
"Hoho, siapa yang bilang ada wanita tua secantik diriku." Rapunsel berjalan mendekat ke arah Clue. "Ibu." Clue tersenyum dan berjalan ke Rapunsel lalu mencium tangannya. "Nak, apakah Elf itu pelayan pribadimu." Balas Rapunsel. "Benar bu, mungkin ibu sudah tahu kekuatan Syafin peringkat A level 4. Dia berasal dari benua timur." Kata Clue. "Salam Nyonya." Kata Syafin membungkuk. Syafin tahu bahwa ibu Clue peringkat A level 6 lebih kuat darinya.
"Oh, apakah kamu sudah tidur dengan anakku." Kata Rapunsel tertawa. "Uhuk." Clue terbatuk saat mendengar kata ibunya. "Benar, nyonya. Tuan Clue sangat ganas saat berhubungan seks. Dia tidak berhenti meski sudah keluar berkali-kali. Mungkin saya akan hamil anak tuan Clue." kata Syafin dengan wajah memerah. (Bahaya musuh dalam jarak 10 meter, jumlah musuh 4. Level antara lain 340, 370, 460, 490) Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Oh, kalian berempat marah ya. Jika kalian marah aku akan pergi bersenang-senang dengan Ayu, Nana dan Nindi." Kata Clue mengabaikan 4 perempuan yang melotot kepadanya. "Ahh. dasar bajingan." 4 wanita terkejut saat Clue meninggalkan mereka dan bukan minta maaf. Syafin hanya tertawa melihat 4 kekasih Clue cemburu padanya.
Sementara Rapunsel bergumam di pikirannya. "Apakah aku harus mengambil inisiatif untuk mendekatinya. Dia jelas masih tertarik dengan perempuan sepertiku. Tapi masalahnya aku ibunya."
Sementara itu Clue melihat 4 perempuan lagi yang tidak asing. "Selamat datang tuan." Kata ke empat perempuan yang tidak lain adalah Ayu, Intan, Nana dan Nindi. Clue melihat 4 perempuan memakai pakaian pelayan dan menyeringai. "Aku kangen sama kalian. Ayo bersenang-senang." Ke empat wanita tersipu dan senang mendengar kata Clue. Kata-kata itulah yang mereka tunggu-tunggu selama 4 bulan.
"Huh, jika kamu mendahulukan mereka. Dari pada kita, kita akan pergi." Kata Fitria marah. Melihat ke empat kekasihnya mendekat ke arahnya Clue tertawa. "Haha, baiklah. Aku akan memuaskan kalian. Tapi pertama-tama aku akan bersama Felicia dulu." Kata Clue memeluk Felicia.
Felicia senang saat di peluk oleh Clue. kemudian Clue dan Felicia memasuki kamar. Sementara 4 pelayan Clue menghela nafas lalu pergi. "Aku kalah sama kakak Felicia lagi." Fitria kesal. "Felicia kekasih pertamanya, jadi dia pasti akan memilihnya." Ratna tertawa lalu masuk ke dalam kamar. Sementara Dinda mendengus dan berjalan ke sebuah kamar yang disediakan untuknya.
Di sebuah rumah terletak di kota inti benua timur. Seorang Elf pria beramput punk marah dan menghancurkan meja. "Bruak." "Sialan, berani sekali manusia itu membunuh teman-temanku. Aku akan membunuhnya, tidak. Membunuhnya terlalu sederhana. Aku akan menyiksanya terlebih dahulu sebelum membunuhnya." Kata Elf pria berambut punk keluar dari rumahnya dan terbang di langit.
Sementara di rumah lain kedua elf tua berambut putih mengobrol. "Apakah kita akan pergi menemukan manusia itu Antonio." Kata Elf tua meminum teh. "Serahkan saja kepada yang lebih muda Barrack. Jika tebakanku benar, manusia itu peringkat A level 7." Balas Elf tua yang sedang duduk. "Hoho. Baiklah kalau begitu."
Di sebuah istana yang terletak di benua timur, Elf pria paruh baya yang memakai mahkota sedang meminum sebuah anggur dan bergumam. "Menarik sekali, ada seorang manusia peringkat A level 4 yang bisa mengalahkan 10 ahli peringkat A level 4 dan 5." "Yang mulia. Apakah kita perlu untuk menangkap manusia itu." kata elf tua disamping elf yang memakai mahkota. "Tidak perlu, mungkin dia sudah sangat jauh sekarang. Mungkin ramalan nenek benar" Elf yang memakai mahkota melanjutkan minum anggur.
Satu bulan kemudian. "Tuan. Pakaian ini sangat seksi dan tidak cocok untuk perempuan sepertiku." Kata Syafin dengan wajah memerah karna malu. "Tidak, kamu sangat cocok mengenakan itu." kata Clue melihat Syafin menggunakan pakaian dalam yang hanya menutupi kedua putingnya dan pussynya. Selama dia tinggal di kerajaan Glizzard, Clue sudah pergi ke seorang penjahit dan menyuruhnya untuk membuat berbagai pakaian erotis di dunianya tinggal dulu.
Selama sebulan tinggal di kerajaan Glizzard Syafin sudah berkali-kali seks dengan Clue. Hal itu membuat dia kecanduan seks. "Hehe, baiklah kalau begitu. Aku akan memuaskanmu." Kata Clue lalu mendorong Syafin ke ranjang.
2 Jam kemudian Clue dan Syafin tidur berpelukan. "Hei, Syafin selama kamu hidup 1100 tahun lalu, kamu sudah tidur dengan berapa pria." Tanya Clue. Syafin terkejut dengan pertanyaan Clue lalu menjawab. "Hanya 1 pria dia kekasihku dulu, dan saat ini dia sudah mati." Kata Syafin. "Oh. Lalu apakah kamu punya anak." Tanya Clue. "Tidak, kita dulu jarang melakukan hubungan badan, mungkin kita melakukannya setahun sekali. Hal itu yang membuat diriku susah untuk hamil. Beda dengan aku dan tuan saat ini." kata Syafin tersipu.
