
Xiu Qixuan tidur untuk waktu yang lama sampai larut siang, ketika dia membuka matanya, matahari memenuhi langit di luar dalam kondisi yang paling cerah.
"Xiao Rou!" Merasakan tubuhnya agak lengket karena keringat, Xiu Qixuan memanggil Xiao Rou dengan lembut untuk membantunya. Lalu, Xiao Rou segera bergegas datang dengan membawa baskom tembaga di tangannya.
"Mengapa kamu tidak membangunkan aku lebih awal? Yunmei jiejie akan marah jika kita terlambat." Xiu Qixuan segera turun dari tempat tidur untuk membasuh wajahnya.
"Tuan Besar datang sebentar ke manor dan berpesan untuk membiarkan anda beristirahat lebih lama. Lagipula, perjamuannya akan di mulai sore hari. Anda masih memiliki banyak waktu tersisa." Xiao Rou menjawab dengan tenang. Dia memerintahkan beberapa gadis pelayan lain untuk berhati-hati menyiapkan air di kolam pemandian.
"Ayah datang?" Mulutnya berkerut mengeluarkan gumaman samar.
"Yaa, tuan besar berkata anda terlihat lelah karena harus belajar banyak hal sebelum memasuki istana." Xiao Rou meletakkan gaun yang akan digunakan untuk ke perjamuan diatas meja. "Apakah anda ingin berendam sekarang, nona?" Lalu, ia datang membantu Xiu Qixuan untuk berendam dan berganti pakaian dengan terus mengocehkan banyak hal.
Mengenakan gaun berwarna merah muda yang menonjolkan kesan lembut, Xiao Rou menyesuaikan dengan membentuk ikatan rambut Xiu Qixuan menjadi kepangan sederhana. Mengambil beberapa jepit rambut berbentuk bunga salju di musim dingin yang bertahtakan kilau mutiara, Xiao Rou segera mengaitkannya dengan hati-hati.
Riasan sederhana yang tidak penuh dengan corak. Namun, begitu tampak keanggunan yang menyilaukan mata.
"Apakah hadiah yang kupesan khusus untuk Biaomei kutercinta sudah di siapkan?" Xiu Qixuan bertanya dengan memandang pantulan serius wajah Xiao Rou di dalam cermin perunggu, gadis pelayan ini begitu teliti jika menyangkut perihal riasan.
"Xiao Taoli sudah mengurusnya dengan baik. Sekarang mungkin sudah dikirim ke kediaman walikota." Xiao Rou menanggapi dengan lugas, dia mengangkat wajah, balas menatap Xiu Qixuan dengan pandangannya yang heran. "Saya tidak mengerti. Mengapa anda menyewakan seorang penyanyi sebagai hadiah pernikahan? Ini agak tidak pantas."
Senyum apatis yang langka muncul di wajah cantik Xiu Qixuan, dengan suaranya yang tampak acuh tak acuh dia berkata; "Aiyaa, apa yang sedang kau katakan? Bukankah hadiah yang akan kuberikan ada di dalam kotak itu." Melirik kotak kecil yang di ikat oleh pita merah, itu terletak diatas meja rias.
Dia hanya menukar grup pemusik yang sudah disewa oleh kediaman walikota dengan seorang penyanyi di rumah bordil yang sering di datangi Qu Ganxun. Bisa di bilang wanita penghibur tersebut adalah kesayangan Tuan Muda Qu.
Xiao Rou hanya menggelengkan wajah, tidak lagi berkata apapun.
"Berpura-pura menjadi pria terhormat ketika istri berada di sekitar. Begitu istri pergi, dia akan langsung datang untuk bersenang-senang dengan penyanyi di rumah bordil." Xiu Qixuan berkata dengan dingin. Sekelebat matanya menjadi muram oleh tekanan yang ekstrim. "Aku hanya ingin memberinya pukulan telak akan kenyataan. Seberapa buruk hal-hal yang dapat pria lakukan diluar."
•••••••••••••••••
Xiu Qixuan menyelesaikan sarapan pagi yang sudah menjelang siang terlebih dahulu, memperbaiki riasan sekali lagi, lalu duduk di dalam kereta kuda dengan Yao Yunmei yang sudah lebih dulu berada di sana ketika sang ayah menjemputnya.
Dengan masih dalam setengah perjalanan menuju Kediaman Walikota Qu, Xiu Qixuan mengangkat tirai dengan lembut. Melihat wajah serius sang ayah yang tampak gagah mengendarai kuda untuk mengawal gerbong kereta mereka.
Xiu Haocun benar-benar menyempatkan dirinya untuk datang ke perjamuan Tuan Walikota Qu yang di selenggarkan khusus untuk menghargai Wei Guifei.
