
"Datang dengan penampilan seperti ini. Etiket seperti apa yang sedang kau tunjukan?! Disamping itu, ini bukan tempat bagimu untuk datang!" Mengikuti permainannya, Xiu Haocun segera berkata keras dengan teguran amarah berpura-pura mengomelinya.
Xiu Qixuan memasang wajah bersalah. "Xuan'er, mengerti. Hanya saja perjamuan akan segera dimulai, aku khawatir kamu akan melewatkannya, ayah." Perkataannya yang beralasan itu tertata dengan rapih seolah-olah fakta yang sebenar-benarnya.
Ketika Xiu Haocun ingin berbicara lagi, tiba-tiba Wei Guifei mengangkat tangan untuk menghentikannya. "Jenderal, jangan marah!" Wei Guifei menarik senyuman lembut, sorot matanya yang suram begitu cepat berubah menjadi penuh perhatian terpaku pada Xiu Qixuan. "Apa yang dikatakan Nona Besar Xiu itu benar. Waktu berlalu begitu cepat, tanpa sadar pembicaraan berlangsung lambat. Kita tidak boleh membiarkan yang lain menunggu."
Xiu Qixuan merasa tubuhnya seolah mendidih ketika melihat tatapan Wei Guifei yang tertuju padanya. Dia heran. Semudah itu Wei Guifei mengalah tanpa mengeluarkan serangan?
"Guifei niang niang sangat bijaksana." Xiu Qixuan berbicara dengan pujian yang tampak tulus diluar.
"Pujian yang baik, kalau begitu tidak tahu apakah Nona Besar bersedia untuk berjalan bersama yang tua ini ke perjamuan." Wei Guifei berkata dengan rendah diri namun wibawa terpancar dari wajahnya yang tersenyum.
Mendengar ini, Xiu Qixuan mengerutkan bibirnya dan tersenyum kaku penuh paksaan. Matanya tampak bergetar merendam geraman.
Dengan instan, dia langsung mengerti niat Wei Guifei yang ingin membawanya memasuki pintu perjamuan secara bersama-sama. Wanita ini ingin menunjukan ilusi kedekatan yang terjalin dengan Keluarga Xiu.
Mungkin akan segera banyak rumor kosong seperti Nona Besar Xiu menerima uluran tangan Wei Guifei, atau seperti—Nona Besar Xiu adalah kandidat terpilih yang di dukung Wei Guifei untuk menjadi permaisuri pangeran kelima, atau yang lebih tak berdasar lagi adalah Nona Besar Xiu di tetapkan menjadi permaisuri pangeran kelima masa depan.
Wah, untuk membayangkannya saja kepala Xiu Qixuan sudah pening. Lagipula Wei Guifei tidak bisakah dia melepaskan Xiu Qixuan? Mengapa anda begitu terobsesi dengan gadis ini?
Dengan terpaksa karena tidak memiliki celah, Xiu Qixuan tersenyum sederhana dan berkata; "Sebuah kehormatan untuk putri subjek ini memenuhi keinginan niang niang!" Dia berbicara sopan, tapi dihatinya dia sedang berpikir bagaimana cara untuk segera menyingkir dari intrik yang akan melahapnya ini.
Wei Guifei tersenyum puas dan berkata, "Shao momo tunjukan jalan!"
Xiu Qixuan memandang wanita tua berusia sekitar lima puluhan yang sejak tadi hanya terdiam berdiri diluar sudut pavilun seperti anjing yang menunggu majikannya.
Sepertinya Shao momo adalah kaki tangan yang mendampingi Wei Guifei secara pribadi. Karena selain mereka, hanya pelayan tua ini yang di perbolehkan untuk berada di sekitar.
Berjalan berdampingan dengan Xiu Haocun yang tergugup menyusul di belakang. Dia tahu semakin lama mereka meladeni Wei Guifei, semakin merugikan untuk mereka.
Sepanjang jalan, Xiu Qixuan berusaha sebaik mungkin untuk menghindari topik berat, dia menanggapi obrolan Wei Guifei dengan singkat yang lugas.
Di sudut jalan, tanpa sengaja Xiu Qixuan melihat punggung seseorang yang sedang melangkah di kejauhan. Diam-diam dia mengangkat sedikit roknya dan kakinya bergerak menendang kerikil kecil untuk mengenai tubuh orang itu.
Tukkk..
Kerikil kecil terlempar membentur bahu, secara alami orang itu berbalik, sesaat mata Xiu Qixuan tenggelam untuk menatapnya, tersirat seperti sedang meminta bantuan.
Orang itu mengerlingkan senyum, menunggu mereka mendekat untuk menyapa.
"Sarjana ini menyapa Wei Guifei niang niang!" Itu adalah Mo Ji Gui yang memberi hormat terlebih dahulu kepada Wei Guifei, baru setelah itu tubuhnya sedikit berputar melirik sekilas untuk melanjutkan. "Jenderal Besar dan Nona Besar Xiu!" angguknya.
