Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Tidak Bergerak Adalah Orang Mati



Dedaunan kuning jatuh berserakan dengan angin yang bertiup kencang menderakan ranting pepohonan.


Diteras halaman yang dimiliki kediaman kecil ini tampak Xiu Qixuan yang disibukkan dengan pikiran saat dia mengutak-atik potongan bidak catur hitam dan putih yang tersebar diatas permukaan papan.


Suara langkah kaki dari arah belakang tubuhnya terdengar ketika dia menanamkan bidak putih keatas permukaan.


"Bagaimana?" Tanyanya dengan begitu datar tanpa sedikitpun menolehkan wajah.


"Lapor, Nona. Medan pemerintahan Xia Utara begitu sulit untuk kami telusuri lebih dalam. Beberapa informasi mengenai para Menteri peringkat ketiga dan kedua bisa kita dapatkan dengan mudah tetapi sisanya—kami tidak mampu." Itu adalah Xiao Taoli dengan beberapa bawahannya datang memberi laporan mengenai kemajuan misi mereka.


Xiu Qixuan melambaikan tangan dengan acuh tak acuh memerintahkan mereka untuk kembali.


"Taoli!" Panggilnya menghentikan Xiao Taoli yang juga ingin mengikuti rekannya untuk berlalu pamit.


"Ya, hadir." Jawabnya dengan cepat.


"Kemarilah, temani aku bermain." Perintah Xiu Qixuan dengan tenang.


Xiao Taoli tersenyum senang dengan kedua mata yang berbinar terang. Diapun tidak sungkan lagi menaruh pedangnya dan berjalan mendekati Xiu Qixuan untuk duduk di seberang gadis itu.


"Xuanxuan..." Suara Xiao Taoli terdengar pelan dan penuh sirat keraguan menatap wajah Xiu Qixuan yang sedang jatuh termenung dengan alis mengait dan jari halusnya berputar-putarkan bidak catur yang bulat nan datar itu.


Perlahan Xiu Qixuan mengangkat wajah dengan pandangannya sedalam sumur yang kelam. Dia menunjukan bidak catur hitam di dalam genggamannya. "Taoli jika bidak ditanganku ini tidak ingin mengambil langkah, apa yang akan terjadi padanya?" Suaranya mengalir sejernih air sungai musim gugur.


Xiao Taoli tertegun samar kemudian dengan cepat dia meraih bidak hitam tersebut dan menaruhnya keatas permukaan papan.



Bibir Xiao Taoli mengait keatas dengan binar manis diwajahnya, "Jika tidak bergerak maka langkahnya akan terpotong mati." Suaranya terdengar begitu serius namun ketulusan nampak di pancarannya.


Kedua mata indah milik Xiu Qixuan berkedip samar kemudian gadis itu dengan cepat melengkungkan senyum tipis dan berucap tenang, "Ya, benar. Jika tidak bergerak adalah orang mati. Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, dan manusia yang dituntut oleh keadaan."


Xiao Taoli balas menatap gadis itu dengan pandangan dalam yang aneh. "Xuanxuan, mengapa semakin sulit untuk mengerti isi pikiranmu?" Tanyanya dengan mengerutkan wajah.


Kekehan samar yang canggung mengalun memasuki indra pendengaran. Xiu Qixuan tidak ingin menjawab dan malah kembali memfokuskan dirinya untuk melanjutkan permainan.


Beberapa saat berlalu, diatas papan catur, permainan setengah berjalan dan kedua belah pihak sama seimbang.


"Apakah ada hal terbaru yang aku lewatkan?" Tanya Xiu Qixuan dengan tenang masih terfokus oleh permainan.


"Tidak, semua sudah kulampirkan di dalam gulungan. Kau dapat membacanya kembali." Jawab Xiao Taoli dengan lugas.


'En,' Deham Xiu Qixuan mengangguk. "Misi ini begitu rumit, kita berada dijalan buntu." Suaranya mendengus penuh keluhan tak tertahankan.


"Ya, bukan hanya Divisi Rubah saja yang mencari keberadaan buronan itu." Balas Xiao Taoli dengan kesadaraan yang teralihkan kedalam permainan.


Tangan Xiu Qixuan yang mengenggam bidak catur terhenti. Dia mengangkat pandangannya ketika menyadari detail kecil yang tertinggal.


"Maksudmu?" Tanyanya


Xiao Taoli balas menatapnya dan memasang wajah serius ketika dia kembali teringat detail kecil yang mungkin memiliki kepentingan dalam keberhasilan misinya.


"Kemarin aku menyadari terdapat rombangan lain yang mencurigakan. Mereka berpencar mengelilingi sudut Ibukota dalam bayangan." Jawab Xiao Taoli dengan lugas yang meyakinkan.


"Mungkinkah utusan dari Kekaisaran Shen yang mengejar buronan itu." Cetus Xiu Qixuan dengan keraguan.


