I'm A Sugar Baby

I'm A Sugar Baby
Bab.219(Tips dari ahli)



"Maaf ... Sepertinya tidak bisa Nia, mungkin lain kali." Irsan menolaknya secara halus.


"See ... Dia tidak suka dating di keramaian Baby, terlebih mungkin dia hanya mengada ngada dan mengaku punya kekasih padahal tidak." Zian tergelak sendiri dengan ucapannya.


"Terserah kau Zian!"


Zian tergelak lagi, "Belum menikah sudah takut begitu, apalagi nanti Irsan. Kau akan masuk jajaran suami takut istri."


"Kau sendiri bagaimana?" tanya Irsan kembali, "Kau tidak takut istrimu?"


Agnia mencubit lengan suaminya agar berhenti membuat Irsan marah dan kesal. Dia juga kembali bangkit dari duduknya. Ucapan Irsan dan cubitan sang Istri membuatnya terdiam lalu mendengus.


"Hubby. Udah deh!"


Irsan terkekeh melihatnya, bagaimana bisa dia mengatakan kalau dirinya takut pada Istri sementara kenyataannya dia sendiri terlihat takut istri.


"Kalau gitu aku pergi duluan ya, Hubby inget ... Jaga Biru dengan baik! Aku gak akan maafin kalau Biru kayak kemaren"


"Iya baby ... Iya, aku akan menjaganya lebih baik lagi." Jawab Zian dengan mengelus lengannya yang di cubit Agnia.


Setelah kepergian sang istri, Zian menendang kaki Irsan yang terus meledeknya.


"Kau akan merasakannya nanti!"


Mereka kemudian saling membicarakan hal hal lain, kesehatan Zian dan penyakitnya, kabar Dave, kim, Biru, keadaan Singapure yang berbeda dengan di indonesia dan tentu saja Carl si brengsekk. Sampai suara tangisan Biru terdengar dari ruangan sebelah.


"Kau lihat Irsan, bahkan aku mengurus anakku di kantor."


"Bukankah kau dulu membuatnya di sini!"


Zian yang hendak masuk mengambil Biru kembali menoleh, "Sialan kau! Dari mana kau tahu aku membuatnya di sini."


"Kau sendiri yang mengatakannya!"


"Kapan?"


"Baru saja kau katakan Zian! Kau membenarkan pernyataanku dengan membalikkannya dengan bertanya dari mana aku tahu. Bukankah itu artinya benar?"


Zian mengibaskan tangan, lalu berdecak. "Kecerdasanmu membuatku pusing!"


Tak lama Zian membawa Biru dari ruangan sebelah, anak balita itu terus menangis mencari ibunya, dia juga tidak mau digendong oleh Zian dan terus meronta ronta minta turun.


"Mamm ... Mammy!"


"Kita akan ke tempat mommy sebentar lagi ok Biru."


Zian kewalahan sendiri menghadapi rengekan buah hatinya itu sampai Irsan ikut mencoba menenangkannya.


Hak sepele padahal yang dia lakukan. Sebuah boneka flaminggo mungil berwarna pink yang menjadi gantungan kunci mobil miliknya, bisa ditebak dari mana dokter lempeng bak tiang listrik itu mendapatkan kunci gantungan seperti ini.


"Jangan berikan gantungan itu. Itu sangat kotor." Zian mencoba mencari benda lainnya untuk mengalihkan perhatian Biru.


"Tidak apa, ini steril. Kau fikir aku tidak membersihkannya!"


"Tidak ... Tidak, cari yang lain!"


Biru terus menangis, kedua tangannya meronta ronta ke arah Irsan. Dan dengan terpaksa Zian memberikan boneka itu padanya.


Benar saja Baby Biru berhenti menangis, ditangannya kini menggenggam erat boneka flaminggo seukuran kepalannya sendiri. Walaupun sebelumnya terjadi perdebatan yang membuatnya semakin menangis. Irsan menggendong Biru dan berhasil menenangkannya.


"Kau lihat sekeren apa aku ini, anak kecil saja bisa aku tenangkan,"


"Lalu begitu pula caramu mendapatkan kekasihmu itu? Cih. Mana percaya aku ... Kau hanya beruntung saja, Biru terlihat menyukai bonekamu. Bukan dirimu."


"Katakan saja kau iri padaku!" Tukas Irsan yang sama sama tidak mau mengalah juga. "Dan dengan begini aku tidak bisa pulang."


Zian baru terkekeh setelah mendengarnya. "Kalau begitu kau ikut aku, kita ke tempat istriku untuk mengantarkan Biru lalu kita pergi bersenang senang."


"Kau mengajakku bersenang senang. Tempat apa yang ingin kunjungi bersamaku. Kau jelas tahu. Bodoh!"


Zian kali ini tergelak saking lucunya. "Kau benar, aku bahkan sudah tidak pernah menginjakkan kakiku di klub malam atau tempat semacam itu. Apalagi kau yang memang sejak muda berbeda, mungkin kau akan lebih parah dariku saat menikah nanti."


Membayangkannya saja membuatnya tertawa, Irsan yang tidak banyak tahu soal dunia malam dan sebagainya akan semakin buta akan hal hal itu, terlebih yang akan dia nikahi adalah gadis dengan segala pengetahuannya mengenai dunia gelap dan malam.


"Kenapa kau jadi melamun. Gendong yang benar, kau ingin Biru jatuh!"


