
Dan benar saja, seesokan paginya Cecilia dikagetkan dengan sura klakson sebuah mobil yang sangat kencang. Dirinya yang tengah mengumpulkan nyawanya bangkit sampai berteriak.
Tin
Tin
"Anjim ... Apaan tuh!" serunya sambil berteriak.
Irsan ynag baru saja keluar dari kamar tidak tahu sekaget apa istrinya.
Dia berdecak sambil menggelengkan kepalanya.
"Siapa sih?" ujarnya dengan menyibakkan tirai jendela untuk melihat ke arah luar dimana sebuah mobil kini terparkir. "Ada yang datang? Jangan jangan ibu lagi." gumamnya laagi.
"Ah ... Bukan ternyata!" gumamnya lagi dengan lega. Saat melihat beberapa orang keluar dari mobil namun tidak ada yang dia kenal.
Irsan membuka pintu kamar, dirinya yang sudah terlihat rapi dan tampan membawa segelas coklat hangat.
"Minumlah dulu, kita pergi sebentar lagi!"
"Hah ... Kemana?"
Irsan hanya mengerdik kan bahu dengan menyampirkan handuk pada bahu Cecilia dan mendorongnya ke arah kamar mandi. "Cepat mandi!"
"Tunggu minuman ku!" ujarnya dengan kembali mengambil gelas susu yang di siapkan tadi.
Mau tidak mau Cecilia pun masuk ke dalam kamar mandi, melakukan aktifitas bersih bersihnya.
"Gue gak banyak berharap kalau suami gue itu kayak suami suami orang yang romantis, yang kasih kejutan buat istrinya saampai menangis haru. Dia mah lempeng, kalau gak nikah sama gue mungkin dia udah jadi manusia siver deh!" sungutnya di dalam kamar mandi.
Tak laama kemudian, Cecilia keluar dan tersentak karena beberapa orang kini berada di kamarnya, salah satunya pria yang gerakan dan lekuk tubuhnya seperti perempuan.
"Heh ... Apan nih?" ujar Cecilia dengan tatapan menajam ke arah mereka bergantian.
"Ih ... Iyey jangan gelong deh, tuh lekong iyey panggil eike makarena buat iyey cantika!" ujarnya dengan ujung jari tangan melambai lambai. "Yuk. Dendong, makin cintrong nanti lekong yey. Eike bikin paripurna nanti yuk cus!" ujarnya lagi dengan mengajak Cecilia duduk di kursi.
Sementara terlihat satu orang sudah membuka koper yang berisi banyak sekali alat make up.
"Bacot! Emang lo fikir gue gak bisa dandan apa, dah sana minggir. Gue bisa sendiri. Lo lihat hasil make up gue nanti. Sembarangan lo!" Cecilia mendorong pria tinggi kurus yang gemulai itu.
"Ya olo ya olo... gimana ini cyin, masa eike gak boleh kerjong dono indro. Capcai deh ahhkk" sahutnya dengan suara yang mendayu dayu.
"Heh lagian siapa yang nuruh lo kesini, dasar ben cong soal make up gue jagonya , apalagi bikin orang cinta, jangan salah lo karena gue ahlinya. Minggir lo ... Sana mundur 15 meter sono!" ujarnya dengan menunjuk ke arah pria yang memakai bandana pink di rambutnya.
Dua orang yang terdiri dari asisten yang mengurus villa terkekeh melihat keduanya yang terus ribut.
Sementara Irsan yng baru saja masuk juga tersentak kaget saat melihat kamar begitu ramai, dengan Cecilia yang tengah merias wajahna namun terus mengerutu dan menimpali pria gemulai itu.
"Sayang ... ?" ujarnya dengan mendekat ke arah Cecilia yang tengah memoles bibirnya.
"Hmmm... please deh kalau cuma buat dandan aku bisa sendiri, kenapa panggil kadal betina itu sih!"
"Hey kadal betina, oh my god oh my god.... Jahara moncong iyey!""
"Aku tidak menyuruhnya kemari, aku hanya menyuruh asisten dari villa untuk menyiapkan pakaian. Dan mereka tidak bilang ada orang yang akan mendandanimu." ujarnya dengan menunjuk sebuah dress yang sudah di siapkan."
