
Clue melayang di langit kemudian melihat Ye Jin yang sedang menghadapi hukum alam. "Sepertinya aku harus memberikannya sesuatu sebagai hadiah karena dia berhasil menghadapi hukum alam." Clue tersenyum.
"Oh, kamu kembali Clue." Adrian dan Daus terbang ke arah Clue. "Aku baru saja kembali." Balas Clue. "Duaarr." "Di tim kita sudah 3 orang menghadapi hukum alam, kamu tidak termasuk brother." Kata Daus melihat Ye Jin yang sedang menghadapi hukum alam.
Beberapa menit kemudian Clue melihat langit mulai cerah kembali. Clue menghilang lalu muncul di samping Ye Jin yang sedang tergeletak di tanah. "Kamu hebat, berhasil menghadapi hukum alam." Clue tersenyum. "Hehe." "Jangan bicara dulu, telan ini." Clue memberikan pil kepada Ye Jin. Ye Jin menelan pil kemudian mulai duduk dan memejamkan matanya.
Tidak lama kemudian Ye Jin membuka matanya dan berkata. "Aku sudah berhasil menghadapi hukum alam. Apa kamu tidak ingin memberikanku hadiah." Clue tersenyum kemudian mengambil sesuatu dari tabel penyimpanannya. "Tutup matamu." "Baik." Ye Jin menutup matanya.
"Buka matamu." Kata Clue. Ye Jin membuka matanya dan melihat cincin berlian di jari manis tangan kirinya. "Ini." Ye Jin melihat Clue. "Itu adalah cincin lamaran. Jika bumi kembali normal aku akan menikahimu." Mendengar kata Clue Ye Jin memeluk Clue dengan erat.
"Hikss, Dasar bodoh. Aku sudah menunggu kamu melamarku dari lama." Ye Jin menangis bahagia. "Maaf membuatmu menunggu lama. Tapi yakinlah, setelah dunia kembali normal 6 bulan lagi, aku akan menikahimu. Meski dunia tidak kembali normal, aku tetap akan menikahimu." Balas Clue. "Janji." Ye Jin menatap Clue dengan mata berkaca-kaca. "Aku berjanji." Balas Clue mencium bibir Ye Jin. "Emmm." Clue dan Ye Jin berciuman dengan mesra.
Beberapa menit kemudian Clue dan Ye Jin kembali, dan disambut oleh semua orang. "Selamat Ye Jin kamu berhasil menghadapi hukum alam." Kata Fiona. "Selamat Ye Jin." Semua orang memberikan selamat kepada Ye Jin. Tatapan Usman terfokus kepada cincin berlian di jari manis tangan kiri Ye Jin dan berkata. "Oh, kamu mempunyai cincin yang bagus Ye Jin." Semua orang kemudian melihat cincin di jari manis Ye Jin.
Clue melihat kakeknya dan menghela nafas. "Tadi aku sudah melamar Ye Jin." Mendengar kata Clue semua orang terdiam. Beberapa detik kemudian Adrian tertawa. "Hahaha, aku tidak menyangka anakku yang playboy akhirnya melamar seseorang." "Hahaha, akhirnya cucuku akan menikah." Usman tertawa. "Selamat kak Ye Jin." Fiona tersenyum kepada Ye Jin. "Terimakasih Fiona." Balas Ye Jin tersenyum. "Baiklah, ayo kita adakan pesta untuk merayakan Clue yang melamar Ye Jin." Teriak Adrian. "Ayo berpesta!!." Teriak semua orang dengan senang.
30 Menit kemudian Clue berada di ruangan dan melihat semua orang sedang asik makan dan minum dengan di iringi music. "Sayang, ayo berdansa denganku." Kata Hery ayah Fiona. "Baik sayang." Balas Indah tersenyum. "Paman, apa kamu mau berdansa denganku." Kata Daus melihat Adrian. "Berengsek, aku bukan gay." Teriak Adrian. "Hahaha." Semua orang di dalam ruangan tertawa.
