tuan putri kecil.


Melihat hal itu Xia Qian Che tergesa menghampiri sang putri, wajah tampannya mengencang tajam. "Cepat lakukan sesuatu! Jika kalian tidak bisa menyembuhkannya, maka nyawa kalian sebagai gantinya!" Teriaknya penuh ancaman menakutkan.


Xiu Qixuan berdiri dengan Xiao Leng disisinya, gadis itu berjalan mendekat untuk melihat kondisi sang tuan putri.


"Kendalikan, sisanya berikan padaku!" Bisik Xiu Qixuan memerintah dengan pelan tepat di daun telinga Xiao Leng.


Tabib Kekaisaran menyerah untuk menangani membuat Xia Qian Che menggeram marah, Kaisar Muda itu menurunkan titah penahanan.


Melihat kedua gadis itu berdiri disudut tanpa memiliki inisiatif untuk bertindak membuat Kasim Senior berucap, "Apa yang kalian lakukan?! Cepat lakukan pemeriksaan!" Perintahnya.


Xiu Qixuan menolehkan wajah dari balik tudungnya, dia memberikan kode arahan kepada Xiao Leng yang langsung mengangguk mengerti. Kemudian Xiao Leng perlahan berjalan untuk mendekati sisi ranjang.


"Nona Qi, Mengapa kamu hanya berdiam diri dan membiarkan gadis pelayanmu yang menyentuh seorang Tuan Putri?! Kamu mengira Zhen tidak hidup?!" Teriakan amarah ketidaksetujuan yang dilontarkan Xia Qian Che penuh tekanan mematikan.


Dalam ketenangan Xiu Qixuan balas berkata, "Mengenai kondisi kacau ini. Alangkah baiknya jika Kaisar memberi kesempatan untuk melihat hasil. Saya mengetahui apa yang harus dilakukan." Suaranya penuh ketegasan yang lembut.


Dalam keraguan Xia Qian Che menahan geraman amarah dan membiarkan Xiao Leng mendekat untuk mengendalikan kondisi kejang sang Tuan Putri.


Keheningan yang memberat memenuhi setiap sudut Halaman Cang Ting Yi, para pelayan dan penjaga yang bertugas diluar halaman juga tidak dapat menahan perasaan yang sama gelisahnya.


Beberapa saat kemudian, Xiao Leng berhasil mengendalikan kondisi Changning Gongzhu membuat mereka menghela napas lega. Xia Zhishu, balita kecil itu terpejam dengan napas pelan yang terdengar berirama.


Sedangkan disudut lain, Xiao Leng perlahan mundur untuk menghampiri Xiu Qixuan dan berbisik pelan, "Sungguh tak tertolong, kondisi jantungnya begitu parah. Aku hanya dapat menahannya."


Xiu Qixuan mengangguk mengerti, "Kerja bagus!" Pujinya. Ini sudah sesuai, tidak perlu terburu-buru. Lebih baik membiarkan Xia Qian Che memiliki sedikit keyakinan dahulu kepada mereka, dengan begitu Xiu Qixuan dapat mengendalikan lebih banyak situasi.


Pandangan Xia Qian Che terangkat dan menatap mereka dengan menusuk dalam. "Bagaimana keadaannya? Kalian dapat menyembuhkannya, kan?" Suaranya parau penuh harapan yang tertahan. Dia mengetahui dengan jelas bahwa kebanyakan dari tabib busuk ini hanya dapat menahan penderitaan tanpa sepenuhnya menghilangkan penderitaan.


Xiu Qixuan menangkup kedua tangannya di depan dada, memberi hormat yang sungkan untuk melapor. "Menjawab, Yang Mulia. Kondisi Changning Gongzhu pada saat ini sudah dikendalikan. Tetapi kondisi berbahaya dapat kapanpun terjadi, jika ingin menghilangkan penyakit— memohon persetujuan Yang Mulia agar memberikan ruang tertutup untuk saya mengambil semua penderitaan Tuan Putri atas kehendak para dewa." Ucapnya.


Dari balik tudungnya Xiu Qixuan tidak dapat menahan untuk berkedut geli, dia hanya bertindak sebagai pengikut alur permainan ucapan yang dilakukan Xiao Leng sebelumnya.


Tatapan mata Xia Qian Che yang dingin dan terpisah menatapnya. Terdapat kecurigaan dan keengganan yang tidak bisa ditekan di kedua matanya.