"Nah lo denger gak kadal betina, laki gue gak pesen lo. Gue udah jago make up. Nih lo liat. Gue cantik kan! Dah sana pergi lo."
"Dih... kan eike juga belum perkenalan diri, kita di sini di sebut satu set alias satu paket. Lekong iyey beli dress gratis eike yang make up, gitu cyinn kalau gak mau ya udin, eike pergi deh!" ujarnya dengan melambaikan tangannya lagi ke arah Cecilia.
"Bye lekong tampan paripurna maha dewa." ucapnya lagi dengan tangan yang hendak mencuil dagu Irsan namun dengan cepat Cecilia bangkit dan menepikan tangannya.
"Jangan berani sentuh dia ya .. Gue gibeg tahu rasa lo!"
"Ih ... akikah tekong deh!"
"Takut lo, sini lo gue gibeg biar lo balik ke kodrat lo!" sentak Cecilia yang hendak menendang senjata pria gemulai itu namun Irsan sudah menangkap tubuhnya dan menahannya.
"Sudah ... Tahan emosimu!"
"Heran gue, masih ada orang yang kayak gitu di dunia ini. Pengen gue galiin kuburan buat dia." teriaknya saat pria itu berlari keluar dari kamar.
Irsan tergelak seraya menahan Cecilia yang masih berusaha menyusulnya keluar. "Sudah, tidak usah kau hiraukan dia."
"Dasar kadal betina!"
"Kenapa kau semarah itu? Padahal dia terlihat tidak melakukan hal hal yang membuatmu marah."
"Kamu gak tahu aja, mereka itu gak usah di kasih panggung, emangnya kamu mau kalau tadi di pegang dia."
"Tentu saja tidak, lebih baik kau yang memegang ku!" ujar Irsan yang kini telah biasa santai menghadapi orang dan tidak meledak ledak seperti dulu.
Namun sebaliknya, kini Cecilia lah yang selalu beremosi terhadap orang lain apalagi orang itu seperti pria tadi.
"Sudah ayo, ganti pakaianmu. Mereka menunggu kita"
"Mereka siapa?"
"Guide kita!"
"Hah ...?"
"Y ... Bukannya kau ingin honeymonn kira ini seperti bayanganmu, ayo kita lakukan hari ini."
"Hah?"
"Sudah ayo kita pergi!"
Irsan menarik tangan Cecilia dan mengajaknya keluar dari kamar. "Tunggu ... memang nya kita mau kemana, kenap pake guide segala, ini kan di puncak doang. Jalan berdua aja bisa kok. Gak akan nyasar!"
Irsan mengambil slayer yang sudah dia siapkan dan mengikatkannya pada Cecilia. Cecilia yang sejak awal sudah tidak berharap suaminya akan melakukan sesuatu yang beda justru terkaget.
"Sayang ... kenapa sih pake di tutup segala! Udah jalan biasa aja! Emang mau kemana coba, orang disini sini aja udah pasti perkebunan teh yang di lihat! Gak mesti pake ginian juga lah!"
Irsan terkekeh, memastikan slayer menutup kedua mata Cecilia dengan baik.
"Kau akan tahu nanti! Dan kau akan berterima kasih padaku!"
"Aduhhh ... Apaan sih!"
.
.Wkwkwk... honeymoon yang banyak drama sih! Lagian telat maseeee ... Si cece dah pengen balik aja tuh.
Btw udah pada tahu belum othor baru lounching kisah Biru Sagara Maheswara. Hayooooo siapa yang inget dia siapa?
Biru Sagara Maheswara kira kira bakal pebih mirip emaknya atau lebih mirip bapake.
Ikuti juga kisah Biru yaaa. Aku tungguin lho. aku tandain juga atu atu wkwkwkwk....
Biru Sagara Maheswara ada di judul Bukan ayah anakku.
Penasaran gak penasaran gak ceritanya? Cus ah Gpl ...Gpl... Gpl yaa. Minimal masukkin rak buku dulu aja ya. Rapihin terus nanti baca titik gak pake koma. Moga yang dukung othor makin bahagia. Hihihi