
Agnia menghampiri Cecilia dan memeluknya kencang, dia juga menepuk nepuk punggung sahabatnya itu "Selamet ya Ce ... Lo sekarang gak cuma jadi dina tapi jadi Dini juga."
"Ah ... Lo masih inget aja istilah itu." Cecilia membalas pelukan erat sahabatnya itu. "Akhirnya gue resmi jadi istri orang Nia."
"Iya ... sekarang resmi istri orang kemaren lo hanya jadi istri orang orangan sawah kan!" kelakar Agnia.
"Sialan Lo Nia."
Keduanya tergelak bersama, tak hentinya Agnia bersyukur karena sahabatnya kini benar benar berubah. Begitu juga Zian yang terus meledek Irsan yang hanya dibalas dengan decakan saja.
"Ingat apa yang aku katakan tempo hari padamu, lakukan itu agar kau selalu damai dengan istrimu itu, ingat jangan sekali sekali kau menyela saat dia marah! Oke?"
Irsan berdecak namun juga menggangguk kecil. " Aku bahkan tidak sempat melamarnya dan memilihkan cincin atau membiarkannya memilih cincinnya sendiri."
Zian yang kini berdecak, lalu tertawa."Itu perkara mudah, kau bahkan mampu membelikan dia cincin beserta tokonya, keluarkan dan habiskan apa yang kau simpan, jangan hanya menyimpannya sendiri. Asetmu sudah banyak."
"Sialan kau!"
"Jangan membuatnya rumit, setelah ini kau bahkan bisa membawanya keliling dunia. Benar kan?"
"Aku bukan kau!"
"Jelas saja, kita berbeda Irsan! Aku juga tidak mau menjadi dirimu." Zian tertawa lagi. "Yang penting itu cinta ... Kau akan mengatakan hal itu bukan?" teetawa lagi sampai terpingkal.
Irsan akhirnya tersenyum dengan menggelengkan kepalanya, "Kau memang bodoh!"
Keduanya saling menepuk bahu dan berpelukan, lalu kembali tertawa. Sampai mereka berdua kini duduk dengan menghadap.
Kedua ekor mata Irsan terus tertuju pada Cecilia yang tengah tertawa bahagia dengan Agnia, juga sang ibu yang terus bercerita dengan suster dan sesekali dengan ibunya Cecilia walaupun kadang obrolannya tidak nyambung.
Kedua manik hitamnya melebar saat Cecilia yang menyingkapkan gaun pengantinnya berjalan ke arah home band dan terlihat mengobrol sesuatu, kepalanya terangguk angguk saat wanita yang kini jadi istrinya itu menunjukan sesuatu di dalam ponselnya dengan terus tersenyum, disampingnya Agnia juga tidak hentinya ikut terkekeh.
"Apa yang mereka lakukan?" desis Irsan, membuat Zian menoleh ke arah mereka dengan kedua alis bertautan.
"Sudah aku bilang jangan terlalu ramah pada pria lain, tapi justru dia sengaja." tukas Zian yang melihat istrinya itu terus tertawa saat Cecilia berbicara pada seseorang di sana.
Zian sudah berdiri, namun dihalangi oleh Irsan, "Jangan membuat ulah, ini hari pernikahanku. Kita lihat lebih dulu sejauh mana tingkah mereka dari sini."
Zian kembali duduk, "Kau benar, kita awasi mereka dari sini."
Tak lama terlihat keduanya berdiri dengan mikrofon yang dipegang oelh Cecilia, saling melirik lalu melirik juga ke arah dua pria yang duduk menyoroti mereka.
"Lo duluan Nia ...!"
"Lo aja Ce ... Lo kan ratu nya hari ini." sahut Agnia yang mundur dua langkah ke belakang.
Sampai akhirnya musik mulai terdengar dengan lembut, "Nah ini baru lagu kita."
"Hm ...! Lets go Ce...."
^^^"I wanna be with you^^^
^^^And I wanna stay with you^^^
^^^I'm still walking wherever you go^^^
^^^You will live forever in me^^^
^^^I'm nothing without your love^^^
^^^I promise I'll never leave your love^^^
^^^Forever and ever and ever"^^^
Potongan potongan lirik dari penyanyi asal korea yang dinyanyikan oleh Cecilia dengan suara khasnya yang syahdu, menunjuk ke arah Irsan tanpa henti. Lagu yang hits dan menjadi populer dikalangan anak anak muda, membuat suasana semakin hangat.
"Keren lo Ce ... Tapi please gak usah drama, itu sih lo ngode laki lo." Agnia terkikik saat Cecilia menunjukan keterampilannya dalam bernyanyi, pemilik suara syahdu menggoda iman.
Irsan bahkan tidak dapat mengedipkan kedua matanya, selain suara yang bagus, gerak tubuhnya sangat lihai dan menghipnotis semua mata. Membuatnya teringat akan kejadian dimana Cecilia menunjukan bakatnya dalam olah raga pole dance. Pria berusia itu menggelengkan kepalanya, beruntung ditempat itu hanya ada mereka saja, jika banyak tamu undangan yang hadir, Irsan sudah pasti akan bangkit dan langsung menariknya dari sana.
