Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Mo Ji Gui : Ucapan Selamat Yang Mendahului



"Mo Ji Gui..."


Saat angin bersiul dingin melewati mereka, mata jernih yang terekspos menatapnya dengan dalam. Seolah tenggelam lewat tatapan dan suaranya yang membekukan, dia kehilangan arah tanpa daya.


"Kau ingin pergi kemana?"


Di malam yang senyap, sebuah pertanyaan lembut terlontar mengisi kekosongan. Melihat kepedulian yang terasa asing namun juga familiar, Mo Ji Gui merasa lega karena gadis ini tidak menghindarinya.


Sudut mulut Mo Ji Gui berisi senyum saat dia menggelengkan kepalanya. "Aku harus kembali ke Kekaisaran Mo." Ia berkata memberitahu.


Mata Xiu Qixuan tampak bingung. "Secepat itu kau harus kembali?"


"Kenapa? Kau tidak ingin berpisah denganku?" Mo Ji Gui tertawa saat dia berbicara, menggodanya.


Xiu Qixuan mendengus kesal oleh leluconnya. "Bagaimana ini? aku tidak memiliki niat untuk menahanmu disini, loh!" Dia mengedikkan bahu acuh tak acuh.


Terdiam. Mo Ji Gui memandangi lembut wajah Xiu Qixuan, cukup lama. Suasana menjadi cukup mentah hampir terasa melambat oleh tingkahnya yang aneh.


Xiu Qixuan berdeham canggung. Matanya bergerak tidak menentu arah dan terpaku pada kotak berukuran dua sampai tiga centimeter di sudut lantai bawah jendela.


"Apa itu?" Xiu Qixuan bergumam dengan memiringkan wajah penuh tanya.


Mo Ji Gui tersadar dan berdeham, dia segera membungkuk untuk mengambilkan kotak kayu tersebut dan menyerahkannya pada Xiu Qixuan.


"Untukmu!" katanya.


Xiu Qixuan tampak berkerut ragu saat menerimanya.


"Hadiah ulang tahun." Mo Ji Gui berkata halus penuh pancaran yang dalam. "Aku tidak tahu berapa lama waktu yang di butuhkan untuk bertemu denganmu lagi. Jadi,—"


Cup...


Dua bibir tipis yang hangat tertanam di punggung tangannya yang agak dingin, Mo Ji Gui dengan gerak halus yang lembut mengecup punggung tangan Xiu Qixuan.



"Selamat ulang tahun, Xuan'er!"


Suaranya yang berdering di telinga terdengar berguncang merdu. Tatapannya yang penuh kasih terasa menenggelamkan.


Tertegun. Xiu Qixuan sejenak kehilangan kata-kata. Jauh di dalam hatinya dia memuji penampilan Mo Ji Gui yang tidak realistis ini.


Menarik tangan dari genggamannya, Xiu Qixuan memalingkan wajah sambil berusaha berkelit dengan canggung; "Apa sih, kau ini! Ulang tahunku masih beberapa minggu lagi di musim panas, tahu."


Mo Ji Gui balas terkekeh. "Iya, aku tahu. Kalau begitu simpan saja dulu dan buka kotaknya nanti."


Berpikir sejenak. Xiu Qixuan mengangguk. "Baiklah!" Dia melanjutkan dengan tersenyum lebar, "Terima kasih!"


Wajah Mo Ji Gui terlihat sedikit pucat dan kering seperti terlalu banyak memikirkan hal berat. Xiu Qixuan melihat itu dengan seksama dan menanyakannya.


"Apakah ada sesuatu? raut wajahmu tidak begitu bagus. Kenapa kau harus terburu-buru kembali ke Kekaisaran Mo?" Xiu Qixuan berkata dengan sedikit khawatir. "Ah, tapi kalau kau tidak bisa menjawabnya karena beberapa alasan. Itu tidak apa-apa, aku mengerti. Jadi, tidak perlu menjelaskan apapun padaku." Xiu Qixuan berkata dengan berputar-putar untuk meralat ucapannya dengan tergagap ia melambaikan tangan.


"Kekeringan di sana meluas dan semakin parah oleh serangan bintangan kecil yang menyerupai monster asing. Kaisar juga terdesak oleh para menteri korup. Jadi, aku harus segera kembali." Mo Ji Gui berkata ringan menjelaskan.


Mendengar perkataan tersebut, Xiu Qixuan merasa ada yang mengganjal dalam benaknya, seperti terdapat dorongan yang mengharuskannya untuk mencari tahu mengenai hal tersebut walaupun dia sendiri ingin berpura-pura tidak tahu mengenai apapun yang terjadi di luar sana.


