Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Brokat Sutra & Pelanggan Kekanakan!



Kembali ke Kediaman Jenderal, Xiu Qixuan disambut seorang pelayan tua di halaman dalam ruangannya.


Xiu Qixuan memandang sekitar. Dua pelayan di luar datang membawa kain lap, dan mengelap kotak papan kayu besar berukiran bunga.


Tidak menghentikan langkahnya memasuki ruangan. Dia memberi isyarat mata kepada Xiao Rou untuk membuka kotak tersebut.


Di tangan Xiao Rou terdapat brokat sutra yang indah. Xiu Qixuan melangkah maju untuk melihat. Dia meletakan tangannya diatas sutra berpola itu, merasakan kelembutan dari kemewahan dibawah jemarinya.


Pelayan tua yang bertugas, berbicara; "Karena dalam tiga hari lagi, kelas pengantin akan berlangsung dan anda memasuki istana. Nyonya Fan menyiapkan hadiah untuk anda. Jika ada yang anda suka tapi tidak tersedia. Tolong segera katakan!"


Disambut senyum cerah dari Xiu Qixuan. Dia balas berkata riang; "Bibi sangat perhatian! Katakan padanya, keponakan ini sangat berterimakasih."


Pelayan tua yang dikirim oleh Xiu Lingze dengan hormat pamit dan mundur sesuai arahan, dia telah menyelesaikan tugasnya.


Xiu Qixuan memperintahkan semua pelayan untuk mundur dan hanya Xiao Rou yang tinggal.


Dia bersandar di kursi panjang dengan memejamkan kelopak matanya. Matahari hampir terbenam di ufuk barat, membuat suasana sekitar ruangan meremang dengan cahaya lilin yang redup. Deru suara napasnya yang tenang mengisi keheningan ruangan.


"Mereka mengirimkan sutra-sutra kualitas tua ini. Bahkan tidak ada penjahit yang dapat di pekerjakan. Sungguh kasar!" Xiao Rou mengeluarkan rutukan kekesalan sembari melihat tumpukan sutra itu dengan tidak puas. Dia selalu merasa tidak puas selama berada di sini.


Di lihat dari kotak yang berdebu. Dengan pola yang tampak tua dan warna sedikit memudar jika di teliti lebih jauh, memang tumpukan brokat tersebut seperti sudah terlalu lama dalam penyimpanan dan tidak terpakai.


Untuk beberapa alasan, niat utama Xiu Lingze sepertinya ingin menunjukan martabatnya yang sedikit kolot bahwa dengan cara ini dia mengatakan pada semua orang kalau dia memikirkan Xiu Qixuan dan menggantikan peran seorang ibu baginya untuk mengurus keperluan dasar wanita.


Dari ujung mulutnya, Xiu Qixuan terkekeh melihat tatapan kebencian Xiao Rou pada kain sutra yang tidak bersalah. "Jangan membuang energimu untuk marah. Lagipula, aku memilikimu sebagai penjahit pakaian. Jadi, semua ini tidak akan menganggu kita." ujarnya


•••••••••••••••


Keesokan harinya...


Matahari muncul dari timur, sinarnya tercermin di ujung jalan, membuat langit perlahan bersinar lebih terang dari batu giok merah yang berkilauan.


Toko Fengxuan terletak di tengah pusat ibukota. Bangunan besar yang memiliki tiga lantai dengan banyak lentera menggantung menghiasi dinding atapnya.



Bisnis Fengxuan berkembang pesat dengan banyak inovasi produk baru. Dimulai dari membuat design pakaian yang nyaman digunakan untuk para wanita, dan produk kosmetik yang aman untuk dipakai. Itu merambat dengan design perhiasan emas dan giok yang elegan.


Mereka juga menjual banyak pernak-pernik aneh. Seperti kemajuan alat tulis pena yang memiliki tinta isi ulang. Tas-tas cantik juga sepatu berhak tinggi yang menambah ukuran tinggi tubuh seseorang. Dan, banyak para cendekiawan berdatangan untuk melakukan riset ide yang unik ini.


Tempat ini selalu ramai oleh pengunjung. Apalagi para nona bangsawan yang akan memasuki istana datang berkerumun untuk dibuatkan gaun-gaun indah.


Di belakang bangunan toko terdapat sebuah pavilun yang hanya bisa diakses sang pemilik bisnis dan pelayan pendampingnya.