"Sudahlah ayo pergi!"


"Ke?"


"Setelah mengantarkan putramu, kita pergi ke klub malam. Minimal aku tahu ada apa saja di dalam sana sebelum aku menikah."


Gelak Zian semakin membahana, membuat Biru tersentak kaget. "Ah ... Maaf Biru, apa Daddy mengagetkanmu?"


"Kau ini!"


"Itu lucu sekali, aku tidak bisa menahan untuk tidak tertawa mendengar keinginanmu. Kalau Kim ada di sini mungkin dia akan tertawa sampai terpingkal."


Irsan mendengus, "Ibu mertuamu pasti akan memukulku sebelum dia menertawakanmu!"


Tawa Zian terhenti tiba tiba saat mendengar Irsan mengatakan ibu mertua. Kata kata yang sering mengganggu telinganya karena hal itu sangat menggelikan.


"Sudahlah ayo pergi!"


Keduanya keluar dari ruangan Zian, dengan Irsan yang menggendong Biru sementara Zian membawa tas kecil berisi perlengkapan milik Biru. Hampir semua orang melihat ke arah mereka walaupun mereka sendiri langsung mengalihkan pandangannya karena segan kalau Zian adalah atasan mereka dan pesona seorang Daddyable sangat terlihat jelas sekali.


"Kau lihat. Mereka saja terpesona melihat kita."


"Masa bodo Zian, aku ingin cepat pergi dan semua selesai,"


Biru terlihat tenang, dia bahkan tertawa saat keduanya masuk kedalam lift, lalu keluar dari lift dan menuju mobil Zian sebab Irsan tidak bisa mengaambil kunci mobil miliknya dari tangan Biru.


"Lepaskan saja kunci mobilmu, biarkan dia memegang bonekanya saja!" Celetuk Zian,


"Tidak bisa!"


"Kau ini, boneka dekil begini banyak dijual ... Aku akan menggantinya kalau perlu yang lebih besar."


"Aku tidak mau! Biarkan saja mobilku di sini, nanti aku akan mengambilnya lagi."


"Kau ini ... Jangan bilang benda jelek itu pemberian kekasihmu!"


Irsan terdiam, dan tebakan Zian memang benar. Pria pemilik gelar the best bussisman seasia itu menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah bisa menebak akhir dari hidupmu Dokter Irsan." cibirnya dengan tertawa lalu masuk kedalam mobil.


Sementara Irsan bersikap tidak peduli, dia masuk kedalam dengan Biru yang masih di dalam gendongannya.


Mobil melaju ke arah mall dimana Agnia berada, seorang Ibu muda yang saat ini berusia 21 tahun, dan Istri dari pria sehebat Zian.


"Bagaimana rasanya menikah?" celetuk Irsan saat mobil tengah berada di kecepatan sedang.


Zian yang melajukan mobilnya menoleh sekilas, "Kau serius ingin menikah dalam waktu dekat ini?"


"Tentu saja!"


"Kau ingin mendengar hal baik atau hal buruk lebih dulu."


"Buruk!"


"Hak buruk setelah menikah adalah saat kau mencicipi masakan terburuk dalam hidupmu tapi kau harus berbohong dengan mengatakan kalau masakan itu enak."


"Itu tidak berlaku, aku bisa masak sendiri."


"Baiklah. Kalau begitu kau harus selalu mengalah saat berdebat dengan istrimu karena prinsip mereka selalu benar."


Irsan terlihat mengangguk anggukan kepalanya mengerti saat Zian memberikan tips tips dari ahlinya.


"Kau juga harus mengikuti moodnya, jangan menyela ketika dia bicara apalagi marah! Menakutkan!" Zian bergidik mengingat semarah apa Agnia. "Istrimu akan menjadi kucing tiba tiba atau akan jadi singa tiba tiba, persiapkan mentalmu."


Zian berubah bak seorang penasihat pernikahan handal dengan memberikan tips tips pernikahan versi dirinya dan juga Agnia pada Irsan yang terlihat mengerti dan serius mendengarkan. Sampai mereka tiba di pelataran parkir mall.


"Wanita juga suka kelembutan, sentuhan, kecupan, belaian, elusan, ucapan sayang. Jangan lupa itu." tambah Zian saat menghentikan mesin kendaraannya.


"Sebaliknya, dia yang suka menyentuhku, membelaiku, menciumku tiba tiba!"


.


.


Salah curhat kau bang, Zian aja melehoy kok sekarang. Kira kira mereka ketemu gak ya.


Aku spill dimana Nita berada sekarang.


Saat ini baru ada 5 bab kisah Nita dan siapa ya kira kira. Dimana? Spill lagi nih.


Othor udah bilang kalau cerita Nita udah ada kan, tapi othor boyong ke tetangga. Kalian tahu kan tetangga yang mana. (mode bisik bisik) Itu lho yang readersnya bisa dapetin uang dari membaca. Alias Pizo. Eeeh.


Sekarang udah ada dan efektif updatenya nanti awal tahun so tinggalkan jejak disana dulu buat kalian yang punya aplikasinya. Oke oke ... Othor bakalan seneng sampe jingkrak jingkrak kalau ketemu kalian juga di sana.


Cari nama Pena othor. Kaa_Zee atau ketik di pencarian. Judulnya .


...Jerat Ranjang sang sugar baby....


Kita lihat segimana tangguh Si Nit nit menghadapi masalah hidupnya. Wkwkwkk