
"Ah, lihat seperti ke 8 ahli berkumpul, dan kenapa tiba-tiba tuan Balmond pergi." "Ah, lihatlah bukankah pemuda itu adalah ahli yang mempunyai token teleportasi. Apakah dia membuat marah 7 ahli peringkat s." "Sepertinya begitu, dia menginginkan kematian." Para ahli yang lewat mulai berbisik dan mulai menjauh. Mereka takut terkena dampak pertempuran peringkat S.
"Hehe, rupanya aku akan level up lagi. Aktifkan skill mode air, api dan petir tingkat rendah." Gumam Clue lalu tubuhnya diselimuti api dan petir, lalu jika orang melihat dari dekat ada air yang menetes dari tubuh Clue.
"Sialan, apakah dia menguasi 3 elemen." Pria paruh baya terkejut melihat Clue. "Hmm, lalu kenapa kalau dia menguasai ketiga elemen. Aku akan tetap mengalahkannya." pria lain diselimuti angin dan melesat ke arah Clue.
"Tunggu." Pria tua berjenggot putih berteriak namun pria tidak berhenti. Melihat pria yang mendekat ke arahnya Clue mencibir lalu menghilang. Detik berikutnya Clue sudah di belakang pria dan memegang kepalanya. "Mati." Kata Clue. "Aahh." Tubuh pria mulai terbakar. Beberapa detik kemudian pria jatuh dari langit.
"Guntur telah mati." Kata pria tua menatap Clue. "Mustahil, pemuda itu membunuh tuan Guntur dengan sangat cepat." "Apakah dia benar-benar peringkat A level 10. Aku bahkan tidak bisa melihat kecepatannya dan bagaimana dia menyerang guntur." Kata ahli lain.
(Exp +5 butuh 4 exp untuk level up) (Coin +1050) saat melihat notifikasi yang muncul di depannya Clue sekali lagi menghilang muncul dibelakang salah satu ahli peringkat S yang tidak waspada dan mulai memegang kepalanya. "Mati." Kata Clue. "Ahhh." Ahli Elf berteriak saat tubuhnya terbakar, dan Clue sudah kembali di tempat dia semula.
"Apa, bagaimana mungkin dia begitu cepat saat membunuh Yoga." Wanita berumur 40an terkejut dan ketakutan menatap Clue. Semua 5 ahli yang tersisa menatap Clue dengan ekspresi terkejut dan ketakutan. Bahkan pria tua yang memiliki kekuatan terkuat ketakutan saat melihat Clue. Dia percaya bahwa tidak mungkin membunuh ahli peringkat S level 1 begitu cepat.
"Kuat." Balmond yang berada di kejauhan terkejut melihat Clue dengan mudah membunuh 2 ahli peringkat S level 1. Meskipun mereka adalah yang terlemah. "Sialan, apakah dia adalah ahli peringkat A level 10." Kata ahli lain terkejut. "Apakah kamu tadi tidak dengar tuan Yos menyebut pemuda adalah peringkat S level 1." "Apakah kita perlu membantu para ahli peringkat S." "Apa kamu bodoh. Jika ahli peringkat S mati dalam beberapa detik. Maka kamu yang hanya ahli peringkat A akan mati puluhan kali dalam beberapa detik." Para ahli mulai ketakutan saat menatap Clue.
Sementara Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya. (Exp +13 butuh 15 exp untuk level up) (Coin +1130) (Level up anda mendapatkan 50 poin) "Hehe, siapa lagi yang perlu aku bunuh." Kata Clue menjilat bibirnya. "Hiss." Kelima ahli yang tersisa ketakutan saat melihat Clue.
Detik berikutnya semua orang mendengar teriakan "Ahhhh." Elf paruh baya yang berada di samping pria tua tiba-tiba menjerit dan terbakar. "Sialan." Pria tua mengutuk dan melesat ke arah Clue.
Ketiga ahli peringkat S yang melihat pria tua melesat ke arahnya lalu juga mengikuti pria tua. Namun detik berikutnya ke tiga ahli bahkan para ahli yang menonton terkejut. Clue sudah berada di samping pria tua, dan kepala pria tua terjatuh.
