
Matahari baru saja merangkak dari perpaduannya, cuaca cerah dan sejuk dipagi hari ini membuat suasana hati manusia menjadi lebih baik, Burung-burung terbang bergerumul diatas sana, dan beberapa hinggap diatas atap dan diranting pohon--bersiul menyahut satu dengan yang lain.
Gadis yang dipanggil Nona Besar Xiu tersebut masih terlelap diatas kasur dengan posisi tidak beraturan, selimut yang dipakai sudah entah kemana.
"Nona Besar, sudah waktunya bangun dan bersiap." Ucap seorang gadis pelayan dengan jepit rambut perak sesuai peringkat miliknya.
Nona Besar nya memang bangun tidur selalu terlalu siang tetapi saat dia dibangunkan oleh mereka, Nona nya tidak akan mempersulit mereka yaitu dengan cara segera bangun dari tidurnya.
Tapi kali ini entah kenapa Nona nya menjadi sulit dibangunkan.
Sebenarnya Qixuan tahu dan sudah terbiasa bangun pagi hari sejak dia tinggal disini, tetapi hari ini dia terlalu malas karena masih kesal dengan tindakan Huanran yang seenaknya mengekang dirinya dan juga sejak semalam dia tidak tidur memikirkan bagaimana kehidupan Qiaofeng di Desa Kui yang dimaksud ucapan Huanran kemarin.
Qixuan sudah memikirkan banyak hal kemungkinan dibenaknya tentang kehidupan Qiaofeng di Desa Kui tetapi tidak terlintas hal yang menurutnya benar dan cocok dengan segala kemungkinan yang dia pelajari dari drama.
Dimulai dari Qiaofeng bisa saja jadi mata-mata, keterlibatan Qiaofeng dengan organisasi gelap atau Qiaofeng menyimpan suatu rahasia besar yang mengharuskan nya dibunuh untuk menutup mulutnya dan masih banyak hal kemungkinan yang dipikirkan Qixuan semalaman suntuk.
Kenapa Qixuan yakin kemungkinan yang dia pikirkan tidak mungkin terjadi kepada Qiaofeng. kalau Qiaofeng mata-mata atau keterlibatannya dengan organisasi gelap itu sangat mustahil terjadi karena tidak mungkin mudah sekali untuk membunuhnya. Tetapi hal terakhir yang dia sebutkan lebih besar kemungkinannya terjadi pada Qiaofeng.
Dia saat ini seperti seseorang yang buta arah, tidak memiliki informasi apapun, tidak banyak juga kemajuan yang dia miliki untuk bisa membawanya pulang, membuatnya menjadi malas dan suasana hatinya buruk.
"Nona Besar, hari sudah semakin siang. kami sudah menyiapkan semua keperluan Nona." Ucap Salah Satu Pelayan lainnya.
Qixuan tidak menjawab dan malah membalikan badan menutup telinga nya dengan bantal.
Beberapa saat kemudian ruangan itu hening membuat Qixuan hendak terlelap lagi kealam mimpi.
"XuanXuan, waktunya bangun. ada apa denganmu hari ini? mengapa mempersulit empat gadis pelayan itu." Teriak Xiao Taoli dari balik bilik pembatas kamar dan ruang pribadi.
Qixuan yang sudah hampir terlelap lagi kealam mimpi tersentak kaget.
"Diam! Kenapa kau berteriak?! memangnya ini hutan?!" Teriak balik Qixuan.
Qixuan menyuruh Xiao Taoli untuk tidak berteriak tetapi dia sendiri juga berteriak cukup keras karena saking kaget dan kesalnya dia refleks melakukan hal itu. Saat ingin terlelap kembali dia hampir saja memimpikan tiga pria tampan menjadi kekasihnya sekaligus dan Xiao Taoli menghancurkannya, tentu saja suasana hatinya menjadi buruk.
Mereka semua yang ada diruangan tersebut tersentak kaget, pertama kali mendengar teriakan yang dikeluarkan Nona Besar.
Para gadis pelayan tersebut berlutut dan menundukan wajah mereka.
Kalau Nona Besar Xiu benar-benar marah, kehidupan mereka bisa terancam kepala mereka bisa terpenggal karena membuat Nona Besar menjadi tidak senang.
Xiao Taoli yang mendengar teriakan marah Qixuan pun sama kagetnya tetapi itu hanya sebentar karena dia mempunyai cara lain untuk membangunkan Qixuan.
"Yasudah kalau kau tidak ingin bangun." Ucap Xiao Taoli acuh
"Satu hal lagi, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu. Barang yang kemarin kau beli dipusat kota sudah sampai semua di Manor, tetapi para pengirim barang tersebut tertahan didepan dengan penjaga milik tuan muda kedua yang--" Sebelum Xiao Taoli melanjutkan ucapannya Qixuan sudah terduduk bangun kemudian bergegas ke kolam pemandian.
