Rebirth With System

Rebirth With System
Melawan Walikota



Clue, Felicia dan Fitria berjalan menuju arah gerbang kota. Setelah sampai di luar kota Clue mengendarai pipit untuk menuju kota besar dimana Fernando tinggal. "Dimana arah kotanya." Tanya Clue kepada Fitria di atas pipit. "Ke arah utara, dengan kecepatan seperti ini hanya membutuhkan 3 jam untuk sampai." Fitria takjub saat melihat kecepatan pipit. "Fernando hari kematianmu semakin dekat." Kata Clue menyeringai.


Sementara itu di sebuah rumah di kota besar, "Kenapa akhir-akhir ini perasaanku buruk" kata pria tua yang tidak lain adalah Fernando. "Benar, sudah 1 setengah tahun setelah aku membunuh kekasih, keluarga dan teman pemuda itu, apakah perasaan burukku akhir-akhir ini disebabkan oleh itu." kata Fernando. "Tidak mungkin, mustahil pemuda itu membalas dendam dengan sangat cepat, Butuh setidaknya puluhan tahun untuk naik level." Kata Fernando.


3 jam kemudian Clue melihat sebuah kota dan mengisyaratkan untuk pipit mendarat di luar kota. "Pipit mendarat di luar kota." "Baik tuan."balas Pipit. Setelah mendarat di luar kota Clue berjalan di ikuti Fitria dan Felicia yang masing-masing menggendong si putih dan sihitam. Sementara pipit sudah menjadi kecil dan duduk di bahu Clue.


"20 coin emas untuk satu orang." Kata penjaga gerbang. Clue melemparkan 60 coin emas kepada penjaga. Setelah masuk didalam kota Felicia berkata. "Jika tarif masuk di kota besar saja 20 coin emas, berapa tarif masuk di ibukota." Kata Felicia. "lumayan banyak, 30 coin emas." Jawab Fitria. "Shit. Walikota atau orang-orang penting pasti sangat kaya." Kata Felicia mendengar kata Fitria.


Clue hanya tersenyum mendengar kata Felicia. Dia tidak kekurangan uang, karena mempunyai 30 ribu coin emas yang dia dapatkan dari membunuh ayah David hampir 2 tahun lalu. Clue juga mencuri dari sekelompok bandit yang dia temui di perbatasan pegunungan zona menengah selama satu tahun setengah.


"Baiklah, kita akan pergi ke restoran untuk makan dan bertanya dimana Fernando tinggal." Meskipun Fitria tahu Fernando berada di kota ini dia tidak tahu dimana Fernando tinggal. "Hallo bro, apakah kamu tahu dimana orang bernama Fernando tinggal." Kata Clue bertanya kepada pemuda. Pemuda berbalik melihat Clue dan 2 kecantikan di sampingnya lalu menjawab "Oh, apa maksudmu tuan Fernando black smith level 3." Balas pemuda."Benar." Clue mengannguk.


"200 meter dari sini kamu akan menemukan sebuah toko panda besi brown dan disebelahnya ada rumah. Disana rumah tuan Fernando." Balas pemuda. "Oh, terimakasih bro." Kata Clue. "Sama-sama, apa kamu ingin dibuatkan senjata level 3 oleh tuan Fernando." Tanya pemuda. "Benar." Clue mengangguk. "kamu pasti kaya, karena harga dibuatkan senjata level 3 20 ribu coin emas. 2x harga senjata level 3 jika membelinya di sebuah toko." Kata pemuda. "hehe, baiklah bro aku pergi dulu." Clue berjalan meninggalkan pemuda diikuti Felicia dan Fitria disampingnya.


Tidak lama kemudian Clue menemukan sebuah Restoran yang tidak jauh dari tempat dia bertanya kepada pemuda. Clue, Felicia dan Fitria masuk ke dalam restoran dan memesan sebuah makanan. "Oh, kamu juga disini bro." Kata seorang pemuda yang di tanya oleh Clue saat di jalan. "Benar, kami ingin makan sesuatu." Balas Clue. "Baiklah kalau begitu bro, aku juga ingin makan sesuatu." Pemuda berjalan ke arah meja yang kosong dan memesan sebuah makanan.


