I'm A Sugar Baby

I'm A Sugar Baby
Bab.118(Biar saja!)



"Dasar pelaaacuurr!"


Perlahan lahan Cecilia meraba pipinya yang terasa memanas itu, sementara Irsan sudah maju dua langkah ke depan untuk berjaga jaga jikalau Irene kembali melayangkan tamparannya atau bahkan melakukan hal yang lebih parah lagi.


Namun Cecilia mendorong lengannya, dia kembali maju sejajar dengannya, "Gak usah di halangi, biar dia puas! Lagian ini kan mau mu." desisnya kesal.


Irsan terpaku dibuatnya, dia memang menginginkan semua urusannya selesai, namun tidak pernah menyangka wanita paruh baya di depannya itu melakukan hal tanpa dia duga akan terjadi.


Irene berdecih, "Selain kau tidak tahu malu, kau juga tidak tahu diri! Dan kau pantas mendapatkannya, bahkan lebih dari itu."


"Silahkan. Terserah apa yang akan tante lakukan! Tapi asal tante tahu, apapun yang akan tante lakukan itu gak akan ngerubah apapun, ya ... Aku lah Veronica! Aku wanita yang tante cari selama ini, dan aku memang berhubungan dengan suami mu yang gatel itu!"


Irene sudah siap dengan kembali melayangkan tangannya untuk menamparnya lagi, dan Cecilia sudah siap itu hal itu. Dia bahkan berdiri dengan lantang tanpa merasa takut apalagi tidak nyaman seperti halnya saat seperti dia masuk tadi.


"Kau!"


Lagi lagi Irsan maju dan menangkap tangan Irene yang hampir mengenai wajah Cecilia yang hanya menatapnya tajam, pria itu kembali melindungi Cecilia.


"Sebaiknya kita bicara baik baik! Tidak perlu memakai kekerasan seperti ini karena semua sudah terjadi, dan tidak akan merubah apapun jika kau melakukan hal seperti ini."


Irene menatap bengis ke arah Irsan, dokter penyakit dalam yang menjadi dokter yang menangani suaminya, juga membantu mempertemukannya dengan Cecilia.


"Kau hanya seorang dokter! Tidak ada hubungannya dalam hal ini, minggir kau!"


"Kau salah nyonya, aku memang dokter yang membantu suamimu! Tapi Cecilia adalah tanggung jawabku. Jadi ... suka tidak suka, bicara baik baik atau kami akan pergi!"


Mendengar hal itu Irene yang kini menatap keduanya bergantian dan semakin tajam saja itu menepiskan tangan Irsan dan kembali duduk.


"Entah apa yang bisa aku katakan lagi! Kalian sama saja ternyata. Dan dokter Irsan tidak perlu terlalu ikut campur dalam hal ini, kau tidak tahu wanita macam apa yang kau bela ini! Oh ... apa dia juga menggodamu Dokter?" Tunjuknya pada Irsan, lalu menatap tajam Cecilia yang kini duduk dengan melipat tangannya di dada. "Dan kau. Kau tidak tahu diri sekali! Kau bahkan menipuku dengan memasukkan anak itu ke dalam rumah ku. Kau ambil suamiku dan kau merusak rumah tanggaku, kau penyebabnya! Pelacur, apa orang tuamu tidak mengajarkan hal hal baik padamu sampai kau semenjijikan ini. Hah? Kau juga sepertinya berhasil menggoda dokter Irsan!" Ujarnya lagi dengan amarah yang menggebu gebu.


Cecilia menghela nafas, entah keberapa kalinya dia harus mendengar hal hal serupa selama ini karena pekerjaannya, hingga dia tampak tenang saat mendengarnya saat ini.


"Tante ... aku memang gak tahu diri, semua yang tante bilang itu benar." Sahutnya dengan asal saja, sungguh dia ingin segera pergi saja dari sana dan semua selesai. "Harusnya tante juga mengatakan hal yang sama pada suami tante!" Sahutnya lagi dengan wajah tanpa dosa.


