Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Benua Selatan



"Fitria lindungi mereka bertiga." Kata pria paruh baya melihat perempuan. "Paman mereka sudah pergi." Balas Fitria. Pria paruh baya berbalik dan melihat Ray, Fernando dan Ambar yang melesat pergi. "Mereka ini." Pria paruh baya tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Ray mengapa kita melarikan diri." Tanya Fernando. "Semua goblin disana memiliki kekuatan setara kultivator peringkat raja, yang tidak lebih lemah dariku. Bahaya bagi kalian berdua jika tetap berada disana." Balas Ray.


"Bilang saja kamu malas bertarung." Clue tiba-tiba muncul di depan Ray, Fernando dan Ambar. "Jika kamu tidak meninggalkan kami. Aku akan bertarung melawan para goblin itu." Balas Ray. "Baiklah ayo kita pergi mencari tanaman obat." Kata Clue.


"Apa kita akan meninggalkan mereka Clue." tanya Ambar. "Pria paruh baya bernama Agung itu kultivator kaisar tingkat 3. Sedangkan goblin yang terkuat adalah kultivator kaisar tingkat 1. Mereka pasti akan baik-baik saja." Balas Clue. Melihat Ambar yang tidak membalaskan perakataanya. Clue teleportasi bersama Fernando, Ray dan Ambar.


1 Jam kemudian pria paruh baya melihat puluhan goblin yang berbaring di tanah. "Apa kalian baik-baik saja." Kata pria paruh baya melihat 10 pria. "Kami baik-baik saja. Kami hanya menerima luka ringan." Balas 10 pria. "Kita akan istirahat di dalam kota. Setelah memulihkan stamina, kita akan melanjutkan pencarian." Balas pria paruh baya.


12 Jam kemudian Clue, Fernando, Ray dan Ambar berjalan ke arah sebuah tenda, dimana Agung dan Fitria berada. "Senior mengapa sebelumnya anda meninggalkan kita." Pria paruh baya tersenyum kecut melihat Clue.


"Aku tiba-tiba ingin buang air besar. Jadi aku mencari sungai." Balas Clue berbohong. Agung, Fitria dan 10 pria lainnya tersenyum kecut mendengar jawaban Clue. Mereka tahu Clue berbohong. "Kami akan meninggalkan benua utara." Clue melihat pria paruh baya.


"Aahh, mengapa senior ingin pergi." Tanya Fitria. "Kualitas tanaman obat di benua ini, tidak ada bedanya dengan benua timur." Balas Clue. Pria paruh baya dan yang lain terkejut mendengar kata Clue. Ras monster sangat tidak menyukai manusia. Dan akan langsung menyerang manusia jika mereka melihatnya.


"Apa senior ingn kembali ke benua barat." Tanya pria paruh baya. "Tidak, aku akan pergi ke benua selatan." Balas Clue. Pria paruh baya dan semua orang terkejut mendengar jawaban Clue. Jarak antara benua utara dan selatan sangat jauh.


"Senior bisakah saya ikut dengan anda pergi ke benua selatan." Fitria melihat Clue. "Mengapa kamu ingin ikut dengan kami." Tanya Clue. "Saya hanya ingin melihat ras elf." Balas Fitria. "Apa yang bisa kamu tawarkan kepadaku." Tanya Clue. "Aku akan memberikan semua tanaman obat yang kudapatkan kepada senior." Fitria tahu bahwa tujuan Clue pergi ke benua selatan adalah mencari tanaman obat.


"Baiklah, kamu bisa ikut dengan kami." Balas Clue. Mendengar jawaban Clue, Fitria senang. "Senior, tolong jaga Fitria." Pria paruh baya melihat Clue. Clue mengabaikan pria paruh baya dan teleportasi bersama Ray, Fernando, Ambar dan Fitria.


"Senior, ada dimana kita sekarang." Tanya Fitria melihat dirinya berada di tepi pantai. "Kita berada di benua selatan." Balas Clue. "Aahh." Fitria terkejut dengan jawaban Clue. "Senior anda sungguh luar biasa. Apa anda kultivator tingkat kaisar level 10." Tanya Fitria.


"Dia lebih kuat dari kultivator tingkat kaisar." Ray berbicara. "Aahh, apa ada tingkat lain di atas tingkat kaisar." Fitria terkejut. Karena selama hidupnya, Fitria tidak pernah melihat kultivator yang lebih kuat dari tingkat kaisar. Semua kultivator yang menerobos tingkat kaisar. Pasti akan memasuki portal yang muncul selama 100 tahun sekali.


"Pengetahuanmu sungguh rendah. Di atas tingkat kaisar adalah alam demi god." Ray menjelaskan. "Setengah dewa." Fitria terkejut mendengar penjelasan Ray. "Dengan bakatmu, mungkin butuh seribu tahun lebih untuk mencapai alam demi god." Ray melihat Fitria. "1000 tahun." Fitria terkejut membutuh waktu yang sangat lama baginya untuk mencapai alam setengah dewa.


"Lalu bagaimana dengannya." Fitria melihat Fernando. "Dia pasti mencapai alam setengah dewa sebelum usia 100 tahun." Ray melihat Fernando. "Kamu pasti bercanda, dia bahkan belum mencapai tingkat SSS." Fitria mencibir. "Karena dia hanya berlatih kultivasi selama 3 bulan. Beda denganmu yang telah berlath kultivasi selama 10 tahun." Balas Ray.


