
"Bawa dia kemari!" Nyonya Qu berkata dengan keras. Wajahnya yang bermartabat menjadi kusam oleh geraman kekesalan. Dia begitu cermat menangani situasi yang tak terduga ini dengan melemparkan semua kesalahan pada Hua Yunyan. "Berlutut!" Ia berteriak memerintah.
Brukk...
Betis bagian belakang kaki Hua Yunyan di tendang kasar oleh penjaga yang sedang menahannya, untuk membuat dia seketika jatuh berlutut di bawah podium.
"Hamba sungguh tidak bersalah, Nyonya! Hamba tidak melakukan kejahatan!" Dengan menyedihkan, Hua Yunyan segera membenturkan kepala nya ketanah, dia berkowtow, untuk membuktikan kepolosannya. Matanya yang dipenuhi air mata dan tangan yang gemetar membuat orang merasa kasihan.
Melihat kekacauan tersebut, Wei Guifei memasang wajah jelek, ia tidak senang oleh gangguan dalam perjamuan miliknya.
Dengan melambaikan tangan acuh tak acuh, Wei Guifei berkata dengan keras dan begitu tajam membuat semua orang bergidik ngeri; "Saudari jangan terlalu marah! Hanya menangani pencuri kecil yang akan menderita seratus papan pukulan, sungguh tidak layak!"
Perkataan yang dilontarkan Wei Guifei tersebut seperti kesimpulan untuk pemberian hukuman. Seratus papan pukulan, itu sama saja membuat Hua Yunyan cacat. Itu jelas-jelas mengancam nyawa.
Menggertakan giginya, Xiu Qixuan menahan kekesalan. Kalau sudah tak terkendali begini, dia harus turun tangan untuk ikut campur langsung, 'kan. Tapi, jika begitu akan membuatnya semakin terlihat menonjol.
Namun, tiba-tiba suara lembut yang mengandung kemuliaan dari arah samping kanannya terdengar menggantikan untuk memberi tikaman melalui kata-kata yang cerdas; "Aku tidak tahu, tapi, apakah itu benar batu giok bunga murbei yang terkenal milik keturunan Qu?" Yao Yunmei berkata dengan keras namun tenang mempertanyakan keaslian benda langka tersebut.
Tersinggung. Nyonya Qu berkerut tidak senang dan balas berkata; "Nyonya Muda Xiu, apa maksud perkataan anda barusan? Jelas ini adalah milik Qu kami!"
Mata Yao Yunmei tersenyum dalam tampilan yang terkesan tidak peduli dia mengangkat sedikit cangkir anggur untuk bersuara; "Ah, Kalau begitu berdasarkan apa yang saya lihat seharusnya batu giok yang dicuri tersebut milik Tuan Muda Qu, 'kan?" Dia melanjutkan lebih tajam, "Karena Tuan Walikota masih memakai batu giok miliknya yang sama persis tergantung di pinggangnya." tunjuk Yao Yunmei melirik kearah Tuan Walikota Qu.
Semua orang tenggelam tanpa suara. Mendengarkan kalimat Yao Yunmei menyebabkan mereka lebih banyak berspekulasi.
Dengan hati yang penuh waspada dan merasa terancam oleh sesuatu hal, wajah Xiu Yue menjadi pucat pasi penuh kegelisahan ketika nama suaminya disebut secara langsung.
"Aiyaa, Nyonya Walikota jangan tersinggung." Dengan mengangkat cangkir anggur dan meneguknya secara perlahan, dia melanjutkan. "Saya hanya penasaran kira-kira bagaimana caranya seorang wanita mencuri batu giok yang menggantung di tubuh pria asing?" Yao Yunmei berkata ringan dengan tersenyum miring.
Kata-katanya memberikan dampak pukulan kecurigaan.
Dengan mengulum kekehan senyum, Xiu Qixuan bergumam sembari melirik Yao Yunmei yang menyeringai kejam; "Kakak ipar -ku sangat keren, huh!"