"Silahkan tante bicara apapun tentangku, silahkan maki dan juga marah! Tapi asal tante tahu, yang bersalah dalam hal ini bukan hanya aku saja, tapi juga suami tante sendiri. Kesalahan ini gak akan pernah terjadi jika salah seorang gak menginginkannya!"


"Halah! Kau memang pandai sekali bicara. Kau harusnya menolak saat suamiku menggodamu ... bukannya meladeninya sampai saat ini."


Cecilia hanya mengangguk angguk kecil saja,  "Aku melakukannya karena itulah pekerjaanku, sementara suami tante melakuannya karena bosan. Tapi tenang aja, semuanya sudah berakhir sekarang, dan aku juga akan mengembalikan semua yang dia berikan padaku." Kembali menghela nafas, "Aku rasa semua udah cukup, kalau gitu. Apa aku bisa pergi sekarang."


"Kau benar benar pelaacurr!"


"Ah satu hal lagi, aku hanya akan minta maaf tentang Sila saja, aku emang sengaja melakukan hal itu tante. Pertama, karena aku tidak ingin tante tahu kalau akulah Veronica. Kedua, anggap saja itu juga demi kebaikan Sila. Karena aku tahu kalau tante Irene itu baik hati, dan Sila emang butuh perlindungan agar bisa tetap sekolah dan hidup layak, aku minta maaf untuk hal itu tante." Ujarnya dengan menundukkan kepalanya sedikit. "Tapi untuk apa yang aku dan suami tante lakukan. Aku rasa, aku tidak perlu meminta maaf. Karena itu bukan hanya kesalahanku saja. Harusnya tante tanya pada suami tante lebih dulu sebelum bertemu denganku." Cecilia mengangkat bokongnya dari kursi, dia bersikap seperti gadis elegan yang walau bersalah namun tetap berkelas, "Sebenarnya gak ada lagi yang harus aku katakan, permisi."


Cecilia benar benar melangkah pergi dari sana, dia bahkan meninggalkan Irsan begitu saja, sementara Irene hanya mendengus serta berdecih melihatnya.


"Kau lihat dokter, seperti apa gadis itu? Dia bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun padaku setelah dia menipuku."


"Aku rasa dia ada benarnya! Kesalahannya hanya tentang Sila dan dia benar meminta maaf, tapi untuk suamimu Reno, mereka melakukannya atas kesadaran diri mereka sendiri!"


Irene terhenyak mendengarnya, "Dokter juga setuju dengan gadis pelaacuur itu. Dokter gak tahu siapa dia. Sejahat apa dia itu? Dia itu sedang memanifulasi kita. Berlagak sok tidak bersalah padahal dia jelas jelas salah, mereka memang melakukannya berdua, dan tidak ada pembenaran dalam hal ini."


Irsan terdiam cukup lama, mencerna setiap kata yang di ucapkan Cecilia dan juga Irene, dia memang tidak mengenal sejauh mana sifat Cecilia, yang pasti dia tahu satu hal, semua yang dilakukannya pasti beralasan, terlebih memiliki masa lalu kelam dan juga keras.


"Aku mengenalnya Nyonya! Bahkan sangat mengenalnya sekarang dan aku memintanya ke sini karena aku menghormatimu, tapi jika tahu kau akan bersikap begitu padanya, dengan sangat menyesal aku minta maaf, aku tidak bisa lagi membantumu," Irsan bangkit dari kursi, "Aku juga meminta maaf  atas nama Cecilia. Permisi."


Irsan keluar dari restoran ala jepang itu, dia segera menuju mobilnya dimana Cecilia tengah berdiri didepan pintu mobil.


"Kau puas sekarang hah? Kau puas kan Irsan. Kenapa kau melindungiku tadi, kenapa gak biarin dia nampar aku lagi, kalau perlu pukul aku sampai dia puas."


.


Hai Cecelover, maaf othor baru up lagi. Hihi.


Jangan lupa kasih like dan komen, rate 5, vote, iklan atau gift apalah yaaa. Jangan lupa juga dengerin audiobooknya. Keren banget deh, dubbernya.