Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Menarik Minat Pendekatan!



Taman di kediaman perdana menteri memiliki luas kedua terbesar setelah taman istana kekaisaran. Ini cukup menunjukan martabat serta status tinggi dari orang yang tinggal di dalamnya.


Pohon dengan bunga-bunga berjajar di sepanjang jalan. Xiu Qixuan mengikuti langkah Duan Xianlie melewati ladang bunga untuk menuju gazebo di tepi ujung.


Mereka melihat seorang wanita yang lebih tua berdiri di dekat gazebo. Dia mengenakan gaun brokat pink tua dengan sabuk bunga yang melilit pinggangnya. Jepit rambut onyx merah menempel membentuk rumbai di rambutnya, membuatnya tampak elegan dengan pancaran mulia. Senyum yang dijaga muncul di wajahnya ketika melihat mereka mendekat.



Tidak salah lagi, dia adalah Su Chen. Wanita yang mendapat status nyonya peringkat pertama dalam kelas sosial atas.


Xiu Qixuan dengan hormat membungkuk pada Su Chen, gerakannya halus dan lembut. "Xuan'er melihat Nyonya Perdana Menteri!"


"Menantu ini menyapa Ibu Mertua!" Duan Xianlie ikut memberi hormat.


"Cepat bangun! Kita semua keluarga, mengapa kalian harus begitu formal?" Su Chen berkata hangat dengan senyum di matanya.


Walaupun Su Chen tidak mengungkapkan emosi selain dari keramahan, Xiu Qixuan tahu ada penilaian untuknya di kedua mata yang tampak tersenyum itu.


"Terima kasih atas undangan yang murah hati ini, Nyonya!" Xiu Qixuan berkata ringan dengan menampilkan senyum sopan.


"Apa-apaan panggilan canggung itu. Aku bibimu, panggil aku dengan benar!" Su Chen mengerutkan kening merasa keberatan bersuara dengan menatap wajah cantik di depannya.


Su Chen mulai berbicara dengan ramah memulai obrolan ringan selayaknya yang dilakukan para tetua di rumah.


Mata jernih Xiu Qixuan membentuk lengkungan ketika mulutnya tersenyum. "Tentu. Jika bibi tidak merasa keberatan." Dia melambaikan tangan membentuk isyarat kepada Xiao Rou di belakangnya sembari kembali berkata; "Xuan'er menyiapkan hadiah dengan sepenuh hati. Mohon bibi dan nyonya muda bermurah hati menerima bentuk kesederhanaan ini."


Duan Xianlie mengawasi dengan matanya yang cerdik. "Jenderal besar benar-benar di berkati untuk memiliki putri yang luar biasa. Nona Xiu terlalu baik!" Dia tampak berkata dengan sungguh-sungguh memuji, tetapi, pikirannya tersembunyi di baliknya.


Su Chen mengangguk puas dengan ketelitian Xiu Qixuan untuk menyenangkan hatinya. Kemudian dia berjalan melangkah masuk kedalam gazebo setelah pelayannya menerima hadiah. Ia berkata cerah; "Daun teh merah dari utara baru saja kuterima. Silakan duduk, dan cobalah bersama!"


Menghadapi Su Chen dan Duan Xianlie sekaligus dalam satu waktu seperti ini, Xiu Qixuan hanya bisa lebih berhati-hati. Walaupun Su Chen adalah ibu kandung dari Yao Yunmei, secara pribadi mereka adalah orang yang berbeda, Xiu Qixuan belum bisa merasa nyaman bersamanya.


Dengan gerak hati-hati Xiu Qixuan dan Duan Xianlie duduk di sebelah bangku. Pelayan segera menyajikan teh dengan seperangkat kudapan yang mewah.


"Ketika kamu baru lahir, kamu sekecil kucing. Kesehatan dan tubuhmu pun tidak begitu baik. Tapi sekarang kamu terlihat lebih sehat." Su Chen berkata dengan suara terdistorsi menatap seksama kedalam wajah Xiu Qixuan. Dia melanjutkan dengan pandangan yang terkulai lebih rendah, "Bahkan pembawaanmu unik, mirip sekali dengan Liu'er!" Di antara kedua alisnya ada kesedihan yang bisa di lihat.


Dia tampak memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Wen Liu saat itu. Suasana hidup di taman menjadi sedikit redup oleh pernyataan penuh sirat nostalgia yang tiba-tiba tersebut.


