
"Energi alam dikamar ini begitu banyak dan udara di kamar ini tiba-tiba begitu sejuk." Kata Clue kemudian mulai berkultivasi. Saat berkultivasi Clue merasakan dirinya perada di pegunungan dan merasakan sejuknya angin sepoi-sepoi.
1 jam kemudian Clue membuka matanya dan menghembuskan nafas. "Baru kali ini aku berkultivasi dan merasakan sensasi perada di pegunungan dengan udara yang begitu sejuk." Kata Clue. Clue turun dari ranjang kemudian memasang kuda-kuda bertarung.
Clue menghembuskan nafas kemudian mulai meninju. "Bukk." Clue melihat tembok yang jaraknya 2 meter darinya memiliki sedikit retakan. "Sialan, jangan bilang aku bisa mengendalikan elemen angin." Kata Clue terkejut.
Clue terdiam beberapa detik kemudian tertawa. "Hahaha, aku sungguh beruntung." Clue membuka tasnya kemudian mengambil alat pengukur kekuatan. "Titt." Saat menyentuh ujung alat. Clue melihat dirinya memiliki kekuatan 26. "Ehh, hanya bertambah satu. Benar juga, aku hanya berkultivasi selama 6 jam saat di pesawat. Jika berlatih kultivasi selama 6 jam lagi maka kekuatanku meningkat 1." Kata Clue.
Clue merasakan tubuhnya di penuhi stamina dan berkata. "Baiklah, saatnya terus berlatih." Clue tersenyum kemudian menghancurkan satu kristal hijau dan mulai memejamkan mata. Saat memejamkan mata Clue tidak merasakan sensasi seperti terakhir kali. Clue hanya bisa menyerap energi alam seperti biasanya.
1 jam kemudian Clue membuka matanya dan berkata. "Sepertinya kristal putih lebih beharga dari pada kristal hijau. Tapi harga kristal yang dijual di pasaran tetap sama, seharga satu juta. Tubuh monster jauh lebih berharga di bandingkan kristal. Karna tubuh monster seperti kulit bisa dijadikan armor, tulang dan cakar bisa dijadikan senjata."
Keesokan harinya Clue berdiri dan melihat dirinya. "Sepertinya tinggi badanku tidak berubah." Clue Tersenyum kemudian menyentuh ujung alat pengukur kekuatan yang dia pegang. "Titt." Clue melihat dirinya memiliki kekuatan 30. "Dengan memiliki kekuatan 30 dan bisa sedikit mengendalikan elemen angin. Aku sedikit percaya diri untuk pergi ke penjara." Kata Clue.
Clue melihat makanan di atas meja kemudian berkata. "Meski aku tidak begitu lapar, tapi tidak ada salahnya untuk makan." Saat mencapai kekuatan setara hunter tingkat d. Clue merasa dirinya bisa makan satu kali sehari. Karena saat berkultivasi rasa lapar perlahan menghilang.
Beberapa menit kemudian setelah selesai makan Clue menaruh kantong plastik di tasnya dan berkata. "Masih ada 10 kristal. Aku akan menyerapnya setelah kembali dari penjara." Clue kemudian keluar dari kamar. Clue mengkunci pintu kamar kemudian pergi.
"Aku akan pergi jalan-jalan." Kata Clue kepada resepsionis. "Baik." Balas resepsionis. Clue melihat google map kemudian berkata. "Hanya 4 menit dari sini jika berlari ke penjara. Mari lihat berapa cepat aku tiba di penjara dengan berlari." Clue kemudian berlari.
1 menit kemudian Clue berhenti di depan sebuah penjara. Clue melihat smartphonenya dan berkata. "60 detik. Bahkan aku tidak merasa lelah sama sekali." Clue tersenyum. Clue kemudian berjalan ke arah seorang penjaga. "Aku ingin mengunjungi tahanan bernama Adrian. Dia adalah tahanan yang di penjara karena kasus korupsi."
"Aku akan memeriksamu dulu." Penjaga kemudian mulai memeriksa Clue. "Tidak boleh membawa smartphone ke dalam penjara." Kata penjaga mengambil smartphone milik Clue. "Baiklah." Clue mengangguk. "Sentuh alat ini, kami ingin tahu apakah kamu hunter atau bukan." Kata penjaga. Clue kemudian mulai menyentuh alat pengukur kekuatan. "Tiit." Saat melihat angka 30 penjaga mengaktifkan walkie talkie. "Ada seorang hunter tingkat d yang ingin menjenguk seseorang."
"Benar, saat aku di dalam penjara tolong jaga smartphoneku. Meski tidak ada file penting di smartphone itu. Aku baru membelinya beberapa hari lalu." Kata Clue. "Itu memang tugasku." balas penjaga.
Tidak lama kemudian pria berhenti di depan sebuah pintu. "Aku akan memeriksamu lagi." kata pria. "Periksalah." Balas Clue. pria kemudian memeriksa Clue. "30 menit adalah batas waktu menjenguk." Kata pria kemudian pergi.