Sekarang giliran Hua Yunyan yang menangis berucap terbata-bata menyedihkan; "Hiks, itu—. Sa, saya mendapatkannya dari Tuan Muda sebagai tanda sudah berbagi kasih."
"Lancang!" Tiba-tiba, teriakan seorang pria terdengar dari atas podium. "Jangan bohong! Aku tidak memberikannya padamu!" Qu Ganxun berdiri dengan menunjukan ekspresi marah yang kalut, ia terlihat terdesak. "Kamu—, kamu yang mengambilnya!"
Xiu Qixuan menggeleng pelan, tingkah bodoh Qu Ganxun yang kehilangan kendali dan kesabaran tersebut jelas membuat semua rencananya menjadi lebih mudah.
Tangan Qu Ganxun yang gemetar karena emosi terangkat untuk memerintah; "Seret dia keluar dan beri seratus papan pukulan!" teriaknya.
"Tuan Muda, anda tidak boleh seperti ini pada saya!" Hua Yunyan meronta berteriak. "Saya sudah memberikan semuanya pada anda! Tubuh dan hidup saya!"
"Diam!" Qu Ganxun yang emosi datang menghampiri dan,
Plakk...
Dia menampar wajah Hua Yunyan. Kekuatannya begitu besar sehingga seluruh tubuh Hua Yunyan terlempar ketanah dengan sudut mulutnya penuh darah.
Ekspresi semua orang terkejut dengan pusaran mengalir dalam hati mereka masing-masing. Tidak menyangka, Tuan Muda Qu yang selalu terlihat lembut adalah orang yang berperilaku sangat kasar pada wanita.
Xiu Qixuan menonton dengan tenang, matanya menyapu untuk melihat berbagai ekspresi yang di keluarkan semua orang, tidak terkecuali dia juga melihat Xiu Yue yang terkejut dan ketakutan di sudut podium.
Melihat itu, mata Qu Ganxun menjadi gelagapan. "Itu bukan punyaku!"
Dengan memasang wajah bodoh, Xiu Qixuan menanggapi; "Oh, kalau begitu. Kantong itu punya Nona Hua. Tapi mengapa terjatuh dari lengan pakaianmu, ya?" gumamnya berpura-pura polos.
"Itu memang kantong wewangian milikku yang disimpan Tuan Muda untuk mengusir kerinduan." Hua Yunyan menangis namun berkata lugas. "Karena kami hanya bertemu ketika memiliki kesempatan. Aku memberikan itu padanya ketika tuan muda membawaku ke pavilun kosong di sudut kediaman." Wajahnya sudah tak karuan karena menangis dan terus terisak.
Di deretan para tamu, orang-orang berbisik namun ada seseorang wanita muda yang berkata lebih keras.
"Ah, wanita itu berkata benar. Tadi kucingku berlari dan menghilang, para pelayan dan aku mencarinya mengelilingi kediaman. Ugh, kami melihat punggung Tuan Muda Qu bersama wanita itu!" Dia berkata dengan memasang wajah jijik. Dari pakaian dan aksesoris yang dikenakannya, begitu mewah dan beberapa langka, dia terlihat seperti anak pedagang kaya raya yang sering dimanjakan.
Mendapatkan kesempatan, Hua Yunyan merangkak kearah Wei Guifei kemudian berkowtow. "Memohon pada niang niang memberi saya keadilan!" Dia berkata berulang-ulang membenturkan kepalanya keatas tanah sampai mengalirkan darah.
"Cukup!" Wei Guifei berkata dengan tajam segera bangkit dengan wajah kusam. "Perjamuan telah berakhir!" Wei Guifei mengibaskan lengan bajunya dan turun dari atas podium dengan langkah yang memancarkan kesuraman bergegas pergi.
