
"Apakah kamu menyukainya." Kata Robert kepada Fitria yang menatap Clue pergi. "ayah." Wajah Fitria tersipu mendengar kata ayahnya. "Jika kamu suka kejarlah dia. Dia tampan dan jenius terlebih lagi sifat dia tidak buruk. Kamu lihat anehnya Felicia yang menjadi budak tiba-tiba menjadi kekasihnya." "ermm, aku lihat." Fitria mengangguk.
"Felicia pasti jatuh cinta pada adiknya sendiri dan melupakan semua dendam adiknya yang telah membunuh ayah, kakaknya dan calon suaminya. Pemuda yang bisa menaklukan hati perempuan yang memiliki dendam padanya pasti sangat berbakat dari segala bidang" kata Robert. Fitria hanya mengangguk.
"Perlu satu hal yang harus kamu tau, Felicia sudah mencapai peringkat c level 8." "Apa.!! Peringkat c level 8." Fitria sangat terkejut mendengar kata ayahnya. "Benar, selagi dia ada di kota ini kejarlah dia." Balas Robert. Fitria diam mendengar kata ayahnya.
Sementara itu Clue dan Felicia sudah memesan sebuah kamar di penginapan, yang terletak tidak jauh dengan toko pelangi tempat Fitria dan ayahnya bekerja. "Sayang sepertinya Fitria menyukaimu." Kata Felicia kepada Clue. "Aku tahu." Clue mengangguk. "Apa kamu cemburu. Jika ada perempuan secantik dirimu yang menyukaiku." Clue memeluk Felicia.
"Aku jelas cemburu, tapi bila sayangku ingin memiliki kekasih lebih dari satu tidak masalah. Terlebih lagi sayangku dulu sudah mempunyai 3 istri" Kata Felicia tersenyum dan memeluk Clue. Clue tersenyum dan mengelus rambut Felicia.
"Berbaringlah sayang, aku akan memijatmu." Bisik Felicia. Clue mulai melepaskan armor dan pakaian lalu berbaring. Felicia mulai memijat lengan Clue dan berkata. "Sayang, apa kamu ingat 2 tahun lalu aku memijatmu saat di penginapan." "Aku ingat." "Itu pertama kalinya aku memijat pria, dan aku sangat gugup." Felicia berkata.
"Terlebih lagi aku dulu hanya budakmu dan sekarang kita jadi sepasang kekasih." Felicia tersenyum. "Heh, memangnya kamu kekasihku." Clue tertawa. "huh." "aww." "aku bercanda sayang, kamu kekasihku." Clue berteriak saat telinganya digigit oleh Felicia. "Hehe." Felicia tertawa saat melihat Clue berteriak.
6 jam berlalu saat ini Felicia bersandar di dada Clue tanpa mengenakan baju sama sekali. "Felicia bangun, ayo kita pergi ke rumah robert." Kata Clue. "Aku lelah sayang, kamu pergilah sendiri, jika aku pergi dengamu Fitria tidak akan berani mengambil inisiatif untuk menggodamu." Kata Felicia. "baiklah kalau begitu. Aku akan pergi sendiri." Clue mulai berpakaian.
"Aku pergi." Clue mencium kening Felicia. Felicia tersenyum bahagia. "Pipit, si hitam dan si putih. Kalian tinggal disini menjaga Felicia." "Baik tuan." Kata seekor burung dan kedua anjing kecil. Clue berjalan meninggalkan kamar.
"Nyonya Felicia. Kenapa kamu mengizinkan tuan Clue untuk memiliki perempuan lain." Kata burung pipit. "Agar dia tidak merasa kesepian, terlebih lagi aku sendiri akan kelelahan setiap berhubungan **** dengannya. Jadinya aku butuh bantuan." Kata Felicia.
Clue berjalan menuju rumah di sebelah toko pelangi. Clue melihat Fitria berjalan ke arahnya. "Masuklah, aku sudah menunggumu dari tadi. Ayahku sekarang masih menjaga toko." Kata Fitria menyambut Clue.
Clue tersenyum dan masuk kedalam rumah. "Sudah hampir 2 tahun berlalu dan kamu semakin cantik saja." Kata Clue menggoda Fitria. Wajah Fitria tersipu saat di goda Clue. "Benar apa saja yang kamu lakukan hampir 2 tahun ini." Fitria bertanya dengan penuh semengat kepada Clue.
Clue menceritakan semua perjalanannya selama hampir 2 tahun, juga tentang ketiga kekasihnya yang di bunuh. "kamu pasti sangat sedih." Kata Fitria. "Haha. itu hanya masa lalu." Clue tertawa. "Benar, apa kamu sudah makan. Aku akan memasakan sesuatu untukmu." "belum." Balas Clue. "Tunggulah, aku akan memasakan sesuatu." Fitria berjalan penuh semangat ke dapur. Clue tersenyum melihat Fitria yang sangat terlihat senang.
Beberapa menit kemudian Fitria kembali membawa beberapa makanan. "Ini makanlah." Kata Fitria. "kamu juga makan." Balas Clue. "aku sudah kenyang." Fitria menggeleng. "baiklah aku makan dulu." Clue mulai makan. Fitria menatap Clue memakan masakannya dan bertanya "apakah enak." "enak." Balas Clue. Fitria senang mendengar kata Clue.
