
Malam Harinya, Pertemuan dengan Permaisuri dan Selir Tinggi Kekaisaran.
Dengan musik, aula pertemuan menjadi lebih ribut dan semua gadis muda berdiri dan mulai masuk. Suasana jamuan malam ini terasa lebih intim ketika hanya di isi oleh para gadis saja, ini berbeda dari perjamuan besar biasanya.
Lilin dalam lentera menerangi merah ruangan. Kursi dengan meja tempat para kandidat tersusun rapih melingkari podium yang berisikan tempat tertinggi untuk Permaisuri dan Selir Kekaisaran di bawahnya. Porselen dengan cangkir arak sudah di siapkan diatas meja secara teliti oleh para pelayan istana. Semua sempurna!
Kecuali satu hal....
Suara tawa dari para gadis muda terdengar menyala terang memenuhi sekitar ruangan. Tawa itu begitu ceria, begitu mengoceh, seolah-olah tidak ada rasa sakit di dunia, dan seperti bunga musim semi yang pernah cemerlang. Mereka saling memasang topeng untuk menyembunyikan cemohan dalam hati. Menjengkelkan untuk terus berada di tempat penuh muslihat ini!
Padahal acara belum di mulai, Permaisuri dan Para Selir belum menunjukkan batang hidung mereka. Tetapi, Xiu Qixuan sudah jenuh sendiri.
"Bagaimana penampilanku?" Su Yiyang merapihkan sabuk pakaiannya dan dengan gugup jari-jemari halusnya menyentuh surai rambut yang tertata indah.
Xiu Qixuan menghela napas bosan. Dia melihat Su Yiyang dengan memutar bola matanya malas. "Sangat menawan sampai bisa mengusir roh jahat!" Ketusnya.
"Tck, pujian terbalut hinaan semacam apa itu?" Mata Su Yiyang menyipit tak senang, dia mengeluh dengan nada sewot. "Aku juga tidak mau berusaha keras seperti ini. Tapi, setidaknya aku harus bertahan sampai putaran terakhir dalam kompetisi. Kalau tidak aku akan di kirim ke kuil! Katanya ini kesempatan terakhirku untuk mendapatkan suami. Ugh, ayahku sungguh kejam 'kan?" Pipinya mengembung jelas menunjukan bahwa dia sangat amat kesal.
"Ya, terserah kau saja. Namun, kusarankan untuk menjadi lebih tenang dan tutup mulutmu jika tidak ingin kalah di awal putaran kompetisi." Xiu Qixuan berbicara malas dengan sedikit memejamkan kedua matanya. Ah, dia sangat mengantuk! Sungguh tidak ada istirahat untuknya hari ini. Saat kembali dari Aula Dian Yong Shi, dia sudah di seret oleh Chao Momo untuk bersiap dalam perawatan merias diri selama tiga jam.
Su Yiyang mencondongkan tubuhnya mendekat, dia berbisik tepat di telinga Xiu Qixuan. "Kau belum menceritakannya padaku. Apa yang sebenarnya terjadi denganmu dan sepupuku sampai bisa bertemu Shang Shufei niangniang secara pribadi?" Ucapnya sedikit menuntut penasaran.
Tanpa membuka matanya, Xiu Qixuan berdeham untuk menjawab tak acuh. "Engh, aku tidak akan terpengaruh untuk menceritakannya padamu. Dasar penggosip ulung!"
Mendecih. Su Yiyang menarik tubuhnya menjauh. Dia menatap kesekitar sampai pandangan matanya tak sengaja berbenturan dengan mata terkulai milik Duan Maiqiu yang berada di sebrang terduduk manis di sebelah Yao Anran.
"Hei, Qixuan!" Secara spontan Su Yiyang menepuk lengan atas Xiu Qixuan. "Bukankah kaki si merah itu terluka? Dia datang tanpa mambawa kruk penyangga." Ujarnya.
"Entahlah, mungkin dia terlalu lemah untuk menjadi majikan." Xiu Qixuan menanggali dengan malas. Ia sedikit membuka matanya untuk memandang kearah Duan Maiqiu. "Hmm, itu wajar ketika dia tidak bisa membantah kata-kata pengasuh tua dan pelayan pendampingnya. Dengan mendapatkan luka seperti itu, kualitas yang dia milik berkurang drastis, dia bisa saja tidak akan berguna untuk pernikahan politik lagi jika itu di ketahui oleh orang lain."
Xiu Qixuan melanjutkan dengan seringai penuh arti, "Walaupun Keluarga Duan kaya raya, namun beberapa tahun belakangan ini mereka berada dalam kemacetan. Mereka membutuhkan keluarga lain untuk memperluas pengaruh dan koneksi, agar kebuntuan itu dapat teratasi. Semua hal yang mereka inginkan jelas akan mudah di dapatkan dari pernikahan politik." Bisik Xiu Qixuan pada Su Yiyang yang hanya memanggut-manggut menyembunyikan ekspresi puasnya.