(Exp +15 butuh 26 exp untuk level up) (Coin +1150) (Level up anda mendapatkan 50 poin) (Exp + 39 butuh 15 exp untuk level up) (Coin +1390) (Level up anda mendapatkan 50 poin) "Hahaha, sangat menyenangkan membunuh ahli peringkat S." Clue tertawa.
"Sial, bahkan tuan Yos yang terkuat di antara kita terbunuh. Apakah ini akhir dari kita semua." Kata pria elf tua. "Apakah aku akan mati disini." Elf pria paruh baya mengigit bibirnya. Badan perempuan wanita 40an gemetar lalu mendarat di tanah dan bersujud. "Tuan, tolong ampuni hidupku. Aku bersedia melakukan apapun yang kamu perintah."
"Ahhh. Nona Maya bersujud minta ampun." "****, diamlah. Apa kamu ingin mati." Para ahli yang menonton mulai berbisik dan menjauh dari area pertempuran mereka tidak ingin menyinggung dan membuat Clue marah. Mereka tahu bahwa Yos adalah ahli peringkat S level 2 dan ahli terkuat terbunuh sekali tebas oleh Clue.
Melihat Maya yang bersujud minta ampun kedua elf saling melirik lalu mendarat di tanah dan bersujud. "Tuan, tolong ampuni hidup kami. Kami mempunyai mata tapi tidak bisa melihat." Kata kedua elf bersamaan.
Clue melihat ketiga ahli peringkat S dan berkata. "Aku mungkin akan mengampuni wanita itu. Tapi kalian berdua tidak." Kata Clue. Dia bisa membuat wanita berumur 40 tahun menjadi budaknya. Karena level dia 18 sama dengannya. Tapi kedua elf level 30 dan 35 lebih tinggi darinya.
Saat mendengar kata Clue Maya menghembuskan nafas lega namun kedua elf putus asa dan hendak melawan Clue dengan putus asa. Tapi mereka berdua melihat Balmond yang mendekat dan berkata. "Tuan Clue, maafkanlah mereka berdua. Jika hanya aku dan Maya saja ahli di benua selatan. Para monster akan menyerang kota." Kata Balmond.
"Heh, aku sudah membunuh semua monster peringkat S di semua pegunungan dan membunuh ratusan monster peringkat A level 10. Jadi tidak mungkin mereka akan menyerang dalam waktu dekat." Kata Clue mencibir.
"Apa." bukan hanya ahli peringkat S yang terkejut mendengar kata Clue. Bahkan semua ahli yang menonton pertarungan terkejut. Mereka tahu bahwa monster jauh lebih kuat dari manusia dan elf, dan monster peringkat S level 1 setara peringkat S level 2.
"Tuan Clue, tolong beri saya wajah, dan biarkan mereka berdua hidup." Kata Balmond memohon. "Cihh, mereka berdua baru saja ingin menyerangku. Tapi karena kamu memohon aku ingin mengampuni mereka. Tapi dengan satu syarat." Kata Clue.
"Ahh, apa itu tuan. Kami berdua akan melakukan apapun yang tuan Clue katakan." Kata kedua elf. "Kalian harus memasuki portal ke dunia lain 2 bulan lagi. Saat kalian memasuki portal harus berada di hadapanku. Tapi jika kalian lari dan meninggalkan benua selatan. Yakinlah aku akan membunuh semua elf di benua selatan dan benua timur. Aku akan menghapus ras elf di dunia ini." kata Clue mengancam.
"Hiss." Saat mendengar kata Clue semua orang meneguk air liur. Mereka tahu bahwa Clue tidak bercanda. Mereka tahu bahwa ahli peringkat S sudah menyinggung dewa pembunuhan.
"Baiklah, saya Galang berjanji akan memasuki portal yang mengarah ke dunia lain dua bulan kedepan." "Saya Carlos berjanji berjanji akan memasuki portal yang mengarah ke dunia lain dua bulan kedepan." Kata kedua elf.
