
Ji Gui dan Xiao Taoli membiarkan Xiu Qixuan untuk beristirahat, mereka berjalan keluar ruangan dan berada di halaman depan Manor Xing. Ji Gui menunda kegiatan mengajarnya, lagipula hari ini dia merasa sudah cukup melakukan perkenalan dengan gadis yang akan menjadi muridnya.
Sebenarnya Xiu Qixuan tidak merasa membutuhkan istirahat, lagipula entah kenapa dia yakin asal ada gelang giok biru dan kalung giok putih miliknya---luka apapun yang ditubuhnya akan pulih.
"Apakah Nona Besar Xiu sering melukai dirinya sendiri seperti yang dia lakukan hari ini?" Tanya Ji Gui ingin mengetahui beberapa hal tentang muridnya, lagipula menurutnya--ini bukan masalah sepele.
"Jawab, Tuan. Saya baru hari ini melihat Nona ingin melukai dirinya sendiri," Jawab Xiao Taoli
"Bawa saya bertemu Jenderal Besar," Perintah Ji Gui
Xiao Taoli ingin menolak, karena sebelum dia pergi mengantar Ji Gui-----Xiu Qixuan sudah memperingati untuk tidak melaporkan apapun kepada ayah dan kedua kakak lelakinya, tetapi sepertinya hal tersebut tidak bisa dilakukan kala melihat perintah Ji Gui yang ingin menemui Jenderal Besar.
Xiao Taoli memasang ekspresi kesulitan,
Sementara didalam ruangan Xiao Rou menjadi lebih memperhatikan Xiu Qixuan.
"XuanXuan, Biar saya membantu memapahmu ke kamar." Ucap Xiao Rao menghampiri Xiu Qixuan.
"Xiao Rou, Aku tidak lumpuh dan bisa berjalan sendiri." Jawab Xiu Qixuan menolak, dia berdiri dan berjalan lebih dulu kedalam bilik pembatas ruangan dan kamar miliknya.
"Xiao Rou, Aku ingin beristirahat dan tidak membutuhkan hal lain---jadi tinggalkan aku sendiri, aku membutuhkan suasana yang tenang." Ucap Xiu Qixuan melihat Xiao Rou terus mengekorinya dari belakang, Xiu Qixuan ingin melihat apakah dugaannya benar terhadap kalung dan gelang yang bisa menyembuhkan itu jadi dia tidak membiarkan Xiao Rou untuk terus mengawasinya.
"Saya tidak akan membuat suara, XuanXuan bisa tenang." Jawab Xiao Rou membantah, dia masih mengkhawatiri Nona nya akan melakukan aksi nekat seperti sebelumnya.
"Xiao Rou!" Ucap Xiu Qixuan tegas
Xiao Rou sedikit terkejut dengan tekanan yang diberikan Xiu Qixuan tetapi kemudian dia tetap mencoba untuk tenang dan berdiri tegak didekat bilik pembatas.
Xiu Qixuan yang melihat itu menghela napasnya, Peningkatan Xiao Rou dari pertama kali mereka bertemu cukup melesat tinggi, dia memang masih penakut seperti sebelumnya tetapi dia menutupi sifatnya itu dengan perilakunya yang seakan dia kokoh dan tidak takut apapun.
"Xiao Rou, Aku mengerti kau mencemaskan diriku. Maaf membuat kalian cemas, tetapi aku sama sekali tidak berniat melukai diriku sendiri---akal sehatku masih berfungsi, hal tadi adalah ketidaksengajaan. Aku terkejut membuat pisau buah ditanganku meleset," Jelas Xiu Qixuan meyakini Xiao Rou
Xiao Rou memasang ekspresi kesulitan,
"Kau bisa meninggalkanku, aku akan tidur dan beristirahat." Lanjut Xiu Qixuan merebahkan dirinya dan memejamkan kedua matanya.
Beberapa menit kemudian
'Kriet.' Suara Pintu tertutup.
Xiu Qixuan membuka kedua matanya, dia langsung bangun dari tempat tidur dan menghampiri meja kecil yang terdapat kaca perunggu---itu adalah tempatnya merias diri.
Membuka laci dibawahnya dan mengeluarkan kotak kayu kecil yang tersimpan kalung giok putih.
Kalung Giok Putih itu dia dekatkan dengan Gelang Giok Biru.
'TRING' Cahaya Putih menyelimuti tubuhnya tetapi itu hanya sebentar.
Xiu Qixuan mencoba menyentuh lengannya memang sudah tidak terlalu sakit tetapi masih terasa kebas, apakah luka ini belum sembuh?
Membuka sedikit balutan kain tersebut dan melihat ternyata luka tersebut masih ada tetapi sudah lebih baik dari sebelumnya.
Xiu Qixuan berpikir keras, kenapa tidak langsung sembuh?
Banyak kemungkinan yang coba dia analisa akan kejadian ajaib ini kemudian dia mendapatkan kemungkinan yang cukup memungkin dibandingkan hal lain yang dia pikirkan.