"melakukan pengecekan secara menyeluruh." Xiao Taoli tetap melanjutkan ucapannya sampai selesai.
"Hey, kenapa kalian diam saja. berdirilah! cepat bantu aku." Teriak Qixuan melihat empat pelayan itu masih berlutut dengan ekspresi bingung karena perubahan yang begitu cepat.
Empat gadis pelayan itu langsung bergegas setelah mendengar ucapan Qixuan.
••••••••••••••••••
Beberapa jam kemudian.
Qixuan memberi beberapa barang yang dia beli untuk orang yang bekerja padanya di Manor Xing.
Dia memberi gadis pelayan di Manor Xing yaitu jepit rambut dan beberapa aksesories perhiasan, juga masing-masing satu set alat rias wajah, dan dia membekali para gadis pelayan miliknya dengan belati kecil yang harus terselip dikantong pakaian mereka masing-masing untuk berjaga disituasi berbahaya.
Qixuan juga menyiapkan khusus kain sutra untuk kakak pelayan yang kemarin membantunya keluar dari manor. Kakak pelayan itu adalah salah satu dari empat gadis pelayan yang mengabdi pada dirinya, jadi Qixuan memberikan kain sutra itu setelah dia memberikan barang lainya.
Para penjaga kediaman juga mendapatkan hadiah khusus darinya, yaitu pedang baja berkualitas tinggi, obat ampuh penyembuh luka dan pakaian mahal. Sebenarnya Qixuan tidak tahu ingin memberikan apa pada mereka tetapi karena mereka sudah sejak lama menjadi prajurit yang selalu siap bertempur dan pastinya suka berkelahi--Qixuan memberikan apa yang sekiranya mereka butuhkan.
Pedang baja berkualitas tinggi itu baru bisa mereka pakai saat menemai Qixuan melakukan perjalanan pribadi keluar kediaman, karena saat di dalam kediaman dan melakukan perjalanan resmi mengharuskan mereka menaati peraturan yaitu memakai pedang khusus yang dirancang untuk prajurit militer keluarga Jenderal Besar Xiu.
Qixuan juga menyiapkan hal yang sama untuk Xiao Taoli hanya saja menambah beberapa lukisan langka dan kaligrafi indah untuk Xiao Taoli yang merupakan seorang sarjana terpelajar.
Tidak lupa juga hadiah yang nanti dia berikan kepada Li Rourou, yang akan mulai bekerja hari ini.
Siang hari
Qixuan sedang membaca buku pengetahuan dasar yang dia beli kemarin.
'Tok.Tok.Tok.'
Seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Nona Besar, Kepala Pengurus Kediaman Qi Li dan Li RouRou sudah tiba." Ucap suara seorang gadis pelayan itu dari luar.
"Persilahkan masuk." Jawab Qixuan menegakan posisi duduknya dan merapihkan pakaiannya yang sedikit berantakan.
"Kepala Pengurus Kediaman Qi Li memberi salam kepada Nona Besar." Ucap Qi Li memberi hormat.
"Hamba memberi salam kepada Nona Besar." Ucap Li Rourou lebih teratur daripada sebelumnya.
"Berdirilah." Perintah Qixuan
Merekapun menegakan tubuh.
"Bagaimana pelatihanmu, Rourou? Apakah sangat ketat dan melelahkan?" Tanya Qixuan perhatian, sebenarnya dia hanya ingin basa-basi saja karena bingung harus berbicara apa.
"Nona sungkan, saya sudah lebih percaya diri dengan kemampuan saya untuk melayani Nona kedepannya." Jawab Li Rourou
"Kamu sudah bekerja keras." Ucap Qixuan mengapresiasi.
"Bibi Qi Li pasti juga sangat bekerja keras, maaf sudah merepotkanmu. dan Terimakasih karena sudah merawat Rourou dengan baik." Lanjut Qixuan menatap Kepala Pengurus Kediaman.
"Nona besar, itu sudah menjadi tugas saya. Tidak perlu begitu sungkan." Jawab Qi Li membungkukan badannya.
"Baiklah, berarti sekarang Li Rourou resmi menjadi pelayan pendamping saya."
"Saya akan memanggilmu Xiao Rou agar lebih mudah dan sederhana menyebutnya, bagaimana?" Tanya Qixuan meminta persetujuan dari Li Rourou
Li Rourou membungkuk dan menjawab.
"Xiao Rou menyetujui permintaan, Nona Besar."
Qixuan mengangguk puas dengan perkembangan etiket Xiao Rou, padahal etiket miliknya juga tidak sempurna.
••••••••••••••••••
Li Rourou/Xiao Rou
16 tahun
****Yatim**** Piatu
Mendiang ibunya, Zhu Fei adalah Pelayan Pendamping Wen Liu. RouRou mengikuti nama marga ayahnya yang dulunya juga menjadi salah satu prajurit militer Xiu.