I'm A Sugar Baby

I'm A Sugar Baby
Bab. 198(Kembalikan semua)



Nita tidak menjawabnya, dia justru terkekeh dengan menggaruk kepalanya lembut. Mambuat tatapan Cecilia semakin memicing ke arahnya dengan penuh curiga.


"Lo bakal kena masalah kalau sampe klien lo tahu!"


"Dih ... Klien, sejak kapan lo panggil sugar daddy kita dengan sebutan klien, cakep amat tuh sebutan!"


Cecilia berdecak, entah kenapa dia juga mengucapkan kata yang terkesan lebih elegan itu dibandingkan sugar Daddy yang kontrofersial, dan terdengar aneh.


"Pokoknya lo bakal kena masalah kalau lo ngikutin nafsu lo sama tuh si Carl! Gue gak bakal bantuin lo nanti!" Tuturnya lagi dengan sedikit ancaman, tidak peduli kalau Nita kecewa atau marah padanya.


Sebagaimana dia tahu seperti apa Nita yang sempat trauma karena mengalami kekerasan fisik dari sang Daddy yang memiliki kelainan sekksual, yang kerap menyiksanya sebelum melakukan hubungan dan alasan alasan yang tidak masuk akal.


"Jahat banget sih lo. Lagian ya gue cuma kagum kok sama dia, udah tampan, manis, putih tinggi, kalau ngomong itu beeeuuhh bikin meleleh hati." ucapnya dengan memejamkan kedua matanya.


Bego Lo ... Lo bilang mainan dia banyak! Udah pasti itu karena omongannya. Lo kemakan tuh sama kata katanya, gak usah lo anggap anjim!" Cecilia semakin kesal karena Nita terus mengeyel. " Kalau lo percaya sama buaya kayak dia gitu, fixs lisensi sugar baby lo wajib dipertanyakan!"


"Eeeh ... Ce, omongan lo gaya bener! Ketularan pacar lo? Atau sekarang ngerasa udah so paling pinter sejak jadi Asdos?" cibir Nita yang tidak mau kalah dengannya.


Ting


"Nit ....!" keduanya keluar dari lift, dengan Cecilia yang terus menggerutu, masalah baru muncul saat masalah yang tengah terjadi padanya pun belum tuntas. "Please ... Jangan nambahin masalah ok! Lo nurut sama gue, posisi lo gak aman kalau lo sampe punya hubungan sama Carl!"


"Ah ... bacot lo! Ngomong aja lo gak mau gue kayak lo, apalagi Carl itu temenan sama cowo lo. Tenang aja Ce, gue gak bakal minta bantuaan lo kok!" Dengus Nita yang semakin kesal pada sahabatnya yang terkesan tidak suka jika dia menyukai Carl.


"Bukan gitu Nit ... terbang kita masih kalah jauh sama dia Nit! Ditambah lo maaih punya kontrak sama tuh Daddy, lo jangan bego kayak gue dong!"


"Gue gak bilang gue punya hubungan sama Carl kan, lo kok udah sewot aja!" Lagian buaya ketemu buaya dong namanya."


"Buaya jantan ketemu buaya yang baru bisa gigit mangsa, gigi lo gak setajem dia Nit. Gue ingetin lo sekali lagi, lo musti hati hati! Jangan sampe masalah sama Dosen lo. Bisa berabe nanti."


Sampai gadis dengan rambut pendek ini akhirnya menghela nafas. Sesaat kemudian, Nita menghentakkan kakinya lurus dengan tangan yang dia angkat ke atas kepala seperti posisi hormat di yang di lakukan komandan upacara.


"Siap komandan!" ucapnya lalu tertawa.


"Sialan lo!" Cecilia menoyor kepala gadis berambut pendek sebahu yang terus tertawa itu.


Tawa dari Nita baru berhenti saat tiba tiba dia mengingat ada yang salah dengan tingkahnya.


"Tunggu. Gue kan lagi marah sama lo. Anjim ... Sengaja kan lo pembicaraan kita dari tadi disitu mulu, kamvrett !" tukasnya kembali ketus dengan bola mata melebar sempurna.


Cecilia terkekeh, walau dalam hatinya khawatir jika sahabatnya itu diam diam bermain di belakangnya dengan Carl, Nita tidak seperti dirinya yang berani mengambil resiko, terlebih mental Nita tidak sekuat dirinya. Dia gampang tergoda, gadis itu juga gampang dimanifulatif oleh Pria pria apalagi pria macam Carl.


"Nit ... Gue harap lo gak salah langkah, sebejad bejadnya lo, lo itu gampang di tipu cowok. Tapi gue harap yang terbaik buat lo! Gue selalu dukung apapun lo."


