
10 menit kemudian Clue melihat kelompok mengalahkan bos dungeon. "Kerjasama yang tidak buruk." Kata Clue saat melihat lubang dungeon yang tiba-tiba muncul. "Baiklah, aku akan pergi dulu." Kata Clue berjalan ke arah lubang dungeon. Melihat Clue memasuki lubang dungeon seorang wanita berkata. "Pria yang menyebalkan, padahal dia hanya hunter tingkat c." "Cih, di depan hunter tingkat b dia tidak akan berani bersikap seperti itu." Kata pria lain.
Clue keluar dungeon dan melihat pria dari asoasi. Tidak lama setelah dirinya Keluar, Clue melihat 10 orang mulai keluar, dan dungeon mulai menghilang. "Sepertinya, aku harus menunda untuk pergi ke penjara." Kata Clue berjalan ke arah hotel. Saat berjalan ke arah hotel pria berjas hitam dan 10 orang melihat Clue.
"Dia sebenarnya hunter tingkat c. dia menyelesaikan 7 tahap tanpa terluka." kata pria yang membawa pedang. "Benar, aku melihatnya sendiri." kata pria lain. "Jadi begitu, pantas saja dia berani memasuki dungeon tingkat d. terimakasih atas informasi kalian." Kata pria. "Tidak perlu berterima kasih. Bukankah kamu menyuruh kami untuk memberikan informasi mengenai pria itu saat di dalam dungeon." Kata pria yang membawa pedang.
Saat ini Clue sudah berada di kamarnya dan duduk di lantai. "Baiklah, saatnya berkultivasi." Kata Clue menghancurkan Kristal. Saat menghancurkan Kristal Clue merasakan udara begitu sejuk dan energy alam yang padat. Clue lalu mulai berkultivasi.
6 jam kemudian Clue membuka matanya dan tiba-tiba tersenyum. "Aku merasa tubuhku berubah." Clue melihat dirinya di penuhi kotoran hitam dan berkata. "Ini pasti kotoran di tubuhku, bau sekali." Kata Clue berlari ke arah kamar mandi.
10 menit kemudian Clue keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah kasur. Clue memegang sebuah alat dan menyentuh ujungnya. "Tittt." Clue melihat angkat 50. "Aku setingkat hunter ranking c. Aku juga bisa merasakan mahluk hidup dalam jarak 10 meter." Kata Clue memejamkan matanya.
Clue tiba-tiba terdiam kemudian berkata. "Aku ingin lihat apakah bisa menguasai tehknik itu." Kata Clue kemudian bola matanya berubah hijau dan tubuhnya mulai diselimuti oleh angin. "Heh, ingatan di dalam mimpi itu sangat berguna. Dengan tehnik ini, setidaknya aku bisa lari jika dikejar wanita itu." Kata Clue memikirkan wanita dari asosiasi.
Clue kemudian membuka tasnya dan mulai mengenakan pakaian. "Baiklah, saatnya pergi ke penjara. Tapi pertama-tama aku harus menyembunyikan kristal ini terlebih dulu." Kata Clue kemudian menaruh kantong plastik berisi kristal di bawah kasur. Clue mengkunci kamar kemudian berjalan pergi.
30 menit telah berlalu saat ini Clue sedang mengobrol dengan ayahnya. "Baiklah yah, besok hari terakhirku dijakarta. Sabtu aku akan kembali ke jember." Kata Clue. "Kamu hanya tiga hari di Jakarta." Tanya Adrian. "Benar, besok sore pukul 5 aku akan pulang ke jember." Balas Clue.
"Baiklah kalau begitu, kamu besok tidak perlu mengunjungi ayah. Kamu bisa beristirahat atau menikmati suasana jakarta." "Baiklah, kalau begitu aku pergi yah." Kata Clue memeluk ayahnya. "Jaga diri selama ayah tidak ada, dan jangan merepotkan kakekmu. Terlebih lagi jangan mencoba untuk jatuh koma kembali." Kata Adrian. "Haha, tentu yah." Clue tertawa.
Sementara itu di sebuah ruangan. "Menurut informasi Fernando Clue De Lopez mempunyai kekuatan setara hunter tingkat c. Hunter Fernando Clue De Lopez menyelesaikan tahap 1 sampai 7 dungeon tingkat d tanpa terluka sama sekali." Kata Wanita berjas hitam. "Awasi dia untuk saat ini, jika dia kembali ke kota jember. Suruh pihak asosiasi cabang jember untuk mengawasi dirinya." Kata pria paruh baya. "Baik pak." Kata wanita.
Clue keluar dari penjara dan melihat smartphonenya. "Apakah operasi ibumu sudah selesai." Kata Clue mengirim pesan kepada Vina. Tidak lama kemudian Clue melihat sebuah pesan masuk. "Sudah, operasi berjalan dengan sukses. Saat ini ibuku sedang tertidur." "Bagus, aku akan kesana." Balas Clue. "Ting." "Aku menunggumu ^_^."