"Baru sekarang aku merasa keputusanku tidak salah! Kau bayangkan jika seluruh tamu undangan melihatnya seperti itu?" ujarnya pada Zian dengan kedua mata tidak beralih pada istrinya yang kini berjingkrak jingkrak saat Agnia yang bernyanyi.
"Jadi kau sekarang setuju dengan apa yang aku lakukan dulu? Aku menyebutnya private party, tidak ada yang boleh tahu segemas apa istri kita Irsan!" Zian tertawa terbahak.
"Kau benar Zian!"
Zian dan Irsan masih mengobrol satu dua hal, sementara Cecilia dan Agnia duduk di kursi yang menghadap ke arah pantai. Setelah lelah bernyanyi dan berjoged joged tidak jelas, keduanya kini terdiam menatap hamparan langit yang penuh bintang.
"Coba ada Nita ya Ce .... Kita pasti lebih seru lagi, gue ngerasain lagi saat saat dulu bareng kalian." celetuk Agnia yang menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi yang terbuat dari kayu.
Cecilia menyandarkan kepala di bahu Agnia, "Gue juga ngerasa gitu Nia, sekarang gue ngerasa kehilangan dia, mungkin Nita bakal makin marah sama gue kalau tahu gue udah nikah."
"Nita pasti ngerti kok! Lo ngomong aja nanti."
Cecilia mengangguk, "Gue pasti bakal ngomong dan minta maaf sama dia nanti, gue gak tahu sebenernya dia segitu marahnya sama gue."
"Gue gak bisa nemenin lo Ce ... Besok gue udah harus balik ke Singapure."
Cecilia bangkit dan menolehkan kepalanya. "Yaaah lo sih udah mau balik aja!"
"Sorry Ce ... Kapan kapan lo dateng ke rumah gue di Singapure ya, sekalian honeymoon gitu lho."
Cecilia menghentakkan kaki lalu menghempaskan punggungnya begitu saja. "Gue gak yakin, dia pasti makin sibuk nanti! Belum di rumah sakit, belum kerjaan yang lain."
Agnia tertawa dan mencubit pinggangnya. "Yang penting dia udah punya lo, lo bebas masuk runah sakit atau kantornya."
"Apaan tuh maksudnya? Otak lo ngeres tuh ya."
Keduanya kembali tertawa dan baru berhenti saat Zian menghampiri mereka.
"Baby ... Ayo pergi." Zian mengulurkan tangan kearah Agnia.
Agnia pun menyambutnya dan berlalu. "Bye Ce ... Besok pagi kalau gue sempet gue kesini buat pamit sama lo."
Cecilia yang melihat Zian membawa Agnia ke arah lain pun berteriak, "Nia ... Kemana? Kesana kan?" ujarnya menunjuk Paviliun dekat pantai.
Irsan menggelengkan kepalanya, lalu duduk di sampingnya. "Mereka menyewa hotel lain, bukan di paviliun itu."
"Hah ... Ooh!" Cecilia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Pasti biar bisa bikin adik buat Biru."
"Kau ini!"
"Memangnya kenapa? Itu udah lumrah dibicarakan, apalagi sekarang kita suami istri." Cecilia menyenggol lengan Irsan dengan kedua alis naik turun. "Gak akan nunggu aku yang godain lagi kan?" lanjutnya dengan terkekeh.
Irsan mencubit hidungnya gemas, "Kau ini!"
"Aaah ... Sakit sayang."
Irsan bergidik lantas bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke arah tepi pantai,
"Hey ... Suami! Mau kemana, ini malam pertama kita, jangan jauh jauh!"
Irsan menoleh ke belakang melihat Cecilia setengah berlari menyusulnya. "Astaga! Apa kau tidak bisa mengecilkan suaramu?"
"Keceplosan! Lagian kamu mau kemana? Bukannya ke kamar malah ke pantai dingin tahu!"
"Kau sudah memakai jaketmu kan?" jawabnya dengan datar.
Cecilia terkekeh, lalu menarik lengan Irsan dan mengangkatnya keatas agar dia bisa menelusupkan tubuhnya dan melingkarkan lengan Irsan di bahunya.
"Nah gini kan anget."
Irsan menggelengkan kepalanya, dengan lembut dia mengacak pucuk kepala Cecilia. "Untung aku cinta dengan apa adanya dirimu,"
Cecilia lebih leluasa melingkarkan tangan pada pinggang pria yang kini jadi suaminya, mereks berjalan bersama ditepi pantai.
"Emangnya kalau gak cinta mau apa? Kamu mau ceburin aku ke laut?"
Dengan secepat kilat Irsan mengangkat tubuh Cecilia yang ringan, dia menggendongnya ala bridal style, dan Cecilia berteriak sampai meronta ronta.
"Kau justru memberiku ide!"
"Aaagghhh!! Hey ... Suami laknat, kau mau kualat karena menceburkan Istrimu ke laut, kau tidak ingat apa kata Imam pastur tadi? Hah ....turunkan aku."
.
.
Dua orang aneh bersatu .... Wkwkwk entah nanti gimana rumah tangga mereka. Inget cecelover jangan tanya mana nina ninu nina ninu yaa ... Sistem sangat sensi di akhir bulan. Kena review mulu nih.