"Baiklah kalau begitu kamu Maya kemarilah." Kata Clue mengangguk. Maya terbang dan mendekat ke arah Clue. Saat Maya sudah tiba di depannya Clue mengaktifkan skill perbudakan dan meneteskan darahnya ke dahi Maya. "Ahhh." Maya menjerit kesakitan dan memegang kepalanya. Lalu beberapa detik kemudian Maya membungkuk dan berkata. "Salam tuan Clue."
"Ahhh." Semua orang yang melihat Maya membungkuk dan berkata dengan hormat kepada Clue terkejut. "Kalian tidak perlu terkejut, sekarang dia budakku. Sama seperti Lian. Kamu berdua bersyukurlah karena aku tidak menjadikan kalian budak." Kata Clue. "Ahh, terimakasih tuan Clue." kedua elf membungkuk. Mereka saat ini sangat senang karena harus memasuki portal yang mengarah ke dunia lain, dan tidak jadikan budak.
"Syukurlah aku tidak menyinggungnya." Saat ini Balmond menyeka keringat di dahinya. Dia beruntung tidak menyinggung Clue dan tidak bertempur melawannya.
"Kalian berdua pergilah ke benua barat, dan masuki portal yang berada di benua barat saat aku tiba." kata Clue. "Baik tuan Clue." Balas Kedua elf lalu terbang dan melesat meninggalkan kota.
"Lian, kumpulkan semua cincin dan peralatan mereka. Aku akan menunggumu di dalam. Maya ikuti aku." "baik tuan." Lian dan Maya membungkuk. Lian menjarah peralatan dari peringkat S yang terbunuh sedangkan Maya mengikuti Clue memasuki Villa. Kedua penjaga yang menjaga pintu gerbang katakutan dan membungkuk saat Clue masuk ke dalam.
"Ahhh, apakah ini semua mimpi 4 ahli peringkat S telah meninggal, 2 menuju ke benua barat dan satu lagi menjadi budaknya." "Heh, aku juga tidak percaya dengan semua ini. Dia bilang berasal dari benua barat. Apakah kita perlu pergi ke benua barat dan mencari infonya." "Mungkin, aku ingin tahu seperti apa terkenalnya dia di benua barat." kata para ahli.
"Oh, aku lupa sesuatu." Kata Clue berbalik lalu terbang di langit dengan bentuk setengah naganya. Orang-orang di seluruh kota mulai melihat Clue yang terbang di langit. "Ingat, namaku King gamer. Kalian tidak boleh menyerang pegunungan Froster selama seratus tahun. Karena itu wilayah budakku. Tapi jika kalian ingin menyerang 4 pegunungan lainnya aku tidak peduli." Kata Clue lalu memasuki Villa kembali.
"King gamer, aku akan ingat nama itu." "sepertinya dia ingin membuat namanya terkenal di benua selatan." "Heh, karena dia sudah membunuh 4 ahli peringkat S dan membunuh semua monster peringkat S. Namanya akan menyebar di kota lain." Kata ahli lainnya.
Beberapa menit kemudian Clue berada di ruangan bersama Balmond, Lian, dan Maya. "Hoho, tuan Clue sangat menajubkan. Apakah rencana tuan Clue setelah ini. Benua selatan saat ini tidak memeiliki penguasa" kata Balmond, dia ingin Clue menjadi penguasa benua selatan.
"Maaf, aku tidak tertarik untuk menjadi penguasa benua selatan." Kata Clue. "Ahh, jadi begitu, sayang sekali." Balmond menggeleng. Clue tersenyum lalu melemparkan sebuah token dan 1 pil kepada Balmond. "Ahh, ini' saat melihat token yang familiar Balmond terkejut. "Ambilah, dan pil itu setidaknya memberimu sedikit manfaat." Kata Clue. "Terimakasih tuan Clue." kata Balmond tersenyum.
