
Menyadari seseorang yang mendekat Clue berdiri dari kursi. "Ah ibu." Kata Fani melihat ibunya. "Oh, ku pikir kamu sudah pulang." Balas bi Inem. "Tidak, aku makan dengan kakak Clue." balas Fani tersipu. Melihat Fani bi Inem menghela nafas. Bi Inem tahu bahwa anaknya menyukai Clue sejak dulu. Namun bi Inem melarang anaknya untuk menyukai Clue. Karena Clue sering bermain wanita.
Setelah Clue terbangun dari koma. Clue bertambah tampan dan tinggi. Hal itu membuat dirinya yakin anaknya semakin menyukai Clue. Bi Inem tahu setiap wanita tertarik dengan pria tampan dan tinggi. Terlebih lagi pria itu dari keluarga kaya.
"Bi, jika aku bersama anakmu. Apa kamu setuju." Kata Clue memeluk Fani. "Ahhh." Fani dan bi Inem terkejut mendengar kata Clue. "Saudara Clue, apa anda serius dengan yang kamu bicarakan." Kata bi Inem. "Tapi sepertinya Fani tidak menyukaiku." Kata Clue. Fani yang tersipu malu terkejut mendengar kata Clue. "Siapa yang tidak menyukai kakak Clue. Ahh." Fani terkejut dengan yang dikatannya kemudian berlari keluar.
"Tolong jangan main-main dengan anakku. Jika kamu serius dengan anakku dan berniat menikahinya itu tidak masalah." kata bi Inem serius. "Santailah bi. Aku sudah berubah, dan tidak seperti dulu." Kata Clue. Bi Inem menghela nafas kemudian berjalan ke dapur. "Maksudku, aku tidak lemah seperti dulu." Clue menyeringai kemudian berjalan keluar rumah.
Clue melihat Fani yang duduk sendiri dan berkata. "Kamu mau ikut denganku." "Mau pergi kemana kak." Balas Fani. "Menonton film." Clue tersenyum. Fani terkejut mendengar kata Clue kemudian mengangguk dengan malu. "Baiklah, tunggu sebentar aku akan berganti pakaian." Kata Clue masuk ke dalam rumah.
Tidak lama kemudian Clue kembali dengan membawa dua helm. "Kak, apa aku tidak sebaiknya berganti pakaian juga." Balas Fani. "Tidak, kamu tetap cantik memakai pakaian apapun." Balas Clue. Fani semakin tersipu mendengar kata Clue. Clue berjalan ke arah bagasi dan mengeluarkan motor sportnya. "Brumm." Clue menghidupkan mesin.
"Ayo naik." Fani memakai helm kemudian naik motor. "Jangan lupa pegangan." Kata Clue. "Oke." Kata Fani memegangi pakaian Clue. "Brummm." Clue kemudian pergi. Bi Inem yang melihat Clue pergi dengan Fani menghela nafas. Dia tahu anaknya tidak bisa menolak Clue.
20 menit kemudian Clue tiba di sebuah mall. "Ayo." Kata Clue memegang tangan Fani. "Emm." Fani mengangguk malu saat Clue menggandeng tangannya. Clue kemudian memasuki lift dengan Fani. "Oh, bukankah kamu Clue. Apa dia kekasih barumu." Clue melihat wanita yang berbicara kepadanya.
"Oh, lama tidak jumpa Ajeng." Kata Clue. "Hmm." Wanita mendengus. "Benar, dia adalah kekasih baruku apa kamu iri." Clue memeluk Fani. Fani tersipu malu saat mendengar kata Clue. wanita mengigit bibirnya dan berkata. "Dasar playboy." Wanita kemudian keluar melihat lift terbuka. Clue tersenyum kemudian juga keluar dari lift bersama Fani.
"Apa dia mantan kekasihmu kak." Tanya Fani. "Benar, dia mantan kekasihku." Balas Clue. sementara wanita bergumam dengan kesal. "Aku mendengar setelah bangun dari koma dia menjadi seorang hunter. Dia juga menjadi semakin tampan dan bertambah tinggi. Aku tidak menyangka berita itu benar." Wanita terdiam beberapa detik dan berkata. "Karena dia telah mengambil kesucianku. Aku tidak ingin wanita lain juga rusak olehnya. Karena itu aku akan membuat dia menjadi milikku sepenuhnya." Gumam wanita.
Clue yang saat ini memesan tiket bergumam. "Dia juga terbangkitkan dan bukan manusia biasa. Aku merasa dia setidaknya tingkat c." "Kak, ayo masuk." Kata Fani. "Oke." Balas Clue. Clue kemudian masuk ke dalam ruangan dan memilih tempat duduk tengah. "Kapan terakhir kali kamu nonton di bioskop." Kata Clue. "Beberapa bulan yang lalu bersama teman." Balas Fani.
1 jam telah berlalu Clue melihat Fani asik menonton film. "Fan." Kata Clue. "Iya kak." Balas Fani. "Aku menyukaimu, jadilah kekasihku." Kata Clue memegang tangan Fani. Fani terkejut mendengar kata Clue lalu berkata dengan malu. "Aku juga menyukai kakak." Clue tersenyum kemudian mencium bibir Fani. Fani memejamkan matanya saat berciuman dengan Clue.
