
"Shit, selama 1 bulan aku hanya level up 10 kali." Clue menggeleng. "Mengapa pintu ke dungeon lain tidak terbuka beberapa tahun kemudian atau 1 tahun kemudian. 1 tahun kemudian aku pasti akan menerobos peringkat SS dan peluangku untuk mendapatkan sesuatu di dungeon pasti jauh lebih mudah." Clue menghela nafas.
"Apakah tuan tetap berencana memasuki dungeon." Tanya Milea. "Benar, karena disana terdapat batu alam tingkat rendah yang tidak ada di dunia ini. Itu cukup untuk membuatku pergi kesana. Belum lagi ada beberapa tumbuhan yang tidak ada di dunia ini." balas Clue.
"Kalau begitu Milea akan mengikuti tuan." Kata Milea. Clue terkejut mendengar kata Milea. Clue sudah berkata kepada Milea bahwa dia bebas untuk tidak ikut dengannya menuju dungeon lain. Namun Milea bersikeras mengikutinya.
Clue tersenyum lalu berkata. "Segel budak Milea lepaskan." Milea tiba-tiba pingsan dan beberapa menit kemudian terbangun dan menatap Clue. "Kamu sekarang bukan budakku lagi. Kamu bebas untuk kembali ke sekte." Kata Clue. Milea menatap Clue dan berkata "Karna kamu sudah membuatku menjadi budakmu, dan memperkosaku setiap hari kamu harus bertanggung jawab."
Clue terkejut dengan kata Milea lalu tertawa. "Apa yang kamu inginkan dariku." "Kamu harus menjadi laki-lakiku dan berjanji untuk tidak meninggalkanku." Kata Milea tersipu. "Uhuk." Saat mendengar kata Milea Clue terbatuk. "Hei, usia kita sangat berbeda jauh sekali." Clue tersenyum kecut.
"Huh, umur itu bukan masalah. Bukankah kamu tidak pernah bosan menikmati tubuhku setiap hari, dan selalu berkata aku cantik. Apakah itu semua bohong." Milea mendengus. Clue hanya tersenyum kecut mendengar kata Milea. Lalu Clue berkata. "Baiklah terserahmu."
"Hehe, dengan begitu kamu sudah menjadi laki-lakiku dan kamu harus selalu melindungiku." Kata Milea tiba-tiba memeluk lengan Clue. "Hei, kamu adalah peringkat S level 10 sedangkan aku hanya peringkat S level 7." Clue tersenyum kecut. "Huh, meskipun kamu peringkat S level 7 kamu lebih kuat dariku. Aku percaya kamu cepat atau lambat menerobos peringkat SSS lebih dulu dariku." Milea tersenyum.
"Heh, kamu mempunyai pengamatan yang bagus." Clue mengejek. "Hmmm. Kenapa reaksimu begitu." Milea mendengus. "Bukankah saat kita pertama kali bertemu. Kamu sangat acuh padaku." Clue mengejekk. "Eh, masa lalu biarlah masa lalu. Mulai sekarang status kita sepasang kekasih." Kata Milea. "Lalu bagaimana jika semua orang di sekte tahu kita sepasang kekasih." Kata Clue. "Memang apa salahnya jika mereka tahu. Itu lebih bagus bukan. Agar perempuan yang menyukaimu berkurang." Milea tersenyum.
"Dasar." Clue jengkel dan memukul kepala Milea. "Aduh. Kenapa kamu memukulku." Meski tidak sakit Milea mengelus kepalanya dan pura-pura sakit. "Baiklah ayo kembali ke perbatasan pegunungan Hitam. Mungkin pintu dungeon sudah terbuka." Clue mengabaikan Milea lalu memegang token. Saat melihat Clue memegang token Milea langsung memeluk Clue.
Beberapa detik kemudian tubuh Clue dan Milea bersinar, lalu beberapa detik kemudian muncul di sebuah hutan. Saat melihat sekelilingnya Clue terkejut. "Sialan begitu banyak ahli." Clue terkejut muncul di tengah-tengah para ahli padahal dia sudah berteleportasi agak jauh dari pegunungan. Namun masih ada ahli disekelilingnya.