Balmond melihat pil dengan ragu lalu menelannya. Saat merasakan ada aliran energi di dalam pil. Balmond menutup matanya. Lian dan Maya terkejut melihat Balmond yang menutup matanya. "Bukankah itu hanya pil level 4, mengapa dia begitu lama menyerapnya." Gumam Lian dan Maya dipikirannya.
Beberapa menit kemudian Balmond membuka matanya dan berkata. "Terimakasih tuan Clue atas pil yang anda berikan. Saya merasa sedikit lebih kuat." Balmond senang. Clue tersenyum melihat Balmond yang level up 1 kali.
"Tuan Clue jika kamu ingin mempunyai pil seperti tadi bisakah saya menukarnya dengan sesuatu." Kata Balmond. "5 Pil untuk tumbuhan ginseng berumur 6000 tahun." Clue tersenyum. "Ahh, lupakanlah tuan Clue. Mustahil ada tumbuhan ginseng berumur 6000 tahun." Balmond menggeleng. Clue dan Balmond kemudian mengobrol.
Setelah beberapa menit Balmond mulai pergi meninggalkan Villa. Dan Clue tahu bahwa Villa ini milik pria tua Yos ahli terkuat, dan setiap sebulan sekali akan di adakan perkumpulan ahli peringkat S yang terjadi disini.
"Lian ambil ini dan konsumsilah." Clue melemparkan 6 pil kepada Lian. Saat Lian mengambil 6 pil dia terkejut dan berkata. "Terimakasih tuan." Lian tahu pil ini yang dikonsumsi oleh Balmond.
"Maya ikuti aku ke kamar." Kata Clue. "Baik tuan." Maya mengangguk dan mengikuti Clue. Saat berada di dalam kamar Clue mulai meremas pantat Maya dan mencium bibirnya. "Ahh tuan." Maya terkejut lalu memeluk Clue. "Bukankah ini yang kamu inginkan saat kita pertama kali bertemu." Kata Clue. Maya tersipu mendengar kata Clue.
3 hari kemudian saat pagi hari Clue membuka matanya dan melihat Maya yang telanjang berada di sampingnya. "Selamat pagi tuan." Kata Maya tersenyum. "Pagi." Balas Clue. Dia sudah berhubungan dengan Maya lebih dari 48 jam. Hanya berhenti untuk makan dan mengisi stamina.
"Baiklah, waktu bersenang-senang sudah habis, aku akan pergi ke benua timur. Kamu dan Lian tunggu aku di tepi pantai benua barat. Ini ambilah" kata Clue menyerahkan sebuah token teleportasi. "Terimakasih tuan." Maya keluar dari kamar dan menuju kamar Lian. Sementara Clue dikamarnya bergumam "tabel status."
Nama : Clue
Umur : 30 tahun
Job : Patriack Akadezmi Knight
Level : 18 next butuh 15 exp
Ras : Manusia elite tingkat rendah
Kekuatan : 1520 (+882)
Agility : 1520 (+882)
Vitalitas : 1520 (+882)
Stamina : 1020/ 1520
Mana : 1490/ 1520
Poin : 0
Coin : 22.010.220
Clue menelan pil pemulihan stamina lalu bergumam "Teleportasi ke istana elf di kota wonder." Beberapa detik kemudian tubuh Clue bersinar dan menghilang dari ruangan. Begitu juga dengan Lian dan Maya yang berada di ruang sebelah ruangan, mereka berdua juga menghilang. Beberapa detik kemudian Clue melihat sudah berada di depan sebuah istana.
"Akhirnya dia berada disini juga." Seorang elf paruh baya tersenyum lalu berkata. Kumpulkan semua orang, kita akan menyambut tamu penting. "Baik yang mulia." Kata Elf pria paruh baya di sampingnya.
Clue yang berada di luar istana tiba-tiba dikelilingi oleh puluhan Elf. "Hei manusia kenapa kamu bisa berada disini." "Hati-hati meski dia hanya seorang diri, dia peringkat A level 10." Para elf yang mengelilingi Clue mempunyai kekuatan pringkat A level 10. Sementara ahli yang tidak mencapai peringkat A level 10 melihat dari jarak jauh.