"Tidak, utusan Kekaisaran Shen hanya dapat bertindak secara terbuka jika berada diwilayah kekuasaan Xia Utara." Xiao Taoli mengeluarkan pernyataan yang begitu masuk akal membuat Xiu Qixuan mengangguk mengerti.


Xiao Taoli mengangguk setuju dan dia bertanya penuh semangat, "Apa rencanamu untuk kedepannya?"


"Belum dapat dipastikan." Jawab Xiu Qixuan dengan acuh tak acuh.


"Harus mengambil langkah lebih cepat. Divisi Rubah harus segera menyelinap memasuki istana. Tetapi akan begitu penuh resiko yang rumit." Cetus Xiao Taoli memberikan sedikit pendapat untuk bertukar pikiran dengan sang nona.


Inilah yang mereka lakukan jika sedang bersama, Xiao Taoli selalu menjadi orang yang dapat diandalkan olehnya.


"Kudengar istana sedang mencari tabib dewa untuk memeriksa kondisi Tuan Puteri kecil yang sedang terbaring. Bagaimana jika kita memanfaatkan kesempatan tersebut?" Lanjut Xiao Taoli dengan memiringkan wajah bertanya polos yang begitu serius.


Tubuh Xiu Qixuan menegang dengan kedua matanya yang mengerjap samar, selama beberapa saat dia kehilangan ketenangannya.


"Tuan Puteri?" Tanpa disadari Xiu Qixuan bergumam pelan nyaris berbisik.


"Ya, Changning Gongzhu. Puteri kecil dari Kaisar Xia, dia memiliki kondisi tubuh yang lemah sejak lahir." Jelas Xiao Taoli memberi sedikit pengetahuan yang dia ketahui.


"Bagaimana kondisinya?" Tanya Xiu Qixuan dengan kabut samar yang tertahan.


"Begitu lemah sampai Tabib Agung Kekaisaran menyerah akan kondisinya." Jawab Xiao Taoli dengan mengerut seolah sedang mengasihani penderitaan sang puteri.


Kedua kelopak mata Xiu Qixuan terpejam dengan tangan yang mengepal erat. Perasaan dilema yang kacau perlahan kembali mengambang memenuhi kedalam dirinya.


Gadis itu beranjak dan mengepak lengan bajunya untuk berlalu pergi, "Akan kupertimbangkan." Ucapnya dengan datar nan suram kepada Xiao Taoli yang terperanjat tak mengerti.


••••••••••••


Ketenangan yang tegang dan pancaran kepercayaan diri terlihat dari orang-orang yang berbaris rapih disepanjang sudut koridor gerbang timur Istana Kekaisaran.


Tubuh mereka dibalut pakaian sederhana yang umum dipakai oleh rakyat biasa maupun pengembara asing. Diatas punggung mereka tersampir kotak kayu bambu yang kokoh di dalamnya terisi macam-macam herbal biasa ataupun yang langka.


Kepercayaan diri tercetak jelas dari pancaran wajah yang berseri-seri seolah sangat yakin dengan kemampuan medis yang mereka miliki. Sudah bermimpi untuk mendapatkan gelar dan kehidupan mewah dari sang Kaisar Xia yang agung.


Diantara kerumunan orang yang sedang berbaris itu terlihat kedua sosok gadis yang salah satunya memakai tudung penutup wajah.


"Ketua Qi Qi, ini akan sangat lama dan melelahkan. Mengapa kau mengambil tangan untuk mengurusnya sendiri?" Bisikkan pelan terdengar dari sosok gadis cantik dengan kedewasaan diwajahnya.


"Xiao Leng, jangan banyak bicara! Panggil aku Nona Qi." Sentaknya dengan sedikit menggeram penuh ancaman.


Itu adalah Xiu Qixuan yang sudah memantapkan hati untuk mengambil langkah maju menggunakan ketelitian yang cerdas.


Hidup adalah penuh kepalsuan yang kejam, tapi sayangnya Xiu Qixuan bukanlah orang yang tidak punya hati. Dia tidak bisa membuang muka untuk tidak perduli akan kondisi antara hidup dan mati yang di derita seorang balita kecil.


Jadi biarkanlah berbuat sedikit kemuliaan sekaligus mengambil keuntungan dari hasilnya nanti.


Dia berencana selama berjalannya misi ini tidak akan pernah mengungkapkan wajahnya di depan khalayak umum. Mengarang alasan yang cukup logis, dan dalam perjalanan kali ini dia akan ditemani oleh Xiao Leng yang merupakan tabib juga ahli racun milik Divisi Rubahnya.


••••••••••


Changning Gongzhu : Puteri Changning gelar yang dimiliki oleh Xia Zhishu pemberian sang ayah kekaisarannya.


Author jdi gasabar gmn xuan bersikap nnti pas ketemu dua bocah kembar itu, ya?


jgn lupa dukungannya sayangku💖