
Sementara itu di Kota Lian tepatnya Kediaman Kecil milik Xiu Huanran. Xiao Rou cemas karena sampai saat ini Xiu Qixuan dan Xiao Taoli juga belum kembali.
Gadis pelayan tersebut juga mengkhawatirkan dirinya, kalau sampai Xiu Huanran pulang ke Kediaman lebih dulu dan memdesaknya atas kemana perginya Xiu Qixuan, dia akan dikenai hukuman karena lalai.
'XuanXuan cepatlah kembali,' Gumam Xiao Rou dalam hati, dia berjalan bulak-balik tidak menentu arah didalam ruangan milik Xiu Qixuan.
'Kriet' Pintu ruangan terbuka menampilkan Xiu Huanran yang berjalan masuk.
Tubuh Xiao Rou menegang, tetapi dia dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi tenang kemudian memberi hormat.
"Salam Tuan Muda Kedua," Ucap Xiao Rou memberi salam hormat,
"Dimana Xuan'er? Apakah dia belum juga kembali?" Tanya Xiu Huanran tanpa menghiraukan salam hormat yang diberikan Xiao Rou kepadanya.
"Nona besar belum kembali dari pergi berburu di Hutan Guang dengan Xiao Taoli, Tuan." Jawab Xiao Rou jujur,
"Apa?! Pergi berburu?" Tanya Xiu Huanran keras, dia membelakan matanya terkejut.
"Gadis itu beraninya membodohiku," Geram Xiu Huanran, hari sudah gelap tetapi gadis itu juga belum kembali dari berburu membuat Xiu Huanran cemas. Apakah bakat adiknya itu adalah selalu membuat orang disekitarnya cemas karena tingkahnya yang tidak bisa dikendalikan?
"Yi Hongli," Panggil Xiu Huanran kepada tangan kanannya di organisasi bawah tanah,
Yi Hongli yang berada diluar ruangan langsung masuk menghadap sang majikan,
"Cari Xuan'er di Hutan Guang dan bawa dia kehadapanku segera," Perintah Xiu Huanran Mutlak,
"Baik, Tuan." Jawab Yi Hongli memberi hormat kemudian bergegas melaksanakan tugasnya,
"Kau dan Xiao Taoli, bagaimana bisa begitu lalai?!" Ucap Xiu Huanran menekan Xiao Rou,
"Jawab, Tuan. Nona besar berkata bahwa dia sudah mendapat persetujuan anda untuk pergi berburu," Jawab Xiao Rou gugup merasakan tekanan yang begitu besar.
"Kapan aku memberinya izin pergi berburu? Dia seorang Nona Besar Xiu dan pergi berburu hanya dijaga satu orang pengawal, kalau hal ini diketahui orang lain--Keluarga Xiu akan ditertawakan. dan Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?" Ucap Xiu Huanran kesal dan marah,
"Sebelum Nona pergi, Nona menitipkan ini pada saya," Ucap Xiao Rou memberi kertas yang dilipat pemberian Xiu Qixuan sebelumnya, Xiao Rou merasa ini saat yang tepat memberikan kertas ini pada Xiu Huanran yang mulai tidak bisa menahan amarah.
Xiu Huanran menerima surat itu dan mulai membacanya perlahan,
'Er'ge jangan memarahi Xiao Rou-ku, Dia tidak bersalah. Salahkan dirimu yang menyetujui ucapanku semalam, Aku meminta persetujuanmu untuk berlibur dan berjalan-jalan disekitar Kota Lian hanya ditemani Xiao Taoli dan kau tidak boleh mengirimkan penjaga rahasiamu padaku untuk hari ini. Kau menyetujuinya, bukan? Jadi terimakasih sudah menepati ucapanmu. Dan aku ingin memberi tahumu, Hutan Guang berada disekitar Kota Lian dan berburu termasuk berlibur jadi aku tidak salah.'
Salam sayang
Xiu Qixuan
Xiu Huanran menggeram kesal dan meremas kertas tersebut kemudian melemparnya asal.
Xiu Huanran menyetujui permintaan Xiu Qixuan karena dia mengira adiknya hanya akan pergi ke pusat kota dan berbelanja banyak barang, Kota Lian termasuk dalam pengawasan organisasi miliknya jadi dia yakin bahwa adiknya akan tetap aman dan selalu diawasi anak buahnya yang berada dikota ini.
"Tuan Muda," Panggil Xiao Rou takut, melihat ekspresi gelap diwajah Xiu Huanran.
"Keluar!" Perintah Xiu Huanran dengan nada tinggi,
Xiao Rou memberi hormat dan langsung berjalan cepat keluar ruangan,
"Begitu menakutkan, XuanXuan kau membuat masalah lagi," Gumam Xiao Rou pelan,
Xiao Rou keluar kediaman dan menunggu Xiu Qixuan didepan gerbang, daripada dia didalam kediaman dan menghadapi amarah Xiu Huanran lebih baik dia menunggu majikannya disini.
