
Suara ledakan, jeritan kesakitan dan dentingan pedang yang memekak telinga menjadi latar dimana tempat Xiu Qixuan berada.
Percikan darah dan mayat yang bergelimpangan terlihat didepan kedua bola matanya yang jernih. Pertarungan, peperangan, kehancuran, dan kematian membuat gadis cantik yang menyaksikan kejadian tersebut sedikit gemetar ketakutan.
Bagaimana bisa dirinya berada ditengah kehancuran tak berujung ini? Xiu Qixuan masih dapat mengingat jelas bahwa terakhir kali dirinya sedang kesakitan karena tidak sengaja memakan Tanaman Lotus Bola Surgawi.
Ledakan yang memekak telinga terdengar dari arah bagian barat, Xiu Qixuan terlonjak kaget melihat percikan api yang membesar membakar bagian barat dengan cepat menghanguskan bangunan dan pepohonan--kemudian api itu menghilang begitu saja bagaikan ada seseorang yang dapat mengendalikannya.
Banyak orang yang masih hidup berlarian tidak menentu arah, Xiu Qixuan berusaha menghindar karena hampir terinjak oleh mereka, dirinya melangkah kepinggir menghampiri sebuah bangunan kecil layaknya toko yang sudah lama tidak beroperasi.
Saat gelombang manusia yang berlarian itu sudah tidak terlihat lagi, Xiu Qixuan melangkah ketengah jalan yang lenggang, memutar tubuhnya dengan kebingungan gadis cantik itu berusaha mencari seseorang yang dapat memberi tahunya apa yang sedang terjadi.
Seorang prajurit militer yang tidak diketahui identitasnya berasal dari kekaisaran Shen, Mo atau Xia--berlari sangat cepat dan hampir saja menabrak tubuh Xiu Qixuan, beruntungnya gadis cantik itu dengan cepat menghindar.
"Hei! Tidakkah kau lihat aku berdiri disini?" Teriak Xiu Qixuan berputar melihat kearah prajurit yang menabraknya, tetapi dirinya terbelak melihat prajurit itu sibuk melepaskan diri dari jeratan kawanan burung pemangsa yang seperti lalat mengerubunginya.
Xiu Qixuan terdiam membeku, pikirannya kosong selama beberapa saat sebelum gadis itu melangkah mendekati prajurit yang kesusahan menghalangi kawanan burung pemangsa dengan pedang dilengannya.
Baru saja dirinya berusaha membantu prajurit itu terjatuh dan kawanan burung pemangsa yang mengerubungi prajurit itu hilang begitu saja, tubuh prajurit itu tergeletak ditanah dengan kondisi mengenaskan seperti terbakar oleh sesuatu kemudian mengecil seperti mengering dan hilang layaknya abu.
Jantung Xiu Qixuan mempompa kencang menyaksikan adegan tersebut didepan kedua matanya langsung. Mengerikan sekali!
Kedua kakinya lemas seperti tak bertulang, tubuhnya merosot jatuh terduduk ditanah. Dirinya berusaha mendapatkan ketenangannya kembali dan berusaha memegang kendali lagi atas tubuhnya.
Setelah beberapa saat Xiu Qixuan merasa lebih baik, gadis itu beranjak berdiri mencari seseorang untuk bertanya.
Saat dirinya melangkah dan melihat kesekitarannya yang lenggang dengan banyak mayat dari mulai rakyat dan prajurit tergeletak ditanah. Tempat ini seperti sebuah Kota besar tetapi karena kehancuran membuat Xiu Qixuan tidak tahu letak keberadaan dirinya sekarang.
Xiu Qixuan berlari tidak menentu arah melewati tempat itu, yang berada dipikirannya adalah kabur dari tempat ini!
Saat mendengar suara manusia dari arah depannya, Xiu Qixuan menghampiri tempat itu karena dirinya mengira suara itu adalah gelombang manusia yang sebelumnya berlarian dan hampir menabraknya.
Dirinya terdiam membeku saat melihat dari kejauhan bahwa tempatnya sekarang adalah medan pertarungan yang lebih mengerikan lagi!
Lebih banyak prajurit yang berusaha keras bertahan hidup melawan mahluk-mahluk aneh yang sangat ganas. Xiu Qixuan bersembunyi dibalik sebuah pohon besar, dirinya menarik napas panjang dan melangkah diam-diam kearah sebaliknya untuk kabur.
Saat di langkah ketiga--sebuah bayangan melintas diatas kepala Xiu Qixuan.
'Bruk' Tubuh prajurit yang tewas melayang dan terjatuh didepannya.
"Tidak lagi," Gumam Xiu Qixuan pelan menghela napas panjang.
Xiu Qixuan berpura-pura tidak melihat dan melanjutkan langkahnya, tetapi mahluk aneh bertubuh besar yang memiliki wajah manusia bertubuh hewan--melangkah menghancurkan segala sesuatu dengan langkahnya yang berat.
