Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Bertemu Nana Dan Nindi



"Kak, baru pertama ini aku melihatmu begitu emosi. Biasanya saat membunuh seseorang, kamu tidak pernah terbawa emosi." Kata Clue melihat Fernando. "Mereka bertiga mirip dengan musuhku di masa lalu. Jadi aku terbawa emosi saat melihat wajah mereka." kata Fernando. "Ohh." Clue mengangguk paham.


Keesokan harinya Fernando yang sedang berjalan, melihat seorang wanita di depannya. "Aku tidak menyangka akan bertemu dengannya." Fernando berhenti di depan wanita. "Bisakah kamu menyingkir dari hadapanku." Kata wanita melihat Fernando. "Apa namamu Nana." Tanya Fernando. "Benar, namaku Nana." Balas wanita. "Ini ambilah, seseorang menyuruhku memberikan ini padamu." Fernando memberikan cincin kepada Nana kemudian menghilang. Saat memeriksa isi di dalam cincin Nana terkejut. "Ribuan pil level 1. Ehhh, kemana perginya dia." Nana melihat Clue sudah pergi.


Fernando muncul di dalam sebuah kamar dan melihat Clue sedang berkultivasi. "Ayo kita pergi." Clue membuka matanya dan berkata. "Baik kak." Fernando menepuk pundak Clue kemudian menghilang.


2 Bulan kemudian di sebuah kota Fernando sedang berkeliling dan melihat sebuah tempat potong rambut. Fernando masuk ke dalam rumah dan melihat seorang wanita. "Selamat datang, apakah anda ingin potong rambut." Wanita berusia 30an berjalan menuju ke arah Fernando. "Halo, saya ingin potong rambut." Balas Fernando. "Duduklah." Wanita tersenyum kepada Fernando.


"Model rambut seperti apa." "pendek saja." Balas Fernando. "Oke." Wanita tersenyum dan mulai memotong rambut Fernando. "Apakah adik bukan dari kota ini." tanya wanita. "Bukan, saya dari kota lain." Balas Fernando. "Oh, pantas saja kakak tidak pernah bertemu adik." Wanita tersenyum. "Percakapan ini seperti di dalam mimpiku." Gumam Fernando.


"Brakk." Fernando melihat pintu ditendang oleh pria gemuk. "Nindi bayar setoran hari ini." kata pria gemuk marah. Fernando menatap pria gemuk dan berkata. "Aku tidak menyangka kejadian di dalam mimpiku akan terulang lagi." Fernando menjentikan jarinya kemudian tubuh pria gemuk terbakar. "Ahhhh." Pria gemuk panik dirinya terbakar dan berlari keluar.


"Ahhhh. Mengapa dia tiba-tiba terbakar." Wanita yang di panggil Nindi terkejut. "Aku yang membuat dirinya terbakar, dan api yang membakar tubuhnya tidak akan padam. Kecuali dia mati, jadi kamu tidak perlu khawatir." Balas Fernando. "Baik." Balas Nindi gugup.


"Tidak perlu gugup, aku tidak akan menyakitimu. Kamu fokuslah memotong rambutku." Kata Fernando. "Baik tuan." balas Nindi. Nindi tidak lagi memanggil Fernando adik, melainkan memanggil Fernando dengan sebutan tuan.


10 menit kemudian Nindi selesai memotong rambut Fernando. "Ini ambilah." Fernando memberikan cincin kepada Nindi. Saat melihat isi di dalam cincin, Nindi terkejut. "Tuan, ini terlalu banyak." Kata Nindi melihat 1 juta coin emas di dalam cincin. "Ambilah, kemudian belilah beberapa pil. Di dunia ini kekuatan adalah yang terpenting." Fernando tersenyum kemudian menghilang. "Ahhh." Nindi terkejut melihat Fernando menghilang.


Fernando muncul di sebuah hutan dan melihat Clue sedang berlatih. "Dalam waktu setengah tahun kamu yang awalnya manusia biasa telah menjadi ahli peringkat B level 6." Kata Fernando. "Hehe, itu berkat bantuan kakak. Tanpa pil dan tumbuhan ginseng yang kakak berikan. Mungkin sekarang aku hanya peringkat D level 6." Clue menggosok rambutnya.


"Mungkin butuh setengah tahun lagi untukmu menerobos tingkat a. Lalu kamu bisa membalaskan dendammu." Kata Fernando. "Krekkk. Aku sudah tidak sabar untuk membunuh bajingan tua itu." Clue mencengkram tangannya.


Fernando kemudian terkejut melihat dua orang yang melesat ke arahnya. "Aku ingin lihat, apakah mereka berdua tetap arogan seperti di dalam mimpi atau tidak." Fernando menyeringai. Seorang pria dan wanita tua kemudian berhenti dan mendekat ke arah Clue dan Fernando.


"Tingkat B level 6 tidak buruk." Kata seorang wanita tua melihat Clue. "Hei nak, dari mana kamu berasal." Kata pria tua. "Balas saja kerajaan silver crown." Fernando berbicara di dalam pikiran Clue. "Saya berasal dari kerajaan Silver Crown." Balas Clue. Mendengar Clue berasal dari kerajaan Silver crown ekspresi pria tua berubah.


"Nak, pria tua ini benci dengan kerajaan Silver crown. Serahkan cincin penyimpananmu. Maka aku akan membiarkanmu pergi." kata pria tua. Mendengar kata pria tua Clue melihat ke arah Fernando.


"Sifatmu tetap buruk Ridwan." Fernando menghela nafas melihat pria tua. Mendengar Fernando menyebut namanya pria tua terkejut. "Apa kamu mengenalku." Pria tua yang di panggil Ridwan mulai waspada saat dirinya tidak bisa melihat kekuatan Fernando.


"Apa kamu mencoba melihat kekuatanku." Fernando tersenyum melihat pria tua. "Jawab pertanyannku, apa kamu mengenalku." Balas pria tua waspada. "Kamu dan istrimu adalah ahli tingkat A level 10 dan juga guru di akademi Howard." Balas Fernando. Pria dan wanita tua menatap Fernando dengan ekspresi serius.


"Awalnya aku ingin membiarkan kalian. Tapi karena kalian mencoba merampok kita. Maka aku akan membunuh kalian." Kata Fernando melambaikan tangannya. "Wuss." "Wuss." Pisau angin melesat dengan cepat dan memotong lengan pria dan wanita tua." "Ahhhh." Pria dan wanita tua menjerit melihat kedua lengan mereka terpotong.


Melihat Fernando berjalan ke arahnya pria tua ketakutan dan berbicara dengan gugup. "Senior tolong biarkan kami berdua pergi. Maafkan kami telah menyinggung anda. Saya tidak memiliki mata untuk mengenali senior sekuat anda." "Benar senior, tolong maafkan kami berdua. Senior boleh mengambil cincin penyimpanan kami berdua." Kata wanita tua dengan gugup. "Benar, senior, ambilah cincin penyimpanan kami." Kata pria tua dengan gugup.


"Hehehe, aku tidak menginginkan cincin penyimpanan kalian. Yang aku inginkan adalah nyawa kalian berdua." Fernando menginjak kakinya kemudian tanah menjadi runcing dan menusuk tubuh pria dan wanita tua. "Ceppp." "Ceppp."


Melihat mayat pria dan wanita tua Fernando berkata. "Jika kalian memiliki kehidupan selanjutnya. Berbuatlah baik dan jangan bersikap jagoan. Karena di luar sana banyak ahli yang lebih kuat dari kalian berdua. Tapi aku tidak yakin kalian berdua memiliki kehidupan selanjutnya." Fernando mencibir.