Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Perasaan Yang Kacau



Salju turun membanjiri tanah di daratan Ca Li, sejuknya cuaca hari ini membuat para manusia malas melakukan aktivitas keseharian mereka. Hanya ingin bergelung diselimut dan memakan sup daging panas untuk menghangatkan tubuh.


Ada satu hal lagi yang berbeda dari hari biasanya, para pelayan kebingungan menghadapi majikan sekaligus pemiliki Manor Xing tempat mereka bertugas.


Nona Besar Xiu yang biasanya sangat ceria dan membuat suasana kediaman menjadi hangat, hari ini menjadi sangat pendiam dan murung. Hampir semua Pelayan dan penjaga yang sedang bertugas di Manor Xing bertanya-tanya, ada apa dengan Nona mereka?


Tentu saja Xiao Rou dan Xiao Taoli adalah orang pertama yang menyadari perbedaan sikap majikan mereka. Kedua bawahan terpercaya Xiu Qixuan itu sudah beberapa kali mengajak Nona-nya berbicara atau bercanda seperti hari biasanya tetapi sang Nona hanya menanggapi singkat kemudian terdiam kembali.


Sebenarnya Xiu Qixuan hanya ingin menelaah kembali semua kejadian ajaib yang menimpanya ini. Nona Muda itu merasa mulai sekarang dirinya harus lebih berhati-hati menghadapi hal apapun. Mimpi buruknya semalam mungkin peringatan khusus untuknya.


Xiu Qixuan berpikir bahwa dia harus melepaskan semua sikap menyenangkan dan naif milik Alesha yaitu dirinya saat di Bumi. Dunia ini berbeda dari Bumi, hukum rimba sangat di junjung tinggi disini dimana yang kuat memangsa yang lemah.


Tanaman Bola Lotus Surgawi telah dia dapatkan, langkah pertamanya untuk menjadi kuat. Dirinya ingin membangunkan Baijin Hu dan Lao Yong di dunia kecil kipas emas.


Tetapi, untuk saat ini biarkanlah dirinya terlebih dahulu menata kembali perasaan yang sedang tidak karuan, mencoba kembali mendapatkan ketenangan dan memegang lebih banyak kendali akan hal yang sedang terjadi.


Xiao Taoli dan Xiao Rou sedang berada didepan pintu ruangan majikan mereka.


Pelayan dan penjaga pendamping milik Xiu Qixuan itu sedang menatap majikan mereka yang sedang merenung dibawah pohon bersalju.


Sudah beberapa kali mereka mencoba membujuk agar Sang Nona Besar kembali kedalam ruangan karena cuaca sedang tidak bagus untuk kesehatan apalagi Sang Nona Besar juga tidak memakai jubah hangat khusus musim dingin, seakan-akan Sang Nona Besar memiliki kulit yang sangat tebal untuk menghalau dingin.


Xiu Qixuan sedang tidak dalam kondisi yang baik, pikirannya sangat kacau. Disaat seperti ini biasanya dia akan mengalihkan perhatiannya dengan menonton banyak drama dan melihat photo wajah pria tampan diponselnya. Tetapi, di dunia kuno ini tidak ada ponsel yang dapat mengalihkan perhatiannya!


Suasana hatinya sangat kacau, saat menutup kedua matanya bayangan seseorang pria dimimpinya semalam terus menghantui-nya.


Xiu Qixuan memejamkan kedua matanya, terlintas bayangan yang berbeda dari sebelumnya. Dimana seorang lelaki yang memiliki aura menakutkan penuh kekejaman sedang diikat oleh suatu rantai.


Lelaki itu berteriak penuh amarah dan kebencian. Saat dirinya meronta--berusaha melepaskan jeratan yang mengikatnya, jeratan itu mengeluarkan cahaya putih perak yang membuat sang lelaki asing berteriak kesakitan.



Lelaki itu menolehkan wajah menatap sepasang bola mata jernih milik Xiu Qixuan. Pandangan yang menyiratkan kekecewaan dan kebencian padanya, tetapi itu hanya sekilas sebelum sang lelaki asing tersenyum licik penuh kemenangan.


Xiu Qixuan terdiam membeku melihat tatapan yang menurutnya cukup mengerikan. Kemudian Sang Nona Besar Xiu tesentak kaget terbangun dari kilasan bayangan mengerikan tersebut karena Sang Nona merasakan sebuah kain menyelimuti bahunya yang membuat tubuhnya merasakan kehangatan dan rasa nyaman.


Membuka kedua kelopak matanya dan menolehkan wajah kebelakang melihat siapa yang menyelimuti tubuhnya dengan jubah hangat. Xiao Taoli tidak mungkin seberani itu menyentuhnya dan Xiao Rou juga sudah menerima peringatan agar tidak menganggunya saat ini.