Beberapa saat kemudian hujan turun begitu deras, tetapi tetap tidak ada tanda-tanda kepulangan Xiu Qixuan dan Xiao Taoli. Xiao Rou mendudukan diri lemas, kemana perginya mereka? Apakah terjadi sesuatu hal buruk?
•••••••••••••
Sementara itu didalam Hutan Guang, Xiao Taoli berusaha mencari Xiu Qixuan ditengah derasnya hujan dan gelapnya hutan.
Sebelumnya dia mengikuti jejak kaki kuda untuk menemukan Xiu Qixuan, tetapi hujan deras datang dan menghilangkan jejak tapak kaki kuda ditanah.
Xiu Qixuan sedang menarik tali kekang kuda agar kuda tersebut mengikutinya, dia tidak ingin menaiki kuda itu lagi, jadi dia berusaha menggiring kuda ini agar mengikutinya.
Awalnya kuda tersebut hanya diam tidak menghiraukan tindakan Xiu Qixuan, tetapi kemudian Xiu Qixuan mengelus surai kuda tersebut agar membuatnya nyaman, kuda itu akhirnya menurut oleh Xiu Qixuan dan mengikutinya.
Hujan deras mengguyur Hutan Guang dan membuat pandangan Xiu Qixuan sedikit memburam, dia tidak membawa sesuatu hal yang bisa membantunya menerangkan jalan disekitar hutan, beberapa kali tersandung oleh akar pohon besar yang merambat keluar dari tanah, kudanya juga beberapa kali hampir kehilangan keseimbangan karena mengikuti dirinya.
Xiu Qixuan melihat setitik cahaya dari arah depan, dia dengan cepat dan berhati-hati menuju arah tersebut.
Sebuah pohon besar terletak didekat danau dan ada satu lampion yang menggantung disalah satu batang pohon tersebut. Apakah ada orang disekitar sini?
Xiu Qixuan mengedarkan pandanganya tetapi tidak ada siapapun disekitar sini, dia dengan cepat mengikat tali kekang kudanya ke batang pohon itu dan duduk menyenderkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak. dia yakin Xiao Taoli akan menemukannya.
Memejamkan kedua matanya sejenak.
Beberapa saat kemudian hujan tidak sederas sebelumnya, Xiu Qixuan membuka kelopak matanya untuk melihat lebih jelas ke arah danau. Dia beranjak karena melihat sesuatu cahaya berpendar dari dalam danau.
Cahaya Biru dan Ungu berpendar dari dalam danau, apakah itu tanaman surgawi yang dimaksud Baijin Hu dan Lao Yong?
Dia menoleh dan melihat bayangan seorang lelaki dewasa,
"Taotao?" Panggil Xiu Qixuan memastikan itu adalah Xiao Taoli atau bukan.
'Bruk' Orang itu jatuh terduduk, Xiu Qixuan dengan cepat mengambil lampion dan menghampirinya.
Seorang pria tampan dengan pakaian hitam terluka diarea perut dan memuntahkan seteguk darah.
'Apalagi ini?' Eluh Xiu Qixuan dalam hati,
Xiu Qixuan berjongkok agar sejajar dengan pria tersebut, pria ini sudah terluka begitu parah dan masih sadar, kuat sekali dia--pikirnya.
"Hei, Kau jangan mati dihadapanku." itu kalimat pertama yang dikeluarkan Xiu Qixuan kepada pria tersebut, dia trauma melihat seseorang terluka didepannya seorang diri, karena dia melihat Qiaofeng yang mati dihadapannya dan menguburkan mayat Qiaofeng seorang diri saat itu.
Pria tersebut mendongakan kepalanya dan menatap Xiu Qixuan tajam.
"Aiyaa, Jangan menatapku seperti itu. Aku gadis yang baik, biarkan aku menolongmu." Ucap Xiu Qixuan, kemudian dia membantu memapah dan menyenderkan tubuh pria tersebut kepohon besar.
Awalnya pria tersebut berusaha menepis tangan Xiu Qixuan tetapi tenaga yang dikeluar Xiu Qixuan lebih besar darinya, membuat pria itu pasrah, lagipula dia membutuhkan pertolongan pada lukanya.
Xiu Qixuan menghampiri kuda miliknya dan mengeluarkan kain kasa dan obat bubuk untuk luka yang dia bawa ditas yang tersampir dikuda.
Dia kembali kemudian berjongkok dihadapan pria tersebut dan berusaha membuka baju atas pria itu, tetapi lengannya ditahan,
"Apa yang kau lakukan?" Desis pria tersebut,
"Membersihkan lukamu," Jawab Xiu Qixuan polos menatap pria itu,
Tanpa persetujuan apapun lagi Xiu Qixuan melepaskan genggaman yang menahannya, membuka baju atas pria itu dan mulai membersihkan luka dengan kain kasa yang basah ditangannya.