"Pergilah, tidak ada manfaat membunuh kalian. Tapi jika kalian ingin mati tidak masalah." Kata Clue mencibir. "Manusia sialan." Teriak salah elf lalu tubuhnya diselimuti angin dan melesat ke arah Clue. Clue mencibir lalu melesat.
Detik berikutnya Elf yang melesat ke arah Clue sudah terjatuh di tanah dengan kepala menghadap kebelakang. (Coin +980) Notifikasi muncul di depan Clue. "Apa. bagaimana mungkin dia membunuh ahli peringkat A level 10 tanpa menggunakan kemampuan. Apakah dia peringkat S." Elf yang mengelilingi Clue mulai gugup.
"Halo manusia, selamat datang di kerajaanku." Kata elf pria paruh baya memakai mahkota. "Yang mulia." Saat para ahli peringkat A level 10 melihat elf paruh baya mulai membungkuk.
"Level 39" kata Clue melihat elf didepannya. "Lancang, manusia kenapa kamu tidak membungkuk di hadapan yang mulia." Teriak elf beramput punk peringkat A level 10. "Cihh. Menganggu." Detik kemudian Clue menghilang dan tidak lama kemudian kembali di tempat awalnya. Namun elf yang berteriak kepada Clue kepalanya terpotong. Sementara Clue memegang sebuah pisau yang berlumuran darah.
"Hiss." Elf lainnya meneguk air liur. Mereka tahu jarak antara elf dan Clue cukup jauh. Namun Clue hanya butuh beberapa detik untuk memotong kepalanya. Sementara mereka tidak melihat gerakan Clue sama sekali. "Apakah itu kemampuan teleportasi." Kata elf paruh baya yang memakai mahkota. Dia tidak panik sama sekali saat berhadapan dengan Clue.
"Oh, penglihatanmu tidak buruk. Benar ini adalah skill teleportasi, berkat skill ini aku membunuh banyak ahli peringkat S dan ratusan peringkat A level 10" Jawab Clue santai. "Apa." banyak yang terkejut saat mendengar kata Clue termasuk penjaga yang datang bersama elf yang memakai mahkota. "Haha, namaku adalah Razor. Siapa namamu tuan." Kata elf paruh baya. "Kamu bisa memanggilku Clue." balas Clue.
"Tuan Clue, kenapa tidak masuk ke dalam istana. Saya punya sesuatu yang ingin dibicarakan dengan tuan." Kata Razor tersenyum. "Oh, baiklah jika raja Razor mengundangku." Balas Clue. Karena Razor adalah raja dari para elf Clue menyebutnya Raja. Clue sedikit hormat kepada Razor karena lebih tua dengannya, terlebih lagi Clue tidak merasakan niat buruk Razor. Clue juga menebak Razor ingin berteman dengannya.
Kemudian Clue mengikuti Razor memasuki istana. "Apakah tuan Clue adalah ahli yang menerobos beberapa hari lalu di benua barat." tanya Razor dan terus berjalan. "Benar, itu adalah aku." Balas Clue. Clue tahu bahwa hukum alam yang dia terima dapat dilihat meski berada di benua selatan dan timur.
Saat mendengar jawaban Clue Razor tersenyum dan berkata. "Silakan duduk tuan." Clue mengangguk dan mulai duduk. "Jadi apa yang ingin kamu bicarakan." Kata Clue tanpa basa-basi. "Hehe, apa tuan tertarik dengan wanita. Aku memiliki seorang Elf cantik dan tentu dia masih perawan." Razor tersenyum.
"Oh, aku ingin lihat secantik apa perempuan yang raja elf tawarkan." Kata Clue. Clue sudah memiliki beberapa perempuan dan memiliki Ratna perempuan yang menurutnya paling cantik. Serta Lian budak yang baru saja dia dapatkan yang kecantikannya setara dengan Ratna.
"Hehe, baiklah kalau begitu. Sangkuriang panggilkan Ismi." Kata Razor. "baik tuan." Elf paruh baya yang berdiri di pintu pergi dan beberapa menit kemudian kembali dengan seorang perempuan.
