
Tempat Perkemahan,
Tenda yang paling besar adalah milik Kaisar. Itu berlambang naga dengan corak keemasan. Bahkan diatas tenda terdapat tongkat panjang dengan bendera negara Shen berkibar mengikuti arah angin. Ini berada di tengah dengan pengawasan dan penjagaan yang ketat.
Pada saat ini, suasana di dalam tenda Kaisar itu lamban. Atmosfer yang membuat orang tertekan. Dekorasi di dalam begitu mewah, dengan tirai manik-manik, sutra lembut, dan wewangian langka yang membuat meridian menjadi lancar.
Jari-jemari tua yang masih tampak kuat itu membuat ritme ketukan di meja yang menandakan dia sedang tenggelam dalam pikiran dan kebosanannya sendiri.
Dia terlihat bersemangat ketika Kasim Teng datang menghadap.
Kaisar beranjak, ia bertanya dengan dalam. "Apakah semua telah kau siapkan?"
Kasim Teng menjawab dengan percaya diri. "Anda tidak perlu mencemaskan ini, Yang Mulia. Saya selalu bekerja dengan sebaik mungkin."
Kaisar menggeram puas. Wajah tuanya tampak begitu cerah. "Ya, aku akan mengumumkan perubahan peraturan perburuan sekarang." Ia merentangkan kedua tangannya ketika Kasim Teng perlahan bergerak dengan teliti memakaikan jubah naga yang melambangkan keagungannya.
"Kaisar kami begitu luar biasa. Bahkan langit mendukung tindakan anda. Perubahan peraturan perburuan ini lebih mudah karena ada celah untuk tidak di curigai ketika Pangeran Mahkota tidak hadir." Kasim Teng berkata dengan lugas. Seperti sudah begitu terlatih, dia bercakap-cakap dengan Kaisar secara menyanjung dan hati-hati.
Kaisar tertawa terbahak-bahak, seolah-olah dia sangat senang mendengar itu. "Fufufu.... Ya, tentu saja. Bahkan aku pernah bertemu Dewi di Daratan Ca Li yang kecil ini untukku kuasai." Ujarnya dengan begitu angkuh.
•••••••••••••••••
Hari sudah gelap, seharusnya perjamuan yang harmonis terjadi sekali di akhir acara perburuan saja. Namun, karena perintah mendadak Kaisar—jamuan dibuat menjadi dua kali yaitu acara sambutan di malam sebelum berburu dilaksanakan, dan acara penghargaan di hari terakhir berburu yaitu sebelum kepulangan mereka ke Ibukota.
Semua orang duduk di kursi sesuai posisi dan kedudukannya masing-masing. Angin sepoi-sepoi berhembus terasa menguap dingin, ini terasa berbeda karena acara di luar ruangan terkesan alami dan bebas dengan pepohonan liar yang menjulang di jarak beberapa meter.
Dia mengambil cangkir teh dengan ritme gerak yang elegan, menyesapnya perlahan untuk menyembunyikan jejak pengawasannya di balik cangkir. Matanya yang buas menelisik sekitar kerumunan.
Tiba-tiba di antara kerumuan menjadi sedikit ricuh, orang-orang saling berbisik satu sama lain ketika pengumuman kedatangan dan menyusul menampilkan sosok tak terduga.
"Tuan Muda Duan, Duan Bian Jian."
Kerumunan terkejut akibat kedatangan seorang Duan yang tak pernah dikenalkan ke khalayak.
Parasnya menawan dengan rambut merah yang mempesona, dia seperti bara yang menyala di kegelapan malam, postur tubuhnya tinggi bagai pohon ek yang kokoh. Dengan penampilan yang mewah, sutra yang di buat dengan taburan emas membalut tubuhnya. Dia benar-benar seperti seorang Tuan Muda yang seumur hidupnya selalu dimanjakan dan dimandikan dengan balutan emas berlian.
Xiu Qixuan mengangkat pandangannya, sekilas mata mereka saling bertubrukkan, memberi kode isyarat yang hanya mereka sajalah yang mengerti. Sekutu, tim dan rekan untuk hari ini.
Sudut mulut Xiu Qixuan terangkat membentuk kekehan kecil dan garis senyuman yang samar, dia merasa lucu dengan penampilan Duan Bian Jian yang matre terkesan lebih norak dari biasanya.
Tiba-tiba disamping itu, Xiao Rou datang ke sisinya dan membisikan kalimat pernyataan seolah dia selesai memastikan sesuatu. "Nona, semua Pangeran sudah bersiap akan hadir kecuali Pangeran Mahkota. Rumor yang anda katakan itu benar sudah beredar diantara Kasim dan Pelayan." Bisiknya sekilas di telinga Xiu Qixuan. "Anda tak boleh meninggalkannya lagi. Aksesoris adalah hal utama untuk riasan yang sempurna." Seolah tak ada yang terjadi, Xiao Rou begitu alami memasangkan anting di telinga Xiu Qixuan. Kamuflase dan alibi yang luar biasa sinkron dari mereka yang saling mengerti. Sangat disayangkan, bila terjadi keretakan.
••••••••••••••••••
A/N: Haloha Gaiss!!! Udah kangen Xuan, ya. Mohon maaf sebesar-besarnya karena membuat kalian menunggu begitu lama. Sebenarnya author mau up dari bulan lalu tapi selalu kurang puas dengan hasilnya😭 author beraniin up karena sepertinya kalian sudah menunggu terlalu lama. Sekali lagi maaf dan terimakasih atas dukungannya🙏 doain semoga author kembali rutin UP nya, yaa🤗💞