Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Kesepakatan



Clue muncul di dalam kamar dan mengambil sebuah smartphone. Clue menghidupkan smartphone dan melihat batrai tersisa 1%. Clue mengaliri jari telunjuknya dengan petir kemudian menyentuh lubang pengisian smartphone. Beberapa detik kemudian Clue melihat batrai naik dengan cepat. 2%, 3%, 4%. Tidak lama kemudian Clue melihat batrai 90% dan menghilangkan petir di jarinya. Clue menaruh smartphone di saku celananya kemudian menghilang.


5 menit kemudian Clue muncul di sebuah tempat dan duduk di tepi jalan. Clue membuka social media dengan akun miliknya. Clue kemudian mulai membuat status. "Bagi siapapun yang bisa menyediakan aku pesawat atau jet pribadi untuk pergi menuju korea selatan. Aku akan melindungi keluarganya dari serangan monster. Tawaran berakhir setelah status ini melewati 24 jam. Aku akan menunggu di kota Jember." Melihat status yang dibuatnya Clue tersenyum. "Aku ingin lihat apakah ada seseorang yang tertarik dengan tawaranku."


Sementara itu di sebuah ruangan seorang pria sedang membuka social media dan terkejut dengan yang dilihatnya. "Dia butuh pesawat untuk pergi ke korea selatan. Sementara imbalannya dia melindungi keluarga seseorang yang memberinya pesawat. Sungguh tawaran menarik." Kata pria. Pria sadar bahwa cepat atau lambat monster tingkat a akan muncul di dunia nyata dan membuat kekacauaan.


Saat ini di tempat lain seorang pria paruh baya melihat sebuah berita di internet. "Hunter Fernando akan akan memberikan perlindungan kepada seseorang yang memberikan dia pesawat untuk pergi ke korea selatan." "Sepertinya dia ingin meninggalkan negara ini." kata pria paruh baya.


12 Jam telah berlalu saat ini Clue sedang duduk di atas atap rumah dan melihat langit. "Clue, berapa lama kamu ingin duduk disana. Apa kamu tidak ingin turun dan tidur." Kata Jasmine melompat ke atas atap rumah. "Aku masih menunggu, apakah ada seseorang yang tertarik dengan tawaranku." Balas Clue. "Jangan terlalu berharap. Di mata orang Indonesia kamu adalah seorang pembunuh. Tidak mungkin ada seseorang yang tertarik dengan tawaranmu." Kata Jasmine.


"Sepertinya tebakanmu salah." Kata Clue melihat sebuah helikopter yang mendekat ke arahnya. "Wuss, wuss, wuss." Helikopter kemudian mendarat tidak jauh dari tempat Clue berada. Clue kemudian memegang pundak Jasmine dan teleportasi. Clue dan Jasmine muncul di dekat helikopter dan melihat dua pria turun.


"Lama tidak bertemu Hunter Fernando." Kata pria berotot melihat Clue. "Hoo, rupanya hunter Prasetyo." Balas Clue melihat pria berotot. Clue mengingat dia bertarung dengan Prasetyo saat berada di dalam dungeon.


"Lalu apakah kamu Daus Ketua guild Armagedon." Kata Clue melihat seorang pria di samping Prasetyo. "Benar, aku adalah Daus ketua guild Armagedon." Balas pria tersenyum. "Langsung saja ke intinya, Apa kamu atau dia yang ingin menyediakan aku pesawat atau jet pribadi." Kata Clue.


"Aku yang akan menyediakan kamu pesawat pribadi." Balas Daus. "Baiklah, kamu punya waktu 12 jam untuk membawa pesawat kemari. Jika lebih dari 12 jam maka tawaran tidak berlaku." Kata Clue. "Baiklah, lalu berapa lama kamu akan melindungi keluargaku." Kata Daus.


"Suruh keluargamu untuk pindah di kota Jember. Selama mereka ada di kota Jember, tidak akan ada monster yang bisa menyakiti mereka. Karena aku akan membunuh semua monster yang muncul di kota ini." Balas Clue. mendengar kata Clue Daus mengangguk dan berkata. "Baiklah, aku setuju." Daus mengambil smartphone kemudian mulai menghubungi seseseorang. "Seperti yang aku katakan tadi, pergilah ke kota Jember." Daus menutup panggilan kemudian melihat Clue. "Tunggulah beberapa jam lagi, pesawat akan tiba." "Baiklah." Balas Clue.


"Apa kita akan menunggu disini." Kata Daus melihat sekeliling. "Ikuti aku." Kata Clue. namun saat hendak pergi Clue melihat sebuah pesawat yang mendarat di suatu tempat. "Sepertinya ada orang lain selain kamu yang tertarik dengan tawaranku. Apa kamu ingin melihat orang itu." Kata Clue tersenyum. "Hmm, ayo pergi melihatnya." Balas Daus. "Baiklah, aku tunggu kalian disana." Kata Clue memegang Jasmine kemudian menghilang. Melihat Clue menghilang Prasetyo berkata. "Ayo kita pergi. aku juga penasaran siapa yang tertarik dengan tawarannya." "Ya." Balas Daus. Daus dan Prasetyo kemudian terbang ke langit.


