
"Apakah kalian ingin menjadi kuat." Kata Clue. Inem dan Jono terkejut mendengar kata Clue. "Jika kalian ingin menjadi kuat, aku akan mengajarkan kalian berdua tehknik pernapasan." Kata Clue. Inem dan Jono saling pandang kemudian berkata. "Kami akan memikirkannya dulu." balas Jono. "Baiklah, aku ingin istirahat di kamar. Jangan ganggu aku." Kata Clue berjalan ke kamarnya.
Keesokan harinya Clue membuka mata dan berkata. "Aku dapat merasakan mahluk hidup dalam jarak 260 meter. Sepertinya kekuatanku saat ini adalah 410." Clue menebak kekuatannya. Karena alat pendeteksi yang Clue punya hanya bisa mendeteksi sampai peringkat a puncak. Sedangkan kekuatan Clue telah mencapai peringkat s. "Sepertinya aku perlu meminta kepada asosiasi, untuk memberikanku alat pendeteksi kekuatan yang dapat mengukur kekuatanku saat ini." Clue menyeringai.
Sementara itu di sebuah ruangan beberapa orang berkumpul. "Apa semua hunter tingkat s dan a sudah berkumpul di Jember." Kata pria paruh baya berjaz hitam. "Sudah ada 3 hunter tingkat s yang datang kemudian 45 peringkata a yang datang. Serta ratusan hunter tingkat b." balas pria paruh baya. "Mengapa hanya 4 hunter tingkat s dan 50 hunter tingkat a yang tiba di Jember. Bukankah kamu sudah memberi pengumuman untuk semua hunter berkumpul di Jember." Balas pria berjaz hitam.
"Mungkin mereka hunter yang belum datang. Masih dalam perjalanan menuju ke Jember." Balas pria paruh baya. "Aku berharap perkataanmu benar. Karena hanya dengan 3 hunter tingkat s tidak mungkin bisa menyelesaikan dungeon. Kalian di ruangan ini pasti tahu apa yang akan terjadi jika dungeon tidak di selesaikan dalam 7 hari." balas pria berjaz hitam. Semua orang di dalam ruangan terdiam.
"Kami tahu pak presiden. Kita pasti akan kehilangan kota Jember." Kata seorang wanita paruh baya. "Bodoh, kita bukan hanya kehilangan kota Jember. Kita pasti kehilangan pulau jawa. Kamu tidak tahu seberapa kuat monster tingkat s. Karena kamu tidak pernah memasuki dungeon." Balas pria paruh baya. Semua orang diruangan terdiam mendengar kata pria paruh baya.
"Benar pak presiden. Kemarin hunter Fernando menawarkan negosiasi jika dia bisa menyelesaikan dungeon tingkat s. Dia ingin kakeknya dibebaskan." Kata pria paruh baya. "Apa kamu bodoh. Bagaimana kita bisa menyetujui negosiasi dari seorang pembunuh. Apa kamu tidak membuka twitter 50 juta orang lebih membuat hastag bunuh Fernando Clue De Lopez. Terlebih lagi dia sebelumnya telah membunuh anggotaku." Kata seorang pria paruh baya berpakaian hijau. "Benar, 50 juta lebih warga twitter membuat hastag bunuh Fernando Clue De Lopez. Jika kita tidak membunuhnya, pemerintah akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat." Kata wanita paruh baya.
"Lalu bagaimana keputusan pak presiden." Kata pria paruh baya. "Mengapa masih bertanya. Kita harus membunuhnya." Balas pria yang di panggil presiden. "Karena semua hunter berkumpul di Jember. Kamu beri perintah untuk semua hunter membunuh Fernando ketika berada di dalam dungeon." kata pria yang di panggil presiden. "Baik pak. Saya akan memberi pengumuman." Pria paruh baya mengangguk.
Saat ini Clue membawa tas dan berjalan keluar rumah. "Kemana kamu mau pergi saudara Clue." kata bi Inem. "Aku ingin memasuki dungeon." kata Clue kemudian terbang ke langit. "Bi Inem terkejut saat mendengar kata Clue.
5 menit kemudian Clue tiba di depan gedung asosiasi dan melihat lubang dungeon. "Ahh. Dia hunter Fernando." Teriak seorang pria berpakaian hitam. "Hei, apakah kalian mempunyai alat untuk mengukur kekuatan sampai tingkat s puncak." Kata Clue melayang turun dari langit.
"Kami mempunyai." Balas sebuah suara. "Oh, bukankah kamu Robert. Apakah kamu sudah sembuh." Clue menyeringai melihat Robert. Robert menahan amarahnya dan berkata. "Jika kamu menginginkannya. Aku akan menjual alat itu padamu seharga 100 juta." Kata Robert.