1 jam lagi telah berlalu, saat ini Clue terbaring di kasur bersama Syafin disampingnya. "Kurang 2 tahun setengah portal ke dunia lain terbuka. Sementara kekuatanku masih peringkat A level 5. Sebaiknya aku harus mulai berburu lagi." gumam Clue di pikirannya.
"Tuan, anda sedang memikirkan apa." tanya Syafin melihat Clue merenung. "Oh, aku berencana untuk pergi ke benua selatan." Balas Clue. "Ahh, jika tuan ingin pergi ke benua selatan, bolehkah Syafin mengikuti tuan." Syafin memohon. "Aku akan memikirkanya." Kata Clue. "Baiklah, pakai bajumu." Kata Clue.
"Apakah kamu cemburu." Syafin menyeringai. "Huh, aku tidak akan cemburu dengan wanita tua sepertimu. Kamu hanya pelayannya bukan kekasihnya seperti diriku." Dinda mendengus. Clue hanya bisa tertawa melihat percakapan kedua Dinda dan Syafin.
"Ahh, selama sebulan anakku hanya tahu caranya berhubungan badan saja." Kata Rapunsel yang berjalan. "Hehe, maaf bu." Clue berjalan dan mencium tangan Rapunsel. Rapunsel senang saat tangannya di cium oleh Clue. Sementara Syafin yang melihat Rapunsel tersenyum menyeringai.
Clue mulai makan bersama Rapunsel dan ke empat kekasihnya. Setelah kenyang, Clue pergi ke halaman dan duduk di pinggir kolam. "Apakah aku harus pergi sendiri ke benua selatan. Jika aku pergi sendiri, aku bisa menemukan wanita lain disana. Tapi jika aku mengajak para kekasihku, aku tidak akan menemukan wanita." Clue menghela nafas.
"Tuan, jika anda pergi bersamaku. Anda bebas mencari wanita lain." Kata Syafin yang tiba-tiba muncul dan duduk di samping Clue. Clue lalu memandang wajah Syafin. Saat Clue memandang wajahnya, Syafin tersipu malu. "kamu sangat cantik." Kata Clue membelai wajah Syafin. "Tuan." Hati Syafin bergetar saat dipuji Clue. Kemudian Clue dan Syafin berciuman.
"Uhuk." Clue berhenti mencium Syafin saat melihat Dinda, Felicia, Fitria dan Ratna di belakangnya. "Dasar wanita tua, selalu mencari kesempatan." Dengus Fitria. Syafin mengabaikan mereka lalu berdiri dan pergi.
"Ahh, sekarang aku akan bermain dengan kalian berempat sekaligus." Kata Clue tertawa. "ke empat wanita tersipu saat mendengar kata Clue. Mereka berempat sudah berapa kali melakukan seks bersama-sama dengan Clue. Clue dan keempat kekasihnya berjalan memasuki kamar, dan beberapa menit kemudian suara desahan mulai terdengar.
Keesokan harinya Clue berjalan lalu memasuki kamar Syafin. "Ahh tuan." Syafin yang saat ini sedang telanjang terkejut Clue masuk ke dalam kamarnya. "Apakah Tuan ingin mandi dengan Syafin atau langsung berhubungan seks." Syafin meremas payudaranya sendiri dan berjalan ke arah Clue. "Pakai bajumu, ayo kita berdua pergi ke benua selatan." Kata Clue.
"Apakah hanya kita berdua tuan." Tanya Syafin sekali lagi. Clue mengangguk. "Ahh, Syafin sangat mencintai tuan." Syafin memeluk Clue. "Baiklah, kenakan pakaianmu." Kata Clue "emm." Syafin mengangguk patuh dan mulai memakai armor dan pakainnya.
Setelah melihat Syafin selesai memakai baju dan armornya. Clue mengambil token teleportasi dan bergumam. "Pergi ke benua selatan." Kata Clue sambil memeluk Syafin. (Tujuan terdeteksi teleportasi akan dilakukan dalam hitangan 3 detik) (3) (2) (1) Detik berikutnya tubuh Clue dan Syafin bersinar lalu menghilang dari kamar.
Beberapa detik setelah Clue dan Syafin menghilang "Bruak" Dinda, Felicia, Fitria dan Ratna membuka kamar Syafin dan melihat Clue sudah menghilang. "Huh, kemana perginya dia." Kata Felicia kesal.
Sementara itu Clue dan Syafin berada di pinggir pantai. Clue merasakan dalam jarak 1000 meter hanya ada ikan di lautan. Clue tidak menemukan mahluk hidup lainnya. "Apakah kita sekarang di benua selatan tuan." Tanya Syafin. "Benar, saat ini kita berada di benua selatan." Balas Clue. "Lalu kita akan pergi kemana tuan." Tanya Syafin.
"Kita akan pergi untuk menemukan sebuah kota terlebih dahulu. Tapi saat ini aku ingin menikmati sesuatu." Kata Clue sambil meremas pantat Syafin. Wajah Syafin tersipu saat mendengar kata Clue "Tuan." Clue dan Syafin mulai berciuman.
Waktu perlahan berlalu dan sudah 2 jam Clue berhubungan badan dengan Syafin. Sementara asik melakukan hubungan badan. Beberapa pria tiba di pantai dan terkejut melihat Clue yang berhubungan badan . "Lihat ada pemuda yang sedang seks dengan seorang elf." Kata pria menunjuk Clue. Beberapa pria berjalan menuju Clue dan Syafin.