Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Seperti Seutas Benang Takdir II



Pria berbaju putih itu balas berkata dengan ringan, "Hari yang sangat cerah dengan angin berhembus kencang membawa kedua tamu tidak diundang datang kemari." diiringi dengan senyum tipis diwajah tampan itu.


Tetapi, entah mengapa tatapan yang dikeluarkannya begitu mengintimidasi dan sangat mendominasi lawan bicaranya.


"Karena kalian sudah datang, mengapa tidak beristirahat sejenak untuk menikmati jamuan sederhana yang kami sediakan?" Lanjut pria berbaju putih itu yang terlihat begitu dermawan dan baik hati saat tawaran itu keluar dari bibirnya.


Kun Qi Bo mengernyitkan kening, dia merasa sedikit kejanggalan. Dia merasa tindakan pria ini adalah untuk menahan atau menyelidiki mereka karena sudah berani menerbos masuk pintu penghalang spritual itu.


Sedangkan, Sima Xiahou balas tersenyum tipis dan balas berkata dengan sungkan dan hormat, "Terimakasih atas kemurahan hati anda, Tuan."


Sima Xiahou tentu mengetahui dengan jelas, tetapi sangat disayangkan karena sudah berjalan masuk—tidak akan mudah berjalan keluar.


Kemudian pria berbaju putih itu membawa mereka kedalam sebuah aula besar yang megah nan mewah. Sebagai pengelana jauh Sima Xiahou dan Kun Qi Bo tentu sudah memiliki banyak pengetahuan dan sering menikmati keindahan yang tersebar diantara ketiga kekaisaran, tetapi Sekte Xitian sangat berbeda.


Sejak dari pelataran masuk dan dalam ruangan memiliki pancaran kemuliaan dan ketenangan. Seakan tempat ini begitu tinggi dan bersih tidak terjamah tindakan kotor para manusia tamak nan rakus.


Tidak ada sedikitpun kesombongan dari semua abdi dalam Sekte, hanya ada kerendahan hati dan kesopanan.


Beberapa orang dengan cekatan menyedikan jamuan diatas meja kudapan. Tetapi, jamuan yang disediakan sangat berbeda. Beberapa kreasi masakan semuanya terbuat dari sayuran. Tidak menyediakan daging sedikitpun, tentu kedua orang tamu ini akan mengerti bahwa Sekte Xitian sangat ketat dalam menjalani ajaran.


Kun Qi Bo dan Sima Xiahou hanya menatap untuk berkomunikasi dalam diam, mereka menjadi bingung karena diperlakukan dan dijamu begitu baik dan hangat. Apakah mereka adalah seorang tahanan atau tidak? Mereka tidak mengerti, jenis perlakuan apa ini.


"Silakan dinikmati jangan sungkan," Ucap pria berbaju putih saat melihat Sima Xiahou dan Kun Qi Bo hanya terdiam.


Karena tidak memiliki pilihan Sima Xiahou dan Kun Qi Bo hanya mengikuti arus yang dibawa oleh sang pria berbaju putih tersebut.


Semua alur perbincangan berjalan mulus sampai akhirnya Sima Xiahou menjelaskan kepada Shi Min mengenai awal-mula mereka menerobos masuk. Mengutarkan niatnya yang tertarik pada Sekte Xitian.


Sebenarnya itu tidak dapat dikatakan menerobos paksa karena mereka tidak memberi dampak kerusakan yang negatif dilingkungan dalam Sekte.


Bahkan dengan polos dan bodohnya Sima Xiahou berkata, "Mungkin kekuatan di gerbang tak berpintu itu melemah atau terjadi sedikit kerusakan."


Shi Min membuka kipas lipatnya untuk menutupi setengah bagian wajahnya, dia mendengus tajam dan geli.


Bagaimana mungkin? Kekuatan seorang dewi surgawi tertanam digerbang tak berpintu itu, selama seratus tahun dalam empat generasi sekte—belum pernah muncul orang yang berpikiran bodoh seperti Sima Xiahou.


Sampai akhirnya seorang lelaki paruh baya memasuki pintu aula megah nan mewah, semua mata yang berada di dalam ruangan ini langsung tertuju padanya dan menunduk hormat.


"Menyambut kedatangan Ketua Sekte," Ucap mereka secara serentak.


Sima Xiahou dan Kun Qi Bo tidak ikut berucap tetapi mereka mengikuti memberi postur hormat.