Saat kemunculan tiba-tiba Clue dan Milea menarik banyak perhatian. "Lihat dua orang ini tiba-tiba muncul." "Mereka berdua pasti memiliki token teleportasi." "Ahh, dia adalah orang yang merampokku ayah. Cepat serang dan lumpuhkan dia. Aku ingin membunuhnya." Kata beberapa ahli.
"Sial." Saat Clue merasakan semua ahli di dekatnya memiliki level lebih tinggi darinya dan bahkan ada seseorang yang levelnya tidak bisa dia lihat. Serta notifikasi bahaya yang muncul. Clue mengenggam tangan Milea dan menggunakan token teleportasi sekali lagi. "Ahh, dia menghilang." Kata seorang terkejut. "Ahh. barusan dia disana." Kata seseorang menunjuk ke barat.
"Apakah itu skill teleportasi, bagaimana bisa sejauh itu." kata beberapa ahli. Ayo kita kejar pemuda itu terlalu misterius. Saat para ahli hendak mengejar Clue pintu hitam di langit mulai terbuka. "krek." "aaaaa." Suara teriakan putus asa terdengar saat pintu terbuka. Semua ahli mulai mengigil saat mendengar suara teriakan.
Clue yang saat ini sudah 50 kilo jauhnya dari pintu dungeon masih mendengar suara jeritan dan tubuhnya merinding. "Sialan, mengapa jeritan itu membuatku takut." Clue cemberut lalu melihat Milea yang di sampingnya gemetaran dan memeluk lengannya.
Tidak lama kemudian Clue melihat para ahli mulai memasuki dungeon. "Setidaknya lebih dari sepuluh ribu ahli yang memasuki dungeon." Kata Clue Milea yang sudah pulih mulai berkata. "Jika ada sepuluh ribu ahli yang masuk, berarti tidak lebih dari seribu orang yang keluar dengan selamat." Clue hanya terdiam, dia tahu dari Milea bahwa ahli di dungeon terlalu ganas dan kejam. Terlebih lagi ahli disana lebih kuat dari pada ahli di dunia ini.
Beberapa menit telah berlalu dan Clue melihat hampir semua ahli sudah memasuki pintu. "Baiklah, ayo kita juga masuk." Kata Clue. "Baik." Milea mengikuti Clue dibelakangnya. Saat mendekati pintu Clue menghela nafas, tidak ada ahli yang berniat buruk padanya. Clue mengenggam tangan Milea dan memasuki pintu. Milea terkejut tangannya di pegang oleh Clue lalu tersenyum dan memeluk lengan Clue. Clue dan Milea memasuki pintu.
Saat Clue dan Milea memasuki pintu ada seorang wanita tua dan wanita 25 tahunan yang mendekati pintu. "Saat melihat pasangan kekasih pria muda dan wanita tua. Aku teringat dengan si berengsek itu." kata perempuan. "Aku ingin tahu bagaimana kabar dia sekarang." Perempuan menghela nafas. "Apa yang kamu maksud adalah tunanganmu nak." kata Perempuan tua. "Benar guru, yang kumaksud adalah dia." Balas perempuan yang tidak lain adalah Emilia.
"Jika mendengar ceritamu bahwa dia bisa menerobos ke peringkat S dalam usia 30 tahun meski di dunia yang memiliki sedikit energi alam. Aku rasa dia sekarang baik-baik saja." Kata perempuan tua. "Aku harap begitu." Emilia menghela nafas. "Jangan terlalu dipikirkan, dengan bakatnya sekarang dia sudah pasti berada di peringkat S level 5 atau lebih tinggi. Kamu saat ini hanyalah peringkat A level 7, meski peningkatanmu selama 3 tahun berkembang pesat. Kamu masih kalah dengan jenius dari dunia ini." kata wanita tua. "Benar guru. Emilia masih lemah dibandingkan dengan jenius di dunia ini." Emilia menggeleng.
"Baiklah, ayo kita memasuki pintu dungeon." Kata wanita tua lalu memasuki pintu bersama Emilia.