Memakai kalung giok tersebut mendekatkan lengannya yang terbandol gelang giok membentuk posisi menyilang didepan dada.
'TRING' Cahaya putih tersebut kembali menyelimutinya tetapi lebih hangat dan lebih lama.
Saat cahaya itu perlahan memudar Xiu Qixuan membuka kedua matanya, tubuhnya terasa lebih baik.
Membuka balutan kain yang menutupi lukanya, terpampang nyata kulit lengannya yang mulus seakan tidak pernah terluka disana.
"Dimana adik perempuanku itu?! Dia memang pembuat onar!" Suara keras seorang pria dari halaman depan ruangan.
Dengan cepat Xiu Qixuan membalut lukanya kembali dengan asal agar tidak menimbulkan kecurigaan dari beberapa pihak yang mengetahui lukanya sembuh secepat ini.
Membanting diri dikasur dan menyelimuti dirinya dengan selimut, pakaian dan riasannya sudah berantakan dengan aksinya tersebut.
Sebelumnya dihalaman depan,
Xiao Taoli memasang ekspresi kesulitan, Ji Gui yang melihat itu mengerti kesulitannya tetapi dia cukup geram---hal seperti ini tidaklah sepele dan harus memberitahu tetua dari gadis tersebut agar memberikan dukungan.
Ji Gui tidak ingin mencampuri urusan keluarga Jenderal Besar tetapi gadis itu akan resmi menjadi murid pertamanya, menjadikannya harus perduli.
Kemudian mereka melihat Xiao Rou keluar dari ruangan. Xiao Taoli yang melihat itu langsung menghampiri Xiao Rou dan bertanya.
"Xiao Rou, Kenapa kau meninggalkan Xu--Nona Besar seorang diri?" Tanya Xiao Taoli menyadari Ji Gui mengikutinya dari belakang, dia dengan cepat mengubah nama panggilan tersebut.
"Nona Besar, sedang beristirahat dan tertidur. Aku tidak ingin menganggunya dan menimbulkan banyak suara---menjadikanku menunggu diluar ruangan." Jelas Xiao Rou
Mereka mengangguk tetapi Ji Gui berkata,
"Tetapi lainkali jangan meninggalkan Nona Besar kalian seorang diri dikeadaan dia sadar,"
Xiao Taoli dan Xiao Rou mengerti maksud Ji Gui membuat mereka menunduk hormat dan berucap.
"Terimakasih atas nasihatnya, Tuan. Kami akan mengingatnya dikemudian hari,"
Ji Gui mengangguk acuh.
Tiba-tiba suara keras seorang pria yang memasuki gerbang Manor Xing terdengar.
"Dimana adik perempuanku itu?! Dia memang pembuat onar!" Ucap Xiu Huanran garang tetapi ada kecemasan yang tersirat di kedua bola matanya.
Xiao Taoli dan Xiao Rou bergegas menghampiri Tuan Muda Kedua keluarga Xiu itu.
Ji Gui tetap berada ditempatnya dan tidak beraksi apapun.
Sepertinya Xiu Huanran sudah mengetahui apa yang terjadi kepada adik perempuannya, membuat Ji Gui tidak harus merepotkan dirinya sendiri dengan menemui Jenderal Besar, karena dia yakin Xiu Huanran akan memberitahu hal tersebut kepada ayahnya.
Tetapi cukup cepat juga informasi yang Xiu Huanran dapatkan, membuat Ji Gui menatap sekitar kediaman Xing dia melihat penjaga didepan Manor Xing memberi hormat kepada Tuan Muda Kedua tersebut dengan cara yang sedikit berbeda dan salah satu dari mereka mengikuti Xiu Huanran dari belakang.
'Gadis Kecil, rupanya kamu diawasi dengan sangat ketat. Apa yang harus dicemaskan,' Ucap Ji Gui dalam hati, dia tersenyum miring.
"Xiao Rou memberi salam kepada Tuan Muda Kedua."
"Xiao Taoli memberi salam kepada Tuan Muda Kedua"
Mereka membungkuk memberi salam hormat.
"Ada angin apa yang membuat Tuan Muda Kedua menghampiri Manor Xing?" Tanya Xiao Taoli yang sungkan tetapi berani itu.
Karena dua hari kemarin Nona Besar sudah menghampiri Manor yang ditinggal Xiu Huanran untuk memperjelas perilaku Xiu Huanran yang seenaknya memperlakukan Nona Besar seperti tahanan rumah.
Tetapi Xiu Huanran menolak dengan berbagai alasan dan Xiu Huanran juga jarang berada di Manor tersebut.
Xiao Taoli tahu Nona Besarnya bersedih karena kebebasannya terenggut dan merasa sangat terkekang walaupun Nona Besarnya menutupi itu dengan perilakunya yang sangat tenang dengan bermain bersama dirinya dan Xiao Rou.
Menjadikan Xiao Taoli yang sungkan itu menjadi berani mengutarkan pertanyaan tersebut.
••••••••••••••••••