"Kau tidak dikejar-kejar pembunuh sampai tempat ini kan?" Tanya Xiu Qixuan memulai percakapan, bukannya menanyakan identitas pria didepannya, dia malah fokus akan kemungkinan pembunuh bisa sampai ketempat ini.
"Kalau orang yang melukaimu mengejarmu sampai tempat ini--aku tidak akan menolongmu, tetapi aku akan meninggalkanmu sendirian disini--aku melarikan diri untuk menyelamatkan diriku sendiri," Lanjut Xiu Qixuan, dia selesai membersihkan luka dan kemudian menaburkan obat bubuk ke luka pria itu.
"Kenapa?" Tanya pria itu singkat, sejak tadi dia hanya diam tak bereaksi mendengarkan ucapan dan melihat apa yang dilakukan Xiu Qixuan.
'Gadis ini bukankah sangat berterus terang,' Ucap Pria itu dalan hati,
"Aku tidak ingin terlibat, aku membantumu karena satu hal yaitu tidak ingin seseorang mati dihadapanku," Jawab Xiu Qixuan selesai membalut luka pria tersebut.
"Bagaimana kau tahu aku dikejar pembunuh?" Tanya pria tersebut dengan tatapan menyelidik,
"Memangnya aku bodoh? lukamu itu karena tergores pedang, kalau kau beralasan bertemu binatang buas dan terluka, alasanmu itu akan sangat tidak masuk akal dan aku akan menertawakanmu," Jawab Xiu Qixuan tidak terpengaruh, dia menatap Pria didepannya dengan pandangan meledek.
"Bisa saja aku bertemu bandit, tetapi kau menebak aku dikejar pembunuh. Siapa kau sebenarnya?" Tanya Pria itu dengan tatapan yang semakin tajam dan aura membunuh yang dikeluarkan olehnya menjadi semakin kental.
"Hidupmu selama ini pasti tidak tenang, karena mencurigai semua orang yang bertemu denganmu," Ucap Xiu Qixuan menatap kasian pria didepannya, dia tidak terpengaruh sama sekali.
"Percayalah, bahwa aku bisa membunuhmu walaupun kondisiku sedang terluka," Ancam pria tersebut,
"Aku tahu, tetapi aku tidak semudah itu untuk kau bunuh," Jawab Xiu Qixuan angkuh,
Pria tersebut dengan cepat merentangkan tangannya, mencekik leher Xiu Qixuan yang tidak sempat menghindar.
Wajah pria tersebut sangat menyeramkan, rambutnya berubah-ubah menjadi putih dan hitam, kedua mata pria tersebut berubah menjadi merah.
"Eughh, Lepaskan," Ucap Xiu Qixuan meronta dan memukul perut pria tersebut yang terluka.
Pria itu kaget melepaskan cekikannya, dia meringis memegang perutnya dan menatap Xiu Qixuan yang sedang menghindar semakin tajam.
Penampilan pria tersebut tidak berubah masih menyeramkannya seperti saat tadi, matanya masih merah menyala, rambutnya terus berubah-ubah warna.
Xiu Qixuan yang melihat itu heran tetapi dia menatapnya dengan mata berbinar penuh rasa penasaran yang kental.
"Kenapa, heh? Takut," Tanya Pria itu dengan smirk meremehkan, dia melihat Xiu Qixuan yang diam dan terus menatapnya, dan mengira Xiu Qixuan takut kemudian mengklaim dirinya monster seperti kebanyakan orang lainnya.
"Tidak," Jawab Xiu Qixuan menggeleng, kemudian bergegas duduk disebelah pria tersebut.
"Kau keren sekali, rambutmu bisa berubah warna dalam sekejap tanpa harus mengecat terlebih dahulu. Betapa irinya, ditempatku dulu harus mengeluarkan uang untuk membuat rambut berubah warna," Curhat Xiu Qixuan menoleh kesamping menatap pria itu dengan pandangan berbinar.
Xiu Qixuan tidak takut dan tidak menganggap pria didepannya aneh, karena dia tahu banyak hal istimewa didunia ini, jadi sebenarnya penampilan dan perubahan pria tersebut tidaklah aneh, itu memang keistimewaan yang diberikan oleh langit kepada pria didepannya.
Melihat tatapan berbinar dan mendengar ucapan Gadis didepannya, emosi pria tersebut mereda dan penampilannya kembali normal.
"Kau tidak takut dan menganggapku monster?" Tanya pria itu heran,
Xiu Qixuan menggelengkan kepala dan terkekeh kecil. kemudian dia berucap,
"Apakah ada monster yang setampan dirimu?"
••••••••••••