Sementara itu Clue melihat sekelilingnya hanyalah padang rerumputan dan berkata. "Ayo menuju utara." "Baik." Milea mengikuti di belakang Clue. Tidak lama kemudian Clue melihat beberapa ahli. Beberapa ahli juga melihat kedatangan Clue dan Milea. Saat mereka merasakan kekuatan Clue hanyalah peringkat A level 8 mereka menghela nafas lega. Tapi tatapan mereka waspada dengan Milea. Karena mereka tidak bisa melihat kekuatan Milea.
"Apa ada sesuatu yang bisa saya bantu nona." Kata salah satu pria bertanya. Milea tetap terdiam mendengar kata pria namun Clue yang menjawab perkataan pria. "Serahkan cincin penyimpanan kalian. Maka aku akan biarkan kalian pergi dengan aman." Saat mendengar kata Clue sekelompok pria terkejut lalu seorang pria berteriak. "Kid, jangan bercanda dengan kami"
"Aku tidak bercanda." Balas Clue. Sekelompok pria terdiam, mereka tidak takut dengan Clue, hanya takut dengan Milea. Karena mereka tidak bisa melihat kekuatan Milea. "Terlalu lama." Kata Clue menghilang lalu tiba di salah satu pria dan memukulnya. "bomm" tubuh pria menghantam tanah.
Sekelompok pria terkejut tiba-tiba Clue berada disamping mereka dan telah memukul ahli terkuat dalam kelompok mereka. Saat mereka semua melihat ahli yang dipukul Clue tidak berdiri, mereka ketakutan dan seseorang tiba-tiba berkata. "Rambut putih. Jangan bilang kamu perampok bertopeng berambut putih." Clue mendengar kata pria lalu memakai sebuah topeng dan berkata. "Benar, itu aku." Balas Clue.
Semua pria mulai menghela nafas dan menyerahkan cincin mereka semua. Mereka tahu bahwa perampok bertopeng hanya suka merampok tidak membunuh. Kecuali seseorang membuatnya marah. Setelah menerima semua cincin dari sekelompok pria Clue berkata. "Kalian semua boleh pergi." "Terimakasih." Kata sekelompok pria terbang membawa pria yang pingsan dipukul Clue.
Saat mereka menjauh Milea mendekat ke arah Clue dan berkata. "Sayang, kamu sangat kuat. Mengalahkan ahli peringkat S level 9 dalam sekali pukul." "Heh, kenapa kamu memanggilku sayang." balas Clue mencibir. "Huh, terserahku untuk memanggilmu apa." Milea mendengus. "Apa kamu meminta tamparan." Clue menyeringai. Saat mendengar kata Clue Milea tersipu dan membalas. "Setidaknya carilah tempat yang tertutup jika ingin melakukan itu, jangan di tengah padang rerumputan."
Clue tertawa lalu memeluk Milea dan terbang ke arah utara. Saat berada di arah langit dan dipeluk Clue Milea berkata. "Apakah kamu benar-benar ingin melakukan itu." Milea tersipu malu. "Tidak untuk saat ini. Kita akan merampok ahli peringkat S yang kita temui dan melihat apakah aku bisa bertemu ahli dari dunia ini." Balas Clue. "Jadi begitu." Milea mengangguk lalu memeluk Clue dengan sangat erat.
10 jam kemudian Clue melihat langit sudah mulai gelap dan berkata. "Sudah mau malam. Ayo kita beristirahat disini." "Baik." Balas Milea. Clue dan Milea pun membuat tenda kecil.
Beberapa menit kemudian Clue dan Milea duduk di dekat api unggun. "Aneh, mengapa kita masih belum bertemu ahli dari dunia ini." kata Clue. "Mungkin tempat para ahli dari dunia ini terletak jauh dari tempat kita mendarat." Balas Milea.
Tiba-tiba Milea tersipu dan memeluk Clue. Clue terkejut saat dipeluk oleh Milea lalu mencium bibirnya. "Ermm." Clue mencium bibir Milea dan memasukan jarinya di ****** ***** Milea. "Ahhh." Milea mendesah. "Kamu sudah sangat basah." Kata Clue melihat jarinya basah lalu meletakkan di mulut Milea. Milea menjilati jari Clue lalu berkata. "Huh, itu semua salahmu."