I'm A Sugar Baby

I'm A Sugar Baby
Bab.273(Jangan main main)



Cecilia yang setengah kaget kini terkekeh, sejauh ini Irsan sudah banyak berubah, dia tidak lagi harus dipancing sedemikian rupa agar mau melakukannya, juga tidak harus menunggu karena Irsan sudah bergerak leluasa


"Hey ... Mana bisa langsung begitu? Gak ada pemanasan dulu apa ya." ujar Cecilia yang tidak juga berhenti terkekeh melihat tangan suaminya sudah melucuti pakaiannya satu persatu.


"Aku tidak bisa menahan lebih lama lagi," gumamnya dengan langsung melumatt bibir Cecilia, meneroboskan lidahnya langsung saat bibir tipis merona itu setengah terbuka.


Drett


Drett


Dering ponsel milik Cecilia terus terdengar di dalam tas. Suaranya terus bergema menyusul decakan dari pagutaan keduanya.


"Tuh telepon gak mati mati sih!"


"Abaikan saja!" tukas Irsan mengulas senyuman tipis.


Tangannya terus menyusuri kulit mulut Cecilia dan mencoba membuka tali pengait yang mengingat dua benda kenyal miliknya.


Mmpphh!


Lenguhan mulai terdengar merdu dari bibir gadis berusia 20 tahun itu saat gigi Irsan menggigit lembut tonjolan di dadanya, mencecapnya haus dengan satu tangan yang ikut meremasss kuat.


Desir demi desiran kian menyerbu, gelanyar gelanyar khas bercintaa pun turun menyeruak di setiap aliran darah keduanya.


Ssshh!


Suara suara desis dengan lolongan panjang terdengar dari keduanya saat Irsan tiba tiba melesakkan benda tajam miliknya, dan keduanya bergerak sesuai irama cinta yang memabukkan.


Geraman pun mulai terdengar saat pergerakan Irsan kian cepat, memompa penuh tenaga dengan kedua tangan yang berhasil melebarkan kedua kaki Cecilia.


"Aarrgg!!"


Drett


Deett


Ponsel Cecilia kembali berdering, kali ini lebih lama dari sebelumnya, membuat aktifitas mereka sedikit terganggu.


"Aaah ... Sayang, aku harus melihatnya lebih dulu!"


"Tunggu, Eeugghh!"


Kedua manik hitam mereka saling menatap satu sama lain, dengan sangat dalam dan juga penuh cinta. Tubuh Cecilia melenting, membuat dua benda yang tengah diremas Irsan semakin membusung, memudahkan Irsan mencecapnya leluasa.


Drett


Drett


Lagi lagi ponsel milik Cecilia yang terus berbunyi nyaring, membuat keduanya yang tengah dilanda gairaah itu pun sama sama menoleh ke arah suara.


"Kau tidak ingin mengangkatnya? Siapa tahu itu sangat penting!" ujar Irsan dengan suara serak.


"Siapa yang berurusan penting denganku, gak ada kayaknya kecuali Dosen, tapi mana mungkin ... yang ada aku duluan yang hubungin dia!" ucap Cecilia yang suaranya tidak kalah serak dengannya.


Sekali lagi dia mengabaikan panggilan telepon, suasana mereka saat ini lebih seru dibandingkan dengan suara ponsel atau hal lainnya sekalipun. Sampai keduanya sudah sama sama melucuti pakaian yang dikenakannya dan melemparkannya ke sembarang tempat.


Suara suara khas bercintaa sudah menggema mengisi seisi dinding kamar, sampai akhirnya penyatuan dua tubuh pun tidak terhindari lagi.


Tubuh Cecilia meliuk liuk indah di atas tubuh Irsan, entah kenapa dia posisi top women menjadi posisi favorite baginya, begitu juga Irsan yang terus bisa memandangi wajah sang istri yang tengah diliputi gair ah yang semakin menguasai diri.


"Arrgghh ... Sayang!"


"Hm ... Kau suka aku diatas?" tanya Cecilia konyol dengan pandangan penuh gairaah.


"Ya ... Aku suka! Sekarang giliranku!" ucap Irsan yang langsung membalikkan posisinya menjadi di bawah.


Kini tubuh Cecilia berada di bawah kendalinya, gerakan maju mundur dilakukan dengan kecepatan sedang, lalu mencabut miliknya dan menahannya sebentar.


"Shittt ... Apa yang kau lakukan!" gerutu Cecilia yang har sat nya tertunda karenanya.


Irsan menarik sudut bibirnya keatas, lalu kembali melesakkannya senjatanya. Mengulangi pergerakannya dengan tempo yang sama dan membuat Cecilia dimabuk kepayang lalu mencabutnya tepat waktu.


"Irsan!" seru Cecilia yang mulai kesal. "Anjim banget sih ... Jangan main main mulu!""


Pria berusia 40 tahun itu kembali mengulum senyuman, "Kenapa ... Kau tidak suka?"


.


.


Dikit dulu ... Othor lagi rempong banget.