Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Diragukan



Sima Junke masih terdiam dengan tangan yang mengepal erat, kemudian dia melangkah, dan dalam sekejap, telah datang berdiri empat langkah di depan Xiu Qixuan.


Seolah hati mereka saling terhubung, Xiu Qixuan memandang kedatangannya.


Sima Junke terlihat sangat berbeda dari biasanya pria itu bersikap. Pandangan dingin nan tajam bak mata pedang besi yang menghunus tubuh.


Kepala Xiu Qixuan membungkuk bingung, tapi tak lama dengan cepat dia mendongak lagi. Membuka matanya lebar-lebar untuk melihat dengan berani pada Sima Junke.


Xiu Qixuan bukan cenayang yang dapat membaca pikiran Sima Junke, gadis itu hanya menunggu ucapan yang dilontarkan dari mulut pria tampan ini.


Tetapi Sima Junke hanya diam terus memandanginya dengan tatapan dingin dan dalam.


"Maaf, tempatmu menjadi hangus terbakar." Ucap Xiu Qixuan dengan suara indahnya yang serak dan sendu. Dia mengira Sima Junke sangat marah karena dirinya membawa bencana kebakaran dikawasannya.


Garis yang dilontarkan Xiu Qixuan memecah kehening yang terjadi diantara mereka.


Sima Junke menghela napas panjang berusaha mengeraskan hati untuk tidak memperdulikan luka yang di derita Xiu Qixuan kemudian dia memasang wajah datar dan berucap dengan dingin, "Apakah kau bagian dari tiga sekte kekaisaran? Apakah kau berencana untuk menghunus-ku dengan pedangmu?"


Xiu Qixuan tersenyum masam, pria ini meragukannya, apakah dirinya terlihat sejahat itu?


"Jawab aku! atau aku langsung membunuhmu," Sentak Sima Junke menunduk mengambil belati kecil milik penjahat wanita itu dari tanah berpasir kemudian mengarahkannya kepada Xiu Qixuan yang masih berlutut.


"Aku tidak—" Jawab Xiu Qixuan tercekat merasakan pahit dihatinya.


Xiu Qixuan menurunkan tatapannya kemudian perlahan bangkit untuk berdiri dengan kedua kaki yang gemetar dan sisa darah yang mengalir ketanah membuat genangan. Wajah cantiknya meringis dan pucat karena kehabisan banyak darah.


Sima Junke memalingkan wajah untuk tidak melihat ekspresi kesakitan Xiu Qixuan tetapi tangannya masih setia mengarahkan belati ketubuh Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan menarik napas panjang sebelum dengan gemetar mengangkat suaranya, "Aku benar-benar tidak, sungguh."


"Kau bukan bagian dari Sekte Xitian tetapi menggunakan Ilmu Xitian yang dicuri. Dengan kekuatan dan kecerdasanmu, kau sebenarnya dapat pergi—keluar dari wilayah Nanbao tanpa membuat kesepakatan apapun. Sebenarnya apa rencana jahatmu?" Ucap Sima Junke dengan tajam dan kedua matanya yang memerah marah.


Pria ini sudah menyimpulkan bahwa yang dia lakukan atau rencanakan adalah kejahatan yang merugikan Nanbao.


Memang Xiu Qixuan merencanakan untuk membuat jaringan informasi diwilayah Nanbao tetapi itu hanya untuk membantunya menghindari situasi berbahaya ketika perang akan terjadi lagi.


Lagipula kamuflase perdagangan itu tidak sepenuhnya merugikan Nanbao karena barang dagangan yang akan dikirim oleh Xiu Huanran adalah asli dan barang berkualitas dijual dengan harga yang murah untuk memakmurkan Nanbao yang terpencil.


"Kau terdiam, sudah kehabisan kata untuk menjawabku?!" Sentaknya lagi dengan membara.


Sima Junke hanya ingin Xiu Qixuan menjawabnya dan memberinya alasan bahwa gadis itu tidak berkaitan dengan ketiga sekte kekaisaran dan menjelaskan bagaimana dia mempelajari Ilmu Xitian.


'Splash,' Pedang ditangan Xiu Qixuan menghilang. Kemudian gadis itu mendongakkan wajah untuk menatap Sima Junke, pandangannya gemetar menyiratkan sedikit kekecewaan pada Sima Junke yang meragukan dirinya.


Xiu Qixuan melangkah maju mendekati Sima Junke dengan langkahnya yang terseok dan gemetar.


Dia begitu lelah untuk menjelaskan dirinya yang dipertanyakan. Begitu lelah akan kerumitan saat dirinya lebih menyukai kesederhanaan dalam hidup.


Sampai ia dihadapan Sima Junke yang masih mengarahkan belati kepadanya. Xiu Qixuan mengulurkan lengannya untuk menggenggam lengan Sima Junke yang memegang belati.


