
Clue tertegun melihat Dinda yang mencium pipinya. "Hehe, sepertinya adikku menyukaimu Bro. Kalau begitu kita pergi dulu, selamat bersenang-senang." Kata Ken. Kane dan Ken meninggalkan colloseum. Dika mengangguk kepada Clue dan juga meninggalkan.
Clue mulai berjalan ke arah penonton. "Apakah kamu sudah lama menunggu." "Aku tidak lama menunggu." Balas wanita yang tidak lain adalah Intan. Clue pun meninggalkan colloseum bersama Intan.
"Kita akan pergi kemana?" tanya Clue kepada Intan yang berada di sampingnya. "Emm, ayo kita ke penginapan." Kata Intan dengan suara rendah. Clue terkejut dengan kata Intan namun tetap mengangguk.
Clue dan Intan pun mencari sebuah penginapan. "Ahh, pangeran Clue." kata pegawai penginapan saat melihat Clue. Pegawai penginapan juga menonton turnament. "Pesan 1 kamar untuk sehari." Clue mengeluarkan 10 coin emas. "Baik, pangeran ikuti aku." Pegawai mengantar Clue dan Intan.
Setelah tiba di depan sebuah kamar, pegawai memberikan kunci kamar kepada Clue. Clue dan Intan kemudian masuk ke kamar. "Wanita itu pasti ingin menggunakan tubuhnya untuk menggoda pangeran Clue." kata pegawai lalu meninggalkan.
Clue mulai duduk di ranjang dan berkata. "Apa yang kamu mau." "Hmm, apakah aku harus terus terang." Kata Intan. "Benar, jika kamu tidak terus terang aku akan pergi." Kata Clue. "Baiklah, aku ingin kamu memberikanku sebuah benda yang bisa membuatku berteleportasi dan barang yang bisa membuat kultivasi meningkat." Kata Intan.
"Dari mana kamu tahu aku punya benda yang bisa meningkatkan kultivasi." Tanya Clue. "aku hanya menebak, dan mana mungkin seorang pria belum berumur 30 tahun sudah mencapai peringkat A level 3." Jawab Intan.
"Hahaha, lalu dengan apa kamu membayar benda yang aku berikan padamu, kamu tahu tidak ada yang gratis di dunia ini. Aku juga tidak terlalu membutuhkan coin emas." Clue tertawa. "Aku akan membayarnya dengan tubuhku." Kata Intan tegas. "Hahaha, apakah kamu virgin." "Asalkan kamu tahu, aku masih virgin. Aku juga tidak kalah cantik dengan kedua kekasihmu." Dengus Intan.
"Hahaha, itu tidak cukup, asalkan kamu tahu jika aku ingin mencari kekasih atau pelayan, maka semua wanita di kerajaan glizzard akan mendaftar. Mereka juga tidak kalah cantik denganmu." Clue menyeringai. "Uhh." Intan bingung saat mendengar kata Clue.
"Jika kamu tidak bisa menjawab, aku akan pergi. Aku masih ingin bersenang-senang dengan tiga kekasihku. Terutama Ratna." Kata Clue. "Baiklah, aku akan menjadi pelayanmu, apa itu cukup." Kata Intan dengan malu.
Clue berdiri lalu berjalan ke arah Intan. Intan gugup saat Clue berjalan ke arahnya. "ahh." Intan menjerit saat Clue tiba-tiba meremas payudaranya. "payudaramu besar." bisik Clue. wajah Intan memerah saat Clue berbisik di telinganya.
"Emm." Clue mencium bibir Intan dan meremas kedua payudaranya. "kamu sangat harum." Kata Clue mencium parfum Intan dan menjilati lehernya. "Emm." Intan mengerang saat Clue menjilati lehernya.
"Apakah kamu sudah merencanakan untuk menggunakan tubuhmu untuk mendekatiku." Kata Clue meremas payudara Intan dari belakang. "Ahh, benar. aku ingin menjadi salah satu kekasihmu. Aku tahu bahwa kecepatan perbaikan ketiga kekasihmu tidak wajar setelah bersamamu." Balas Intan..
Clue mendorong Intan ke ranjang dan merobek pakaiannya. "Ahh." Intan menjerit saat pakaiannya di robek oleh Clue. Clue menyeringai saat melihat payudara Intan. "Ukuran c dan masih kencang tidak buruk."
"Tidak perlu berterimakasih mulai dari sekarang kamu adalah pelayanku." Kata Clue. Intan hanya mengangguk mendengar kata Clue. Awalnya dia ingin menjadi kekasih Clue, tapi dia tahu bahwa itu tidaklah mungkin.