Clue melihat semua orang dan tersenyum. "Aku lupa kapan terakhir kali menikmati hidup dan tertawa lepas seperti ini. Hari-hariku setelah tersadar dari koma adalah latihan dan membunuh monster." "Maka dari itu, jangan terlalu memaksakan diri sayang. Saat ini kamu adalah yang terkuat di Indonesia. Tidak ada seorang pun yang dapat membahayakanmu." Kata Ye Jin bersandar di bahu Clue.
Clue melihat Ye Jin dan tersenyum. "Aku tidak salah memilih wanita sepertimu Ye Jin." Clue mencium bibir Ye Jin. "Emmm." "Di sini banyak orang Clue." Ye Jin tersipu. "Kalau begitu ayo kita pindah ke kamar." Clue menggendong Ye Jin. "Ahhh." Ye Jin berteriak.
"Uhukk. Ayo kita lanjutkan pestanya. Kalian pasti sudah tahu sifar cucuku." Kata Usman. "Hahaha, Ayo kita lanjutkan pestanya. Brother pasti tidak bisa menahan gairahnya setelah beberapa hari tidak pulang dan ingin melampiaskan." "Aduhh." Sebelum menyelesaikan perkataanya Adrian menepuk kepala Daus.
"Kamu mau aku hajar." Kata Adrian. "Hehe, terakhir kali aku berlatih tanding dengan paman 1 minggu lalu. Jadi ayo kita bertarung lagi." Daus tertawa. "Kalian bisa berkelahi besok, saat ini waktunya bersenang-senang." Kata Usman. "Baik ayah." Balas Adrian. "Oke kek." Balas Daus.
Saat ini Clue berada di kamar dan sedang menjilati pussy Ye Jin. "Emmm, aku sudah tidak tahan sayang. Cepat masukan punyamu." Kata Ye Jin meremas dadanya. "Baiklah." Clue menjilat bibirnya kemudian memasukan punyanya ke dalam milik Ye Jin.
"Ahhhh.." Ye Jin berteriak dengan keras. Clue melihat darah yang mengalir dari milik Ye Jin. "Mengapa begitu sakit." Kata Ye Jin. "Aku lupa memberi tahu kepadamu. Setelah menghadapi hukum alam. Kamu akan kembali perawan dan kemungkinan besar kamu tidak akan keguguran lagi." kata Clue. "Ahhh, benarkah aku tidak akan keguguran lagi." Ye Jin terkejut. "Benar." Clue mengangguk. "Jika begitu, keluarkan di dalam sayang." Kata Ye Jin. "Tentu sayang." Clue mencium bibir Ye Jin dan mulai mendorong miliknya. "Uuhhh."
Keesokan harinya Clue memakai pakaian dan melihat Ye Jin yang sedang terbaring di ranjang. "Aku akan pergi sayang." Clue mencium dahi Ye Jin. "Jangan terlalu lama jika kembali." Balas Ye Jin. "Baik." Clue tersenyum kemudian menghilang.
Clue muncul di luar rumah dan melihat kakeknya. "Aku pergi kek." "Oh, baiklah." Balas Usman. Clue mengangguk kemudian menghilang. Fiona berjalan ke arah kakek Clue dan berkata. "Dia sudah pergi lagi." Fiona menghela nafas.
3 Bulan telah berlalu berlalu. Saat ini Clue berada di sebuah kamar dan melihat perut buncit Ye Jin. "Apa kamu sudah memikirkan nama anak kita sayang." Tanya Ye Jin. "Belum, tapi aku akan memikirkannya cepat atau lambat." Clue tersenyum. "Oke." Ye Jin tersenyum. Clue kemudian mengelus perut Ye Jin.
30 menit kemudian Clue duduk di atap rumah dan melihat langit. "Tersisa 3 bulan lagi sebelum pertandingan antar galaxy dimulai. Aku ingin tahu sekuat apa Mori Han saat ini." Clue menyeringai.