Tidak lama kemudian Clue dan Jasmine tiba di bandara. Clue melihat seorang pria mengenakan jaz hitam berjalan ke arahnya. "Apa anda hunter Fernando." Kata pria melihat Clue. "Hoo, apakah kamu masih perlu bertanya." Clue menyeringai. Pria gugup saat mendengar kata Clue.


Clue melihat Daus dan Prasetyo melayang turun dari langit. "Daus, Prasetyo." Kata pria melihat Daus dan Prasetyo. "Lama tidak bertemu Thomas. Aku dengar setelah menerobos tingkat s. Kamu di pekerjakan secara langsung oleh presiden." Kata Daus. Pria melihat Daus dan berkata. "Itu benar, aku di pekerjakan untuk melindungi keluarga Presiden." Balas pria yang di panggil Thomas.


Clue melihat Thomas dan berkata. "Katakan kepadanya. Terimakasih atas hadiah nuklirnya. Setelah aku kembali dari korea selatan. Aku akan membuat kunjungan. Sebaiknya kalian bersiap." Kata Clue memegang tangan Jasmine kemudian menghilang.


Melihat Clue menghilang Prasetyo berkata. "Kamu juga pernah menyasikkan kekuatannya saat berada di dalam dungeon. Terlebih lagi dia kebal terhadap bom nuklir. Jika tidak ingin negara ini hancur, aku sarankan jangan melawannya." Kata Prasetyo kemudian terbang ke langit. "Alasan dia tidak melakukan serangan kepada pemerintah. Karena dia sibuk meningkatkan kekuatannya. Terlebih lagi tadi pagi dia menghadapi 9 petir atau hukum alam." Kata Daus.


"Apa maksudmu hukum alam seperti yang dikatakan hunter korea itu." Kata Thomas. "Benar, orangku yang berburu di perbatasan Kota Lumajang melihat dia menerima 9 sambaran petir dari langit. Aku rasa dia telah melewati tingkat raja." Kata Daus. "Glek." Thomas meneguk air liur mendengar kata Clue. "Aku Sarankan kamu berhenti menjadi bodyguard presiden." Kata Daus terbang ke langit. Mendengar kata Daus Thomas terdiam.


Saat ini Clue dan Jasmine telah kembali ke tempat helikopter berada. "Clue, apa kamu serius akan menemui mereka." kata Jasmine. "Benar, aku akan membuat permintaan kepada mereka. Jika mereka tidak setuju dengan permintaanku. Aku akan menghancurkan pemerintahan mereka yang dibangun di negara ini." kata Clue. "Glek." Jasmine meneguk air liur saat mendengar kata Clue.


Clue melihat pilot helikopter dan berkata. "Apa kamu mendengar pembicaraanku." "Aku mendengarnya, namun aku tidak akan menceritakannya kepada siapapun." Pilot ketakutan saat dilihat oleh Clue. "Terserahmu mau menceritakannya kepada siapapun atau tidak. Aku tidak terlalu peduli." Balas Clue.


Tidak lama kemudian Clue melihat kedatangan Daus dan Prasetyo. "Ayo ikuti aku, kamu juga ikut." Kata Clue melihat pilot helikopter. "Tapi aku ditugaskan untuk menjaga helikopter." Balas Pilot. "Ayo ikut." Kata Daus. "Baik ketua." Balas pilot kemudian turun dari helikopter. Clue kemudian mulai berlari diikuti Jasmine dan yang lain.


Tidak lama kemudian Clue masuk ke dalam rumah yang tidak jauh berada dari tempat Adrian, Indah dan Samuel berada. Clue menjentikkan jarinya kemudian semua lilin di dalam ruangan menyala. "Apa kamu tidak menggunakan genset listrik." Tanya Daus. "Tidak, setiap malam aku sudah terbiasa dengan lilin sebagai penerang malam." Balas Clue. Daus, Prasetyo dan pilot bingung dengan kata Clue. Mereka tidak tahu bahwa Clue sudah terbiasa dengan lilin sebagai penerang malam saat di dunia lain atau mimpi yang benar-benar mirip dengan kenyataan.


"Kalian ingin minum apa." Tanya Clue. "Aku kopi saja." kata Daus. "Jika kamu punya beer. Aku ingin minum beer. Jika tidak punya, cukup air putih saja." Kata Prasetyo. "Aku air putih saja." kata pilot.


"Jasmine, ambilkan 2 botol beer, 1 botol kopi dan 1 air mineral." Kata Clue. "Baik." Jasmine mengangguk kemudian pergi menuju dapur. "Oh, ternyata kamu punya beer." Kata Prasetyo. "Apa dia kekasihmu." Tanya Daus. "Benar dia kekasihku." Kata Clue melihat Jasmine kembali dengan membawa 4 botol minuman. Jasmine kemudian menaruh 4 botol minuman di meja.