Clue kemudian mulai memesan taxi online. Tidak lama kemudian Clue melihat mobil bewarna biru berhenti di depannya. "Langsung ke tujuan rumah sakit." Kata Clue masuk ke mobil. "Oke." Balas pengemudi.
"Ahh, kamu sudah datang." Kata Vina. "Aku datang untuk menemuimu." Kata Clue menutup pintu kemudian berjalan ke arah Vina. "Bisakah kita tidak melakukan disini." Kata Vina dengan malu. "Kamu ingin melakukan dimana." Kata Clue meremas pantat Vina. "Terserahmu." Vina malu.
"Lalu mengapa tidak melakukan disini." Bisik Clue. "Bagaimana jika ada dokter atau perawat yang masuk." Kata Vina. "Tinggal bilang kita adalah sepasang kekasih dan semuanya selesai." Kata Clue meremas pantat Vina. "Baiklah." Vina tersenyum kemudian mencium bibir Clue. Clue memeluk Vina dan memainkan lidahnya.
"Kenapa kamu memakai kaos ketat dan rok mini saat di rumah sakit. Apa kamu ingin menarik perhatian dokter." bisik Clue meremas dada Vina. "Tidak, aku tidak ingin menarik perhatian dokter." balas Vina. "Lalu apakah kamu selalu berpakaian seperti ini setiap hari." kata Clue. "Karena tahu kamu akan datang, aku memakai pakaian seperti ini." balas Vina tersipu malu.
Clue tersenyum kemudian melepas kaos Vina. Clue melihat perut Vina kemudian menjilatinya. "Emmm." Vina mengerang. "Kamu sungguh cantik dan mempunyai tubuh yang indah." Kata Clue. "Jangan menggodaku." Vina tersipu malu. Clue tersenyum kemudian melepas bra pink Vina.
"Emm." Vina mengerang melihat Clue langsung menghisap dadanya setelah melepas bra yang dia pakai. Setelah puas menghisap dada Vina. Clue lalu menggendong Vina masuk ke dalam kamar mandi. Saat tiba di kamar mandi. Clue langsung membuka Jensnya dan menusuk pussy Vina. "Uhh." Vina mendesah.
1 jam kemudian Clue dan Vina duduk bersebelahan. "Apa kamu hanya menjadikanku objek pelampiasanmu." Kata Vina. "Apa kamu berpikir seperti itu." Balas Clue. Vina mengangguk dan berkata. "Aku tahu uang 30 juta itu sulit di dapatkan oleh wanita biasa sepertiku. Bahkan menjadi pelacur sangat sulit untuk mendapatkan uang 30 juta secara cepat."
"Terserah kamu ingin berpikir seperti apa. Besok sore aku akan kembali ke jember." Kata Clue. Vina terdiam mendengar kata Clue. "Setelah ibumu sembuh, sesuai perjanjian kamu akan menjadi pembantuku." Kata Clue. "Bagaimana jika aku tidak ingin menjadi pembantumu." Balas Vina. "Kamu akan menyesali keputusanmu. Kirim nomor rekeningmu, besok aku akan menstranfer beberapa uang." kata Clue.
Vina terdiam kemudian mengambil smartphonenya dan mengirimkan nomor rekeningnya ke Clue. "Baiklah, aku akan pergi. Jika kamu besok ingin menemuiku. Datanglah ke hotel 69 kamar nomor 7." Kata Clue lalu keluar dari kamar.
Clue keluar dari rumah sakit dan melihat langit sudah gelap. "Saatnya kembali ke hotel dan beristirahat." Kata Clue memesan taxi online. Beberapa menit kemudian Clue melihat sebuah mobil berhenti di depannya. Tanpa basa-basi Clue memasuki mobil. "Langsung ke tujuan." "Baik." Balas pengemudi.
30 menit kemudian Clue kembali ke hotel dan langsung menuju kamarnya. Clue melihat baju di tasnya berantakan kemudian melihat ke bawah tempat tidur. Melihat kantong plastik hilang Clue mulai berteriak. "Berengsek, siapa yang berani mencuri kristalku." Clue sangat marah kemudian memukul dinding. "Bruak." Dinding berlubang oleh pukulan Clue. Clue mengabaikan tangannya yang penuh darah dan berjalan keluar kamar.
Clue mendekat ke arah resepsionis dan berkata dengan nada menyeramkan. "Hei, cepat panggil manager di hotel ini. kamu tahu aku baru saja kehilangan 80 kristal." Resepsionis ketakutan kemudian mulai mengambil smartphonenya. "Bos, ada yang ingin berbicara denganmu, dia bilang telah kehilangan 80 kristal." Kata resepsionis.
"Jika dia tidak datang selama 10 menit. Aku akan menghancurkan hotel ini." kata Clue. "Hei, jangan bicara seenaknya." 2 penjaga keamanan berjalan ke arah Clue. "Dasar tikus." Kata Clue kemudian memukul 2 pria. "Bukk." "Bukk." "Ughh." 2 pria terjatuh di lantai dengan memegangngi perut mereka.