1 Jam telah berlalu, Clue dan Fani keluar ruangan dengan bergandengan tangan. "Tadi itu menyenangkan kak." Kata Fani tersenyum. "Benar, lalu mengapa kamu masih memanggilku kakak. Bukankah kita sudah menjadi sepasang kekasih." Balas Clue. "Lalu aku harus memanggilmu apa kak." Fani tersenyum. "Baby." Kata Clue. "Oke baby." Fani tersipu malu. Clue tersenyum dan memeluk Fani.
Clue dan Fani mulai berjalan ke arah tempat pakaian berada. "Kak." "Jangan panggil kak lagi. "Baby." Kata Fani dengan malu. "Ada apa baby." Balas Clue. "Aku ingin ke toilet." Kata Fani dengan malu. "Baiklah, ayo ke toilet dulu." Balas Clue tersenyum.
Tidak lama kemudian Clue tiba di toilet. Clue kemudian mulai menunggu Fani diluar. "Ting." Clue melihat smartphonenya berbunyi dan melihat satu pesan masuk. "Ibuku besok boleh pulang. Jadi besok lusa aku akan pergi ke jember." Kata Clue melihat pesan dari Vina. "Aku menunggumu." Balas Clue. "Sudah selesai kak." Kata Fani keluar dari toilet. Mendengar Fani masih memanggilnya kak Clue tersenyum dan berkata. "Ayo." Clue dan Fani berjalan bergandengan tangan.
2 jam kemudian Clue dan Fani berada di cafee. "Kak, kamu terlalu membelikanku banyak pakaian." Kata Fani. "Jangan terlalu dipikirkan, saat ini kamu adalah kekasihku." Clue tersenyum. "Apa kakak memperlakukan mantan-mantan kakak sepertiku." Tanya Fani. "Benar, tapi tidak semuanya, dan hanya sebagian." Balas Clue. "Ohh." Balas Fani. "Habiskan minumanmu lalu ayo pulang. Hari sudah mulai gelap." Kata Clue. "Oke." Kata Fani.
20 menit kemudian Clue berhenti di sebuah rumah. "Ahh, nak Clue. apa kamu tidak masuk ke dalam." Kata seorang pria paruh baya. "Lain kali saja paman. Aku masih ada urusan." Balas Clue kemudian menghidupkan motornya. "Hati-hati kak." Kata Fani. Clue mengangkat jempolnya kemudian pergi.
Pria paruh baya melihat Fani membawa begitu banyak kantong belanja dan berkata. "Apa dia yang membelikan semuanya." "Benar yah, kakak Clue membelikanmu beberapa pakaian dan juga makanan favoritmu." Balas Fani. "Sungguh pria yang baik." Pria paruh baya tersenyum.
10 menit kemudian Clue kembali di rumahnya lalu berjalan ke arah kamar. Clue menghidupkan smartphone dan melihat beberapa pesan masuk. "Clue, besok aku ingin menemuimu di kampus." "Oh, kenapa dia tiba-tiba menghubungiku. Apakah karena tadi kita bertemu." Gumam Clue. "Baiklah, tunggu aku di kampus besok pukul 9." Balas Clue.
Clue mengambil tas di bawah tempat tidur lalu mengambil 5 kristal merah. "Saatnya berkultivasi dan bertambah kuat." Kata Clue lalu menghancurkan kristal merah kemudian mulai memejamkan matanya.
Keesokan harinya Clue sudah berada di kampus dan melihat seorang wanita berjalan ke arahnya. "Ada apa." Kata Clue. "Ayo kita pergi." Balas wanita. "Pergi kemana." Balas Clue. "Hotel." Balas wanita dengan tersenyum. Clue mulai merasa sedikit pusing kemudian mengangguk. "Oke, ayo pergi." kata Clue naik ke motor sportnya. "Hehe, baik." Wanita tersenyum kemudian mulai naik dan memeluk Clue. "Brumm." Clue kemudian pergi.
20 menit kemudian Clue dan wanita tiba di hotel dan memesan satu kamar. Clue dan wanita lalu berjalan ke arah kamar. "Tunggulah, aku ingin mandi terlebih dahulu." Kata wanita kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Melihat wanita masuk ke dalam kamar mandi Clue menyeringai. "Skill hipnotis atau pemikat. Sayang sekali itu tidak berpengaruh padaku." Clue menyeringai kemudian keluar dari kamar.
Clue keluar dari hotel kemudian berjalan ke arah motor sportnya dan berkata. "Semoga dia menjauhiku." Clue kesal kepada Ajeng karena menghipnotisnya. "Baiklah, saatnya untuk memperbarui status." Kata Clue melihat kartu identitas hunternya, kemudian menghidupkan mesin dan pergi.
Saat keluar dari kamar dan melihat Clue sudah tidak ada Ajeng berteriak. "Arggghhh. Kamu berengsek Clue." Ajeng melempar guling. Setelah beberapa detik Ajeng terdiam dan berkata. "Karena dia lepas dari hipnotisku. Dia mungkin hunter tingkat c. Ternyata info mengenai dia hunter tingkat e adalah salah."