
Beberapa hari berlalu
Kenyataannya Nita memang sampai hari ini tidak juga memberi kabar pada semua orang, bahkan Sila saja tidak tahu kemana Nita pergi. Setelah dari rumah sakit dan melihat kondisi ibunya semakin membaik, Cecilia dan Agnia memutuskan pergi ke apartemen milik Nita.
Cecilia melaju dengan kecepatan kencang dan berharap Nita berada di apartemen.
"Ce ... Si Nita semarah itu sama lo?"
"Gue juga gak paham Nia, gue emang gak suka pake banget sama si Carl, lo tahu gak ... Bahkan dari tatapannya aja gue udah bisa nebak tuh orang slengean, gak bisa dipercaya dan tukang mainin cewe." Seru Cecilia yang mengambil kesimpulan sendiri tanpa mengenalnya.
"Ya tapi kan lo gak bisa nilai cuma dari tatapannya aja dong! Kita gak kenal sama Carl."
"Nia ... Gue tahu macam macam pria, lo fikir gue gak bisa nilai cuma dari sorot mata nya doang?" jelas Cecilia lagi, dia bahkan bisa tahu hanya dari tatapan mata.
Anggap saja Nita marah, tapi kemarahannya kali ini benar benar membuat semua orang khawatir, Nita tidak pernah sampai bersembunyi apalagi pergi seperti ini bahkan sejak dulu. Justru Agnia lah yang sering kabur kaburan.
"Gue ngerasa gak yakin kalau Nita pergi, dia pasti ada di apartemennya!"
"Sembunyi dari gue maksud lo?" tunjuk Cecilia pada hidungnya sendiri.
"Ya ... Bisa jadi, kan cuma lo doang yang punya masalah sama dia, tapi chat gue juga gak dia bales."
Huft!
Cecilia membuang nafasnya kasar, terdiam dengan merenungi semua kejadian dengan runut. Itu memang benar, hanya dengannya Nita punya masalah, kuliahnya oke, kehadirannya apalagi, tugas? Jangan ditanya.
"Gue fikir lo bener!" celetuk Cecilia setelah beberapa menit terdiam.
"Gue mah selalu bener!"
"Dih ... Tapi kan gak mesti semarah itu apalagi sampe ngehindarin gue banget kayak gini, gak inget apa dia dari dulu susah seneng bareng gue."
"Ya namanya juga lagi ngambek Ce!'
Tak lama mobil yang Cecilia lajukan berhenti di tempat parkir, gadis itu langsung bergegas keluar, begitu juga Agnia. Ibu muda itu bahkan sampai menitipkan Biru pada Bi Nur dan Aya agar bisa leluasa. Berunung Zian mengijinkannya walau harus memakai seribu bujuk rayuan.
Mereka berdua masuk ke dalam gedung apartemen, Cecilia juga langsung membawa Agnia menuju ke unit milik Nita dengan terus menghubungi nomor kontak Nita yang masih tidak aktif.
"Gue udah lama juga ya di singapure sampai gak tahu kalian udah pindah pindah gini."
"Ya ... Lo sibuk sama hidup lo yang sempurna Nia!" Cecilia terkekeh.
"Paan sih lo!"
Tok
Tok
Tok
Apartemen yang ditinggali Nita memang berbeda dengan apartemen miliknya yang lebih mewah, semenjak Cecilia dekat dan tinggal bersama Dirga, Nita sudah tidak mau lagi tinggal bersamanya, bahkan saat mereka akhirnya berpisah pun Nita tetap memilih tinggal di apartemen sederhana ini.
Cecilia masih mengetuk pintu kamar Nita namun tidak ada satu orang pun yang membukanya. Begitu juga Agnia yang memanggil namanya.
"Nit ... Nit ... Nita ... Ini gue!"
Gadis berambut panjang itu pun berusaha menghubungi Sila namun tidak juga di angkatnya.
"Pada kemana sih nih orang! Heran gue, punya handphone gak ada guna nya banget!"
"Sabar kenapa sih lo!"
"Lo bisa sabar karena baru kali ini lo nyariin dia, gue udah mau 4 hari ini! Gue bahkan nyarii dia kesetiap klub."
Agnia mendengus, "Baru 4 hari, belum sebulan. Nih gue pernah kabur 1 bulan!"
"Iya ... Lo emang tukang kabur, tapi si Nita enggak kan? Mana bisa dia kabur kaburan. Inget jalan aja enggak."
Sampai mereka selesai ribut, pintu tidak kunjung juga terbuka, mereka tidak tahu apa Nita ada di dalam atau tidak. Sampai akhirnya mereka melihat Sila.
"Kak Cece?"
"Eh Sil ... Buka nih pintu!"
Sila yang masih mengerjap kaget mengangguk begitu saja, dia juga melihat ke arah Agnia lalu tersenyum. "Ini kak Nia ya?" cicitnya sembari mengeluarkan kunci apartemen dari saku rok sekolahnya.
"Iya kok tahu?"
Cecilia berdecak pelan, "Palingan dari foto dikamar Nita. Iya gak?"
"Iya kak ... Kak Nia cantik banget!"
Cecilia mendorong bahu Sila dengan cepat ke arah lubang pintu. "Udah ayo buruan buka, basa basinya entar aja."
"Tapi Kak Nita gak ada kak! Gue juga bingung nyariin dia kemana! Dia juga pergi gak bawa apa apa. Bahkan gak bawa baju satu pun."
