Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Lebih Pintarlah Sedikit!



Wajah Xiu Yue yang cantik dan mulia telah menghilang. Seperti binatang yang akan segera mati, dia telah kehilangan akal dan ketenangannya.


Dia mendorong keras tubuh Xiu Qixuan dengan amarah yang besar kekuatannya berlipat ganda, satu tangannya yang lain terangkat berusaha untuk menampar wajah Xiu Qixuan.


"Xuan'er!" Suara Yao Yunmei berteriak kaget dari jarak beberapa langkah di belakang.


•••••••••••••••


Melihat Xiu Yue mulai menggila karena provokasinya. Tubuh Xiu Qixuan sedikit terdorong kebelakang namun dia segera mengangkat tangan untuk mencekal kuat lengan Xiu Yue yang hendak menampar wajahnya.


Sebagian tamu yang melintas untuk melewati mereka melihat Xiu Yue dengan berbagai pandangan yang tidak menyenangkan.


"Xiu Yue, jangan seperti ini! Mertua tercintamu melihat, bisa gawat!" Membisikan beberapa patah kata dengan melirik sekilas Tuan dan Nyonya Walikota Qu yang berada di dalam taman, Xiu Qixuan kembali mencibir.


"Aku sih tidak peduli. Hanya saja, satu retakan di jari bisa membuatmu terlihat cacat, kita tentu tidak mau itu terjadi di tanganmu yang indah ini, 'kan?" Sudut mulutnya terangkat sinis dengan menguatkan cekalan jari-jarinya pada lengan Xiu Yue sampai wanita muda itu menahan kerutan kesakitan yang di balut oleh amarah. "Jaga tanganmu agar tidak menyentuhku!" bisiknya rendah penuh ancaman yang menakutkan.


Mendengar kata-katanya, wajah Xiu Yue menjadi semakin kusam. Terlepas dari perasaan amarah dan hinaan yang dia rasakan selama perjamuan berlangsung. Xiu Qixuan saat ini jelas berusaha menghentikannya dari tindakan yang akan lebih merugikan dirinya lagi. Kenapa begitu? Bukankah kejatuhannya yang dia inginkan?


"Sebenarnya apa maumu?!" Xiu Yue tampak suram dan goyah, perlahan bertanya.


Kedua mata Xiu Qixuan yang sinis berubah cerah seolah tidak ada yang terjadi, ketika dia dengan pancaran tak acuh melepaskan cekalan tangannya.


"Tidak ada." Xiu Qixuan menjawab dengan mengedikan bahu ringan.


Mendengar jejak langkah kaki familiar yang bergema cepat dari arah belakang tubuhnya, Xiu Qixuan segera melanjutkan perkataannya; "Terlepas dari semua ini. Aku hanya menunjukan bahwa standarmu soal pernikahan sangatlah rendah. Jadi, Xiu Yue, lebih pintarlah sedikit! Suamimu terlalu brengsek untuk di sebut cinta!"


"Apakah kau sedang berusaha mengendalikanku?! Jangan bicara seolah kau mengenalku." Xiu Yue berkata dengan geraman kekesalan, matanya sudah memerah entah karena amarah ataupun terpukul oleh kata-kata Xiu Qixuan yang menyadarkannya.


Xiu Qixuan melambaikan tangan acuh tak acuh, dan menanggapi; "Terdengar seperti saran dan pelajaran hidup untukmu, mungkin?" Dia melanjutkan, "Sudah, aku pamit! Bersikaplah yang manis!"


Tepat sekali ketika Xiu Qixuan memutar tubuhnya untuk berbalik meninggalkan Xiu Yue, suara seseorang yang terdengar cemas bergema.


"Xuan'er?"


"Apa yang salah?"


Itu Xiu Haocun bersama Mo Ji Gui yang segera bergegas dari ujung jalan untuk menghampirinya ketika mendengar bisikan keributan.


Xiu Qixuan balas tersenyum manis, menjawab; "Tidak ada. Aku hanya berdiskusi beberapa hal dengan Biaomei." kedua kakinya melangkah mendekati Xiu Haocun dan dengan manja merangkul lengan sang ayah. "Ayo, pergi!" Ia berseru riang.


Yao Yunmei hanya menghela napas dan menggelengkan kepala, tidak tahu harus berbuat apa.


Disisi lain, Xiu Yue mengutuknya dalam hati. Mata Xiu Yue bergetar iri melihat keakraban sepasang ayah dan anak. Dadanya terasa sakit seperti tertusuk jarum ketika menyadari bahwa dia tidak akan pernah bisa seperti itu. Dia bahkan tidak mengenali ayah yang menghadirkannya ke dunia.


