
2 jam kemudian Clue sedang duduk di sebuah batu dan bergumam. "Tabel status."
Nama : Clue
Umur : 27 tahun
Job : Patriack Akademi Knight
Level : 801 next butuh 91,000 exp
Ras : Manusia
Kekuatan : 933 (+372)
Agility : 933 (+372)
Vitalitas : 933 (+372)
Stamina : 807/933
Mana : 817/933
Poin : 0
Coin :17, 900, 500
"Levelku mencapai 801 tapi kekuatanku setara level 933. Jika kembali ke dinasti Azure, aku tidak perlu lagi membungkuk." Gumam Clue. Saat ini Clue sudah termasuk ahli peringkat atas hanya berdasarkan level aslinya, belum lagi kekuatannya yang setara level 933.
"Sayang, kamu sedang apa." kata Emilia memeluk Clue dari belakang. "Oh, aku sedang berpikir apakah aku harus menyerang istana para monster atau tidak." Kata Clue berbalik dan mencium bibir Emilia. "ermm." Emilia mengerang. "Hah, Dengan kekuatanmu saat ini mengalahkan semua monster di pegunungan ini bukan masalah sulit." Kata Emilia. Selama 4 bulan bersama Clue, akhirnya dia mengerti bagaimana kekuatan Clue. Terlebih lagi saat Clue berubah menjadi manusia setengah naga. Clue membunuh puluhan monster peringkat A level 5 dalam beberapa menit.
"Oh, punyamu sudah basah. Apakah kamu masih kurang." Kata Clue saat menyentuh meong Emilia. "Huh, biasanya kita melakukannya sangat lama, tapi barusan sebentar. Aku masih ingin lebih." Kata Emilia. "Haha, baiklah ayo kita bersenang-senang." Clue menggendong Emilia dan memasuki gua.
Keesokan harinya Clue keluar dari gua bersama Emilia. "Sayang, apakah kamu akan menyerang istana monster hari ini." Tanya Emilia sambil memeluk lengan Clue. "Benar, saat aku bertempur seperti biasa kamu tidak harus pergi terlalu jauh dari sisiku." Balas Clue. "Hehe, meski kita tidak bertempur, aku tidak akan pergi dari sisimu." Emilia tertawa. Clue hanya bisa tersenyum kecut mendengar jawaban Emilia.
Clue dan Emilia lalu melesat ke arah timur. 1 jam kemudian Clue melihat sebuah istana dan berhenti. "Hanya ada puluhan monster peringkat A level 5 yang menjaga istana." Gumam Clue.
Sementara itu di dalam istana. "Tuan, manusia itu datang kemari." Kata pria paruh baya panik. "Aku tahu." Balas pria paruh baya yang sedang duduk di kursi. "Suruh semua penjaga istana menyerang manusia tersebut. Lalu kita bertiga melarikan diri. Ini adalah akhir ras monster di benua timur." Kata pria paruh baya dengan ekspresi buruk. "Baik tuan." Kata pria paruh baya lain lalu keluar dari ruangan.
Tidak lama kemudian pria paruh baya kembali. Lalu ketiga pria paruh baya meninggalkan istana dengan arah yang berlawanan dengan Clue. Sementara itu Clue melihat notifikasi muncul depannya (Musuh datang dari arah timur dengan niat buruk. Jumlah musuh 66, kekuatan musuh level 770 sampai 790)
"Oh, hanya 66 ya." Kata Clue melihat puluhan musuh mendekat. "Hmm, apakah kamu yang telah membunuh ribuan teman kami." Kata pria paruh baya menatap Clue dengan ganas. "Benar itu aku." Clue tersenyum. "Hmm, aku tidak percaya bahwa ahli peringkat A level 4 begitu kuat." Kata pria lain. Mereka tidak bisa melihat kekuatan asli Clue, seperti ketiga pria paruh baya.
"Aktifkan skill api dan air level 3." Gumam Clue lalu tubuh bagian kanannya diselimuti api dan tubuh bagian kiri diselimuti air. "Dragon water dan fire." Teriak Clue lalu naga api dan air sebesar 40 meter muncul dari udara lalu menyerang ke arah para musuh. "Boomm." "Ahhh."
(exp +760 butuh 90.240 exp untuk level up) (Coin +760) (Exp +770 butuh 89.470 exp untuk level up) (Coin +760) (exp +775 butuh 88.695 exp untuk level up) (Coin +775) banyak notifikasi yang muncul di depan Clue.
Hanya dengan 1 serangan Clue membunuh setengah jumlah musuhnya. "Sialan, dia kuat. Lari" teriak musuh yang selamat. Para musuh yang selamat mulai berpencar dan melarikan diri.
Melihat musuh yang melarikan diri Clue menyeringai dan berkata. "Mau melarikan diri, itu mustahil." "non aktifkan skill skill api dan air level 3, aktifkan skill angin level 3." Gumam Clue. Kemudian tubuh Clue diselimuti angin.
Clue terbang dan mulai mengejar para musuh yang melarikan diri. "crash." "argh." "crash." "aahhh." Teriakan terdengar setiap Clue melewati musuhnya. Tidak lama kemudian Clue kembali ke Emilia. "****, aku tidak bisa mengejar mereka semua." Kata Clue. "Tidak masalah sayang, kamu sudah membunuh 80% dari mereka." Kata Emilia tersenyum.
"Baiklah, ayo kita rampas peralatan mereka. Lalu menuju ke dalam istana." "emm." Emilia mengangguk. Clue dan Emilia pun mulai merampas peralatan yang dipakai para monster yang berwujud manusia.
