Rebirth With System

Rebirth With System
S2 Bertemu Maya



Clue yang sedang menatap ratusan murid perempuan berkata. "Bagi kalian yang tidak mempunyai payudara sebesar dia harap meninggalkan aula." Kata Clue menunjuk Hana yang berada disampingnya. Hana tersipu malu saat mendengar kata Clue.


Semua murid perempuan terkejut mendengar kata Clue. "Sialan, kenapa punyaku tidak sebesar punyanya." "Uhh, aku tidak begitu beruntung mempunyai payudara kecil." Banyak para murid perempuan yang mulai meninggalkan. Mereka semua kecewa tidak mempunyai payudara besar.


Clue melihat murid perempuan yang tersisa tidak lebih dari seratus orang berkata. "Bagi yang merasa pantat kalian tidak seseksi dia, harap meninggalkan aula." Kata Clue memeluk Rapunsel dan menampar pantatnya. Rapunsel tersipu malu saat Clue manampar pantatnya di depan umum.


"Uhh." Banyak murid perempuan yang mulai menghela nafas. Mereka mengakui bahwa pantat mereka tidak sebesar kekasih Clue. Kemudian banyak murid yang meninggalkan aula. "Uuhh, aku tidak beruntung." "Kenapa hanya payudaraku yang besar. kenapa pantatku tidak besar juga." Para murid perempuan mulai mengutuk.


Clue melihat hanya tersisa 20 orang dari ratusan murid perempuan. Clue kemudian melesat ke arah para murid perempuan. Melihat Clue berada di dekat mereka, para peremuan gugup. "Yang telah kehilangan keperawananya silakan pergi." Kata Clue.


Saat mendengar kata Clue beberapa murid perempuan menghela nafas. Namun ada juga murid yang kecewa lalu meninggalkan aula. Saat ini Clue hanya melihat 15 murid perempuan tersisa dan pandangannya jatuh pada seorang perempuan sekitar 25 tahunan dengan rambut panjang pirang dan badan seksi.


"Siapa namamu." Kata Clue kepada perempuan. "Nama saya Finny tuan Clue." kata Finny tersenyum. "Apa kamu mau menjadi pelayanku, dan jika aku tertarik padamu kamu bisa menjadi wanitaku." Kata Clue. "Ahhh." Semua murid perempuan terkejut mendengar kata Clue. "Sialan, Finny terlalu beruntung." "Uhh, aku iri dengannya." Murid perempuan berkata.


Finny yang mendengar kata Clue sangat senang dan berkata. "Finny bersedia menjadi pelayan tuan Clue." Finny tahu jika dia bisa menjadi kekasih atau pelayan pria muda didepannya, masa depannya akan terjamin. Pria muda adalah seorang peringkat raja yang ditakuti semua orang dan juga tampan. Tidak jelek sama sekali.


"Baiklah Finny ayo ikut denganku, dan kalian semua boleh bubar." Kata Clue meninggalkan aula diikuti Finny dibelakangnya. "Uhh, aku tidak beruntung." "padahal aku tidak kalah cantik dengan Finny."


Saat meninggalkan aula Clue melihat empat perempuan yang tidak lain adalah Hana, Milea, Osilda dan Rapunsel lalu berkata. "Aku akan bersama dengan Finny. Kalian boleh pergi." "Baik sayang." "baik tuan." Keempat perempuan mengangguk dan mulai meninggalkan.


"Ayo ikut ke kamarku." Kata Clue kepada Finny. "Baik tuan." Finny tersipu malu dan megikuti Clue. Santorio dan beberapa pria tua yang melihat Clue menghela nafas. "Tuan, terlalu nafsu kepada perempuan." "Heh, kamu saat muda juga begitu."


Tidak lama kemudian Clue dan Finny berada d sebuah kamar. "Lepaskan pakaianmu." Kata Clue tersenyum. Finny tersipu malu dan mengangguk. Finny mulai melepas armor dan pakainnya. "Kamu sangat cantik dan seksi." Kata Clue memuji. "Terimakasih pujiannya tuan." Finny tersipu.


