
"Tenang, gue gak doyan daging manusia kerempeng kayak lo! Pait." Ujarnya sambil mengerdikkan bahu. "Gue doyannya daging yang gak ada tulangnya. Juga banyak lemak yang banyak protein di dalemnya." kelakarnya mengundang tawa. Hanya dirinya saja yang tertawa sementara gadis berambut sebahu itu terdiam.
"Ayo buruan! Tawaran gue cuma berlaku satu kali!" imbuhnya lagi sembari membalikkan tubuhnya kembali melangkah.
Deg
Kakinya baru saja melangkah dua kali tiba tiba kembali berhenti saat melihat sosok tegap didepannya, berdiri mematung dengan kedua tangan dia masukkan kedalam saku celananya.
"Om--eemh Dokter Irsan?" desisnya tanpa suara.
Irsan menatapnya tajam, tanpa kata dan hanya melihatnya ke arahnya saja.
Perlahan langkah kaki Cecilia kembali mengayun, mendekatinya.
"Apa yang kau lakukan. Hem?"
"Aku? Aha, aku jalan jalan. Habis ini mau makan." cicit Cecilia kegirangan. Dia beberapa kali menyibak rambutnya ke belakang, ingin terlihat lebih cantik dari pada terakhir bertemu. "Dokter Irsan mau gabung?" Ucapnya lagi dengan suara lembut nan mendayu berharap kali ini berhasil memikat si tiang listrik.
Irsan menunjuk gadis yang berdiri di belakang Cecilia dengan dagunya, "Apa yang kau lakukan dengannya?"
Cecilia menoleh ke arah gadis itu, "Dia? Tidak ... Kami baru saja bertemu hari ini."
"Baru bertemu dan sudah mengajarinya hal yang buruk?" Ujarnya dengan datar, kedua mata tajam bak elang
"Hal buruk apa? Suka ngaco deh!" Cecilia terkekeh menutup mulutnya agar tidak terlihat panik.
"Mencuri?"
Cecilia membulatkan kedua manik hitamnya, sedetik kemudian manik hitam itu mengerjap ngerjap. "A--apa maksudmu? Aku ti---"
"Aku melihatnya!"
Ah sial ...
"Me--melihatnya! Apa yang kau lihat?" Cecilia mundur satu langkah, menoleh ke arah belakang dan mengedipkan mata ke arah gadis dibelakangnya.
"Ayo bantu gue! Lo ngomong."
"Apaan? Gue gak ngerti."
Seketika Irsan menarik tangan Cecilia hingga tubuhnya tertarik dan berjalan cepat mengikutinya, begitu juga dengan gadis kecil itu, dia bergegas mengikuti mereka berdua.
"Hei ... Sabar dong! Jangan di tarik begini sakit sayang!"
Irsan menoleh dengan tatapan tajam, mendengus lalu kembali berjalan.
"Ihh apaan! Padahal minta baik baik aja sih, gue bakal iklas ngikutin dia kok!" gumamnya mengulum senyuman.
Bayangan hal menyenangkan sirna begitu melewati toko kosmetik, Irsan membawanya masuk ke dalam dan membuat Cecilia terperanjat kaget.
"Apaan!"
"Bayar semua barang yang kau curi."
"Eeeh ... aku gak mencuri!" kilahnya memegangi tangan Irsan, berharap dia bisa keluar sebelum seseorang menghampirinya. Entah sales girl yang dia tipu atau bahkan manager toko sekalipun.
"Kalau kau tidak melakukannya, aku akan lapor polisi."
Cecilia jelas tidak mungkin mengaku dia mencuri, harus memakai alasan, mana mungkin dia mengaku begitu saja. Reputasinya jatuh seketika, padahal dia tadi sangat percaya diri saat bicara pada sales girl kalau dia menghilangkan nota pembelian saat terbang ke LA.
Sial, kenapa dia datang di saat yang tidak tepat begini, Ce mikir Ce...buruan.
Seseorang dari sales girl yang paling berbeda dari sales yang lain menghampiri mereka, dan bertanya.
"Ada yang bisa di bantu?"
