
"Haha, bagus." Kata Clue tertawa. "Hidup patriack Clue." "Hidup patriack Clue." Kata seseorang tiba-tiba berteriak dan semua siswa mulai meneriakan nama Clue. Clue tersenyum melihat semua siswa meneriaki namanya dan melihat bahwa Gin, Karen Rapunsel dan Shimako terbang ke arahnya.
"Ahh, mereka bertiga sangat cantik." Kata seorang pemuda. "Benar, selera patriack Clue tidak buruk." Kata pemuda lain. "Mulai sekarang nama Sekte ini berubah menjadi Dice. Apa kalian setuju." Teriak Clue. "Setuju." "Sekte Dice. Itu nama terlihat keren." "Hidup patriack Clue." "Hidup sekte Dice."
Clue tersenyum mendengar teriakan para siswa. "Rizky mulai sekarang kamu adalah wakil patriack." Kata Clue. "Baik patriack." Rizky mengangguk dan membungkuk dengan hormat. "Ayo berkumpul di ruangan, aku ingin berbicara dengan kalian." Kata Clue. "Baik patriack." Semua elder menjawab.
Beberapa menit kemudian Clue duduk di ruangan bersama Rizky dan elder lainnya. "Baiklah, seperti kalian tahu aku sebagai patriack baru kalian dan Rizky sebagai wakil patriack." Kata Clue. Semua elder mengangguk mendengar kata Clue.
"Kalian harus tahu aku paling tidak suka dengan penghianat, dan penghianat akan menerima hukuman berat." Kata Clue. "Kita tidak akan menghianati patriack." Kata seorang pria tua. "Benar patriack." Pria tua lain mengangguk. Mereka tahu bahwa yang kuat sangat dihormati di dunia ini. Mereka semua yakin meski Clue peringkat kaisar level 1 mampu membunuh peringkat kaisar level 8 di benua tinggi, dan suatu saat akan mencapai peringkat kaisar level 8 atau lebih tinggi.
"Bagus." Clue mengangguk mendengar balasan semua orang di ruangan. "Rizky aku ingin 40% batu alam dari hasil tambang tahun ini." Kata Clue. "Baik patriack, apa perlu saya mengambil langsung sekarang di ruang bendahara." Balas Rizky. "Tidak, kamu bisa mengambilnya setelah rapat ini selesai." Balas Clue. "Baik." Rizky mengangguk.
"Aku punya beberapa senjata. Mungkin cocok untuk elder yang masih peringkat raja dan para siswa." Clue melemparkan cincin kepada Rizky. Rizky menangkap cincin dan terkejut melihat di dalamnya. Rizky melihat ada puluhan senjata level 8 serta ratusan senjata level 7. "Terimakasih patriack, barang yang anda berikan akan sangat berguna." Kata Rizky. Clue mengangguk mendengar kata Rizky.
"Benar, apa sekte ini mempunyai musuh." Kata Clue. "Tidak patriack, semua sekte di benua tengah tidak saling bertarung." Balas Rizky. "Membosankan." Clue mencibir. "Patriack 1 tahun lagi akan ada tournament. Pesertanya adalah siswa akademi atau sekte dari benua luar dan benua tengah. Tournament akan diadakan di salah satu zona bebas benua tengah." Kata seorang wanita paruh baya.
"Oh, menarik. Berapa jumlah siswa yang bisa kirim suatu akademi atau sekte, dan bagaimana persayaratan tournament." Kata Clue. "Setiap akademi atau sekte di benua tengah bisa mengirim 10 siswa perwakilan, sedangkan akademi atau sekte di benua luar mengirim 5 siswa perwakilan." Balas wanita paruh baya. "Syarat tournament mudah, peserta tidak boleh melebihi umur dua ratus tahun." Lanjut perempuan paruh baya menjelaskan.
"Oh, menarik. Lalu berapa usia siswa tertua di sekte ini." Tanya Clue. "Kami tidak tahu patriack, tapi kami akan meluluskan siswa yang berhasil menerobos peringkat sss." Balas pria tua. "Benar, lalu mereka lulusan sekte ini suatu saat bisa menjabat sebagai elder, jika memenuhi persyaratan atau bahkan menjadi patriack." Kata pria tua menjelaskan. Clue mengangguk mendengar kata pria tua.
"Benar, apa peringkat tertinggi yang mengikuti tournament." Tanya Clue. "Peringkat ss level 10 patriack. Itupun 50 tahun yang lalu." Balas Rizky. "Oh, benar. Berarti seorang dari benua inti tidak bisa mengikuti tournament yang di adakan." Tanya Clue. "Tidak patriack, karna mereka tidak bergabung akademi atau sekte dari benua luar atau tengah. Tapi akan ada tournament lagi 1 tahun berikutnya setelah tournament antar akademi dan sekte patriack." Balas Rizky.