Clue juga melepas armor dan pakainnya lalu berjalan ke arah Finny. Saat melihat Clue berjalan ke arahnya Finny gugup. "Tidak perlu untuk gugup, santai saja." Kata Clue memeluk Finny dan mencium bibirnya. "ermm." Finny mengerang saat dicium Clue.


Beberapa jam kemudian Finny sedang duduk disamping Clue. "Apa kamu mau melakukan apa pun yang aku perintah." Kata Clue. "Saya akan melakukan apapun yang dikatakan tuan Clue." Finny mengangguk. "Perempuan pintar." Clue membelai wajah Finny. "terimakasih tuan." Finny tersipu saat dipuji Clue. Finny akan melakukan apapun yang Clue katakan demi membuat Clue tertarik padanya.


"Pakailah ini." kata Clue memberikan pakaian dalam kepada Finny. Saat Finny menerima pakaian dalam dari Clue dia tersipu malu. "Tuan pakaian ini." "Kamu akan sangat seksi jika mengenakan itu." kata Clue. Finny tersipu malu lalu mengangguk dan mengenakan pakaian dalam yang diberikan Clue.


"Tuan, aku sudah memakainya." Finny malu dan berdiri di depan Clue. "Kamu sangat seksi dan menggoda." Kata Clue mencium bibir Finny dan meremas ***********. "Ermm." Finny memeluk Clue. Tidak lama kemudian suara erangan dan desahan terdengar.


Esok harinya Clue sedang terbaring diranjang dengan Finny disampingnya. "Apakah kamu puas." Kata Clue melihat Finny disampingnya. "Sangat puas tuan." Finny tersipu malu. Dia tidak menyangka akan melakukan sex seharian bersama Clue. Clue tersenyum dan berkata. "Aku sedikit tertarik denganmu." Mendengar kata Clue Finny kaget dan berkata. "Ahh, benarkah tuan." Clue mengangguk. Melihat Clue mengangguk Finny berkata dengan senang. "Finny senang jika tuan Clue tertarik denganku."


"Cepat konsumsilah dan berkultivasi disini. Mulai sekarang ini kamarmu." Kata Clue. "Ahh, terimakasih tuan." Kata Finny lalu menelan pil. Saat merasakan aliran energi di dalam pil Finny memejamkan matanya.


Melihat Finny yang berkultivasi Clue duduk disampingnya. Clue mengambil sebuah token ditangannya dan bergumam. "Token ini dapat membuatku berpindah dunia. Apakah aku juga dapat pergi ke dunia itu, dimana orc dan goblin berada." "Tapi sebelum aku mencoba teleportasi ke sana. 7 hari dari sekarang, aku akan menuju tempat itu dimana pertama kali aku mendarat." Kata Clue.


7 hari telah berlalu dan saat ini Clue berada di suatu lembah dan gas ungu terlihat dimana-mana. "Iblis itu mungkin sudah pergi. Namun aku cukup penasaran dengan tempat ini." kata Clue mulai melangkah ke dalam lembah.


Setelah menghabiskan sehari berkeliling kawasan death zone Clue tidak menemukan suatu petunjuk. "Aku tidak bisa menemukan sumber gas beracun." Clue menggeleng. "Kawasan ini sungguh misterius." Kata Clue. "Benar, aku hampir lupa bahwa akan bertemu knight 1 tahun kemudian di kota Otopian." Gumam Clue.


"Sebernanya aku tidak membutuhkan dirinya dengan kekuatannya saat ini. Namun aku bisa menyuruhnya untuk menemukan semua perempuan yang memasuki dunia ini bersamaku. Terutama Syafin yang mengandung anakku. Jika anakku lahir, pasti serakang sudah bisa berjalan." Clue tersenyum. Clue merubah wajahnya sama persis ketika berada di benua barat lalu menghilang.


Tidak lama kemudian Clue sudah berada dan berdiri di sebuah jalan dimana banyak para ahli yang melewatinya. "Sekarang, aku sudah berada di kota otopian, lalu gimana caranya aku menemukan Knight. Apakah aku akan memamerkan kekuatanku dan berteriak." Gumam Clue.