Xiu Qixuan terdiam menahan napas dan menutup kelopak matanya saat mahluk aneh itu mendekatinya, napas mahluk aneh itu terdengar jelas dan terasa sangat dekat.
Setelah beberapa saat tidak merasakan apapun Xiu Qixuan membuka kedua kelopak matanya, Gadis cantik itu melihat mahluk aneh tadi berjalan pergi setelah membawa mayat prajurit dimulutnya yang memiliki taring tajam ke sebuah tempat yang sepertinya khusus menaruh mayat.
'Bukankah para monster ini terlalu cerdas?' Tanya Xiu Qixuan didalam hati
Suara pertarungan sebelumnya yang terasa sangat intens lama-kelamaan mereda, Xiu Qixuan memutar tubuhnya melihat kearah medan pertarungan itu. Prajurit yang sebelumnya bertarung mempertahankan hidup sudah banyak yang tewas tak bernyawa.
Xiu Qixuan menarik napas dan melangkah maju, dirinya tidak berniat kabur lagi. Bukan karena gadis cantik itu sengaja menantang maut, tetapi keberanian itu datang saat tahu para mahluk aneh itu tidak memangsanya, mungkin dirinya transparan disini?
Gadis cantik itu melangkah dengan teratur, berusaha tidak melihat hal-hal mengerikan yang sedang terjadi. Menghindar dengan santai saat mahluk aneh sedang melintas disampingnya.
"Mata mereka sepertinya rabun," Gumam Xiu Qixuan masih sempat dirinya mengejek para monster itu. Bukankah gadis itu harusnya bersyukur karena dirinya beruntung tidak dimangsa?
Xiu Qixuan melihat dijarak beberapa meter ada sepasang sayap berwarna hitam dan putih. Gadis itu berjalan menghampiri hal yang dia lihat sebelumnya.
Betapa terkejutnya saat kedua bola matanya bertatapan dengan sepasang mata milik seorang manusia.
Seorang pria tersungkur ditanah dengan banyak bercak darah disekitarnya. Xiu Qixuan mengerutkan kening kebingungan, apakah orang didepannya seorang manusia atau mahluk aneh lainnya?
"Kau tidak apa?" Tanya Xiu Qixuan ragu, itu adalah kalimat pertama yang dia tanyakan. Xiu Qixuan ingin melihat--apakah orang ini dapat menjawab pertanyaannya, kalau dapat menjawab berarti pria itu dapat melihatnya.
Pancaran kedua bola mata sendu menatap Xiu Qixuan, pancaran yang menyiratkan rasa kesedihan dan kesepian yang mendalam. Pria ini sangat menyedihkan!
Xiu Qixuan dengan gerak reflek melangkah mendekati pria didepannya, tetapi baru satu langkah dirinya mendekat--Xiu Qixuan memberhentikan langkahnya karena terkejut melihat pancaran yang awalnya sendu berubah menjadi pancaran menyeramkan penuh dendam dan kebencian.
"Kau dapat melihatku atau tidak?" Tanya Xiu Qixuan blak-blakan, mempertanyakan dirinya transparan atau tidak. Kalau tidak terlihat ada baiknya langsung kabur saja, kan?
"Mengapa?" Tanya pria itu kembali sendu dan menyedihkan seperti sebelumnya.
"Apa?" Tanya Xiu Qixuan kebingungan,
Xiu Qixuan tidak menjawab gadis itu kebingungan dan hanya diam mematung menunggu kalimat berikutnya.
"Mereka memperlakukanku layaknya monster, sekarang aku memperintahkan monster sungguhan untuk memperlakukan mereka dengan baik," Jelasnya dengan ceria, seakan-akan bangga akan perbuatan baiknya.
"Hahahaha, Menurutmu apakah sekarang aku sudah membalas semua kebaikan mereka?" Tanya Pria itu dengan tertawa senang.
Xiu Qixuan bergidik takut, orang ini sudah tidak waras! Lebih baik menghindarinya.
Melangkah mundur secara diam-diam tetapi Pria didepannya menyadari tindakan sekecil apapun, pria itu langsung beranjak berdiri menahan kedua bahu Xiu Qixuan dan mengguncangkan pelan.
"Kaupun takut padaku! Aku mencintaimu tetapi kau--kau malah meninggalkanku seorang diri! Kau membuatku lebih hancur!" Teriak pria didepannya dengan keras.
Xiu Qixuan melihat ekspresi pria didepannya dengan pandangan sendu menyiratkan rasa kasian, entah kenapa dirinya sama sekali tidak merasakan takut saat pria didepannya menyentuh bahunya tetapi Xiu Qixuan merasakan rasa bersalah yang teramat besar sampai membuat kedua bola matanya berkaca-kaca menahan tangis.
"Maaf," Satu kata itu keluar begitu saja dari mulut Xiu Qixuan.
Pria didepannya terdiam dan melepaskan kedua tangan yang sebelumnya memegang bahu Xiu Qixuan.