Membenci Xiu Qixuan adalah bentuk pelampiasan yang sebenarnya beracun. Memang itu sifat yang kekanakan, namun itulah yang dapat membuatnya merasa lebih baik.


Disisi lain, Xiu Qixuan berusaha memahami Xiu Yue sama seperti dia berusaha memahami kesepian yang dialami Qiaofeng, tapi dia tidak akan mentolerir gangguan yang melewati batasan.


•••••••••••••


Suara roda bergerak dengan irama tapak kaki kuda yang bergema di sepanjang jalan. Terlihat Xiu Haocun yang memimpin rombongan di depan dengan kereta kuda yang mengikutnya dari belakang.


Ketika duduk di dalam kereta kuda. Xiu Qixuan merasa duduk diatas kursi berduri, benar-benar menakutkan melihat tatapan Yao Yunmei yang mengarah tajam padanya.


"Gadis konyol, kau benar-benar pembuat onar!" Yao Yunmei menggebu-gebu berkata dengan keras menarik telinga Xiu Qixuan.


"Aw, aduh! tolong tenangkan dirimu, kakak ipar!" Xiu Qixuan meringis dan meronta untuk melepaskan jeratan tangan Yao Yunmei dari telinganya yang sudah memerah perih.


Yao Yunmei mengatupkan rahang dan mendengus, berkata; "Humph... Sudahlah, kau juga tidak memiliki niat untuk menjelaskan apapun padaku. Tapi, tindakanmu sungguh gegabah dan kejam!"


Xiu Qixuan terdiam sejenak. Dia memandang ragu wajah Yao Yunmei dengan matanya yang terkulai sedikit merasa bersalah. Bagaimana pun tindakannya memang sangat kejam pada pernikahan yang baru Xiu Yue bangun.


Menarik napas panjang, Xiu Qixuan berkata. "Ya, aku memiliki alasan karena itu."


••••••••••••••


Dua hari kemudian,


Angin malam terasa lebih lembab, dan cuaca semakin berpendar hangat, menandakan musim panas akan segera datang dalam hitungan minggu.


Xiu Qixuan melemparkan dirinya keatas ranjang, berguling dan berbalik tidak karuan mencari posisi nyaman namun tidak kunjung terlelap. Tidak tahu apakah dia stress karena menghadapi banyak hal, tetapi, jam tidurnya semakin hari terasa berkurang.


Beranjak dan mengenakan mantelnya yang menggantung di sudut dinding, Xiu Qixuan melangkah keluar kamar.


Dia ingin memanggil Xiao Rou untuk menemaninya, tapi, tiba-tiba teringat bahwa Xiao Rou pasti juga kelelahan. Karena sebagai pelayan pendampingnya, Xiao Rou juga mendapatkan pelajaran khusus untuk memasuki istana kekaisaran.


'Tok.tok.'


Suara ketukan tiba-tiba terdengar dari jendela yang tertutup. Langkah Xiu Qixuan terhenti dengan gerak kepalanya yang menoleh kaku melihat bayangan hitam di ambang jendela.


Xiu Qixuan berdecak malas, dengan menggigit bibirnya. Mengira apakah itu adalah Xiu Huanran yang sudah kembali? Cepat juga dia sampai. Karena kemarin, kakak menyebalkan itu menghubungi hanya untuk mengomel sepanjang hari lewat lonceng pemberiannya yang terus berdering.


Meski enggan, Xiu Qixuan bersuara; "Siapa disana?"


"Ini aku." Suara rendah yang lembut menjamin rasa aman, ia melanjutkan. "Xuan'er, beri aku waktu sebentar saja untuk melihatmu, bisakah kamu?" Nadanya bergumuruh penuh kesulitan yang tertahankan.


Wajah Xiu Qixuan berkerut karena mengenali suara familiar ini. Benaknya penuh pertanyaan yang tidak biasa. Ada apa dia mengunjungi kamarnya terlebih di malam hari?


Mendengar tidak ada jawaban, sosok di ambang jendela tersebut kembali bersuara.


"Ah, tidak apa kalau kau tidak ingin. Aku mengerti." Dia melanjutkan dengan lembut namun terdengar menyedihkan. "Ini sudah melewati waktu tidur, kamu pasti mengantuk. Tidurlah sekarang, dan bangun pagi-pagi! Aku akan menaruh hadiah untukmu disini, ambillah esok hari!"


Bayangan sosok tersebut terlihat membungkuk untuk menaruh barang yang dia bawa ke sudut bawah jendela depan.


Memandang lurus kedepan, sosok itu berkata dengan sedikit bergetar; "Aku pergi—,"


"Tunggu!"


Brakk..


Daun jendela kayu di banting kencang oleh sepasang tangan ramping yang membuat bunyi gedebuk nyaring di malam hari.


••••••••••••••