Cecilia semakin membulatkan matanya, begitu juga dengan gadis yang sedari tadi berdiri dengan menggenggam kantung berisi kosmetik ditangannya dengan wajah ketakutan.
"Please, aku akan bayar! Tapi jangan bilang kalau aku mencurinya." bisik Cecilia di telinga Irsan.
Irsan mengernyit, "Kau memang mencurinya!"
"Iya ... Maksudnya tidak! Aku akan membayarnya oke, tapi jangan bicara apapun, aku sendiri yang akan bicara." terangnya dengan berusaha melepaskan cekalan Irsan yang masih menguat dipergelangan tangannya.
Irsan menaikkan satu alisnya ke atas, dia tahu apa yang di fikiran jalaang kecil itu, yang jelas bukan untuk mengaku.
Cecilia sengaja menggenggam tangan Irsan yang mencekalnya, dia juga menyandarkan kepala dibahunya.
"Aku fikir aku telah salah faham. Kau benar sayang!" liriknya pada Irsan, "Aku salah masuk toko tadi!"
Manager sales itu mengernyit, begitu juga dengan Irsan, gadis itu apalagi. Dia benar benar terhionotis oleh kelakuan Cecilia.
"Maaf tapi kami tidak mengerti maksud anda Nona."
Cecilia masih menyandarkan kepalanya di bahu Irsan, "Jadi begini, aku tadi menukar beberapa barang yang aku fikir membelinya di toko ini, tapi pacarku bilang, aku salah toko. Maklum saja, waktu itu dia yang membelikannya diam diam untukku."
Bagus Ce ... Akting lo bagus sekali.
"Benarkan sayang?" Cecilia mengenadahkan kepala ke arah Irsan, membuat jantung Irsan berdegup kencang saking dekatnya wajah mereka, "Kau bilang bukan toko ini kau membelinya untukku kan."
Irsan juga seperti orang bodoh yang terkena sihir yang hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Membuat Cecilia semakin semangat berakting pacar pacaran dengannya.
"Maaf sayang, aku benar benar ceroboh!" terkekeh lagi, kali ini semakin manja.
Manager wanita itu tersenyum lega, "Pantas saja, kami tidak menemukan transaksi di tiga hari yang lalu seperti yang pegawai tadi bilang. Jadi apa Nona datang kemari untuk menukarnya kembali?"
"Maafkan aku yaa!" lagi lagi terkekeh menutupi dosa besarnya, "Aku akan membayarnya saja."
"Baiklah kalau begitu, mari ke kasir."
Manager lebih dulu berjalan, sedangkan Irsan melepaskan cekalannya, dan mendorong Cecilia yang masih bergelayut manja. Namun Cecilia kembali melingkarkan tangan di lengannya, "Aku udah tepati janjiku, bantu aku dong om. Sekali aja."
Irsan tidak punya pilihan lain, yang paling penting jalaang kecil itu membayar apa yang telah dia ambil.
Akhirnya mereka melakukan pembayaran, membuat Cecilia kembali harus merogoh kocek lumayan besar hanya untuk beberapa kosmetik itu. Irsan mengulum senyuman saat melihat Cecilia mencebik ke arahnya.
"Terima kasih telah memperbaiki kesalah fahaman ini. Kalau tidak, sudah pasti kerugiannya akan di tanggung sales yang berjaga hari ini." jelas manager toko dengan menyerahkan kembali kantung belanjaan yang telah di bayarnya.
"Tolong sampaikan maaf untuk sales yang tadi." Cecilia mengulum senyuman terpaksa, kecewa karena hari ini dia rugi besar.
Akhirnya mereka keluar dari toko tersebut, Irsan kembali menepiskan tangan Cecilia dengan kasar.
"Sudah cukup bagus aktingmu, besok kau melamar jadi artis saja."
Cecilia terkekeh, merapikan dasi Irsan yang sedikit berantakan,
"Aku maunya ngelamar jadi pacar kamu boleh?"
.
...Ampun si Cecilia ... lo jangan malu maluin dong. Wkwkw. Pake acara ngelamar jadi pacar....