"Heh, Sekarang kau merasa bersalah. Tentu saja karena kau ikut andil dalam kehancuran ini," Ucap Pria itu tersenyum miring.
"Apakah kau merasa lega setelah melakukan semua ini?" Tanya Xiu Qixuan dengan suara bergetar, kedua bola matanya sudah berkaca-kaca menahan tangis. Xiu Qixuan tidak tahu kenapa dirinya tidak dapat dikendalikan sejak pria itu menyentuh bahunya.
"Jangan menangis. Kau tidak boleh menangis, aku tidak mengizinkannya," Ucap Pria itu menghapus air mata yang mulai mengalir dikedua pipi Xiu Qixuan.
"Aku tidak menangis," Elak Xiu Qixuan jujur karena dirinya sungguh tidak menangis, perasaan tak terkendali yang menyebalkan saat menemui pria ini yang membuatnya mengeluarkan airmata.
"Kau sebenarnya siapa?" Tanya Xiu Qixuan mencoba menelusuri wajah pria didepannya. Tetapi entah mengapa dirinya tidak dapat melihat gambaran atau guratan wajah pria ini.
"Bahkan kau tidak mengingat diriku," Ucap Pria itu sendu.
"Apakah aku melakukan kesalahan besar padamu?" Tanya Xiu Qixuan kembali
Pria didepannya terdiam cukup lama tetapi kemudian dirinya tersenyum dan menjawab dengan lembut,
"Tidak, lupakan ucapanku sebelumnya. Cintaku tidak mungkin bersalah padaku. Aku memang seperti angin, Diasingkan kepenghujung dunia. Memberontak melawan takdir, mencari pembenaran dan membalas dendam, menyebabkan kehancuranku sendiri."
"Sebenarnya untuk apa? Cintamu ini menjadi pedang bermata dua. Setelah semua yang dikorbankan tetapi semakin banyak kehilangan. Siksaan yang tiada akhir ini, Hentikanlah!" Ucap Xiu Qixuan dengan keras, gadis cantik itu sudah menangis terisak-isak.
Xiu Qixuan tidak mengenalnya tetapi perasaan bersalah dan kerinduan yang besar ini mengkontrol pikirannya untuk mengeluarkan kalimat itu begitu saja.
"Sudah terlambat, Xuan'er. Aku berharap dikehidupan selanjutnya dapat bersamamu melewati hari sebagai pasangan bahagia yang saling mencintai tanpa membawa dendam dan kebencian," Ucap Pria itu tersenyum mengusap air mata yang mengalir deras dikedua pipi Xiu Qixuan.
"Dikehidupan selanjutnya, Siapa yang takut dengan ujung dunia? Jika aku masih berada diposisi yang sama dan disana terlalu sunyi, Aku pastikan kau akan tetap bersamaku. Aku tidak akan membiarkanmu memiliki pilihan untuk pergi meninggalkanku lagi." Lanjut Pria itu menarik tangannya dari wajah Xiu Qixuan kemudian pria itu tersenyum melangkah mundur dan menghilang.
Xiu Qixuan mengulurkan lengan untuk menahan kepergian pria itu, dirinya menggelengkan kepala dan menangis dengan lebih keras.
••••••••••••••••
"XuanXuan, bangunlah. XuanXuan," Panggil Xiao Rou cemas melihat kondisi Nona besarnya diranjang yang sangat kacau ini.
Wajah Xiu Qixuan sangat pucat membuat Xiao Rou mengira majikannya jatuh sakit dan juga Xiu Qixuan terus menangis dalam tidurnya, membuat Xiao Rou khawatir dan cemas apalagi sejak tadi diguncangkan untuk membangunkannya pun tidak kunjung berhasil, tangisan Xiu Qixuan semakin keras membuat Xiao Rou cemas.
Baru saja Xiao Rou melangkah untuk memanggil Xiao Taoli, ucapan Xiu Qixuan menghentikannya.
"Jangan pergi, Maaf." Kalimat itu terus menerus keluar beberapa kali dari mulut Xiu Qixuan.
Xiao Rou mengguncangkan tubuh Xiu Qixuan dengan lebih keras, berusaha membangungkannya lagi.
Xiu Qixuan membuka kelopak matanya, terlihat bola mata jernih yang berair itu. Gadis Cantik itu masih menangis. Tetapi Xiao Rou menghela napas lega ketika melihat Xiu Qixuan sudah terbangun dari tidurnya.
••••••••••••••••••
Ini salah satu monster yang dilihat Xiu Qixuan sebelumnya.
Dalam mitologi Tiongkok tao wu adalah binatang buas dalam legenda kuno. Legenda ini adalah salah satu dari "empat kejahatan" di zaman kuno. Ia memiliki wajah manusia dan tubuh hewan, punggung harimau , punggung beruang , dan kekuatan tak terbatas.
https://bolong.id/
kira ada yang tahu ga nih, pria asing itu ada hubungan apa sama Xuan'er?
Xuan'er mimpi kejadian masalalu atau masa depan?