
"Apa anak ku baik-baik saja." Fernando melihat kedatangan pria paruh baya berjaz hitam. "Samuel. Sepertinya anakmu di culik." Kata wanita yang tidak lain kepala sekolah. "Buzzz." Pria paruh baya yang di panggil Samuel mengeluarkan kekuatannya saat mengetahui anaknya di culik.
"Siapa yang berani menculik anakku." Teriak pria paruh baya. "Jika tebakanku benar, yang menculik anakmu pasti asosiasi penjahat." Kata wanita. "Bukankah asosiasi penjahat sudah di musnahkan 6 bulan lalu." Teriak pria paruh baya.
Pria paruh baya melihat smartphonenya berdering. "Nomor tidak di ketahui." Kata pria paruh baya kemudian mengangkat panggilan. "Halo ketua asosiasi." Kata penelepon. "Siapa kamu." Balas pria paruh baya. "Aku adalah anggota asosiasi penjahat yang menculik anakmu." Balas penelepon.
Pria paruh baya dan semua guru terkejut mendengar kata penelepon. "Kembalikan anakku." Kata pria paruh baya. "Hehehe, aku hanya mengatakan bahwa kami asosiasi penjahat telah kembali. Anakmu akan kukembalikan, tapi bukan saat ini." Kata penelepon menutup panggilan. "Sial." Pria paruh baya marah.
"Bu Erika aku akan kembali." Kata pria paruh baya melihat wanita. "Baiklah, tapi aku tidak bisa mengantarmu pak Samuel." Balas wanita yang di panggil Erika. Pria paruh baya yang di panggil Samuel berjalan pergi.
"Karena ada sebuah insiden dan beberapa kelas rusak. Sekolah di liburkan untuk sementara." Kata wanita yang di panggil Erika. "Baik bu." Balas semua murid. "Kalian semua bisa pulang." Kata Erika. Semua murid meninggalkan lapangan olahraga.
10 Menit kemudian Fernando kembali ke rumahnya. "Fernando apa kamu baik-baik saja. Nenek dengar ada serangan ******* di sekolahmu." Kata nenek Fernando melihat Fernando yang pulang. "Aku baik-baik saja nek. Hanya pakaianku yang robek." Fernando tersenyum. "Baguslah kalau kamu baik-baik saja." Nenek Fernando menghela nafas.
"Aku akan ganti baju dulu nek." Kata Fernando masuk ke dalam kamarnya. Saat masuk ke dalam kamar, Fernando melihat Clue sedang duduk di kasur. "Oohh. Kamu sudah kembali." Clue melihat Fernando.
"Berita sekolahmu di serang oleh ******* di siarkan di televisi." Kata Clue melihat Fernando. "Jika aku memiliki kekuatan seperti dirimu. Aku akan membunuh ******* itu dan menyelamatkan Nicolas." Kata Fernando.
"Tapi sayang sekali kamu tidak sekuat diriku dan sangat lemah." Balas Clue. Fernando mencengkram tinjunya saat mendengar kata Clue.
"Ambilah." Kata Clue mengeluarkan uang sebanyak 1 miliar. Fernando terkejut melihat tumpukan uang di kasur. "Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini." Tanya Fernando. "Aku menjual pil ke seseorang." Balas Clue.
"Kamu begitu mudah mendapatkan uang." Fernando terkejut. "Apa kamu sungguh memberikan semua uang ini padaku." tanya Fernando. "Iya. Aku sarankan untukmu pindah dari sini dan tinggal di apartemen" Balas Clue. "Aku akan membicarakannya pada nenek lebih dulu." Balas Fernando keluar dari kamar.
Tidak lama kemudian Fernando membawa neneknya masuk ke dalam kamar dan terkejut melihat tumpukan uang di atas kasur. "Dari mana kamu mendapatkan uang itu Fernando." Nenek Fernando terkejut.
"Sebenarnya ini adalah uang milik Clue nek. Dia memberikan semua uang ini padaku." kata Fernando. "Clue, apakah kamu sangat kaya." Tanya nenek Fernando. "Aku sangat kaya." Clue tersenyum.
"Nek, Fernando menyarankan untuk kita pindah di apartemen." Kata Fernando. Mendengar kata Fernando, nenek Fernando terdiam. "Nenek akan memikirkannya dulu Fernando." Balas nenek Fernando. "Baik nek." Fernando mengangguk.
"Apa kamu ingin berburu hewan atau berkultivasi." Tanya Clue melihat Fernando. "Aku ingin berkultivasi." Balas Fernando. "Apa di tabel shopmu tidak ada pil yang dijual." Tanya Clue. "Ada, di tabel shop menjual pil penyembuh" Balas Fernando.