Terlihat Xiu Qixuan tenggelam dalam pikirannya yang merancang beberapa ingatan berguna. Dia menurunkan pandangan, jemari rampingnya mengelus pola sutra biru yang menggantung.



Dia menoleh dengan senyum datar yang halus di wajahnya, dan berkata; "Xiao Rou, aku serahkan padamu. Buat yang sederhana saja. Tidak nyaman bagiku memasuki istana dan menarik banyak perhatian."


Kelas pengantin akan diadakan terlebih dahulu untuk para wanita. Setelah itu tujuh hari kemudian akan ada jamuan resmi untuk sambutan pembukaan dengan permaisuri dan para selir kaisar. Dan, kompetisi keterampilan wanita seperti melukis, menyulam dan lainnya—akan berlangsung selama beberapa hari setelah perjamuan, itu akan berakhir dengan terpilih ketujuh orang wanita pemenang.


Dang. Bruk..


Angin berhembus kuat dari luar. Diikuti suara gemuruh yang terdengar dari gedung utama toko. Itu sangat berisik dengan teriakan beberapa orang yang menjerit kaget.


"Saya akan keluar untuk memeriksanya!" Xiao Rou berdeham skeptis, dia tampak tidak yakin.


Mencegahnya pergi ketika dia sibuk bekerja. Xiu Qixuan dengan murah hati segera beranjak dan berkata dengan intruksi lembut: "Tidak perlu. Selesaikan saja pekerjaanmu. Biar aku yang keluar untuk melihat."


Xiao Rou mengangguk patuh, dia terdiam sejenak menonton punggung Xiu Qixuan yang pergi menjauh.


Xiu Qixuan berjalan melewati taman belakang menuju pintu masuk. Dari kejauhan dia melihat kekacauan yang meriah.


"Gadis gila, cepat turun dan berlutut!"


"Yang Mulia kecil, anda harus lebih bermurah hati! Itu adalah ketidaksengajaan!"


"Setelah membuat onar dan membuatku kalah?! Lancang!"


Blarr...


"Turun atau kubakar tempat di sekitarmu!"


Tiba-tiba, api yang terbawa deru angin menyambar kain-kain dalam toko. Seorang pria muda dengan tingkah kekanakan menyulut api dengan amarah. Dia membakar rak lemari kain terdekat yang sedang di panjat oleh seorang gadis muda.


Xiu Qixuan segera mengangkat roknya dan berjalan cepat dengan terburu-buru kedalam ruangan toko.


"Pelanggan mohon hentikan!" Xiu Qixuan berkata dengan tekanan tajam.


Para penjaga toko yang hadir melihat kedatangannya sedikit bernapas lega.


Pemuda berusia sekitar enam belas tahun memiliki rambut dan mata coklat yang unik itu berpakaian dengan kualitas mewah. Wajahnya kecil dan lembut untuk ukuran seorang pria.



Kedua alisnya yang gelap tertekuk dengan raut wajahnya yang galak. Dia memegang kain yang terbakar di lengannya.


"Siapa?! Jangan ikut campur!" Dia berkata dengan cara menggertakan gigi.


"Tuan muda, bisakah kita bicara dengan baik?" Xiu Qixuan berkata membujuk, ia tersenyum kusut dengan getaran dingin.


Pemuda itu menyeringai tajam dan berkata sinis; "Tuan muda, heh? Kamu tidak tahu siapa aku?!"


Bibir Xiu Qixuan mengerut membentuk cibiran yang tertahankan. Dia melupakan bahwa tadi mendengar sebutan 'yang mulia' untuk pemuda ini.


Salah satu karyawan toko mendekat dan berbisik rendah memberitahu informasi di telinganya. "Pemimpin. Ini adalah pangeran kesembilan. Anda harus berhati-hati untuk tidak menyinggungnya."


Menoleh. Xiu Qixuan melirik sekilas kearah gadis yang tertelungkup diatas rak lemari. "Nona, bisakah anda turun dan jelaskan pada saya?"


Seorang nona muda dengan wajah bulatnya yang menggemaskan menatap polos Xiu Qixuan dengan mata almond nya yang besar.


"Anda karyawan manajer di sini?" Dia bertanya dengan ragu.


Xiu Qixuan hanya balas menggangguk dan memasang senyum tipis dengan tangan terulur berniat membantu nona muda itu turun dari atas rak lemari.


"Aku tidak mau turun! Dia sangat menyeramkan!" Nona muda tersebut berbisik dengan suara gemetar menolak.


••••••••••••••••••