Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Set Perhiasan Unik



Ini hari keempat sejak dia tiba di Ibukota. Dan setiap pagi, Xiu Qixuan harus pergi untuk memberikan salam kepada Lu Ningya.


Xiu Lingze tinggal di Kediaman Fan bersama anak dan suaminya. Dia hanya sering datang berkunjung untuk menginap. Kediaman ini dan orang-orang di dalamnya hanya memiliki Lu Ningya sebagai majikan mereka, itu bertambah satu dengan kedatangan Xiu Qixuan yang harus mereka layani.


Xiu Qixuan berjalan tenang dengan ditemani beberapa pelayan menuju halaman Pengshi An, tempat yang ditinggali oleh Lu Ningya.


Memasuki halaman Pengshi An, aroma wangi dupa yang menyengat tercium. Dan, Lu Ningya terduduk diujung ruangan. Kedua mata nenek tua itu terpejam, tidak berminat menoleh sedikitpun untuk menyambutnya.


Xiu Qixuan menjadi lebih terbiasa oleh ketidakacuhannya. Melangkah maju, Xiu Qixuan mengambil secangkir teh dan menaruh perlahan di meja samping Lu Ningya.


Tiba-tiba, seorang pelayan tua datang dan membisikan beberapa patah kata kepada Lu Ningya.


"Suruh mereka menunggu!" Lu Ningya berkata memerintah dengan datar kepada pelayan tua tersebut.


Kelopak mata Lu Ningya yang terpejam perlahan-lahan terbuka. Dia melemparkan tatapan meneliti kearah Xiu Qixuan yang berdiri bingung.


"Nyonya Perdana Menteri mengirim orang untuk mengundangmu berkunjung. Ini awal bagus untuk orang mengenalmu. Kembali dan bersiaplah!" Lu Ningya berkata memberitahu.


Mengerjap. Xiu Qixuan segera mengangguk. "Ya, Xuan'er mengerti!" Dia perlahan melangkah mundur untuk pamit.


"Ambil semua perhiasan dan sutra yang kau butuhkan di gudang harta. Jangan jadi memalukan!" Suara Lu Ningya terkesan memberi peringatan yang dingin. Namun, dia menaruh banyak perhatian di dalam kata-katanya yang tajam.


"Baik, nenek!" Xiu Qixuan tersenyum dengan terima kasih.




Satu jam kemudian, Xiu Qixuan memasuki kereta kuda yang di sediakan oleh Kediaman Perdana Menteri untuk menjemputnya. Dia hanya membawa Xiao Rou untuk mengikutinya pergi.



Xiu Qixuan mengenakan gaun brokat hijau muda kebiruan dengan pola bunga yang mencuat indah. Kontras warna dan polanya seakan-akan hidup. Set aksesoris emas yang dia kenakan hanyalah sedikit, tapi, itu malah memberi sentuhan sederhana yang anggun. Dia tampak lebih elegan daripada hari biasanya.



![](contribute/fiction/2125469/markdown/10367472/1644848751101.jpg)



"Nona, menurutmu orang seperti apa Nyonya Perdana Menteri itu?" Xiao Rou bertanya dengan sedikit gugup. Dia terlihat khawatir akan timbul perselisihan pada majikannya sebelum waktu kompetisi dimulai.



Xiu Qixuan menoleh dan berkata pada Xiao Rou, "Aku tidak tahu. Tapi, kukira dia adalah orang yang lebih mementingkan perasaan di bandingkan status kejayaan. Dilihat dari Yunmei jiejie yang di nikahkan dengan Da'ge-ku." ujarnya dengan mengedikkan bahu tak acuh.



Untuk beberapa alasan, Xiu Qixuan merasa dia harus melakukan ini untuk menjalin koneksi akan orang-orang penting di ibukota.



Jika ingin melawan Shen Zhenning yang merupakan seorang kaisar, —koneksi dan kegunaan orang lain sangat berpengaruh besar dalam kemenangan.



Akhirnya setelah beberapa waktu, kereta kuda berhenti tepat di depan gerbang kediaman mewah.



Kediaman Perdana Menteri tidak terletak di area padat penduduk ataupun berdampingan dengan kediaman bangsawan lainnya. Ini luas dan megah dengan suasana yang damai seperti seorang penyendiri. Bangunan nya begitu elegan dan bersih menunjukan status juga martabat orang yang tinggal di dalamnya.



Xiu Qixuan turun dari kereta, dia memasuki kediaman dan melewati koridor. Sepanjang jalan, langkahnya terkordinasi anggun mengikuti langkah seorang pelayan tua yang membimbingnya menuju tempat sang nyonya berada.



Di tengah jalan, terlihat satu sosok wanita muda dengan membawa payung di tangannya yang menghalau sinar matahari panas.



Wanita muda berusia dua puluhan dengan kecantikan dewasa yang halus. Seluruh rambutnya ditumpuk membentuk gaya yang sedang tren. Aroma harum bedak tercium darinya. Dia tersenyum kecil seperti nektar bunga yang lembut.



