Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Penampilan Langka Seperti Monster?



Taman Belakang Istana Kekaisaran, Sore Hari.


Langit tanpa awan, matahari sore bagai emas. Angin sepoi-sepoi membawa aroma kemeriahan yang manis. Semua sudut penuh hiasan indah, para pelayan dan kasim kecil yang berlalu-lalang menyediakan semua keperluan dengan terampil. Para penjaga yang berdiri mengawasi dengan mata tajam bak elang memastikan seluruh keamanan.


Taman ini seperti kebun bunga yang dekat dengan aliran danau yang berada di bukit belakang Istana Kekaisaran. Orang-orang yang sudah datang akan tersenyum, memandang bunga dan menikmati pemandangan air.


"Anda sungguh tidak ingin memakai lebih banyak perhiasan, nona? Penampilan anda kali ini terlalu sederhana, 'kan." Xiao Rou berbisik menawarkan beberapa hal sembari tetap berjalan di belakang sang majikan.


"Tidak perlu. Rendah hati yang berlebihan juga merupakan sebuah keangkuhan. Aku penasaran bagaimana mereka akan menilaiku lewat penampilan sederhana yang tanpa taburan emas dan berlian. Apakah mereka menyebutku angkuh atau dungu?" Dia berasumsi dalam nada bicaranya yang datar, dalam hal ini percikan hawa dingin melintasi sudut alisnya yang melengkung tajam.


Mendengar itu, secara spontan Xiao Rou menunduk untuk menahan senyum. Dia hanya merasa nona-nya melakukan hal yang begitu sia-sia.


Karena dalam riasan yang sederhana Xiu Qixuan berjalan dengan sangat percaya diri. Bahkan jari-jarinya dapat membuat pakaian yang sederhana terlihat seperti gaun emas mewah berkualitas tinggi. Tidak ada yang akan menyadari apa arti kesederhanaan ketika yang ada pada dirinya adalah keeleganan seorang bangsawan.


Melewati jalan yang sedikit berbatu untuk menuju taman belakang istana. Xiao Rou sekali lagi bertanya, "Apa yang akan anda lakukan untuk pemilihan akhir, Nona? Keputusan apa yang anda buat mengenai ini sekarang?" Nada suaranya terdengar penuh ketegangan, dia jelas menunjukan kecemasan.


Langkah kaki Xiu Qixuan tiba-tiba berhenti. Dia memutar tubuhnya untuk menatap Xiao Rou, membuat sang gadis pelayan itu mengerjap bingung.


"Keputusanku...," Raut wajah serius di wajah cantik itu perlahan berubah menjadi seringai lebar. Ketika dia menepuk bahu Xiao Rou seperti berniat menenangkan. "Yaitu tidak memutuskan." Ujarnya dengan pancaran penuh jejak keusilan. "Sudah, jangan cemas! Cepat bergegas atau aku akan terlambat." Setelah menyelesaikan perkataannya, Xiu Qixuan segera memutar tubuhnya kembali dan melangkah dengan tak acuh.


Melihat punggung sang nona yang menjauh, Xiao Rou spontan berbicara sedikit keras. "Saya mohon jangan gila, Nona!" Pekiknya sembari berlari untuk menyusul.


Dari balik tubuhnya, Xiu Qixuan tertawa terbahak-bahak. Dia sempat menoleh dan balas berkata, "Wajarkan aku menggila ditempat seperti ini."


Memasuki taman yang seperti ladang penuh bunga. Xiu Qixuan menahan napas ketika melihat keramaian diujung jalan. Orang-orang berkerumun dan saling berbincang dengan menatap kagum ke satu sudut arah.


Diatas aliran hulu sungai yang membentuk bentangan danau luas. Kapal mewah dengan geladak cukup besar menurunkan jangkarnya di tepian, itu dapat menampung kapasitas seratus lebih orang.


"Kaisar mengubah waktu acara untuk membuat jamuan diatas air." Xiao Rou berbicara dengan tenang.


Xiu Qixuan berdeham. Dia berjalan semakin mendekati kerumunan. "Tch, terlalu banyak air keruh disini." Sebuah decakan lolos dari bibirnya ketika matanya berbenturan dengan satu orang yang mengerling usil.


Di bawah salah satu pohon rindang, sosok pirang dengan mata biru bak lautan itu berpenampilan norak, sia-sia saja ketampanannya ketika itu semua tertutup oleh riasan yang berlebihan. Dia mengangkat kipas di genggaman dan tersenyum jahil kala melihat kedatangan Xiu Qixuan di ujung jalan.



Dalam resonasi ini, Xiu Qixuan segera memalingkan wajah, berpura-pura tak melihat. Dia juga memutar poros langkahnya menjadi berbelok ke kanan untuk tak lewat depan Si Pirang.


Melihat keberadaan pria itu di sini, dapat dipastikan Kaisar juga menghadirkan para pangeran untuk ikut serta.