Dengan penuh rasa simpati, Xiu Qixuan balas bergumam. "Sungguh kacau." Suaranya sedikit meninggi penuh saluran semangat, ia melanjutkan. "Mo Ji Gui, kau harus cepat kembali. Aku yakin kau pasti bisa membantu menangganinya, sebelum semakin banyak korban berjatuhan."


Mendengar itu, bibir Xiu Qixuan mengerucut, tidak menanggapi.


Mo Ji Gui tiba-tiba mengusap pucuk kepala Xiu Qixuan, ia memanggil.


"Qixuan..."


"Hm?"


"Jangan berada dalam bahaya, bisakah kamu?"


Terdiam. Sejenak berpikir dan menanggapi, Xiu Qixuan berkata ringan; "Eum, aku tidak berjanji sih!" Ia menggaruk telinganya gatal.


Mo Ji Gui menghela napas tajam. Dia tahu itu. Bagaimana mungkin Xiu Qixuan tertunduk patuh mendengarkan perkataan orang ketika dia selalu berusaha keras menjalani rencana dalam hidupnya?


Dengan tersenyum cerah, Mo Ji Gui menjentikkan keras jarinya di dahi Xiu Qixuan dan berkata; "Kalau terluka dan terkena racun lagi, aku jauh dan tidak bisa menolongmu, loh."


Dengan ringisan, Xiu Qixuan menjawab penuh percaya diri. "Kau lupa, ya? Racun tidak mempan lagi padaku, huh. Aku juga tidak akan membiarkan orang-orang yang hendak melukaiku untuk tetap hidup." Dia melanjutkan, "Hebatkan aku sekarang?" Terdengar arogansi yang cukup matang dari nada bicaranya.


Terdiam. Kedua mata mereka bertubrukan dan tanpa sadar suara tawa mereka terdengar bergema, secara alami saling mengisi. Sungguh konyol ketika mengingat kembali semua keonaran dan perasaan jengkel yang mereka lalui satu sama lain saat itu.


Bagaikan mercusuar di lautan yang gelap. Sinar yang di miliki gadis ini selalu menerangi orang di sekitar nya. Xiu Qixuan selalu seperti itu, sampai rasanya terlalu hebat untuk di miliki oleh seseorang.


"Kalau begitu, aku harus pamit sekarang." Mo Ji Gui berkata dengan pancaran yang bergetar tidak rela. "Tidur nyenyak, Xuan'er!" katanya kemudian berbalik setelah memantapkan niat untuk pergi.


Namun, dia tidak kunjung melangkahkan kaki. Membuat Xiu Qixuan yang melihatnya merasa bersalah dan tidak enak hati ketika tidak tahu harus mengucapkan salam perpisahan seperti apa yang dapat menenangkannya.


"Mo Ji Gui..."


Xiu Qixuan bersuara memanggil namanya.


"Hidup dengan bahagia. Jangan mati terlalu cepat."


Hanya itu, kasar dan tidak terdengar manis memang. Namun sudah cukup bagi Mo Ji Gui untuk mendengarkan salam perpisahan darinya, pria itu tertunduk melengkungkan senyuman tulus yang merasuk hangat kedalam relung hati.


Sebelum akhirnya Mo Ji Gui melangkahkan kedua kaki nya dengan ringan melompat keatas pohon cedar yang berada di ujung dinding pembatas manor, suara dahan bergemerisik samar oleh ulahnya.


Xiu Qixuan menarik napas dalam-dalam dengan perasaan dangkal dan hati menyusut memandangi punggungnya yang perlahan menghilang tanpa jejak.


Para penjaga sengaja Xiu Qixuan tempatkan di gerbang manor dan hanya berpatroli empat jam sekali. Entah apakah mereka mengetahui kedatangan Mo Ji Gui atau tidak. Tetapi, yang pasti seseorang sejak tadi mengamati dari sudut tergelap.


"Cukup sembunyinya! Perlihatkan dirimu, Taotao!" Xiu Qixuan berkata tajam dengan geraman kekesalan.


Tap...


Semilir angin berhembus seiring langkah Xiao Taoli yang datang menapakkan kaki menghadapnya.


"Ugh, bagaimana bisa anda menemukan saya lagi dengan mudah?!" Xiao Taoli berujar jengkel dengan menggaruk tengkuk nya gatal.


"Sudah kubilang. Tidak perlu berjaga malam, istirahat dan tidurlah!" Xiu Qixuan memerintah dengan marah melihat Xiao Taoli melanggar perkataannya.


Musim panas yang membara akan segera datang. Keserakahan yang penuh intrik akan dimulai. Butuh tenaga dan ketenangan tambahan untuk menghadapinya. Beristirahatlah selagi bisa.


•••••••••••••••••


Happy lunar! Selamat tahun baru imlek! 新年快乐 ✨💫♥️