Setelah beberapa menit, pelayan mengantar makanan di meja Clue. Clue, Felicia, Fitria dan 3 hewan peliharaannya mulai makan. "Wahh, lihat anjing kecil itu imut sekali saat makan." Kata seorang perempuan. "apa kamu menginginkannya jika kamu ingin, aku akan membelinya untukmu." Kata seorang pemuda disamping perempuan. "benarkah." Perempuan bertanya. Pemuda mengangguk dan berjalan ke arah dimana Clue, Felicia dan Fitria makan.


"Hei bro, teman saya tertarik dengan anjingmu, aku ingin membelinya." Kata pemuda. "Pergilah kita sedang makan, terlebih lagi ini bukan anjing." Kata Clue. "Hei bro, aku akan membeli anjingmu seribu coin emas." Kata pemuda dia tetap tidak mendengarkan kata Clue. "Pergilah, jika kamu tidak pergi, mungkin sesuatu yang buruk terjadi padamu." Kata Clue mulai kesal. "Nak, apa kamu tidak tahu aku, aku adalah anak walikota kota ini." kata pemuda kesal saat di ancam Clue dan tawarannya dihiraukan.


"Si putih hilangkan salah satu lengannya." Kata Clue kesal. "baik tuan." Si putih menghilang dari meja dan tiba-tiba salah satu lengan pria menghilang dan darah berceceran. "Ah, lenganku. Lenganku." Pemuda berteriak kesakitan melihat salah satu lengannya tiba-tiba hilang. "awas ini belum berakhir." Pemuda meninggalkan restoran. Perempuan yang bersama pemuda ketakutan melihat lengan temannya terpotong dan akhirnya mengikuti pemuda.


Sementara si putih sudah kembali ke meja dengan darah disekitar mulutnya. "Itulah hasil dari menganggu kami sedang makan." Kata Felicia mencibir. Sementara Fitria mengusap darah disekitar mulut siputih. "Baiklah, ayo pergi selera makanku sudah hilang." Kata Clue setelah membayar dan mulai meninggalkan restoran.


Sementara itu di dalam restoran setelah Clue pergi. "Sialan bukankah itu anjing kecil setidaknya peringkat B, aku dengar dia berbicara tadi." "benar, aku juga mendengarnya, identitas pemuda itu pasti sangat luar biasa." "Apakah walikota akan membalas dendam, aku takut walikota akan sial seperti anaknya jika membalas dendam." Kata beberapa pelanggan di restoran. Pemuda yang ditanyai Clue tersenyum dan berkata. "Menarik, tidak kusangka ada pemuda yang lebih kuat dariku di kerajaan golden swing."


"Sayang, apakah kita akan membunuhnya sekarang." Tanya Felicia. "Tidak, kita akan membunuhnya nanti malam. Pertama-tama kita mencari penginapan aku akan bermain dengan kalian berdua." Clue memeluk Felicia dan Fitria disampingnya. Wajah Felicia dan Fitria tersipu mendengar Clue. "sayang, kita di tempat umum." Bisik Fitria. "Hehe, memang kenapa." Balas Clue. Clue, Fitria dan Felicia berjalan dan akhirnya menemukan sebuah penginapan dan memesan sebuah kamar.


Sementara itu disebuah rumah besar. "Siapa yang berani memotong lenganmu." Kata pria paruh baya marah. "itu adalah seorang pemuda sekitar usia 24 tahun, dia menyuruh seekor anjing untuk menghilangkan lenganku." Kata pemuda dengan sedih melihat lengan kirinya tidak ada. "Bagaimana bisa seekor anjing menghilangkan lenganmu, jangan bilang itu monster peringkat B." kata pria paruh baya.


