
"Kenalkan namaku Haruka." Wanita berambut ungu tersenyum melihat Clue. "Clue." Clue menjabat tangan Haruka. Clue sudah tahu bahwa Haruka yang peringkat sss level 9 menyukainya. "Umm, apakah tuan Clue mau makan dengan Haruka." Haruka berkata dengan tersipu. Rizky yang mendengar Haruka menghela nafas dan bergumam. "Patriack terlalu populer."
Clue melihat bahwa Haruka lebih cantik dan seksi dari Martha wanita yang bersenang-senang dengannya kemarin. "Boleh, kita akan makan setelah tournament selesai." Clue tersenyum. "Deg, deg." Jantung Haruka berdetak kencang. "Yess." Haruka senang.
"Baiklah, kali ini babak selanjutnya akan dimulai pemegang nomor urutan nomor 1 dan pemegang nomor urutan 300 silakan naik di panggung arena." Clue melihat bahwa pria mulai mengumumkan acara dimulai.
"Rizky, apa hari ini hanya ada 1 babak." Tanya Clue. "Tidak patriack, kali ini akan ada 2 babak. Peserta yang lolos akan bertarung kembali setelah mengambil nomor urutan secara acak." Balas Rizky. "Oh, jika kali ini hanya ada 150 peserta yang lolos. Berarti nanti ada 75 peserta yang lolos." Tanya Clue. "Benar patriack." Rizky mengangguk.
Beberapa jam kemudian Clue meninggalkan arena setelah melihat murid sektenya berhasil lolos babak ketiga. "Haruka, dari pada makan, mengapa kita tidak bersenang-senang." Clue tersenyum. "Ehh, jika itu mau tuan Clue." Haruka tersipu. Clue dan Haruka lalu menuju penginapan. Setelah memesan kamar, Clue dan Haruka di antar pelayan ke sebuah ruangan.
Clue lalu masuk ke dalam ruangan bersama Haruka. Haruka tersipu saat dia berada di ruangan bersama Clue. "Haruka, apa kamu mempunyai suami." Bisik Clue melihat wajah Haruka. "Umm, saya tidak mempunyai suami tuan Clue." Haruka menjawab. "Itu bagus." Clue lalu mencium bibir Haruka. "Ermm." Haruka tidak menolak ciuman dan mulai membalas ciuman Clue.
"Benar, mengapa kamu memanggilku tuan." tanya Clue."Itu karna tuan Clue seorang patriack. Sedangkan saya hanya wanita peringkat sss level 9 biasa." Balas Haruka. "Apakah kamu mau menjadi pelayanku." Bisik Clue ditelinga Haruka. "Ahh, apakah benar Haruka bisa menjadi pelayan tuan Clue." "Benar, asalkan kamu bisa memuaskan aku sekarang." Clue tersenyum. "Aku akan memuaskan tuan Clue." Haruka menjawab dengan semangat.
Beberapa jam kemudian Clue dan Haruka terbaring berpelukan. "Tuan, apakah aku bisa menjadi pelayanmu." Haruka menatap Clue. "Kamu bisa menjadi pelayanku." Balas Clue tersenyum. "Ahh, terimakasih tuan Clue." Haruka mencium bibir Clue. Melihat Haruka menciumnya Clue membalas ciuman Haruka dan meremas ***********. "Ermmm." Haruka mengerang.
2 hari telah berlalu saat ini Clue melihat bahwa salah satu muridnya juara 1 dalam tournament. "Patriack sekte kita juara 1." Rizky berkata dengan semangat. "Heh, sekte kita pasti juara 1." Clue tersenyum. "Selamat tuan Clue karna salah satu murid sekte anda pemenang tournament." Haruka tersenyum. Clue mengelus rambur Haruka. Haruka tersipu bahagia dan bersandar di dada Clue. Rizky yang melihat Clue dan Haruka bermesraan tersenyum. "Patriack sangat hebat dalam menaklukan wanita."
Beberapa menit kemudian Clue bersama Haruka, Rizky dan 10 murid sektenya. "Performa kalian sangat bagus, terutama kamu Alberto menjadi juara tournament." Kata Clue. "Hehe, terimakasih pujiannya patriack." Pemuda berkulit coklat tertawa. "Ini hadiah untuk Alberto, Rina dan scarlet." Clue melemparkan pil. "Terimakasih patriack. Alberto dan kedua perempuan senang.