Xiu Qixuan menolehkan wajah kebelakang dan melihat wajah tampan milik seorang pria yang sangat dia kenal.


"Ji Gui," Gumam Xiu Qixuan pelan, membuat Sang Guru Tampan menyentil keningnya karena panggilannya yang tidak sopan.


Xiu Qixuan mengusap keningnya merengut kesal kemudian menolehkan wajah kearah lain seakan tidak ingin melihat Ji Gui sang pengganggu.


Ji Gui memperhatikan reaksi muridnya itu, dirinya sangat jelas merasakan perbedaan Sang Nona Besar karena Xiu Qixuan yang biasanya akan terus berceloteh menggodanya atau memarahi semua orang yang mengusiknya, sekarang gadis cantik ini hanya diam saja walaupun wajahnya menunjukan ketidaksukaan karena diusik.


"Lihatlah, angin dan salju ini seakan saling menyemangati." Ucap Ji Gu mendongakan kepala keatas menatap langit yang sedang turun salju.


Xiu Qixuan menolehkan wajah sebentar kearah sang guru tampan sebelum dirinya kembali mengarahkan pandangan kearah lain.


'Tidak tahu ya, Aku sedang malas bicara! jangan mengajakku berbicara saat suasana hatiku sedang buruk atau istilah lainnya aku ini sedang badmood! Pria kaku ini memang tidak peka!' Gerutu Xiu Qixuan dalam hati.


Ji Gui menghela napas panjang karena usaha awalnya untuk membuat topik obrolan gagal.


"Kau tahu tidak? Aku ini sedang ingin menghiburmu," Ucap Ji Gui berterus terang mengutarkan niatnya.


Xiu Qixuan yang mendengar ucapan itu langsung menoleh dan menatap Ji Gui dari atas sampai bawah.


'Yang benar saja? Cara menghibur seperti apa itu? menggunakan kalimat rumit diawalan untuk menyemangatiku, kalau aku ini terlalu bodoh mungkin tidak akan mengerti. Tapi aku baru melihat cara menghibur seperti ini,' Gumam Xiu Qixuan dalam hati tetapi dirinya merasa sedikit lebih baik.


Pancaran kedua bola mata Xiu Qixuan menyiratkan rasa geli, Ji Gui yang melihatnya mengira Xiu Qixuan sedang mengejeknya. Aiya, sebenarnya perkiraan Ji Gui cukup tepat sasaran bahwa Xiu Qixuan sedang mengejek caranya menghibur seorang gadis.


Ji Gui datang ke Kediaman Utama Xiu saat tahu bahwa muridnya sudah pulang mengikut perjalanan bisnis Sang Kakak Kedua.


Ji Gui orang yang sangat disiplin tidak ingin mempunyai murid yang suka membuang-buang waktu akan kesenangan dan tidak belajar dengan baik, alhasil membuatnya datang ke Kediaman Jenderal Besar untuk mengajarkan muridnya yang pemalas tapi cerdas ini.


Dirinya tiba di Manor Xing, Ji Gui merasakan suasana Manor yang biasanya ceria menjadi begitu suram, Dirinya juga melihat kedua bawahan muridnya sedang gelisah dan cemas.


Sang Murid pun sedang berdiri dibawah sebatang pohon dengan kedua mata terpejam. Saat berjalan melewati gerbang Manor, Pelayan Pendamping sang murid yang bernama Xiao Rou menghampirinya dan berbicara meminta bantuan untuk menghibur sang majikan yang sedang murung entah karena apa.


Xiao Rou juga memberikan Jubah hangat khusus musim dingin untuk diberikan ke Sang Nona.


Ji Gui dengan cepat menyetujui permintaan itu. Keanehan pada dirinya terjadi lagi karena tidak suka sang murid bersedih ataupun menjadi pemurung.


Disampirkannya jubah hangat itu dibahu Xiu Qixuan. Sebenarnya Ji Gui salah paham maksud Xiao Rou, Xiao Rou hanya ingin Ji Gui membujuk dan memberikan jubah hangat pada Xiu Qixuan bukannya ingin sang guru majikannya memakaikan mantel kepada Sang Nona.


Xiu Qixuan tersenyum kecil mendengar ucapan Ji Gui yang berterus terang sebelumnya.


"Guru, bukankah caramu menghibur cukup aneh? Tapi tidak apa, aku sangat terhibur." Ucap Xiu Qixuan tersenyum dengan pancaran mata geli kearah Ji Gui.