"Apa hanya ada 1 pil yang di jual." Tanya Clue terkejut. "Ada beberapa macam pil yang di jual. Pil penyembuh, pil pemulihan stamina dan mana. Dan pil yang meningkatkan kekuatan, dan kecepatan untuk sementara." Balas Fernando.
"Varian diriku dari alam semesta ini sangat tidak beruntung. Bahkan system yang dia dapatkan sangat jelek." Clue bergumam. "Baiklah, kamu bisa berkultivasi." Kata Clue keluar dari kamar Fernando. Melihat Clue yang keluar dari kamarnya Fernando mulai duduk dan memejamkan matanya.
Saat ini di tempat lain pria berjaz hitam dan pria berkacamata melihat pemuda gemuk sedang berbaring di ranjang dengan tangan dan kaki di borgol. "Uugghh." Pemuda gemuk membuka matanya dan melihat tangan dan kakinya di borgol. "Mengapa tangan dan kakiku di borgol. Siapa kalian." Pemuda gemuk yang tidak lain adalah Nicolas berteriak.
"Hehe, pemua yang akan mati tidak perlu tahu siapa kami." Pria berambut coklat melepas kacamata miliknya. "Apa yang ingin kamu lakukan." Nicolas ketukan melihat pria berambut coklat mengambil sebuah pisau.
"Aku ingin mengambil organ dalam milikmu. Organ dalam milik awakened di jual dengan harga yang sangat mahal." Pria berambut coklat tersenyum kemudian mengiris perut Nicolas. "Aahhh. Sakit. Hentikan." Nicolas menangis. "Hehe, berteriaklah sesukamu." Pria berambut coklat tersenyum dan terus mengiris perut Nicolas.
Nama : Fernando Clue De Lopez
Usia : 16 Tahun
Level : 130 next level (0/130) exp
Ras : Manusia
Kekuatan : 130
Agility : 130
Vitalitas : 130
Stamina : 125/130
Ki/Mana : 130/130
Poin : 0
Coin : 10
"Saat ini, kekuatanku mencapai 130 poin." Kata Fernando melihat tabel statusnya. "Fernando ayo makan." Kata nenek Fernando. "Baik nek." Fernando menutup tabel status dan keluar dari kamar. Fernando melihat Clue berada di ruang makan bersama neneknya.
Fernando duduk di kursi kemudian mulai makan. "Aku punya sesuatu untukmu nek." Kata Clue. "Oohh. Apa yang ingin kamu berikan pada nenek Clue." Tanya nenek Fernando. Clue mengambil pil spirit level 1 dari tabel penyimpanan.
Nenek Fernando merasakan udara di ruangan menjadi sejuk. "Pil apa ini." Tanya nenek Fernando. "Ini adalah pil yang dapat membuat seseorang memakannya menjadi awakened. Fernando telah memakan 1." Clue menjelaskan.
Nenek Fernando terkejut mendengar kata Clue. "Lebih baik kamu memberikan pil ini kepada Fernando. Aku sudah tua Clue. Berlatih tehnik kultivasi yang kamu ajarkan padaku sudah cukup bagiku." Balas nenek Fernando.
"Terima saja nek. Clue, akan memberikan pil yang efeknya lebih bagus dari itu." kata Fernando. Nenek Fernando terkejut mendengar Clue memiliki pil yang efeknya lebih baik lagi. "Jika nenek memakan ini. Setidaknya nenek bisa hidup sehat sampai 100 tahun." Kata Clue.
Nenek Fernando terkejut mendengar kata Clue. "Baiklah, aku akan terima pil yang kamu berikan." Nenek Fernando mengambil pil lalu menelannya. Merasakan energy di dalam pil nenek Fernando memejamkan matanya. Clue berdiri dan menyentuh bahu nenek Fernando.
1 menit kemudian Clue melepas bahu nenek Fernando. "Tubuhku terasa sangat ringan. Aku tidak pernah merasa sebugar ini." Kata nenek Fernando. "Selamat nek karena telah menjadi awakened tingkat 1." Fernando tersenyum.
Fernando tidak menyangka dengan bantuan Clue. Neneknya dapat menyerap energy di dalam pil dalam waktu 1 menit. Sementara dirinya membutuhkan waktu 1 jam untuk menyerap energy di dalam pil.
"Karena nenek saat ini awakened tingkat 1. Bukankah nenek harus pergi ke asosiasi awakaned." Tanya nenek Fernando. "Untuk saat ini lebih baik jangan." Balas Clue. "Baiklah." Nenek Fernando mengangguk. Dirinya tidak bertanya mengapa Clue melarangnya untuk pergi ke asosiasi awakened.