"Benar Ayah, anjing itu dapat berbicara sepertinya dia monster peringkat B." balas pemuda dengan ekspresi jelek. "Sialan kau nak, berharaplah bahwa monster itu tidak peringkat B level 7, jika itu peringkat B level 7 aku akan kalah, jika hanya peringkat B level 6 dengan bantuan peralatan level 3 aku yakin akan menang." Kata pria paruh baya.


Beberapa menit kemudian walikota dan anaknya yang lengannya telah hilang di makan si putih, kembali ke restoran. Tapi sudah terlambat, Clue, Fitria dan Felicia sudah pergi. "Apa kamu tahu kemana perginya pemuda yang membuat anakku kehilangan lengan." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah walikota. "kami tidak tahu tuan walikota." Balas pelayan ketakutan.


"Kenapa kamu tidak menghentikannya." walikota marah. "Saya takut pemuda itu akan menghilangkan lenganku juga tuan walikota." Balas pelayan ketakutan. "Shit, berharaplah pemuda itu tidak meninggalkan kota ini nak." kata walikota lalu mengumpulkan semua prajurit dan menyuruh untuk mencari seorang pemuda yang bersama 2 perempuan dan 3 ekor hewan.


"Yang di dalam keluarlah, jika tidak, kami akan mendobrak pintu." Kata sebuah suara di luar kamar Clue. "Si hitam bunuh dia." Kata Clue marah. "Baik tuan." Si hitam menjadi besar seukuran 2 meter dan membuka pintu kamar. "Monster." Sebelum menyelesaikan teriakannya orang itu sudah mati dengan kepalanya di gigit oleh si hitam.


Sementara itu di luar penginapan seseorang berlari menuju keluar penginapan, dan berteriak. "Cepat beritahu walikota, orang yang dia cari ada disini" "baik." Balas beberapa orang yang mengenakan seragam persis seperti orang yang berteriak.


Di dalam kamar sebuah penginapan Clue berhenti melakukan hubungan badan dengan Felicia dan Fitria lalu berkata. "Pakailah armor dan pakaian kalian, sepertinya kita akan kedatangan tamu." "Apakah itu walikota dan anaknya." Kata Fitria. "Benar, itu adalah walikota dan anaknya." Clue mengangguk. "Sepertinya pelajaran yang kita berikan masih belum cukup." Kata Clue menyeringai. "Hehe, sepertinya akan ada pembantaian kali ini." Felicia tertawa.


Di sebuah ruangan. "Apakah kamu menemukan dimana pemuda itu berada." Kata walikota. "Benar tuan." Balas seorang pria. "Yah, cepat beri dia pelajaran, jika bisa aku ingin dia mati." Pemuda yang mempunyai satu lengan marah dan menggertakan gigi. "Tenang nak, aku akan membawa keadilan untukmu." Kata walikota. "Cepat antar aku kesana." "Baik tuan." Walikota dan anaknya mengikuti seorang pria dan menuju ke sebuah penginapan dimana Clue berada.


Beberapa menit kemudian di luar penginapan. "Kamu yang telah membuat anakku kehilangan lengannya cepat keluar." Kata walikota berteriak. "wah, itu tuan walikota Roney. Kudengar anakknya kehilangan lengan di sebuah restoran karena sebuah insiden. Apakah walikota akan mencari keadilan" para penduduk dan ahli yang lewat dan berada disekitar jalan penginapan berhenti untuk melihat.


"Heh, akhirnya dia datang, ayo kita keluar." kata Clue tersenyum, Felicia dan Fitria menganggu. Setelah di luar penginapan Clue melihat walikota membawa beberapa prajurit dan ahli. Karena kemampuan skill perasa bahaya, Clue tahu bahwa hanya 30 orang yang berniat buruk padanya termasuk walikota dan anaknya. Sedangkan para ahli yang berkumpul hanya untuk melihat. Clue melihat walikota dan berkata "Tampilkan status Roney."


Nama : Roney


Umur : 390 tahun


Job : Walikota kota Erudito


Level : 440


Ras : Manusia


Kekuatan : 440 (+132)


Agility : 440 (+132)


Vitalitas : 440 (+132)


Stamina : 420/450


Mana : 440/450


Sifat : Sombong