"Aiya, pikiranmu selalu dalam. Tapi, bagaimana pandapatmu mengenai sepupu perempuanku? Sejak tadi dia terlihat merenung dan tidak fokus." Su Yiyang berbicara penuh perhatian dengan menatap Yao Anran.
Menyadari sesuatu yang tersirat dari kalimatnya. Mata Xiu Qixuan menyipit tajam kemudian mendengus sebal. Ah, tanpa sadar dia berbicara terlalu banyak. Karena terlalu terlarut dengan suasana percakapan yang di bawakan oleh Su Yiyang. "Trik murahan itu tidak bisa di pakai dua kali untuk orang yang sama, Yiyang."
"... Sudah kubilang aku tidak akan mengatakan apa pun padamu mengenai persoalan sepupumu dan Shang Shufei. Kalau kau sebegitu penasarannya, tanyakan saja sendiri pada Anran." Xiu Qixuan berceloteh panjang dengan dengusan kesal.
Mengerucutkan bibirnya, Su Yiyang balas mendengus kasar. "Ya sudah, padahal aku ingin memberitahumu mengenai rahasia pembatalan pertunangan pangeran pertama tujuh tahun yang lalu."
"Apa?!" Mendengar kata-katanya, Xiu Qixuan bereaksi spontan menegapkan tubuhnya. "... Pangeran pertama punya tunangan?" cicitnya terkejut.
"Ceritakan padaku!" sentak Xiu Qixuan menuntut. Suaranya begitu keras sampai mengundamg perhatian sekitar untuk melihat mereka. Menyadari itu, Xiu Qixuan melanjutkan perkataannya. "Ah, tentu tidak di sini." bisiknya.
Cekikikan Su Yiyang berkata senang: "Ya, ya. Tapi kau harus menjawab pertanyaanku tadi."
Memandang dengan dahi menghitam, Xiu Qixuan menjawab. "Sepakat, setelah kau memberiku informasi itu terlebih dahulu."
"... Karena aku bukan orang berhati sempit. Aku akan memberitahumu satu detail." Xiu Qixuan mengerjap dengan berbicara sombong. "Yao Anran mendaftarkan diri untuk membantu di balai pengobatan istana kekaisaran selama seminggu sebelum hari putaran pertandingan kompetisi di mulai."
Brakk...
"Apa?! Yang benar saja?!" Su Yiyang terkejut tak percaya dengan tangan menggebrak keras sisi atas mejanya, menyebabkan suara berdenting dari kayu dan cangkir.
Putaran pertandingan akan di mulai dengan kompetisi melukis dari para kandidat yang akan di nilai oleh Permaisuri, Puteri Mahkota, Para Selir dan beberapa sarjana tua yang memiliki kedudukan tinggi di istana. Dan itu akan berlangsung minggu depan, selama waktu luang, tujuh hari yang di berikan—para kandidat biasanya akan mempersiapkan segala hal untuk menang. Namun, dalam kurun waktu tersebut Yao Anran malah menjadi sukarelawan di balai pengobatan? Itu sangat mengejutkan!
"Sstt, kau berisik sekali! Itu—"
Kalimat Xiu Qixuan terjeda ketika suara kasim istana melengking keras membuat pemberitahuan kedatangan petinggi.
Pintu terbuka. Menunjukan penampilan mewah penuh kilauan menawan.
"Yang Mulia Permaisuri. Yang Mulia Pangeran Mahkota. Wei Guifei niangniang. Dan, Shang Shufei niangniang. Memasuki ruangan."
Dalam hati semua orang bergelombang di penuhi oleh riak pertanyaan, Mengapa putera mahkota ikut hadir di sini? Dimana Puteri Mahkota?
Namun semua gadis begitu terlatih untuk sontak berdiri, kemudian mereka membungkuk memasang postur yang tepat secara bersamaan menyapa dengan gerakan elegan.
"Berkah seribu tahun untuk kekaisaran. Kami memberi hormat pada Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Pangeran Mahkota dan Kedua Niangniang."
"En, sangat bagus! Kalian bisa bangkit!" Suara Permaisuri di penuhi oleh pancaran keagungan yang menakjubkan.
"Terimakasih Yang Mulia!" Semua gadis berdiri tegak menunjukan wajah menawan mereka yang penuh oleh riasan indah.
Pandangan lekat Permaisuri begitu membebani, Ia dengan cepat meneliti seksama kearah barisan para gadis.
"Begitu banyak bunga, namun yang kucari adalah sebuah permata untukmu dan Qi'er." Permaisuri bersuara rendah untuk berbicara pada putranya yang berdiri di samping.
"Tentu saja, Ibunda. Tapi ingat, seorang gadis muda bukanlah permata sungguhan. Mereka selalu dapat menyembunyikan cakar mereka dengan baik untuk saling menyerang kemudian." Suara bariton rendah terdengar menggelitik berat, menyembunyikan ketajaman khusus ketika dia menanggapi sang permaisuri.
•••••••••••••••••••••