"Aahh, dia mencapai tingkat ss dalam waktu 3 bulan." Fitria terkejut. "Tanpa bantuan Clue saat ini aku tidak akan mencapai tingkat ss." Balas Fernando. "Jangan merendah, meski tanpa bantuan Clue. Kamu pasti akan menerobos alam setengah dewa sebelum usia 100 tahun." Kata Ray. "Berhentilah mengobrol, kita kedatangan tamu." Kata Clue melihat puluhan pria berkulit putih dengan telinga panjang mendekat ke arahnya.


"Apa aku boleh mencari tanaman obat di benua selatan." Clue melihat elf. "Kamu bisa mencari obat, tapi mereka semua harus berada di kota." Balas elf. "Clue, aku ingin ikut denganmu." Ray berbicara di pikiran Clue.


"Maaf, aku tidak bisa meninggalkan mereka di kota kalian." Balas Clue. "Jika begitu, silakan pergi dari benua selatan." Balas elf. "Menyebalkan. Hajar mereka semua Fitria." Clue mencibir. "Aahh, mengapa aku senior." Fitria terkejut dengan perkataan Clue.


"Ray hajar mereka." Clue melihat anjing husky. "Berengsek, mereka semua lebih kuat dariku." Ray mengutuk. "Mengapa aku harus turun tangan mengadapi para kecoak ini." Clue menghela nafas. "Sialan, siapa yang kamu panggil kecoak." Semua elf marah Clue menghina mereka.


"Tentu saja kalian." Clue mencibir melihat puluhan elf. "Semuanya hajar dia." Teriak seorang elf. "Aku pinjam pedangmu." Clue mengambil pedang Fitria dan menghilang. "Slassshh." Clue muncul di belakang puluhan pria.


"Aaahh." "Aaahh." "Aaahh." Puluhan elf tiba-tiba memiliki luka tebasan di tubuh mereka. "Aku tidak membunuh kalian. Karena kalian tidak mengeluarkan niat pembunuh padaku." Clue melihat puluhan elf yang terluka.


"Terimakasih karena mengampuni nyawa kami. Senior bisa mencari tanaman obat di benua selatan." Kata seorang elf melihat Clue. Dirinya adalah kultivator tingkat kaisar level 1 namun tidak dapat melihat kecepatan Clue. Terlebih lagi dia tidak bisa melukai puluhan elf tingkat raja dengan mudah. Elf menebak Clue adalah kultivator tingkat kaisar level 5 ke atas.


"Ayo pergi." Clue melihat Fernando, Ray, Ambar dan Fitria. "Baik." Fernando, Ray, Ambar dan Fitria mengikuti Clue dan pergi meninggalkan puluhan elf di tepi pantai. "Ketua, apa kita perlu memberitahu raja bahwa ada manusia kuat yang datang ke benua selatan." Tanya seorang pria. "Mengapa masih bertanya, kita harus memberitahu raja." Balas pria.


12 Jam telah berlalu setelah Clue tiba di benua selatan. Saat ini Clue sedang duduk di sebuah batu dan melihat langit malam. "Langit malam sangat indah." Fitria duduk di samping Clue. Melihat Clue mengabaikan dirinya Fitria berkata. "Apa senior sedang memikirkan sesuatu."


"Benar, aku sedang memikirkan sesuatu." Balas Clue. "Apa yang sedang senior pikirkan, mungkin Fitria bisa memberi solusi." Fitria tersenyum. "Aku berpikir apakah pamanmu tidak marah. Jika aku tidur denganmu." Clue tersenyum, "Aahh, senior bercanda kan." Fitria terkejut.


"Jangan buang-buang waktumu dan mulailah kultivasi." Clue berjalan masuk ke dalam tenda. "Aahh, baik." Fitria mengangguk. Clue masuk ke dalam tenda dan berbaring di samping Ray yang sedang duduk berkultivasi.


Keesokan harinya di sebuah istana, seorang elf masuk ke dalam ruangan, dan melihat elf pria yang memakai mahkota dan duduk di kursi. "Junior memberi penghormatan kepada raja Arthur." Kata elf membungkuk. "Bicaralah." Kata elf pria yang memakai mahkota.


"Kemarin saya bertemu kultivator manusia. Kultivator manusia itu mengalahkan saya dan puluhan elf tingkat raja dengan mudah." Kata elf yang menyebut dirnya Junior. "Menarik, jarang sekali ada manusia yang berani datang ke benua selatan." Kata elf pria yang memakai mahkota.


"Pablo." Elf pria yang memakai mahkota berbicara. "Ada apa raja." Elf berpakaian hitam muncul di belakang elf yang di panggil raja. "Pergilah bersama junior dan temukan kultivator manusia itu. Aku ingin melihat seperti apa kultivator manusia itu." Balas elf yang di panggil raja.


"Baik yang mulia." Elf berpakaian hitam mengangguk. "Jika dia menolak bertemu denganku, kamu bisa membawanya secara paksa. Tapi jangan bunuh dia." Kata elf yang di panggil raja. "Baik." Elf berpakaian hitam mengangguk.