Gadis itu langsung melangkah cepat ke arah kamar dan juga kamar mandi. Tidak ada yang berubah, semuanya sama saja. Agnia yang juga ikut heran menyisir seluruh ruangan namun tidak tahu apa yang dia cari.
"Gimana Ce?"
"Gak ada! Gak beres ini. Masa dia kabur gak bawa apa apa!" Cecilia tampak berfikir dengan keras. "Yang paling masuk akal sih dia pergi ke bali sama Carl, orang itu kan pinter soal IT, dia pasti nyembunyiin jejaknya biar gak ketahuan termasuk non aktifkan nomor."
"Bisa juga begitu! Tapi kalau ternyata enggak?"
Cecilia berjalan mondar mandir "Gue sih yakin banget."
"Apa kita lapor polisi aja?" celetuk Sila membuat keduanya langsung menoleh. "Iya kan? Lapor polisi biar cepet!"
Cecilia menggelengkan kepalanya, "Polisi gak akan bisa nemuin mereka juga! Carl lebih pinter dari sistem yang polisi punya."
"Ya kalau Nita ikut dia? Kalau enggak?"
"Gue juga gak tahu Nia ...!" Cecilia menghempaskan tubuhnya dengan lesu di sofa.
"Gue bakal minta suami gue buat cari dia!" Agnia merogoh ponsel dan menghubungi suaminya untuk meminta bantuan.
Sementara Cecilia dan Sila terduduk di sofa yang sama dengan wajah yang sama pula. Khawatir dan gelisah.
Tidak ada yang tahu dimana Nita bersembunyi saat ini, tanpa petunjuk apa apa, bahkan informasi apa apa. Barangnya saja masih lengkap dan tidak mungkin hanya membawa pakaian yang melekat di tubuhnya saja.
Agnia terlihat mengangguk anggukan kepalanya, lalu memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam saku.
"Nita gak ikut Carl ke bali, dia sama orang lain Ce!"
"Hah? Serius lo?"
"Hm ... Suami gue udah mastiin semuanya, dan bukan Nita orangnya!"
"Terus kak Nita kemana dong?" tanya Sila.
Agnia mengerdik tidak tahu, sementara Cecilia terdiam. Dugaannya ternyata salah.
"Kalau Nita gak pergi! Terus dia kemana? Laki lo salah kali, gue yakin banget kalau Nita ikut dia."
Brak!
Suara pintu dibuka dengan sangat keras, mengagetkan ketiganya bahkan Sila hampir terjungkal saking kagetnya.
Sosok yang Cecilia cari selama 4 hari ini dan membuatnya khawatir berdiri dengan menatap ketiganya tajam.
"Ngapain cariin gue! Gue udah bilang gue kan kalau gue sama lo udah gak satu visi lagi. Gak paham juga lo? Lo juga gak usah nanya nanyain gue ke semua orang termasuk Carl!" tukas Nita yang marah, dia melemparkan tas miliknya begitu saja.
Cecilia yang ikut terpancing emosi bangkit dari duduknya. "Nit ... Bukan gitu!"
"Apalagi Ce ... Gue udah muak sama lo!"
"Dengerin gue dulu!"
"Ce ... Nit ... Kita ngomong baik baik!"
"Diem lo Nia! Lo gak tahu apa apa." Sentak Nita marah dengan menunjuk Agnia.
"Nit ... Nia sama kayak gue, dia juga khawatir sama lo! Lo malah bentak bentak!" Cecilia mulai terpancing. "Kalau lo mau marah, marah sama gue! Gak usah sama yang lain. Gue khawatir sama lo tapi lo kayak gini. Lo lebih belaain Si Carl dibandingin gue yang khawatir. Oke ... Nit, terserah lo aja! Gue gak peduli lagi."
Cecilia menyambar tas miliknya lalu keluar dari unit Apartemen begitu saja, dia bahkan meninggalkan Agnia.
"Nit ... Kita bisa ngomong baik baik kan? Gak pake emosi kayak gini."
"Udah Nia ... Lo juga gak bakal faham! Mending lo susul dia, gue gak apa apa sendiri."
"Nit ... Gak gini caranya! Gue tahu lo marah kan gara gara si Cece gak dukung lo, tapi bukan gini ... Semua bisa diomongin baik baik!"
Nita menggelengkan kepalanya, "Lo gak tahu Nia, Si Cece itu egois, dia gak ngerti orang lain, dia gak mau ngertiin gue. Dia hanya mentingin dirinya sendiri."
Agnia menghela nafas, entah harus mengatakan apalagi atas kesalah fahaman kedua sahabatnya itu.
"Nit ... Ga ....."
"Udah cukup! Mending lo juga pergi. Gak usah fikirin gue, gue mau punya masalah sama siapapun gk usah khawatir. Gue bisa sendiri!"
.
.
Hayolo ... kalian yang udah baca versi Nita di sebelah, menurut kalian ini udah runut belum? Apa Carl yang udah nyumbang kecebong? Wkwkw Hmmm ... Belum tentu bisa ya bisa enggak. Wkwkwk siap siap ditanggal 1 Versi Nita bakal up secara rutin. Nita abis ini mau ngilang lagi. Wkwk, semua jawaban tentang Nita bakal othor bahas di sebelah.
Makasih buat kalian yang udah kesana nengok si lemot Nita. Sayang banyak banyak💞