"Ehh, ada lagi." Clue heran. "Benar patriack, kali ini tournament bisa diikuti oleh semua yang tinggal di benua luar, benua tengah dan benua inti. Syarat pendaftaran usia peserta tidak lebih dari tiga ratus tahun." Rizky menjelaskan. "Ohh." Clue mengangguk.
"Baiklah, jika tidak ada yang bertanya lagi rapat akan selesai." Kata Clue. Melihat semua yang berada diruangan diam Clue berkata. "Rapat selesai kalian boleh bubar." "Baik patriack." Balas semua elder.
Beberapa menit kemudian Clue berada diruangannya dengan Rizky. "Patriack ini 40% hasil pertambangan batu alam tahun ini." Rizky memberikan cincin penyimpanan kepada Clue. "Baiklah, kamu boleh pergi." Balas Clue mengambil cincin. "Baik patriack." Rizky meninggalkan ruangan. Clue yang melihat isi di dalam cincin mengangguk. "Dengan menyerap mereka semua mungkin aku mendapatkan 50M coin." Clue menyeringai.
3 hari berlalu berita tentang Clue menjadi patriack di sebuah sekte menyebear luas di benua luar, benua tengah dan benua inti. Di sebuah restoran benua luar dua pria sedang mengobrol. "Tidak kusangka dia telah menerobos peringkat kaisar dan menjadi patriack di sebuah sekte." Kata pria gemuk. "Benar, dia adalah jenius yang terlahir 1 juta tahun sekali. Dia tidak bisa diukur dengan akal sehat." Balas pria lain.
Saat ini di sekte Armagedon yang terletak di benua luar Dimas patriack baru yang ditunjuk Clue berkata. "Tidak kusangka hanya butuh beberapa tahun patriack Clue telah menerobos peringkat kaisar dan menjadi patriack di sekte benua tengah." "Aku juga ingin tahu bagaimana kabar Gin, apakah dia sudah memiliki anak dengan patriack Clue." Dimas tertawa.
Di sebuah sekte di benua tengah elf perempuan cantik dengan rambut hijau berkata. "Huh, tidak kusangka dia sudah menerobos peringkat kaisar dengan cepat dan menjadi patriack di salah satu sekte benua tengah." "Aku harus menemui dan ingin suatu penjelasan." Elf perempuan mendengus dan meninggalkan ruangan.
Di sebuah ruangan yang terletak di pusat benua inti beberapa pria dan wanita tua berkumpul. "Tidak kusangka dia telah menerobos peringkat kaisar begitu cepat dan menjadi patriack sekte dice di benua tengah." Kata pria tua kursi yang memiliki jenggot putih. "Benar, kecepatan kultivasi dia tidak bisa dinilai dengan akal sehat." Balas perempuan tua disampingnya. "Apakah kita akan mengundangnya." Balas wanita tua gemuk. "Masih belum waktunya, biarkan dia menerobos beberapa level. Lalu kita akan mengundangnya kemari untuk berbicara." Kata pria tua kurus berkumis putih.
3 hari telah berlalu saat ini Clue yang berada di ruangan bersama Gin, Karen dan Rapunsel mendengar sebuah suara. "Patriack ada seseorang dari sekte Pesona yang ingin bertemu denganmu." "Biarkan dia menunggu beberapa menit lagi." Balas Clue memeluk Gin dan Karen serta mencium bibir Rapunsel. "Baik patriack." Balas sebuah suara di balik pintu.
"Baiklah, aku akan pergi sebentar untuk melihat siapa dia." Kata Clue. "Baik sayang." "Baik tuan." balas Gin, Karen dan Rapunsel. "Oh, nanti malam giliran aku memuaskan Gin." Clue tersenyum. "Jangan datang terlambar di kamarku." Gin tersenyum bahagia. Clue lalu berjalan keluar kamar.
Tidak lama kemudian Clue melihat elf perempuan cantik berambut hijau panjang yang memiliki payudara dan pantat besar. "Huh, aku sudah menunggumu lama." Dengus elf perempuan melihat Clue datang. "Oh, apa aku mengenalmu." Clue bingung, tapi dia merasa pernah melihat wajah elf perempuan dan Clue merasa dia terikat dengannya.
"Apa kamu mengenal dia." Elf perempuan menunjukan sebuah lukisan wajah seorang elf perempuan. Clue melihat lukisan dan mulai mengingat siapa elf perempuan di lukisan. "Oh, aku mengenalnya." Clue mengangguk.
"Baiklah kalau kamu mengenalnya, aku pergi." Kata elf perempuan, sekarang dia tahu Clue sebenarnya siapa. Clue memegang tangan elf perempuan dan berkata. "Tidak bisakah kita mengobrol." Merasakan tidak bisa menolak Clue elf perempuan mendengus. "Baiklah, jangan terlalu lama, apa yang ingin kamu bicarakan."