"Baiklah, kalian bersama Rizky kembali ke sekte." Kata Clue. "Baik patriack." Balas 10 murid sekte bersamaan. "Patriack aku pergi." Kata Rizky. Clue mengangguk. Rizky dan 10 murid lalu berjalan menuju gerbang.
"Baiklah, ayo kembali." Clue memegang pundak Haruka. Beberapa detik kemudian Clue dan Haruka menghilang. Beberapa detik berikutnya Haruka terkejut melihat dirinya berada di ruangan. "Tuan ini." "Kita berada di sekteku." Balas Clue. "Tuan sangat hebat." Haruka tersenyum.
"Sayang siapa lagi dia." Gin terkejut Clue kembali membawa perempuan. "Oh, dia pelayan baruku. Dia bisa mengasuh bayi kalian." Balas Clue. "Oh, kenalkan aku Gin." Kata Gin. "Aku Haruka nona Gin." Haruka tersenyum. "Kamu sangat cantik, mengapa begitu bodoh menjadi pelayannya." Gin berkata dengan cemberut.
"Gin, apa kamu tidak ingin kuberi jatah." Kata Clue. "Sayang, aku bercanda dengannya." Gin lalu memeluk lengan Clue. Clue tersenyum kecut lalu mengacak-acak rambut Gin.
Beberapa menit kemudian Clue lalu mengenalkan Haruka kepada semua perempuannya. "Salam kenal, nama saya Haruka pelayan tuan Clue." Haruka tersenyum. "Namaku Karen." Karen mengangguk. "Namaku Syifa." "Namaku Rapunsel." Ketiga perempuan Clue mengenalkan dirinya.
"Oh benar. Aku akan pergi ke dunia sunyi." Kata Clue. "Ahhh." Semua wanita terkejut mendengar kata Clue. "Sayang buat apa kamu pergi kesana." Tanya Syifa. "Benar, tidak bisakah kamu tetap tinggal bersama kami." Balas Gin. "Benar tuan, Karen tidak ingin berpisah denganmu." Kata Karen dengan mata berkaca-kaca.
"Tenanglah, aku akan kembali 7 hari sekali." Balas Clue. "Uuh, baiklah kalau begitu. Awas jika kamu berbohong." Gin cemberut. Clue tersenyum kecut. Dia tahu semua wanitanya sulit berpisah dengannya. "Shimako saat aku pergi jaga mereka, dan bilang pada Rizky. Aku akan pergi dan kembali 7 hari sekali." Kata Clue. "Baik tuan." Shimako mengangguk.
"Baiklah, aku pergi." Clue tersenyum memegang token dan bergumam. "Teleportasi menuju dunia sunyi." (Teleportasi akan dilakukan dalam hitungan 3,2,1) Detik berikutnya badan Clue bercahaya dan menghilang. Melihat Clue menghilang semua wanita menghela nafas dan sedih tidak terkecuali Haruka.
"Kalian banyak bicara." Clue mencibir lalu muncul dibelakang kedua orc dan memotong kepala mereka. "Crash." Kedua kepala orc terjatuh. "Baru tiba di dunia ini aku sudah disambut." Clue menyeringai. Clue melihat cincin penyimpanan kedua orc dan mengangguk. "Ada 20 batu alam tingkat rendah, tidak buruk." Clue lalu terbang ke utara.
1 bulan kemudian di dunia sunyi ada manusia babi yang marah dan berteriak. "Kurang ajar, bagaimana bisa manusia tiba di dunia ini." "Aku tidak tahu, dia telah membunuh banyak ras kita." Kata mahluk berkulit hijau yang memiliki tanduk tidak lain adalah ogre. "Kita harus menangkap manusia itu, dan mencari tahu bagaimana dia bisa tiba disini." Kata mahluk berkulit ungu yang memiliki dua tanduk kecil dikepalanya dan sayap di kedua punggunya yang tidak lain iblis. "Benar, kita harus menangkpanya." Orc mengangguk.
Saat ini Clue sedang duduk di sebuah ruangan dan meminum anggur. "Hehe, mereka pasti sedang mencariku saat ini." "Jika peringkat kaisar level 5 menemukanmu, kamu akan mati." kata iblis perempuan. "Heh, dasar jalang." Clue mencambuk iblis perempuan. "Ahhh." Iblis perempuan menjerit saat di cambuk oleh Clue. "Kamu seorang masokis." Clue meludahi iblis perempuan lalu memotong kepalanya.