Mo Ji Gui mengenakan jubah panjang dengan pola bordir hijau, sebuah batu giok dengan interior yang mengkilap menggantung di pinggangnya, menunjukan status terhormatnya yang tampak di segani.
Wei Guifei tersenyum cerah. "Kamu bisa bangkit!" katanya tampak perhatian.
Xiu Qixuan tidak bisa untuk tidak bergidik. Wajah Wei Guifei begitu cepat berubah ketika dia mengenali status kesastraan Mo Ji Gui sebagai sarjana tenar yang menolak tawaran kaisar untuk menjadi menteri. Sepertinya Wei Guifei sangat terobsesi untuk menarik paksa orang-orang berbakat atau yang berguna untuk menguntungkannya.
"Tidak tahu, Tuan Ji yang terkenal secara sukarela datang kemari." Wei Guifei berkata dengan bermartabat.
"Ah, Tuan Ji—apakah anda sedang bergegas juga untuk menuju tempat perjamuan berada?" Xiu Qixuan tiba-tiba bertanya dengan senyuman yang tampak ceria.
Mo Ji Gui sedikit heran. Namun menanggapi secara alami; "Ya, aku menuju kesana. Apakah perjamuannya sudah di mulai?"
Xiu Qixuan tersenyum dan menggelengkan kepalanya, berkata cepat; "Wei Guifei niang niang, tidakkah ini baik jika Tuan Ji ikut bersama kami menuju taman?" Nadanya yang beralasan itu membujuk.
Sebenarnya dia ingin Mo Ji Gui berpura-pura mempunyai urusan untuk membawanya pergi, tetapi, itu akan sia-sia jika Xiu Haocun tertinggal bersama Wei Guifei. Jadi lebih baik untuk meminimalisir pukulan rumor, keberadaan Mo Ji Gui diantara mereka dapat memberi banyak celah dan keuntungan tersendiri.
Wei Guifei sejenak berpikir, kemudian dia dengan ceroboh menyetujui ketika melihat pancaran Mo Ji Gui yang bijaksana. Dia tidak ingin sedikitpun kehilangan kesempatan untuk meraih bakat yang langka.
Saat taman tempat berlangsungnya perjamuan sudah dekat, terlihat jelas banyak orang berkumpul disana, kita dapat mendengar tawa mereka melayang dari jarak beberapa mil.
"Wei Guifei niang niang, Jenderal Besar, Tuan Muda Ji, dan Nona Besar Xiu telah tiba!" Terdengar sapaan sekaligus pemberitahuan dari ambang pintu masuk taman.
Langkah Xiu Qixuan mantap memasuki pintu taman. Seketika keramaian itu hening, para Nyonya dan Nona yang awalnya mengobrol santai dan mengagumi pemandangan, sekarang berdiri terdiam untuk memberi hormat kepada Wei Guifei.
Xiu Qixuan yang berada disisi Wei Guifei segera menarik perhatian semua orang. Para wanita muda mengenakan ekspresi mata tajam mereka yang masam penuh permusuhan. Sejak menapaki taman, dia sudah dapat merasakan tatapan cemburu yang mendidih dari kerumuan.
Mo Ji Gui yang berada di dekatnya, segera berbisik rendah; "Jangan perhatikan mereka! Itu salahmu sendiri karena terlalu menyilaukan hari ini."
Xiu Qixuan mendengus, balas berbisik tanpa memalingkan wajah; "Pujian yang terdengar aneh, tuan!"
Di depan sana, tiga orang berjalan mendekat. Itu adalah Tuan Besar dan Nyonya Walikota Qu bersama Xiu Yue sang menantu.
Xiu Yue menggunakan gaun sutra merah bersulam, rambut hitamnya yang panjang tergulung penuh dan dihiasi aksesoris emas menandainya sebagai wanita yang sudah menikah. Begitu anggun dengan senyumannya yang penuh. Tetapi, ketika melihat Xiu Qixuan senyumnya tampak membentuk seringai yang masam.
Tidak melihat batang hidung Tuan Muda Qu, Xiu Qixuan mencubit keras lengannya sendiri untuk menahan kekehan gaduh.
Aiyaa, Xiu Yue—mengapa anda sibuk memiliki permusuhan alih-alih menjaga suami anda tetap setia? Itu balasan karena sudah menghina saya sebagai perawan tua! Betapa tidak sabar saya untuk menunggu guncangan yang akan meletus dalam perjamuan memuakan ini.
"Xuan'er!"
Sebuah teriakan rendah memanggilnya, dia segera menoleh ke arah suara itu. Menemukan sosok Yao Yunmei diantara kerumunan sudah duduk. Wajah wanita itu tampak berkerut khawatir.
•••••••••••••••