Xiu Qixuan mengetahui bahwa sulit meyakinkan seorang naga yang berkuasa untuk tunduk mengikuti alur permainannya. Dia menolehkan wajah kearah sang Kasim Senior, "Kasim, kau harus membantuku meyakinkan Kaisar, kan?" Suaranya penuh ancaman mengingatkan kesepakatan yang sudah mereka buat.


Xia Qian Che ikut menolehkan wajah curiga, Kasim Senior yang ditatap seperti itupun gelagapan. "Yang Mulia, hamba setia dan menginginkan keselamatan Tuan Putri. Menjadikan sembrono dalam membuat kesepakatan dengan Nona Qi untuk mengabulkan dua hal dalam masa pengobatan yang akan dia lakukan kepada Tuan Putri. Mohon Yang Mulia mempertimbangkan kemampuannya." Ucapnya penuh rasa hormat yang tulus.


Xia Qian Che terdiam selama beberapa saat kemudian dia beranjak untuk berdiri, "Nona Qi, kuharap kamu mengetahui apa yang kamu lakukan! Zhen akan menunggu berita baik." Suaranya mengerut penuh tekanan udara kosong dengan wajahnya yang datar.


Xia Qian Che memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi dalam penjagaan tentara, membuatnya menyetujui hal ini dengan memakai kawaspadaannya. Dia begitu yakin bahwa kedua gadis ini tidak akan menimbulkan ancaman besar, karena mereka sudah dikelilingi oleh penjaga yang terlihat maupun tak terlihat.


Setelah mengucapkan beberapa patah kata itu, Xia Qian Che mengepak lengan bajunya dan berjalan penuh wibawa yang tegas keluar dari celah pintu. Kasim Senior mengikutinya dari belakang dengan sekilas menatap penuh ancaman kearah mereka.


Xiu Qixuan dan Xiao Leng menunduk hormat untuk mengantar kepergian sang Kaisar. Kemudian pintu besar itu perlahan tertutup menyisakan mereka di dalam ruangan milik sang Tuan Putri.


"Ketua, kau sungguh hebat!" Binar Xiao Leng bangga. Dia melihat Xiu Qixuan mengambil satu kesempatan dan membuatnya menjadi seribu jalan.


Xiu Qixuan hanya tersenyum tipis dan mengeluarkan dengusan kekesalan yang lelah, Xia Qian Che ini cukup sulit untuk ditangani. Kalau tidak atas bantuan Kasim Senior yang membantu untuk menghasutnya lewat beberapa patah kata manis, mungkin sulit untuk menyelesaikan skema hari ini.


Kemudian Xiu Qixuan melangkah perlahan dan memandang lurus kearah balita cantik yang berada diatas ranjang mewah tersebut.


Pandangannya sedikit bergetar saat melihat wajah kecil nan polos itu dari jarak yang sangat dekat. Dia menunduk dengan jari-jari lentiknya yang terulur mengusap lembut pipi cekung dan pucat milik Xia Zhishu.


"Gadis kecil yang cantik mengapa begitu menderita, hum?" Bisiknya pelan.


"Ketua, apa yang harus kita lakukan sekarang? Bocah ini sudah tidak ada harapan!" Ucap Xiao Leng melihat majikannya melunak tanpa kewaspadaan dalam perencanaan selanjutnya.


"Tentu saja menyembuhkannya. Bukankah itu tujuan kita datang kemari?" Balasnya dengan pancaran meyakinkan yang kukuh.


Xiu Qixuan tidak bodoh, gadis itu ingin membunuh dua burung dengan satu batu. Disatu sisi, dia memang ingin menyembuhkan Xia Zhishu untuk menghilangkan rasa gelisahnya. Dan disisi lain, ia akan membuat Xia Qian Che mempercayai bahwa dia adalah tabib dewa, hal itu jelas akan menimbulkan keuntungan besar dalam berjalannya misi yaitu lebih mudah untuk menelusuri pemerintahan istana Kekaisaran Xia Utara.


••••••••••


Zhen: Aku (panggilan untuk kaisar untuk menyebut dirinya sendiri)


Btw, itu hanya tabib kekaisaran biasa karena tabib agung udh nyerah dari awal sesuai penjelasaan Xiao Taoli.