"Sialan kamu iblis, aku akan membunuh kalian semua. Karna berani membunuh wanitaku." Clue berkata. Clue sudah diberi tahu oleh Rapunsel bahwa ras iblis yang membunuh wanitanya saat dia terjebak di kekosongan.
2 bulan sekali lagi berlalu saat ini Clue berdiri di sebuah bukit dengan seorang iblis perempuan dan kali ini iblis perempuan sedikit special. Clue terkejut iblis perempuan berkulit pink tidak ungu. "Tolong ampuni aku." Iblis perempuan ketakutan. "Mengapa kulitmu bewarna pink." Tanya Clue. "Karna aku persilangan antara iblis dan elf." Iblis perempuan menjawab.
Clue terkejut dia sadar bahwa telinga iblis perempuan sedikit panjang. "Baiklah, karna kamu persilangan elf aku akan mengampunimu. Tapi jika aku bertemu kamu lagi. Kamu akan mati." kata Clue. "Terimakasih, terimakasih." Iblis prempuan membungkuk lalu terbang dengan cepat.
"Dia di siksa oleh rasnya sendiri." Sebelum menangkapnya Clue melihat bahwa dia di siksa oleh sesama iblis. "Shit, iblis memang kejam. harus di bunuh." Clue menggertakan gigi.
Saat ini di sebuah ruangan beberapa orc berkumpul. "Kita harus menangkap manusia itu." "Benar, dia telah berani membunuh ribuan ras kita." "Setelah kita menangkapnya kita akan menyiksanya." Kata beberapa Orc.
3 bulan telah berlalu saat ini Clue sedang berdiri di langit dan melihat kota. "Aktifkan batu meteor target kota di depanku." Kata Clue. Clue lalu melihat batu meteor raksasa muncul dari langit.
"Sialan, apa itu." Teriak salah satu iblis. "Cepat hancurkan batu itu." Teriak seorang ogre. Semua iblis, orc dan ogre mengeluarkan skill mereka dan bola api, naga api, naga air, naga hitam melesat ke meteor. "Boom!." Batu meteor hancur namun menjadi beberapa pecahan besar. "Sialan." Iblis mengutuk.
"Boom!." "agghh." "aghh." Clue yang berdiri di langit menyeringai melihat kota hancur terkena batu metor. "Meski itu cara termudah membunuh mereka, aku tidak dapat mencari cincin mereka." Gumam Clue. "Tidak masalah, masih banyak iblis, orc dan ogre lainnya yang menanti untuk dibunuh." Clue tersenyum.
Keesokan harinya Clue sedang duduk dan melihat iblis, orc dan ogre terbaring di lantai. "Hanya dengan kemampuan kalian, kalian ingin membunuhku. Lelucon kalian terlalu buruk." Clue mencibir. "Uhuk, bunuh kami." Kata Orc. "Itu pasti." Clue melemparkan pisau dan menancap di kepala Orc.
"Di dunia ini juga ada benua luar, benua tengah dan benua inti." Kata Clue. "Aku sudah membersihkan semua iblis, orc dan ogre di benua luar dan beberapa iblis, orc dan ogre yang datang ke benua luar." Lanjut Clue. "Kali ini aku akan membunuh iblis, orc dan ogre di benua tengah." Clue menyeringai.
"Bruak." Saat ini di sebuah ruangan, iblis tua menghancurkan gelas. "Dia berani membunuh ras kita semua di benua luar." Kata iblis tua dengan marah. "Kita sebaiknya turun tangan, dan target dia pasti di benua tengah." Kata orc tua. "Benar, kita akan membalaskan dendam ras kita." Ogre tua berkata.
3 hari kemudian Clue sedang duduk di sebuah ruangan dan berkata. "Ini sudah 7 hari setelah aku kembali ke dunia hijau." Gumam Clue. "Jika aku telat kembali seperti dulu, mereka pasti akan marah dan meminta hal yang aneh-aneh." Clue tersenyum kecut.
Clue melihat iblis, Orc dan ogre yang meninggal di hadapannya dan bergumam. "Sudah 6 bulan aku membantai mereka, rencananya aku akan membantai mereka selama 1 tahun. Masih kurang 6 bulan lagi."
"Baiklah pertama-tama aku akan meninggalkan dunia ini." Clue memegang token dan berkata. "Teleportasi menuju dunia hijau." (Teleportasi akan dilakukan dalam hitungan 3,2,1) Clue melihat notifikasi di depannya dan beberapa detik kemudian tubuh Clue bercahaya dan menghilang.