Tetapi senyum itu menghilang dan hanya menyisakan wajah datar, cepat sekali suasana hati Xiu Qixuan berubah. Sebenarnya Xiu Qixuan belum merasa baik, masih terasa ada sesuatu berat yang menghimpit hatinya, menyesakan dada dan membuat pikirannya kacau.


Tanpa persetujuan dan Salam hormat, Xiu Qixuan melangkah pergi untuk masuk kedalam ruangan pribadinya.


Ji Gui mengerutkan kening antara bingung dan tidak suka akan perilaku Xiu Qixuan yang tidak sopan.


Xiu Qixuan memasuki ruangan pribadinya diikuti Ji Gui dari arah belakang. Xiao Rou dan Xiao Taoli hanya menunggu berdiri didepan pintu ruangan, mereka dapat merasakan situasi yang cukup tidak mengenakan diantara murid dan guru itu.


Sampai didalam ruangan yang biasanya mereka pakai untuk belajar kesenian dan berbagai bidang.


"Sebenarnya ada apa denganmu? Walaupun kau memiliki keluhan juga tidak baik untuk bersikap tidak memenuhi etiket dasar," Ucap Ji Gui memberikan nasihat agar Xiu Qixuan tetap mengkontrol sikapnya disituasi apapun.


"Etiket? Apa itu lebih penting disaat seorang manusia sedang dalam kondisi tidak baik!" Balas Xiu Qixuan dengan tatapan tajam seakan kesal membahas etiket yang mengkekangnya.


"Tentu saja sangat penting! Kau bisa ditertawakan jika tidak memiliki etiket! Akupun akan malu mempunyai murid yang tidak memiliki etiket kesopanan sepertimu!" Jawab Ji Gui dengan sarkas yang kali ini sangat menyakiti hati Xiu Qixuan yang sedang sensitif.


"Jadi --jadi maksud guru selama ini guru malu memiliki-ku sebagai murid?" Tanya Xiu Qixuan dengan sendu dan napasnya tidak beraturan, sesak sungguh sesak dadanya Ji Gui menambah kekacauan didirinya.


"Tidak, bukan begitu maksudku," Elak Ji Gui, dirinya kaget melihat tatapan kekecewaan dari sepasang mata jernih itu.


"Qixuan, Kau tidak sendiri! Jika memiliki keluhan kau dapat mencurahkannya kepada keluargamu, kedua bawahanmu yang sejak tadi sangat mencemaskan kondisimu, ataupun kepada diriku," Ucap Ji Gui dengan lembut menatap kedua bola mata jernih milik gadis cantik didepannya.


"Nyatanya aku sendirian," Jawab Xiu Qixuan dengan kedua bola mata menyiratkan kesepian yang mendalam.


Gadis itu memang sendirian di Daratan Ca Li, tidak ada yang dapat mengerti dirinya. Saat bercerita pun tidak akan ada yang percaya dan benar-benar mendengarkannya.


"Aku terbata-bata karena dunia yang kacau ini," Gumam Xiu Qixuan pelan yang masih dapat didengar jelas oleh Ji Gui.


Ji Gui terdiam membeku mendengar kalimat yang dilontarkan muridnya. Memang tidak ada hal yang berubah dari awal sampai akhir, Dunia ini memang kacau dan mengerikan.


"Xuan'er," Panggil Ji Gui dengan lembut dan tatapannya yang dalam kearah Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan mendongakan wajah membalas tatapan Ji Gui.


"Tidak perlu mengekang masa mudamu, biarkan saja suara tawamu terdengar keseluruh dunia yang kacau ini," Lanjut Ji Gui kepada Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan terdiam membeku, benar apa yang dikatakan Ji Gui. Kalau dunia ini kacau apakah dirinya juga harus ikut kacau? Dunia kacau ini tidak dapat mengekangnya! Sebelum tiba disini dirinya adalah Alesha yang memiliki kehidupan normal dan sikap menyenangkan. Membuang Alesha dari hidupnya berarti dia membuang diri aslinya.


Xiu Qixuan berjalan cepat kearah Ji Gui dan menubruk tubuh Ji Gui, dirinya menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Sang Guru.


Gadis itu sepertinya sedang menangis didalam pelukan sang guru.


Ji Gui terkejut mendapatkan tindakan tak terduga dari Xiu Qixuan tetapi entah kenapa dirinya dengan cepat kembali rileks dan membalas mendekap tubuh Xiu Qixuan.



•••••••••••••••


btw mau curhat sedikit sebenarnya author blum menentukan male lead atau pasangan Xiu Qixuan disini, karena kedepannya akan ada beberapa pria lagi yang akan ditemui Xiu Qixuan dipetualangannya di Dunia Kuno ini. Biarkan nanti kalian bantu memilih sajalah, karena akupun sendiri bingung tidak bisa memilih antar pria tampan haha.