"Dukk." Merasakan ada yang menabraknya Clue berkata "Lihat-lihat kalau jalan." "Maaf." Balas seseorang yang menabrak Clue. Saat melihat siapa yang menabrak dirinya adalah seorang perempuan Clue bergumam. "Sepertinya aku mengenalinya. Tapi dimana kita pernah bertemu" Badan perempuan yang menabrak Clue bergetar saat melihat siapa yang ditabraknya lalu berkata. "Apakah kamu Clue."


Saat mendegar perempuan mengenalinya Clue bergumam. "Hanya sedikit orang yang mengenali aku dengan wajah ini, dan mereka semua yang mengenali adalah budakku. Emilia dan semua orang yang berasal dari benua barat." "Apakah kamu adalah Clue yang berasal dari benua barat." sekali lagi perempuan berkata.


Clue terkejut wanita didepannya mengetahui dirinya. "Kamu siapa." Kata Clue. Melihat ekspresi Clue yang terkejut wanita berkata. "Aku adalah Maya." Mendengar kata wanita Clue mulai mengingat "Maaf, Maya siapa." Balas Clue.


Wanita terkejut Clue tidak mengingatnya lalu berkata dengan cemberut. "Aku adalah seorang dari benua selatan yang kamu jadikan budak." Mendengar kata Maya Clue mulai mengingat lalu berkata. "Ahh, aku mengingatnya. Kamu adalah Maya yang kujadikan budak dan mengikutiku ke dunia ini."


Melihat Clue mengingatnya Maya terkejut lalu menghela nafas dan berkata. "Tidak kusangka kamu masih hidup, dan kita akan bertemu lagi." Mendengar kata Maya Clue berkata. "Cihh, aku tidak akan mati dengan semudah itu." mendengar kata Clue Maya terdiam dan berpikir. Mustahil untuk Clue yang lebih kuat darinya mati saat pertama kali tiba di dunia ini. Namun dia tetap penasaran mengapa segel budaknya tiba-tiba menghilang saat pertama mendarat di dunia ini.


"Baiklah, ayo kita mengobrol di suatu tempat. Ada yang ingin kutanyakan." Kata Clue. "Baik, aku juga ingin bertanya dan mengatakan sesuatu." Kata Maya. "Ayo pergi ke rumahku." Kata Maya.


Tidak lama kemudian Clue dan Maya sudah berada di sebuah rumah yang sederhana. Saat ini Maya menatap Clue dan bergumam. "Aku yang berada di peringkat SS level 1 bahkan tidak bisa merasakan kekuatannya. Aku penasaran apa peringkatnya sekarang." Maya menghela nafas.


Clue menatap Maya dan berkata. "Tadi kamu ingin bertanya dan mengatakan sesuatu. Cepat katakanlah." Mendengar kata Clue Maya menatap Clue dan berkata. "7 tahun lalu saat kita tiba di dunia ini. Mengapa kamu melepas segel budakku." Clue terkejut mendengar kata Maya dan berkata. "Aku melepas segel budakmu dan Lian, karna aku tidak bisa merasakan jarak kalian berdua. Aku tahu bahwa kita semua telah teleportasi ke tempat yang berbeda-beda dan itu pasti sangat jauh, dan aku tidak tahu kapan kita bertemu kembali. Lalu mengapa aku tetap menjadikanmu budakku." Kata Clue berbohong.


Medengar kata Clue Maya terkejut lalu tersenyum. "Terimakasih." "Tidak perlu berterimakasih, karna aku juga memaksamu menjadi budakku." Clue menggeleng. "Tapi aku tetap berterimakasih, karna bantuan pil yang kamu beri aku naik level." Kata Maya serius.


"Baiklah, aku ingin bertanya. Apakah kamu bertemu dengan semua orang yang memasuki dunia ini bersama kita." Mendengar kata Clue Maya menghela nafas dan mulai bercerita. Maya bercerita saat tiba di dunia ini dia teleportasi dengan Fitria di tempat yang sama. Kemudian mereka berdua mulai berpetualang bersama selama 6 tahun. Namun 1 tahun lalu Fitria dibunuh oleh sekelompok bandit. Mendengar cerita Maya Clue mengehela nafas dan berkata. "Apa kamu tahu dimana tempat bandit itu berada. Aku akan membunuh mereka semua"