"Qixuan!" Di depan sana, Su Yiyang melambaikan tangan dengan semangat ketika melihat bayangan sang teman sepersialan. Terdapat juga Yao Anran dan Duan Maiqiu di sisi gadis itu.


"Kenapa terlambat?" Yao Anran bertanya dengan perhatian kala Xiu Qixuan sudah berdiri di depan mereka.


Pletak!


"Duh, apasih kau ini?!" Xiu Qixuan meringis jengkel pada Su Yiyang yang tiba-tiba memukul kepalanya.


"Bisa-bisanya kau tidur di situasi seperti ini?" Su Yiyang memelotot tak percaya. "Kau lihat aku! Kau lihat jari-jariku!" Dia mengangkat tangannya yang penuh akan tinta dan luka dari jarum untuk menyulam. "Lihat ayahku disana! Harusnya aku mengakhiri penderitaanku hari ini dan pulang untuk bermain. Tapi, tidak bisa! Jika gagal sekarang dan disaksikan langsung oleh ayahku." Ujarnya dengan sangat frustasi menunjuk kearah salah satu punggung pria paruh baya yang mengenakan jubah brokat merah formal, itu adalah pakaian khusus bagi menteri berperingkat tiga dan empat untuk hadir di pengadilan istana.


Xiu Qixuan balas menertawakan rasa frustasi Su Yiyang dengan gembira.


Itu wajar melihat Menteri Su disini karena hanya para menteri peringkat satu sampai empat saja yang diundang untuk ikut dalam menyaksikan penilaian akhir ini.


Tiba-tiba, suara keramaian di sekitar menjadi memberat hening. Membuat dahi Xiu Qixuan berkerut tak nyaman, dia dengan cepat memutar tubuhnya untuk melihat kearah perginya pandangan orang-orang tertuju.


Suasana magis menyergap datang, sosok pria menawan dengan rambut peraknya yang tertiup angin menampilkan guratan wajah indah yang terlalu luar biasa itu begitu cemerlang. Bahkan bunga musim panas seperti kalah mempesona dari sosoknya. Dia berjalan menunduk seperti orang ketakutan. Jelas bahwa dia tidak nyaman berada di tempat ini, tapi untuk apa dia memaksakan diri begitu kemari.


Xiu Qixuan sejenak terkejut menatap pria itu dari tempatnya berdiri.


Dalam hal ini, sebuah diskusi tanpa akhir terdengar. Orang-orang saling berbisik menyembunyikan getaran menahan jijik.


"Lihat penampilan aneh itu! Siapa yang datang?"


"Bukankah itu Pangeran Ketiga? Atas kebijaksanaan Kaisar memberi hak yang sama dengan membebaskan kurungan yang dijalani Pangeran Ketiga pagi ini."


"Kaisar tidak kekurangan seorang putra, mengapa juga tiba-tiba memberi perhatian pada makhluk aneh?"


"Pangeran Ketiga terlihat menakutkan. Siapa gadis sial yang akan menikah dengan monster sepertinya?"


"Ugh, aku lebih baik menikah dengan prajurit kecil saja daripada memiliki keturunan dengan seorang monster."


Kilatan besi dingin menari-nari di mata Xiu Qixuan kala mendengar obrolan yang tak menyenangkan itu membuat dia ingin memukul orang. Tidak adakah terbesit rasa iba pada Si Putih yang sangat menyedihkan itu? Jelas mereka tidak tahu bahwa Kaisar yang mereka banggakan itulah yang kelakukannya seperti monster sungguhan.


"Dungu sekali! Padahal penampilan Pengeran Ketiga terlihat begitu langka. Dia juga tampan dan pendiam. Hmph.., kalau begitu aku saja, gadis sial yang akan menikah dengannya." Tiba-tiba, Su Yiyang berceloteh sangat keras untuk didengar para kandidat lain yang berdiri tidak jauh di samping mereka. Dia sekilas melirik sinis dengan melengkungkan seringai angkuh sembari menekuk kedua lengan di depan dada kemudian kembali melemparkan tatapan berbinar penuh rasa penasaran pada sosok Pangeran Ketiga, Shen Yuan Zi.


Mendengar itu, sontak Xiu Qixuan menoleh, bibirnya berkedut menahan tawa kala menyaksikan respon Su Yiyang. Gadis ini memang selalu memiliki pikirannya sendiri.


"Ya, kalau kau menikah dengannya. Aku, Xiu Qixuan akan lebih menghormati Su Yiyang sebagai panutan." Balas Xiu Qixuan dengan kerlingan jahil. Menepuk-nepuk bahu Su Yiyang seperti memberi dukungan serius.


Su Yiyang mendengus sombong. "Bagus, kirimkan kakak perempuan ini banyak hadiah mewah untuk pernikahan." Ujarnya kemudian sejenak mereka berdua saling melihat dan berakhir tertawa terbahak-bahak.


•••••••••••••••••••


A/N: Rumah author baru kembali tenang setelah ramai oleh saudara2. Crazy up hari rabu atau kamis, stay tune!