"Baiklah, ayo kita lanjutkan lagi." Kata Clue setelah menghabiskan 1 botol air. "Ahh, kita akan melakukannya lagi." Intan terkejut. "Benar, kita akan melakukan sampai pagi." Clue menyeringai dan mendorong Intan di ranjang.
Keesokan harinya Clue sedang duduk di kasur dan memakan sepotong daging. Lalu melihat Intan yang sedang duduk dan memejamkan matanya. Tidak lama kemudian Intan membuka matanya dan berteriak senang "Akhirnya aku menerobos ke peringkat B level 3." "Terimakasih." Intan dengan senangnya memeluk Clue.
"Baiklah. pakai bajumu dan mari kita pergi ke istana." Kata Clue. Intan melepas pelukannya lalu mengangguk dan mulai memakai baju. Beberapa menit kemudian Clue dan Intan keluar dari penginapan. Saat Clue dan Intan keluar dari penginapan, banyak tatapan orang yang tertuju kepadanya.
"Ahhh, bukankah itu pangeran Clue." "Benar, dia pangeran Clue." "Dia baru saja keluar dari penginapan dengan seorang wanita." "Bukankah itu wanita yang mengajukan permintaan saat bertarung di turnament." "Shit, perempuan itu terlalu beruntung." Banyak orang yang berkata saat melihat Clue dan Intan keluar dari penginapan.
Namun Clue dengan santai berjalan, dan seolah-olah dia tidak mendengarkan perkataan orang sekitar. Saat ini Clue tidak akan mudah emosi jika ada orang yang membicarakannya. Tidak seperti saat dia di bumi dulu, Clue saat ini tidak mudah tersinggung dengan hal sepele.
Beberapa menit kemudian Clue tiba di istana bersama Intan. "Salam pangeran Clue." para penjaga mengenali Clue dan menyambutnya. Clue pun masuk ke dalam istana di ikuti Intan di belakangnya.
Clue melihat ketiga kekasihnya sedang duduk mengobrol. "Sayang." ketiga perempuan berteriak saat melihat Clue datang. Tapi tatapan mereka langsung terfokus kepada wanita yang ada di belakang Clue. "Ah, kenapa dia mengikutimu." Kata Fitria. "Oh, sekarang dia pelayan pribadiku." Balas Clue. Ketiga perempuan menghela nafas saat mendengar kata Clue. Kekasih mereka terlalu mempunyai banyak selir atau pelayan. Tapi mereka tidak bisa marah, karena Clue begitu populer di kalangan perempuan.
"Benar, ibu sudah menunggumu." Kata Ratna kepada Clue. Clue mengangguk lalu menuju sebuah ruangan. Saat tiba di sebuah ruangan Clue melihat Raja Beni, Rapunsel, dan Dinda sedang mengobrol.
"Oh, akhirnya kamu datang juga nak." kata Rapunsel kepada Clue. "Ada apa bu." Balas Clue. "Hehe, bagaimana pendapatmu tentang Putri Dinda." Kata Rapunsel kepada Clue. Clue melihat Dinda yang menunduk malu dengan wajah memerah. "Dia cantik dan manis, payudaranya juga besar." Kata Clue. "Uhuk." Raja Beni terbatuk saat Clue mengatakan payudara anaknya besar.
Wajah Dinda semakin memerah saat Clue berkata payudaranya besar. Semenatara Rapunsel cemberut saat Clue mengatakan payudara Dinda besar, dan melihat payudaranya sendiri. "Benar, punyanya lebih besar dari pada punyaku." Gumam Rapunsel di pikirannya.
"Lalu apakah kamu tertarik dengan Putri Dinda." Kata Rapunsel. Clue menghela nafas dan berkata. " Ibu dan Raja Beni mungkin sudah tahu bahwa 3 tahun dari sekarang aku akan memasuki portal yang mengarah ke dunia lain. Lalu jika aku menjadi kekasih Dinda, aku harus meninggalkannya saat itu." kata Clue. "Aku akan mengikuti Brother Clue memasuki portal." Kata Dinda berteriak saat mendengar kata Clue mau menjadi kekasihnya.
Clue, Rapunsel dan raja Beni kaget dengan kata Dinda. Saat melihat Clue, Ratu Rapunsel dan ayahnya melihat ke arahnya Dinda berkata dengan malu. "Jika bersama brother Clue, aku percaya akan aman. Terlebih lagi brother Clue sangat kuat." Clue menghela nafas dan menggeleng.