Clue berdiri dan berjalan ke arah Fitria. "Apa yang kamu lakukan." Fitria mulai gugup. "kamu sudah tahu kan." Clue mencium bibir Fitria dengan lembut. "ermm." Fitria tidak menolak ciuman Clue. Clue mulai memeluk Fitria, dan Fitria memeluk Clue. "Mari kita kekamar." Kata Clue. wajah Fitria memerah mendengar kata Clue.
Clue menggendong Fitria dan berjalan menuju kamar. Setelah tiba di kamar Clue melempar Fitria di atas kasur "Ahhh." Fitria berteriak saat mendarat di kasur. Clue melepas pakaiannya dan menatap Fitria. "Apakah kamu perlu bantuanku untuk melepaskan pakaianmu." Wajah Fitria memerah mendengar kata Clue.
Sementara di luar kamar Robert ayah Fitria tersenyum mendengar anaknya akan melakukan hubungan badan dengan Clue. "Aku awalnya sangat khawatir di umur yang hampir 25 tahun dia masih belum mempunyai kekasih. Dia selalu menolak laki-laki yang mendekatinya. Akhirnya dia menemukan kekasih." Robert perlahan berjalan menuju kamarnya.
Beberapa jam kemudian Fitria bersandar di dada Clue. "Apa kamu akan membalas dendam." Tanya Fitria. "Benar, aku akan balas dendam." Jawab Clue. "Bolehkah aku pergi dengamu." Tanya Fitria.
"Kamu wanitaku mulai sekarang, kenapa aku tidak memperbolehkanmu untuk ikut. Tapi apa ayahmu setuju untukmu bepergian denganku." Balas Clue. "Ayahku pasti mengizinkannya." Jawab Fitria. "Baiklah ayo main lagi." Kata Clue. "Ahh, apa kamu masih belum puas." Fitria menjerit. "Hehe, Belum." Clue memeluk Fitria.
Keesokan harinya Clue dan Fitria keluar kamar. "Baiklah, aku akan menuju penginapan menjemput Felicia, kamu tunggu disini." "Baik sayang." kata Fitria tersenyum. Setelah melakukan hubungan badan dengan Clue sepanjang malam, Fitria memanggil Clue dengan panggilan sayang.
Clue berjalan menuju penginapan dan memasuki kamar. Clue melihat Felicia sedang duduk di kasur. "Apa kamu bersenang-senang dengannya tadi malam." Kata Felicia. Clue mengangguk. Felicia tersenyum dan berkata. "Meski Fitria sudah menjadi kekasihmu juga. Tapi ingatlah aku yang menjadi nomor satu dihatimu." Clue mencubit pipi Felicia dan berkata "Iya sayangku." Felicia tertawa bahagia dan mencium bibir Clue.
"Baiklah, ayo pergi sudah saatnya balas dendam." Kata Clue. "Sayang apa kamu sudah tahu dimana mereka bertiga tinggal." Tanya Felicia disamping Clue. Clue mengangguk dan berkata. "Fernando dan samuel berada di kota besar. Sementara Aren berada disekte angin puyuh." "sekte angin puyuh bukankah itu merupakan 3 sekte besar di kerajaan golden swing." Felicia tahu saat makan di restoran kemarin ada seseorang yang menyebutkan sekte angin puyuh.
"Benar, menurut kata Fitria ahli di sekte angin puyuh ada yang mencapai peringkat A level 1." Kata Clue serius. "Bukankah akan sulit jika kita ingin membalas dendam." Clue mengangguk. "aku akan memikirkan sebuah cara." Kata Clue serius.
Clue dan Felicia meninggalkan penginapan dan menuju rumah di sebelah toko pelangi. Clue melihat Fitria sudah menunggu di depan rumah. "Baiklah, ayo pergi ke ayahmu dulu." "ermm" Fitria mengangguk dan berjalan disamping Clue. Fitria melihat Felicia tersenyum padanya dan memberikan kode. Saat melihat kode Felicia, wajah Fitria tersipu.
Beberapa detik kemudian Clue tiba di toko pelangi. "Oh, apa kamu akan pergi membalas dendam nak." Kata Robert saat melihat Clue memasuki tokonya. "Benar paman." Clue mengangguk. "Nak, kusarankan kamu hanya membunuh yang bernama Ferguson." "Mengapa" tanya Clue. "Karena Samuel adalah walikota kota besar, jika kamu membunuhnya kamu sama seperti menantang kerajaan golden swing, dan Aren dia adalah elder di sekte angin puyuh, jika kamu membunuhnya kamu akan menjadi musuh sekte angin puyuh." Mendengar kata Robert Clue mengangguk.
Robert melihat Fitria di samping Clue dan berkata. "Jagalah anakku." "Baik paman." Clue tersenyum. "Oh benar, apa kekuatan 3 hewan peliharaan mu itu." Robert bertanya penasaran saat melihat 2 ekor anjing dan 1 burung. "Oh, kekuatan mereka hanya peringkat B level 5." Clue mengelus kepala anak anjing yang di gendongnya. "Hiss." Mendengar kekuatan 3 hewan peliharaan Clue mencapai peringkat B level 5 Robert meneguk air liur. Sementara ekspresi Fitria tidak berubah karna tadi malam Clue sudah memberi tahu dirinya.
"Aku pergi dulu paman." Kata Clue. "Ayah, aku pergi." Fitria memeluk ayahnya "jagalah diri dengan baik." Robert tersenyum, Fitria mengangguk dan mengikuti Clue. "Sayang, apa kita hanya membunuh satu orang." Tanya Felicia. "Aku akan memikirkan sebuah rencana untuk membunuh Samuel dan Aren." Clue berkata dengan serius.