Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Memori Usang Yang Familiar



Sosok berambut putih dari balik jubah hitam itu berdecak pelan saat kehadirannya tidak dihiraukan oleh Xiu Qixuan.


Dia melesat cepat berdiri dihadapan Xiu Qixuan dengan tubuhnya yang ikut melayang terbang menggunakan kekuatan internal.


"Keras kepala sekali." Dengusnya.


Xiu Qixuan seperti mayat hidup yang tidak memperdulikan sekitarnya. Tidak memiliki gairah juga semangat. Wajahnya pucat dan layu. Matanya cekung kebawah karena kelelahan. Tangannya bergerak membiarkan Pedang Xue Yue melesat cepat menuju sosok berjubah hitam itu.


'Prang..' Hanya dengan tangan kosong Pedang Xue Yue ditepis olehnya.


Suara gemuruh dan kilat petir menyala dilangit. 'Woosh,' Pedang Xue Yue kembali dalam genggaman gadis itu.


Wajahnya masih dingin dan datar membawa kesuraman yang tidak terjelaskan. Dia melemparkan bola panah suci secara membabi buta tanpa memedulikan kondisi fisiknya yang masih lemah. Jika membiarkan berlarut-larut dalam kemarahan, dia akan benar-benar tamat karena energi vital yang terserap habis.



Hati sosok berambut putih itu bahkan tenggelam lebih dalam. "Mengapa kamu selalu mengambil resiko berbahaya dan mempertaruhkan hidupmu sendiri?" Pertanyaan keluar dari bibirnya.


Setelah mendengar perkataan itu, tubuh Xiu Qixuan menggigil, memori usang terkunci diantara alisnya.


Kalimat itu yang Sima Junke katakan padanya saat dia terluka. Suaranya melayang-layang, berputar dan diulang dalam benaknya. Setiap kalimat yang pria itu katakan sangat jelas, ekspresi di wajahnya, dengan senyum, kedipan alis, masih jelas dalam ingatan.


Selalu ada orang di dunia ini yang rela tersakiti demi cinta. Xiu Qixuan tidak pernah ingin menjadi salah satunya. Persetan dengan itu semua, jelas dimasa depan dia tidak akan pernah lagi melembutkan hatinya.


Sosok berambut putih itu tersenyum tipis saat melihat Xiu Qixuan yang tertegun menghentikan serangan.


Mereka tertangkap lengah dan tidak menyadari dibawah sana seorang wanita muda menggila seperti monster karena aura iblis menyerang balik didalam tubuhnya yang tertanam Mutiara Putih Laut Surgawi.


'Boomm...' Dengan seluruh kekuatan yang dimiliknya, Xiao Chun mengeluarkan dan mengarahkan bola api neraka pada Xiu Qixuan.


Itu sebuah kekuatan sangat besar dan juga terakhir yang mungkin dimiliki oleh Xiao Chun. Dia memendam kebencian yang teramat sangat pada Xiu Qixuan, karena baru kali ini menemukan gadis yang lebih kuat darinya dan berakhir menderita kerugian.


Cahaya merah kehitaman seperti api neraka itu menembus tubuh Xiu Qixuan yang tidak sempat mengelak.


Tubuh Xiu Qixuan berderak dan terpelanting sangat jauh menuju arah belakang halaman yang terdapat sebuah aliran sungai.


Sosok berambut putih itu melihat Xiao Chun dengan ganas dan mengeluarkan kekuatan dari tangannya untuk mengikat Xiao Chun yang seperti monster iblis liar.



"Ketua!" Teriak Xiao Chun menggelegar dan merangkak keluar.


Sosok berambut putih itu tidak menghiraukannya dan langsung melesat cepat untuk menyusul Xiu Qixuan yang terpelanting jatuh.


Dilain sisi, Xiu Qixuan merasakan terpaan angin dingin yang menusuk tulang. Tubuhnya seperti melayang diudara dan bersiap terjatuh.


Tidak ada upaya untuk bertahan seperti saat pertama kali dia datang ke Daratan Ca Li. Saat dimana sifat dinamis masih melekat dalam diri. Saat dimana dia adalah Alesha, gadis asing dari bumi yang menyenangkan dan juga biasa. Beberapa hal berubah begitu juga dirinya.


'Byuur..' Tubuhnya terjatuh dalam aliran air sungai yang deras. Sedikit demi sedikit, tubuhnya mulai tenggelam karena terluka parah.



Baru saja memutuskan untuk berpegangan tangan, tetapi yang bisa disentuh dengan tangannya hanyalah rasa sakit. Hatinya teriris oleh air dan api. Dunia benar dan salah. Begitu rumit dan membingungkan!