"Haha, karena suasana hatiku saat ini baik. Maka aku akan membelinya." Clue membuka tas dan mulai menghitung kristal. Tidak lama kemudian Clue meletakan kantong plastik ke tanah. "Di dalamnya ada 100 kristal. Mana alat pendeteksi kekuatan yang ingin kamu jual." Kata Clue. Robert tiba-tiba menghilang dan tidak lama kemudian kembali dengan memegang alat.
Robert mengambil kantong plastik dan melihat isi di dalamnya. Setelah memastikan bahwa kristal tidak palsu dan jumlahnya 100. Robert melemparkan alat kepada Clue. Clue menangkap alat dan menyentuh ujungnya. "Tittt." Clue melihat angka 410 yang muncul.
Clue saat ini melihat dirinya berada di sebuah hutan yang gelap gulita dan penuh kabut. "Aku tidak menyangka akan malam hari saat memasuki dungeon. Terlebih lagi hutan ini diselimuti kabut yang tebal." Kata Clue berjalan perlahan ke depan.
"Huh." Clue merasakan bahaya kemudian melompat ke belakang. "Crash." Clue melihat pakainnya robek dan dadanya tergores. Clue kemudian melihat sosok bayangan hitam di depannya. "Sial, aku tidak menyangka monster di dungeon ini adalah shadow. Kemampuan shadow adalah teleportasi dan menghilang. Meski begitu shadow tidak memiliki pertahanan tinggi terhadap serangan sihir." Kata Clue menaruh tas ke tanah. Dirinya pernah melihat rekaman video seorang hunter tingkat s asal amerika yang bertarung melawan shadow, dan tahu kemampuan serta kelemahannya.
"Hanya dengan 5 hunter tingkat s dan 52 hunter tingkat a tidak akan mungkin bisa menyelesaikan dungeon ini." kata Clue merasakan 10 mahluk hidup dalam jarak 50 meter darinya. Namun Clue hanya bisa melihat 1 shadow di depannya. "Keberuntungan Indonesia sangat buruk." Clue tersenyum kecut kemudian tubuhnya tiba-tiba di selimuti api.
"Bukkk." Clue berbalik dan meninju shadow yang tiba-tiba muncul dibelakangnya. "Boom." Shadow melesat dan menghantam pohon. "Hmm" Clue mendengus kemudian mengayunkan tinjunya ke depan. "Bukk." Clue memukul shadow yang tidak terlihat. "Booom." Shadow menghantam pohon.
"Jika aku tidak dapat merasakan keberadaan mahluk hidup. Aku mungkin tidak akan dapat menyentuh shadow." Kata Clue dengan ekspresi serius. "Clue sekali lagi mengayunkan tinjunya yang di selimuti api ke depan." "Boom." Shadow melesat 10 meter dan menghantam pohon.
"Huh." Clue berbalik ke samping kemudian mengayunkan tinjunya. "Bukk." Clue memukul shadow namun Clue melihat punggungnya dicakar oleh Shadow yang tiba-tiba muncul di belakangnya. "Crashh."
"Sepertinya aku herus bertarung habis-habisan." Kata Clue kemudian tubuhnya mulai diselumuti angin, air, api, petir dan tanah. "Come on." Kata Clue menginjak tanah dan memukul udara. "Boom." Shadow melesat sejauh 10 meter dan menghantam pohon.
"Haa." Clue menginjak tanah. Kemudian tanah dalam jarak 50 meter darinya meruncing setinggi 5 meter. "Krrrr." "Krrr." Clue melihat 2 shadow yang menunjukan dirinya tertusuk tanah yang runcing di bagian kaki.
"Hei." Kata Clue mengangkat tangannya di udara kemudian api mulai muncul dan membentuk dua naga sebesar 10 meter. "Terima kemampuan baruku ini." "Woarr." Kedua naga api meraung dan melesat ke arah dua shadow. "Booomm." Ledakan besar terjadi. "Sial tasku." Teriak Clue sadar tasnya di dekat shadow yang dia serang.
Tidak lama kemudian asap menghilang dan Clue melihat 2 kristal bewarna hitam. Clue berjalan menuju dua kristal hitam. Clue memegang dua kristal kemudian menaruh di saku celananya. "Sial, aku kehilangan ratusan kristal lagi." Clue tersenyum kecut melihat robekan kain tasnya. "Beruntung aku menaruh alat ini di saku celanaku." Kata Clue mengambil alat dari saku celananya."
"Baiklah, masih ada 8 shadow yang tersisa." Clue tersenyum saat merasakan 8 mahluk hidup dalam jarak 50 meter darinya. Clue mengangkat tangannya kemudian petir tiba-tiba muncul. "Duar." "Duar." Petir menyambar-nyambar. "Rasakan ini." "Woar." Naga petir muncul dari langit kemudian melesat ke tanah. "Booom." Ledakan dahysat terjadi.