Nita melingkarkan tangan di bahu Cecilia dengan tersenyum. "Gitu dong! Itu baru sahabat gue."


"Tapi ... Ingat!"


"Udah deh! Gak bakal terjadi apa apa sama gue kok! Lo tenang aja, Gue sama Om Carl gak ada hubungan apa apa saat ini, tapi gue gak tahu kedepannya kayak gimana kan? Apa dia jodoh gue mungkin."


"Serah lo sama keluarga lo deh! Sekarang lo hubungi Carl dan bilang gue pengen ketemu."


Nita berdecak, seraya melepaskan rengkuhan tangannya dengan kasar.


"Apaan .... Kok gue?".


"Anjim lo Ce ...!" Gerutu Nita namun juga mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi Carl.


Mereka bahkan tidak tahu jika Carl saat ini menempati satu unit apartemen yang sengaja dia sewa di gedung apartemen itu, bahkan jaraknya pun tidak lah jauh.


Keduanya terus berjalan melewati lorong apartemen yang tampak sepi saat itu, mereka berhenti di depan apartemen yang kini ditempati oleh Embun.


"Ce ... Lo yakin bakal kembaliin nih barang barang?" tanya Nita memastikan. "Jangan rusuh lo! Inget ... Ini kawasan dia. Bisa bisa dia murka dan bikin lo celaka."


"Kagak! Udah deh, lo mending diem disini ... Tungguin sampe si Carl datang. Gue masuk sendiri ke dalam."


Cecilia menekan kunci password sampai pintu terbuka. "Weh ... Dia kagak ganti passwordnya ternyata!" gumamnya melangkahkan kedua kakinya masuk kedalam sementara Nita dibuatnya was was.


"Ce ...!"


"Berisik lo! Udah diem aja di situ,"


Cecilia menutup pintunya kembali, sementara Nita menunggu Carl didepan pintu. Suster yang tengah duduk pun bangkit menyambutnya.


"Nona Cecilia?"


"Ibu mana?" tanyanya dengan nada ketus, walaupun suster itu tidak berdosa sama sekali.


Embun keluar dari kamar, sepertinya baru saja selesai mandi karena masih ada handuk yang tersampir di bahunya.


"Cecilia. Ada apa kemari? Kau tidak sabar untuk kemabli menempati unit ini, tunggu lah sampai aku---"


Bruk!


Embun tiba tiba tersentak kaget sampai ucapannya terjeda begitu saja saat melihat Cecilia yang menyimpan semua paperbag yang dibawanya dihadapan Embun dengan kasar.


"Ibu gak perlu lakuin ini padaku, ibu gak perlu pura pura baik padaku agar Irsan bisa kembali ke perusahaan. Gak perlu Bu." sentaknya dengan kesal. "Ku fikir Ibu memang mau mulai menerima kehadiranku tanpa ada syaratnya, ternyata aku salah ya!"


Embun masih terdiam menatapnya, gadis yang mulai menarik perhatiannya kini merasa kesal karena dirinya.


"Cecilia!"


"Apa ibu fikir dengan melakukan itu akan membuat semuanya berjalan lancar? Irsan itu manusia Bu, ibu pernah berfikir apa dia sanggup menjalankan keduanya dengan lancar? Kerja kantoran itu menghabiskan waktu dan energi, begitu juga dengan pekerjaannya di rumah sakit? Apa ibu ingin membuatnya berantakan?" Ungkapnya dengan marah. "Tolonglah Bu, kalau ibu benci sama aku gak apa apa. Aku bisa nerima. Aku gak butuh kasih sayang palsu. Aku udah dapet itu sejak kecil, begitu juga kebencian. Aku udah biasa. Tapi fikirkanlah anakmu sendiri. Jangan memaksakan kehendakmu Bu!"


.


.


Wkwkwk ... Selalu aja gak dikasih kesempatan ngomong sama tuh calon mantu lucknut. Gak tahu aja tuh Gardu udah mau panggil penghulu buat lo ... Ce! Malah ngamuk ngamuk lagi.


Hay Cecelover ... Maaf othor baru up nih, biasa senin mengriweh yaa, othor lagi banyak kerjaan yang nyita waktu di Rl ... Pengen cepet libur deh jadinya. So tetep dukung Cece doksay yaa. Jangan lupa like komen vote rate 5 biar othornya seneng.


Oihhhyaa ... Othor juga baru ngecek dukungan terterterterrrr pokoknyaa... Makasih akak akak tersayang.



Buat sekarang memang hanya ucapan terima kasih sebesar besarnya dari othor buat cecelover yang udah punya label Fans. 😍. Next tunggu ucapan masih dari Cece atau doksay yaa. Hihihi