Perlahan matanya tertutup, kesadarannya kabur, membiarkan air sungai yang mengalir deras membawanya pergi dari sini.


Diambang batas kesadarannya, dia dapat melihat sesosok bayangan milik seseorang berenang mendekat seperti bersusah payah untuk mengapai tubuhnya.


Adegan familiar ini membuat hati sosok berambut putih itu bergetar. Dalam cahaya minim di kedalaman sungai, tubuh mereka terombang-ambing karena arus yang mengalir deras.



Sebelum dirinya kehabisan tenaga, mereka berdua sudah terbaring di tepi sungai, arus air sungai menyeret mereka menjauh dari dalam Sekte Tujilin. Dan saat ini mereka berada disebuah lembah kecil yang asing.


Dengan cekatan sosok misterius itu menekan dada Xiu Qixuan, berharap gadis ini memuntahkan air yang ikut tertelan. Berkali-kali mencoba akhirnya mendapatkan hasil saat Xiu Qixuan terbatuk sebelum akhirnya mengambil napas panjang.


'Uhukk...' Xiu Qixuan menyemburkan air dari dalam mulutnya.


Sosok berambut putih itu menghela napas lega karena gadis ini sudah bernapas lebih stabil.


"A Jun..." Gumam lirih Xiu Qixuan dengan mengerjap tidak sadar.



Matanya perlahan tertutup lagi dengan wajah tenang dia kembali jatuh pingsan karena kelelahan.


Sosok berambut putih itu tidak bisa untuk tidak menghela napas panjang, Apakah cara seperti ini terlalu kejam untuknya? Dia bukanlah seseorang yang punya hati. Jelas permainan kejam hari ini adalah batasannya dan juga sebagai bentuk toleransi yang bisa dia berikan.


Tanpa disadari suara lolos dari mulutnya, "Mengapa? Bahkan jika itu kekuatan iblis pembunuh, Anda masih akan memblokir untuknya? Apakah itu layak?"


Hening.


Tentu saja tidak akan ada jawaban dari Xiu Qixuan karena gadis itu jatuh tidak sadarkan diri.


Sosok berambut putih itu menarik napas panjang. Mungkin setelah pertemuan ini, mereka tidak boleh saling bertemu. Gadis ini dapat tersiksa olehnya. Mereka ditakdirkan berada dijalan yang berbeda. Bahkan jika hari ini dia melembut hanya karena untuk balas budi. Dimasa depan, mungkin dia dapat membunuh gadis ini dalam sekejap mata jika sisi lain dalam tubuhnya menghendaki.


Hujan sudah berhenti tetapi langit sudah berangsur gelap, dia membopong tubuh Xiu Qixuan kemudian menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuh.


Wajah Xiu Qixuan kini telah berubah memerah, bibirnya seputih salju dan bulir keringat mengalir dari dahinya. apakah gadis ini demam?


Xiu Qixuan terlihat sangat menyedihkan dengan pakaian yang kotor oleh noda darah juga basah dan rusak oleh pertempuran.


"Aku akan membantumu." Gumamnya dengan cepat menyampirkan jubah hitam miliknya ketubuh gadis itu dan mengulurkan tangan untuk meletakkan diatas kening Xiu Qixuan.


Kelopak matanya terpejam, dia berusaha untuk menyembuhkan Xiu Qixuan. Itu bukanlah aura kehidupan, tetapi adalah aura surgawi. Sangat menakjubkan untuk melihat satu orang dapat menggunakan dua kekuatan yang saling berlawanan.


Perlahan tubuh Xiu Qixuan berangusr-angsur membaik, rona wajahnya berubah normal, goresan luka tertutup. Tetapi sosok berambut putih itu tidak kunjung menyudahinya, dia seperti sedang melakukan suatu yang lain.


'Uhukk..' Darah tersembur keluar dari mulutnya.


"Ughh... Tidak bisa." Decihnya


Pria tampan nan kuat ini ingin membuat Xiu Qixuan merasa lebih baik, dia menggunakan aura surgawi untuk menghapus ingatan Xiu Qixuan kepada semua kejadian menyakitkan yang dialami.


Tetapi hanya berhasil sebanyak lima persen saja, sesuatu di dalam tubuh Xiu Qixuan melakukan serangan balik menepis kekuatannya. Entah bagian mana yang akan gadis itu lupakan.


••••••••••••••


Note: Mereka ketemu tetapi tidak akan mulus.


Bagaimana kesan dan pesan kalian? untuk menjadi penyemangat author haha.


Turut berduka, sangat sedih untuk A jun & Xiao Bao yang kehilangan juga menderita perpisahan. jujur sesek bgt garela😭


Jangan lupa hadiah, vote, koment, like💖