"Ayah mertua sampai membentuk pengawalan pribadi seperti ini. Terlihat dia begitu khawatir jika kamu ikut terlibat dalam masalah politik yang terus berubah, 'kan." Yao Yunmei berkata mengungkapkan gagasan pikirannya.
Dari sisi lain, Xiu Qixuan menanggapi dengan tenang. "Ya, itu benar. Tetapi, mungkin saja ayah ingin menujukkan niat lain dari keikutsertaan nya dalam perjamuan kali ini." Nadanya yang terdengar apatis terkesan begitu ambigu.
Mendengar perkataannya, Yao Yunmei tampak terkesan. Dia tidak menyangka Xiu Qixuan begitu jernih dalam melihat situasi.
Menandakan Xiu Qixuan berada dalam perlindungannya. Dan, tidak ada seorang pun yang di perbolehkan untuk melewati batasan dan menyentuh putrinya karena jika sampai itu terjadi—mereka akan berurusan langsung dengan dia sebagai perantara kematian.
Mungkin Xiu Haocun juga ingin memperlihatkan penolakan tegasnya atasan tawaran Wei Guifei.
Roda kereta kuda yang berderak perlahan-lahan terhenti tepat ketika suara kusir yang mengemudi terdengar; "Nyonya, Nona. Kita sudah sampai di kediaman walikota."
"Ya!" Mereka menjawab serentak dengan suara rendah. Yao Yunmei yang bangkit dan turun terlebih dahulu, disusul oleh Xiu Qixuan kemudian.
Tubuh Xiu Qixuan yang sedikit merunduk bergegas keluar dari dalam gerbong, tiba-tiba tirai yang menggantung di ambang pintu kereta terangkat dari luar dan menampilkan kepalan tangan yang kokoh terulur kosong untuk mempermudahnya turun dari kereta.
"Ayo, turun dengan perlahan!" Suara Xiu Haocun tampak memperintah namun memberikan banyak perhatian khusus untuknya.
Dengan senyum cerah, Xiu Qixuan segera menerima uluran tangannya tersebut. Dia melangkah turun menapaki satu per satu tangga yang menjadi penyangga.
Secara bertahap Xiu Qixuan menggedarkan pandangan. Gerbang Kediaman Walikota Qu tampak penuh oleh banyak kereta mewah yang terparkir angkuh. Tidak menyangka bahwa perjamuan ini akan diadakan begitu meriah dengan mengundang lebih banyak orang penting di dalam ataupun sekitaran Kota Ping'an.
Dengan mendengus tidak nyaman, Xiu Qixuan menggerutu ketika mendapatkan tatapan yang mencolok dari beberapa pasang mata.
"Putri pertama jenderal besar yang belum pernah muncul dimuka publik akan keluar menunjukan wajahnya dan pergi ke ibukota saat musim panas tiba." Yao Yunmei berbisik dengan dramatis seperti membacakan sebuah naskah berita.
"Apa?" Xiu Qixuan mengerut tidak senang.
Dengan menggedikan bahu, Yao Yunmei menjawab dengan tak acuh. "Itu topik dalam surat kabar yang kemarin kubaca."
"Pelayan ini menyapa Jenderal Besar, Nyonya muda, dan Nona besar." Terdengar salam dari pintu gerbang.
Seorang pengurus rumah tangga dan gadis pelayan yang kompeten terlihat membungkuk rendah.
"Ya, bangkit!" Xiu Haocun berkata dengan melambaikan tangan.
"Baik, terima kasih Jenderal." Mereka segera menegakkan tubuh. "Mari Nyonya dan Nona ikuti saya." Gadis pelayan itu berkata dengan sopan. Mereka mempersilahkan Xiu Qixuan dan Yao Yunmei untuk langsung bergegas ke tempat perjamuan namun menahan Xiu Haocun di sana.
Xiu Qixuan tidak bergeming dan menatap pengurus rumah tangga dengan tajam penuh kecurigaan.
Dengan senyum formalitas yang kaku, pengurus rumah tangga berkata tenang menjelaskan; "Wei Guifei niang niang ingin bertemu Jenderal Besar terlebih dahulu sebelum perjamuan dimulai." Kemudian melanjutkan kata-katanya dengan lebih tajam. "Jadi Nona dan Nyonya, mohon pengertiannya untuk menunggu di tempat perjamuan."
"Tidak apa, Xuan'er. Pergilah, temani kakak iparmu." Xiu Haocun tersenyum lembut dengan matanya meyakinkan Xiu Qixuan.
••••••••••••••