Clue melihat pintu dengan nama Adrian De Lopez. "Tok, tok. Ayah ini aku." Beberapa detik kemudian Clue melihat pintu terbuka dan seorang pria paruh baya yang mirip dengannya berdiri di hadapnnya. "Halo ayah." Kata Clue tersenyum. "Hahaha. Kamu akhirnya bangun dari koma nak." Adrian memeluk Clue dengan bahagia.
"Ayo mengobrol di dalam." Kata Adrian. "Baik." Clue mengangguk. "Saat masuk ke dalam pintu Clue terkejut. Clue melihat ruangan seluas kamar hotel sementara ada kulkas, magic com dan kompor. "Sialan, apa benar ini penjara. Ini terlihat seperti ruangan hotel." Kata Clue. "Haha, ruangan ini ayah beli seharga 400 juta." Kata Adrian. "Wow, sistem hukum di Indonesia sudah begitu rusak. Bahkan ruang tahanan bisa dibeli." Kata Clue. "Baiklah nak, cerita kapan kamu bangun dari koma." Kata Adrian. Clue tersenyum kemudian mulai bercerita.
Beberapa menit kemudian Adrian tersenyum saat mendengar kata Clue. "Kamu sungguh beruntung terbangun dari koma dan terbangkitkan." Kata Adrian menepuk bahu Clue. "Kapan ayah mulai dipenjara." Tanya Clue. "Ayah dipenjara 6 bulan lalu." Adrian tersenyum. "Ayah akan bebas 3 setengah tahun lagi." kata Adrian. "Eh, bukankah 4 tahun itu waktu yang sangat singkat." Kata Clue.
"Benar, ayah bisa lebih mempersingkat masa hukuman. Namun ayah takut para masyarakat akan marah." Kata Adrian tersenyum. "Kamu tahu saat ini dunia telah berubah, jika seorang masyarakat yang menjadi hunter tingkat s tidak suka dengan hukum negara ini apa yang akan terjadi."
"Aku tidak tahu." Clue menggeleng. "7 bulan lalu ada kasus tabrak lari yang mengakibatkan korban nyawa. Pengendara mobil tersebut adalah seorang pejabat pemerintah seperti ayah. Dia hanya dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun. Namun kakak dari korban yang meninggal tidak terima. Dia ingin pejabat itu dihukum mati atau penjara seumur hidup. Namun kejaksaan tidak menerima dan hanya menambah masa tahanan menjadi 5 tahun."
Karena sang kakak tidak terima dia meminta memposting status di akun sosialnya. "Aku adalah hunter tingkat s tipe assasin. Jika ada negara lain yang bersedia menerimaku. Aku ingin pindah negara dengan satu syarat."
"Lalu kamu tau apa yang terjadi 2 hari kedepan." Kata Adrian. "Apa yang terjadi 2 hari kedepan." Clue penasaran. "Hunter itu pindah menjadi warga negara China. Sementara pejabat yang membunuh adiknya ditemukan mati mengenaskan dengan sebuah catatan. "Jika kalian tidak terima, carilah aku di China. Tanda tangan Andre." Kata Adrian berwajah serius.
"Lalu apa yang dilakukan pemerintah indonesia." Tanya Clue. "Pemerintah Indonesia meminta China untuk tidak ikut campur dengan masalah Andre." Kata Adrian. "Lalu bagaimana respon China." "Mereka setuju, mereka berkata jika ingin menangkap Andre datanglah di China. Tapi jangan lupakan Andre hunter tingkat s dan China membebaskan Andre untuk membunuh siapa saja yang berani menangkapnya. Terlebih lagi Andre bergabung ke sebuah guild besar, dan guild tersebut melindungi Andre." Lanjut Adrian.
Mendengar penjelasan Ayahnya Clue cukup terkejut. "Lalu apakah pemerintah mengirimkan militer atau hunter untuk menangkap Andre." Kata Clue. "Pemerintah tidak bodoh, pemerintah tahu betapa kuatnya hunter tingkat s. Terlebih lagi Andre dilindungi oleh guild besar yang ketuanya adalah hunter tingkat raja." Mendengar kata Ayahnya Clue terkejut. "Jika hunter tingkat s mengamuk satu kota bisa hancur. Tapi bagaimana jika hunter tingkat raja yang mengamuk." Lanjut ayah Adrian.
"Yang pasti beberapa kota akan hancur lebur." Kata Clue. "Itu pasti, karena kekuatan hunter tingkat raja tidak bisa dicerna dengan akal sehat." Balas Adrian. "Jadi semenjak saat itu, hunter tingkat s dapat perlakuan khusus oleh pemerintah. Hunter tingkat s dibebas pajakkan dan dapat gaji bulanan oleh pemerintah." Kata Adrian.