Mencengkeram erat dan menarik lengan Sima Junke—mengarahkan lebih dekat belati itu diatas dada kirinya. "Lakukan saja." Lanjut Xiu Qixuan dengan menantang.


Sima Junke tersentak dan membeku dengan tindakan berani Xiu Qixuan untuk membuktikan kepolosan dirinya.


Belati tajam sudah menancap dipakaian luar yang dikenakan gadis itu, hanya tinggal sekali hentakan dari Sima Junke belati itu akan menembus dan merobek jantung Xiu Qixuan.


"Katakan padaku yang sebenarnya," Ucap Sima Junke yang sedikit melembut, hatinya menjadi bergetar tidak nyaman membayangkan kematian gadis ini.


"Kau mempertanyakanku, apakah diriku ini berasal dari ketiga sekte kekaisaran dan juga mempertanyakan rencanaku untuk Nanbao. Namun, pernahkah kau berpikir." Ucap Xiu Qixuan dengan masih menggenggam erat lengan Sima Junke yang memegang belati.


"Jika aku memang berasal dari salah satu atau ketiga sekte kekaisaran, apakah mereka akan sebodoh itu mengirim diriku seorang diri kedalam wilayah musuh dan akan menyebabkan kemurkaan ayahku yang seorang jenderal besar?" Lanjut Xiu Qixuan dengan tersenyum pahit dan kedua bolamata sendu menyiratkan kelelahan fisik dan batinnya.


Sima Junke termenung tak berkutit, apakah dia sudah membuat kesalahan yang membuat gadis ini kesakitan dan semakin menjauh dari dirinya.


"Kau juga sudah menyimpulkan sendiri bahwa rencanaku untuk Nanbao adalah suatu hal yang jahat. Tetapi, apakah perdagangan yang memakmurkan rakyat dan menghindari bencana kelaparan akan membuat Nanbao menderita kerugian besar?" Ucap Xiu Qixuan kedua bola mata gadis itu memerah dengan tangan yang ikut gemetar seiring kakinya melemas.


"Kalau keberadaanku begitu merugikanmu, aku akan segera pergi. Mari jangan bertemu lagi." Lanjut Xiu Qixuan dengan gemetar melepaskan genggaman tangannya dari lengan Sima Junke dan berbalik untuk melangkah pergi.


Sima Junke memandang bahu rapuh yang sedang berjalan menjauh dengan langkah teratih-atih. Tangan Sima Junke mengepal erat sebelum belati ditangannya dia lempar sembarang ketanah berpasir.


Kedua bola mata Xiu Qixuan memerah seiring langkahnya yang terseok, hatinya begitu sakit saat dirinya diragukan dan saat melihat tatapan membunuh yang dilontarkan Sima Junke dengan belati yang mengarah padanya.


'Grap,' Tubuh Xiu Qixuan hampir ambruk tetapi lengan kokoh memegang pinggangnya dari samping.


Xiu Qixuan menolehkan wajah kesamping dengan sedikit mendongak, ia melihat wajah tampan Sima Junke yang begitu datar—napas pria itu begitu dekat menggelitik telinganya.


"Kau terluka, aku akan membawamu kembali. Kita akan berbicara lagi nanti," Ucap Sima Junke mutlak dengan suara magnetis yang memikat.


Setidaknya di detik terakhir kerenggangan hubungan mereka—Sima Junke masih peduli pada Xiu Qixuan, walaupun keraguan masih menghantui benak pria itu.


Xiu Qixuan menolehkan wajah untuk melihat pemimpin penjahat wanita yang tergeletak tak sadarkan diri. Sima Junke tentu mengerti maksud pandangan gadis itu.


"Tidak apa, aku akan memperintahkan Kangjian untuk mengurus mereka." Lanjut Sima Junke kemudian dengan cepat mensejajarkan dirinya didepan Xiu Qixuan kemudian menggendong gadis itu dipunggungnya.


Xiu Qixuan hanya diam membiarkan Sima Junke membawanya, ia balas mengulurkan kedua lengannya untuk memeluk leher Sima Junke.



Pada akhirnya seorang gadis asing berhasil menggerakan hati dan melatihnya menjadi lembut. Tak dapat dipungkir lagi, Sima Junke tidak akan menolak untuk mengakui bahwa gadis ini sudah menyelam kedalam jiwanya. Pengaruh yang diberikan gadis ini begitu besar sejak mereka bertemu dan bertatapan di benteng timur Kota Ping'an.


••••••••••••••••


Kalau ramai lgi —baru author akan usahain up 2 bab wkwk. jgn lupa beri hadiah dan vote yaa. luv💖


btw, sebenarnya diotak author tuh udh jalan terus ringkasan cerita. cuman untuk merangkai kata menjadi kalimat yang bisa dijabarkan dengan jelas dan dibaca untuk diimajinasikan oleh kalian itu butuh waktu banyak wkwk.