Beberapa menit kemudian Clue dan Emilia memasuki istana. "Sepertinya mereka bertiga sudah melarikan diri saat mengetahui aku berkunjung." Kata Clue saat merasakan tidak ada mahluk hidup di sekitar istana. "Sayang, siapa mereka bertiga yang kamu maksud." Tanya Emilia. "Yang kumaksud adalah pemimpin monster benua timur." "Cihh, pemimpin mereka pengecut." Kata Emilia mengetahui bahwa pimpinan para monster melarikan diri saat merasakan kedatangan Clue.
Clue dan Emilia mulai berkeliling istana. "Sepertinya ini adalah bendahara istana." Kata Clue menebak sebuah pintu besi yang terkunci. "Sayang, apakah kamu bisa membukanya." Tanya Emilia. "Hehe, itu pasti." Balas Clue lalu sebuah pedang muncul di tangannya. Clue lalu mengayunkan pedang ke pintu besi. "crash." "crash." "boom." Pintu besi hancur menjadi beberapa potongan.
Clue melihat di dalam pintu besi banyak peralatan dan coin emas. "Sayang, setidaknya jumlah coin emas melebihi 10 juta." Kata Emilia. "Mungkin." kata Clue lalu mendekat ke arah tumpukan coin. Clue mengambil sebuah kotak di tengah-tengah tumpukan koin. Saat membuka kotak, Clue melihat ada sebuah cincin penyimpanan kualitas tinggi.
Saat memeriksa cincin Clue menemukan puluhan peralatan peringkat 3 dan beberapa peralatan peringkat 4. Yang membuat Clue semakin senang ada 11 tumbuhan ginseng. Clue pun memeriksa tumbuhan ginseng. Saat mengkonfirmasi bahwa ada 1 tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun Clue tertawa terbahak-bahak. "Hahaha, akhirnya aku menemukan tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun." "Selamat sayang, setelah menemukan tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun." Kata Emilia senang.
Clue mulai memasukan semua coin emas di cincin penyimpanannya. Setelah membersihkan bendahara Clue dan Emilia keluar. "Ini untukmu" kata Clue menyerahkan sebuah cincin kualitas medium kepada Emilia. Saat Emilia memeriksa isi di dalam cincin dia terkejut. Ada 10 tumbuhan ginseng berumur 3000 tahun, dan 10 pil level 3." "Sayang ini." Emilia terkejut saat menerima yang diberikan Clue.
"Sudahlah, selama 4 bulan kamu hanya naik 1 peringkat, itu terlalu buruk. Dengan itu semua kamu mungkin menerobos ke peringkat B level 9 atau B level 10." Kata Clue. Emilia terkejut mendengar kata Clue. selama 4 bulan dia telah di beri beberapa pil level 1 dan pil level 2 yang membuat dirinya menerobos ke peringkat B level 7.
Emilia bingung karena seharusnya pil level 1 dan pil level 2 tidak berguna lagi padanya. Kali ini dia diberi 10 pil level 3 oleh Clue, dan Emilia percaya bahwa akan menerobos peringkat B level 9 atau peringkat B level 10.
"Terimakasih sayang." Emilia menangis dan memeluk Clue. "Hei, kenapa kamu menangis." Kata Clue. "Hehe, aku menangis karena senang mempunyai calon suami sepertimu." Emilia tersenyum. Clue tersenyum dan mengelus-elus rambut Emilia.
"Lalu kemana tujuan kita sayang setelah menaklukkan istana." Tanya Emilia. "Hmm, meskipun aku berburu monster yang ada di pegunungan ini, mungkin sulit bagiku untuk level up." Gumam Clue di pikirannya. "Baiklah, kita akan bersenang-senang terlebih dahulu. Aku akan memikirkannya nanti." Kata Clue meremas payudara Emilia. "Ahh, sayang." Emilia tersipu saat *********** di remas oleh Clue.
Sementara itu ketiga pria paruh baya sudah meninggalkan pegunungan area bahaya. "Tuan, apakah kita akan pergi ke benua selatan." Tanya pria paruh baya yang memakai topi bambu. "Benar, kita akan pergi ke benua selatan. Butuh dua bulan bagi kita untuk sampai kesana." Kata pria paruh baya yang memakai topeng. "Baiklah kalau begitu, ayo bergegas." Ketiga pria paruh baya melesat menuju selatan.
Sementara itu di benua barat kerajaan Glizzard. 4 wanita sedang duduk si sebuah kursi. Mereka berempat tidak lain adalah Dinda, Felicia, Fitria dan Ratna. "Hmm, mengapa kamu kesini." Kata Fitria sinis. "Heh, aku kesini untuk menemui kekasihku Clue, sudah 4 bulan dia tidak mengunjungiku jadinya aku kemari." Balas Dinda.
"Apa kamu bilang kekasih." Kata Fitria terkejut. "Benar, kalau tidak percaya tanya kepada ratu Rapunsel. Oh iya, dan aku tidak akan pernah melupakan rasanya di tusuk oleh sayangku selama seharian." Kata Dinda menyeringai. "Gadis ini." Fitria marah dan hendak memukul Dinda namun di hentikan oleh Felicia.
"Sudahlah Fitria, kami tidak tahu bahwa kamu akan menjadi kekasihnya juga." Kata Felicia menghela nafas. "Sayangnya percuma kamu datang kemari, dia tidak ada disini." Balas Ratna. "Oh, lalu kemana dia." Kata Dinda. "Jika tebakanku benar, dia pergi ke benua timur." Kata Ratna.