Senyum di wajah Xiu Qixuan tampak menjadi lebih kaku. Dia tidak bergeming untuk membuka mulutnya.


Melihat ketidaknyamannya, Duan Xianlie yang peka kemudian berkata untuk mengalihkan; "Warna kulit Nona Besar Xiu tampak sangat sehat. Kudengar udara di Ping'an begitu bagus dan hangat, tempat yang tenang untuk mendapatkan perawatan di bandingkan keramaian di ibukota. Kesuburan Yunmei juga begitu baik di sana, dia melahirkan seorang putra." Duan Xianlie minum teh di tangannya sembari melirik Xiu Qixuan melalui uap yang naik dari matanya.


Mengesampingkan fakta bahwa Xiu Qixuan berasal dari perbatasan yang tidak semaju ibukota. Duan Xianlie yang mengamatinya merasa terkesan dengan tingkah lakunya yang lebih cerdik dan dewasa dalam melakukan pendekatan.


Mulut Xiu Qixuan kembali bergerak melanjutkan kata-katanya; "Dan, juga Yunmei jiejie selalu dalam perawatan keluarga Xiu kami, dia sangat baik dengan perannya menjadi ibu dan istri."


Melihat topik yang bergulir untuk mencegahnya berbicara lebih jauh mengenai Wen Liu, Su Chen dengan sukarela berhenti dan memilih untuk mengikuti arus pembicaraan mereka. "Hoh, bagaimana keadaan cucu lelaki-ku di sana?" Dia menanyakan lebih banyak tentang keadaan Yao Yunmei dan obrolan ringan lainnya.


Tanpa sadar waktu satu jam berlalu, pelayan senior tiba-tiba datang menghampiri Su Chen mengingatkan jadwal pekerjaannya untuk membuat banyak pembukuan sebagai nyonya rumah.


Su Chen bangkit berdiri diikuti oleh Xiu Qixuan dan Duan Xianlie. Dia berkata dengan wajah sedikit kusut pada Xiu Qixuan; "Cuaca cerah adalah hari yang baik. Sayangnya, bibimu ini tidak punya lebih banyak waktu untuk menemanimu berkeliling melihat kediaman ini dengan benar."


Dengan sopan, Xiu Qixuan berkata lugas; "Bibi sangat perhatian. Xuan'er merasa cukup."


"Gadis konyol, tentu saja aku harus lebih memperhatikanmu." Su Chen berkata gemas dengan pancaran milik seorang ibu yang penuh perhatian. "Aku akan memanggilmu untuk kunjungan berikutnya." Dia kemudian melanjutkan dengan menoleh kearah Duan Xianlie, "Menantu. Gantikan aku, antarkan tamu dengan baik." ujarnya sedikit memerintah.


"Baik, ibu mertua!" Duan Xianlie menjawab dengan patuh.


"Mengantar kepergian bibi!"


"Mengantar ibu mertua!"


Mereka segera membungkuk hormat ketika punggung Su Chen berbalik melangkah pergi.


••••••••••••••


Xiu Qixuan melangkah perlahan-lahan dipimpin oleh Duan Xianlie. Udara di sekitar mereka terasa lebih tajam.


Dengan martabat yang unik Duan Xianlie tiba-tiba berkata; "Aku terkesan. Nona besar memiliki sifat membuat orang kewalahan."


"Nyonya muda sangat teliti! Xuan'er, masih banyak kekurangan. Di masa depan masih membutuhkan bantuan dan nasihat dari anda yang senior." Mata Xiu Qixuan berkilat tajam dengan senyum bisnis terpasang di wajahnya.


Kata-katanya terdengar rendah hati, namun dia pintar menekankan meminta bantuan.


Duan Xianlie terkekeh riang dan berucap; "Hoh, sangat baik! Kalau begitu kamu bisa memanggilku Xian jiejie di masa depan."


Apakah pendekatan dengan membuat rasa penasaran akannya berhasil? Xiu Qixuan mengetahui orang-orang di dalam Keluarga Duan begitu rumit. Mereka selalu waspada dan memikirkan lebih banyak keuntungan dalam membentuk suatu hubungan.


Seperti menarik minat Duan Xianlie kearahnya, Xiu Qixuan hanya bisa bersikap dengan cerdik menyembunyikan emosi dan pikirannya agar tidak mudah di baca oleh wanita muda itu.


•••••••••••••••••••