Ketika melewati Qu Ganxun yang mematung kaku, Wei Guifei meliriknya tajam sembari berkata dingin; "Kendalikan wanita mu dengan benar."
Wei Guifei meninggalkan perjamuan begitu saja, jelas bahwa dia menolak untuk berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Tuan Walikota yang sejak tadi terdiam akhirnya bersuara untuk memperbaiki wajahnya yang rusak di depan para tamu yang telah bangkit untuk bergegas meninggalkan perjamuan. "Ganxun, segera bawa Nona Hua ke halaman sudut barat kediaman ini untuk diobati. Dia akan tinggal disana untuk mendapat perawatan." Ia berkata memberi perintah dengan nada keras memberi perhatian.
Qu Ganxun patuh mendengarkan, dia meraih Hua Yunyan yang sudah nyaris pingsan untuk membawanya dalam gendongan. Setelah mendapatkan kewarasan kembali, dia terburu-buru berusaha memperbaiki reputasi nya yang hancur.
Xiu Qixuan melirik kursi yang ditempati oleh Xiu Yue, tatapan mengerikan tiba-tiba melesat ke arah Xiu Qixuan, menyebabkan Xiu Qixuan memasang senyum dingin untuk membalasnya.
Karena bukti dan saksi mata terlalu banyak untuk disingkirkan. Keluarga Qu yang mementingkan reputasi bagus tidak akan bertindak gegabah, walaupun tidak suka, mereka tetap akan menjadikan Hua Yunyan sebagai selir milik Qu Ganxun, itu sebenarnya bukan masalah besar. Toh, biasanya wajar pria memiliki tiga istri dan empat selir. Namun, mereka tidak memikirkan martabat Xiu Yue yang baru dinikahi.
Xiu Qixuan bangkit dan berjalan berdampingan dengan Yao Yunmei untuk keluar dari pintu taman yang melengkung indah. Terlihat punggung Xiu Haocun dan Mo Ji Gui yang berada diujung jalan menunggu kedatangan mereka untuk pulang ke kediaman bersama.
"Xiu Qixuan! Berhenti disana!"
Suara teriakan yang tajam memanggilnya dengan mengerikan, langkah Xiu Qixuan berhenti dan segera menoleh. Dari suaranya dia sudah mengenali.
"Ada apa? Kemana hilangnya etiket yang selalu kau pertahankan itu?" Xiu Qixuan berkata dengan tak acuh.
Di hadapannya, wajah Xiu Yue yang suram menggertakan gigi penuh amarah dengan mata mengerikan dia menatap Xiu Qixuan seperti ingin memakannya.
"Itu kamu, 'kan! Semua kekacauan ini!" Xiu Yue berkata penuh amarah menyudutkan Xiu Qixuan.
Xiu Qixuan tersenyum kecil sedikit mencondongkan tubuhnya untuk berbisik; "Kamu adalah wanita terhormat yang sudah menikah. Jadi harusnya bisa menahan diri dengan murah hati, 'kan?" Dia melanjutkan, "Kalau kamu bersikap tanpa martabat seperti ini—,Tuan Muda Qu tidak menyukainya, 'loh." seringainya.
Wajah Xiu Yue yang cantik dan mulia telah menghilang. Seperti binatang yang akan segera mati, dia telah kehilangan akal dan ketenangannya.
Dia mendorong keras tubuh Xiu Qixuan dengan amarah yang besar kekuatannya berlipat ganda, satu tangannya yang lain terangkat berusaha untuk menampar wajah Xiu Qixuan.
"Xuan'er!" Suara Yao Yunmei berteriak kaget dari jarak beberapa langkah di belakang.
••••••••••••••••••
N/T: Yao Yunmei dipanggil Nyonya Muda Xiu karena itu adalah statusnya setelah menikah dan masuk kedalam Keluarga Xiu untuk menjadi nyonya rumah. Seperti Wei Hanque yang menjadi Nyonya Walikota Qu.