Clue melihat elf perempuan berumur 30an yang memiliki mata serta rambut biru dan payudara ukuran C dan mempunyai badan seksi. "Salam yang mulia." Kata Elf membungkuk. "Dia sungguh istimewa." Kata Clue.
Saat mendengar kata Clue Razor tersenyum dan berkata. "Ismi apa pendapatmu tentang tuan Clue." Ismi melihat Clue dan berkata. "Yang mulia, tuan Clue sungguh menajubkan bisa mencapai peringkat s dan tetap terlihat muda dan tampan. Jika seorang perempuan menjadi kekasih tuan Clue mereka pasti akan sangat senang."
"Haha, baiklah Ismi kamu boleh pergi." Kata Razor. "Baik yang mulia." Ismi mengangguk lalu melihat Clue dan meninggalkan.
"Katakanlah apa yang kamu mau untuk memberikan dia kepadaku." Kata Clue. Clue tertarik dengan Ismi pada pandangan pertama. "Hehe, sebaiknya tuan Clue lah yang menawar." Balas Razor. "Baiklah, bagaimana dengan 5 token teleportasi dan pil yang bisa membantumu menerobos." "Ahh." saat mendengar kata Clue Razor terkejut dan berkata. "Deal." Clue tersenyum lalu memberikan cincin ke pada Razor. Saat Razor melihat di dalam cincin ada 6 pil dan 5 token Razor terkejut. "Bukankah ini hanya 6 pil level 4 tuan Clue." kata Razor bingung.
"Makanlah, dan kamu akan merasakannya sendiri." Kata Clue. Razor merenung lalu mengambil 6 pil dan kemudian menelannya. Saat merasakan ada energi di dalam pil Razor menutup matanya. Beberapa menit kemudian Tubuh Razor mengeluarkan petir dan Razor membuka matanya. "Terimakasih tuan Clue. Berkat pil yang anda berikan saya menerobos ke peringkat S level 3." Razor tersenyum"Tidak masalah." Clue mengangguk.
"Sangkuriang panggil Ismi untuk kesini." Kata Razor. "Baik yang mulia." Balas elf paruh baya dan tidak lama kemudian Ismi memasuki ruangan kembali. "Salam yang mulia." Ismi membungkuk. "Ismi mulai sekarang Tuan Clue adalah tuan barumu. Kamu akan mengikuti perintahnya mulai sekarang. Apa kamu mengerti." Kata Razor. "Mengerti yang mulia. Salam tuan Clue, Ismi akan mengikuti tuan dari sekarang." Kata Ismi membungkuk dan melihat Clue dengan tatapan penuh makna.
"Baiklah raja Razor jika tidak ada sesuatu lainnya aku akan pergi dulu." Kata Clue. "Haha, tuan Clue panggil saja aku Razor. Kenapa tuan Clue terlalu buru-buru. Tidak bisakah tuan Clue bersantai dan menginap disini beberapa hari." Kata Razor.
"Terimakasih Razor, awalnya kedatanganku disini untuk membunuh para Elf yang mencapai peringkat S. Tapi karena kamu berbaik hati dan memberikanku perempuan. Aku mengurungkan niatku." Balas Clue. Razor yang mendengar kata Clue terkejut dan bergumam. "Tanpa ramalan nenek, mungkin aku akan mati atau bernasib buruk." sementara Ismi yang mendengar kata Clue lebih terkejut dan bergumam. "Apakah tuan baruku begitu kuat, mengapa dia begitu percaya diri mengatakan akan membunuh para elf peringkat S di depan yang mulia yang mempunyai kekuatan peringkat S level 3.
"Baiklah Razor aku akan berkeliling kota, jika ada elf yang menyerangku. Maaf bila aku membunuh mereka semua." Kata Clue berdiri dari kursi dan berkata. "Ismi ikuti aku." "Baik tuan." Ismi pun berjalan dengan mengikuti di belakang Clue.