![](contribute/fiction/2125469/markdown/10367472/1644848751090.jpg)



"Menyapa Nyonya Muda!" Pelayan tua disamping Xiu Qixuan berkata dengan membungkuk rendah.



Dalam pelajaran yang diberikan oleh Yao Yunmei, Xiu Qixuan menghafal wajah dan status politik para bangsawan. Itu memang menjadi berguna sekarang, namun sebelum dia menggunakan ingatannya, sebenarnya dia sudah sangat mengenali wanita muda di hadapannya ini.



"Oh, darimana Nona cantik ini berasal?" Suara ramahnya berdenting dengan hangat.




Kepala Keluarga Duan adalah Menteri Perdagangan dan Perindustrian. Secara garis besar, kekuatan Keluarga Duan begitu terkenal. Mereka adalah konglemerat di dunia keuangan. Harta dan bisnis mereka begitu berkembang pesat.



Keluarga seperti Duan itu yang membangun kekaisaran, sehingga kaisar sendiri tidak berani menyentuhnya lebih jauh. Mereka memiliki pengaruh kekuatan uang yang besar hingga disebut sebagai rajanya dunia keuangan.



Pelayan tua menjawab, "Nyonya muda, ini adalah Nona Besar Xiu yang datang berkunjung untuk menemui Nyonya Besar."



Dengan mengangguk lemah dan sedikit membungkuk, Xiu Qixuan tersenyum sopan; "Nyonya muda!" sapanya.



Mata Duan Xianlie selintas terlihat meneliti tajam, namun itu segera tertutupi oleh wajahnya yang tersenyum.



Dengan pancaran penuh perhatian, Duan Xianlie berkata kepada pelayan tua; "Kalau begitu kau bisa kembali. Aku yang akan mengantarkan Nona Besar Xiu menemui ibu mertua." ujarnya.



Kemudian Duan Xianlie menoleh menatap Xiu Qixuan dengan hangat. "Nona Besar Xiu, anda tidak keberatan 'kan?" Dia memasang wajah penuh harap yang sedih melanjutkan, "Jika anda memiliki keberatan saya—" terjeda.



Xiu Qixuan terburu-buru memotong dengan tersenyum formal. "Ya, tidak apa. Nyonya muda sangat baik!" ujarnya.



Tidak merepotkan. Pelayan tua itu langsung mundur dengan patuh, meninggalkan Xiu Qixuan bersama Duan Xianlie.



Mereka berjalan melewati pintu gazebo taman. Dengan topik percakapan umum yang hanya mengalir ringan, tidak ada satupun yang ingin menjadi lebih dekat karena terlihat batasan besar yang sengaja mereka bangun.



Namun, topik yang tidak terduga muncul dari Duan Xianlie.



"Pola dalam set perhiasan anda terlihat sangat unik, Nona. Itu cocok untuk anda!" Duan Xianlie berkata dengan melirik anting emas mutiara yang memiliki pola bunga menggantung di telinga Xiu Qixuan.



Ini adalah set keluaran terbaru yang akan di luncurkan tiga hari lagi di cabang-cabang tokonya. Xiao Rou memberikannya set perhiasaan ini karena cocok dengan pakaian yang di kenakannya sekarang.



Xiu Qixuan mengerjap, jari-jarinya menyentuh anting yang menjuntai itu dengan lembut. "Nyonya muda, perhatian!" ujarnya singkat.



Dengan senyum penuh makna, Duan Xianlie berkata; "Saya belum pernah melihat set perhiasan seperti ini di toko-toko ibukota. Sepertinya Nona Besar memiliki sumber daya yang cukup melimpah."



Kata-katanya terlihat memiliki maksud yang dalam.



"Toko Fengxuan. Anda akan menemukan set perhiasan ini disana dalam tiga hari." Xiu Qixuan berkata dengan tenang, dia tidak terpengaruh dan tidak menyembunyikannya juga.



"Hoh, set perhiasannya belum di luncurkan tapi anda sudah mendapatkannya." Duan Xianlie berkata dengan menarik senyum miring dan melemparkan tatapan penuh arti. "Nona besar ternyata istimewa." ujarnya tertarik.



Duan Xianlie cukup pintar. Untuk beberapa alasan, Xiu Qixuan tidak terkejut akan itu. Ini memang niat awalnya untuk menarik Duan Xianlie lebih dekat. Karena wanita muda dari Keluarga Duan ini sangat berguna untuk menjadi salah satu koneksinya.



Dengan hanya menggunakan set perhiasan, Duan Xianlie bisa menebak bahwa Xiu Qixuan memiliki semacam koneksi istimewa dengan bisnis Fengxuan yang sedang berkembang pesat karena menciptakan banyak produk asing. Tapi, Duan Xianlie tidak tahu bahwa Xiu Qixuan -lah pemilik bisnis itu sendiri.



•••••••••••••••••



N/t: Up satu dlu, crazy up nya nyusul lusa, ya! Sabar yang nungguin Yuan Zi, bbrpa bab lagi muncul.