Lelaki paruh baya itu memancarkan aura mulia yang agung. Seperti seorang terpelajar muda yang sopan dan rendah hati.


Dia memberi senyum lembut dan hormat kepada kedua tamu yang tidak diundang ini.


Kemudian suaranya yang sejernih aliran sumur yang dalam dan tajam mengalun, "Maafkan atas ketidaksopananku yang terlambat menjamu kalian secara langsung."


Shi Min yang sangat ahli dalam pertempuran dan strategi, anak lelakinya itu bahkan memiliki sifat kepemimpinan yang begitu heroik. Sedangkan, Shi Peiyu yang sangat luwes dalam berpedang dan cerdas tanggap mengetahui niat jahat seseorang.


Sangat miris karena Shi Feng yang sekarang tidak akan mengetahui bahwa Sekte Xitian yang sangat dijaga olehnya akan hancur lebur dimasa kepemimpinan sang anak.


Beberapa jam kemudian hari sudah menjadi gelap, bulan dan bintang berkelip menggantung diatas cakrawala langit malam.


Dengan kemurahan hati Ketua Sekte, Kun Qi Bo dan Sima Xiahou diperbolehkan untuk tinggal semenatara di Halaman Ruo Yi Ge yang memang disediakan untuk tamu.


Ketika sudah memastikan kepergian kedua tamu tak diundang itu, Shi Feng berkata pada anaknya, "Min'er, jaga mereka. Aku akan pergi ke kuil Dewi Yinxi untuk meminta jawaban terkait kekuatan gerbang Zhiwu yang dapat diterobos oleh pria itu." Setelah mengatakan itu dia mengepak lengan bajunya dan berlalu pergi.


Pada tengah malam Sima Xiahou yang tidak bisa tidur memilih untuk berjalan keluar di pelataran Halaman Ruo Yi Ge untuk mencari angin.


Tetapi dia menemukan bahwa ada beberapa murid Sekte mengawasinya dengan sangat ketat.


Walaupun seni bela dirinya tak memiliki dasar ilmu yang kuat, tetapi dirinya merupakan orang paling berbakat di Nanbao. Apalagi dia adalah seorang pengelana jauh, keaslian dan maksud seseorang dapat terlihat lebih jelas dipandangannya yang sudah bertemu dan berhadapan dengan berbagai jenis orang.


Akhirnya Sima Xiahou memilih untuk masuk kedalam kamarnya kembali. Mematikan semua lilin dan penerangan lainnya agar para mata itu menjadi buram dalam mengawasi.


Dua hari berlalu dengan cepat dan mereka masih tinggal di Sekte Xitian, saat mereka mengutarkan niat ingin melanjutkan perjalanan. Ketua Sekte ataupun Shi Min akan mengalihkan topik memberi banyak alasan yang menahan mereka.


Itu membuat Sima Xiahou geram, sepertinya dia benar-benar dijadikan tahanan.


Tetapi itu tidak buruk juga saat dirinya melarikan diri dari pengawasan dan menjelajah kesetiap sudut Sekte Xitian. Menambah banyak pengetahuan baru dan mempelajari beberapa keahlian baru, mengendap seperti seorang pencuri di dalam penjara yang masih diam-diam beraksi.


Sampai akhirnya tepat sore itu matahari memancarkan cahaya jingga yang indah.


Sima Xiahou berjalan dijalan setapak yang mengarah kesudut belakang Sekte Xitian, dia mendaki sedikit keatas Gunung Kong.


Yang mengejutkan adalah dia melihat Ketua Sekte berdiri dipintu emas sebuah kuil megah.


Ketua Sekte itu terlihat sangat kesal dan berusaha menahan amarah, kemudian berbalik pergi dengan langkah masam.


Sima Xiahou melihat pemandangan itu dengan sangat jelas dari balik persembunyiannya.


Sima Xiahou adalah orang yang memiliki sifat penasaran tinggi yang ambisius, dengan penuh kenekatan dan sedikit kebodohan. Dia melangkah mendekati pintu kuil emas itu.


Pintu emas itu berkekuatan gaib yang memiliki dua kali lipat lebih besar dari gerbang tak berpintu Zhiwu.


'Wushh, Kriett.' Pintu itu terbuka sendiri seperti ada seseorang di dalam sana yang menyambut Sima Xiahou.


•••••••••••••••••



Shi Min