Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Menghancurkan Planet



"Dimana Mori Han." Tanya Clue. "Setelah 1 tahun kamu menghilang, Mori Han menerobos alam demi god kemudian meninggalkan bumi menggunakan star ship." Balas Pyokojang. "Maafkan aku Clue. Aku tidak bisa melindungi keluargamu." Pyokojang tahu bahwa keluarga Clue meninggal. "Ini bukan salahmu. Aku tahu bahwa kamu juga berada dalam kondisi sulit." Clue menjawab dengan sedih dan memeluk Pyokojang. Mendengar kata Clue Pyokojang meneteskan air matanya. "Andai saja aku sekuat dirimu dan Mori Han. Pasti aku bisa mengalahkan mahluk hitam itu dengan mudah."


Clue mengeluarkan sebotol air kehidupan dan berkata. "Minumlah ini." "Air kehidupan." Pyokojang terkejut. "Apa kamu serius memberikan ini padaku." Pyokojang melihat Clue. "Hanya kamu dan kakek orang terdekatku saat ini. Jadi aku ingin kamu bertambah kuat." Balas Clue. Badan Pyokojang gemetar saat mendengar kata Clue. Pyokojang mengambil air kehidupan kemudian meminumnya.


Badan Pyokojang bersinar setelah meminum air kehidupan. "Aku merasa semakin bertambah kuat." Pyokojang merasakan perubahan di tubuhnya. "Kalau begitu, ayo ikut denganku untuk membunuh mahluk hitam itu." Clue melihat Pyokojang. "Baik." Balas Pyokojang bersemangat. Clue dan Pyokojang bergandengan tangan kemudian melesat ke langit.


Tian Long dan Grace tiba-tiba muncul di tempat Clue berada. "Apa kamu tidak cemburu. Sepertinya dia lebih menyayanginya dari pada dirimu." Tian Long melihat Grace. "Tidak, dia lebih mengenal wanita itu lebih dulu dari pada diriku. Jadi dia pasti punya banyak cerita bersamanya." Grace menggeleng.


6 Jam telah berlalu. saat ini Clue dan Pyokojang sedang berdiri di tumpukan mayat mahluk hitam. "Semua mahluk hitam yang berada di benua asia telah kita bunuh. Apa kamu mau melanjutkan perburuan atau istirahat." Clue melihat Pyokojang. "Ayo kita lanjut berburu. Aku ingin menghabisi mahluk hitam itu secepatnya." Pyokojang mengepalkan tinjunya. "Bagus, aku suka semangatmu." Clue mengangguk.


2 Hari kemudian Clue melayang di langit dan berkata. "Aku tidak merasakan adanya mahluk hitam itu dalam jarak 1 juta km." "Apa kita sudah membunuh semua mahluk hitam di benua afrika." Tanya Pyokojang melihat Clue.


"Kita sudah membunuh semua mahluk hitam di benua afrika. Yang tersisa hanya di benua antartika. Apa kamu masih sanggup untuk lanjut berburu." Clue melihat Pyokojang. "Kamu meremehkanku Clue. Semakin banyak mahluk hitam itu kubunuh. Semakin cepat aku mendapatkan exp dan bertambah kuat." Pyokojang tersenyum. "Aku lupa kamu memiliki system sama seperti Mori han." "Baiklah, ayo kita pergi." Clue menepuk bahu Pyokojang kemudian menghilang.


6 Jam kemudian Clue dan Pyokojang berada di sebuah gunung salju. "Akhirnya kita membunuh semua mahluk hitam itu." Pyokojang tersenyum kemudian duduk di tumpukan salju. "Kamu bekerja dengan sangat keras Pyokojang." Clue mengelus rambut Pyokojang. "Jangan memperlakukanku seperti anak kecil Clue." Pyokojang cemberut. Clue tersenyum kemudian duduk di samping Pyokojang dan memeluknya.


Pyokojang menyadarkan kepalanya di bahu Clue dan berkata. "Aku tidak menyangka bahwa bumi akan di invasi. Padahal kamu menjuarai perang antar galaxy." "Mungkin alasan bumi diserang, karena tidak ada lagi guardian yang menjaga planet kita." Balas Clue. Pyokojang terdiam mendengar kata Clue. Dia tahu Clue pernah bercerita bahwa telah membunuh guardian di perang antar galaxy. "Baiklah, ayo ikut denganku ke Indonesia." Clue melihat Pyokojang. "Baik." Pyokojang mengangguk.


10 Menit kemudian Clue telah kembali ke Indonesia dan melihat Tian Long sedang duduk bersama Grace. "Aku turut berduka cita atas kematian keluargamu." Tian Long menepuk bahu Clue. Grace melihat Clue dan berkata. "Jangan bersedih, kamu masih memiliki kami."


Clue menghela nafas dan berkata. "Munculkan map universe." Sebuah map hologram muncul di depan Clue. "Dimana planet mahluk hitam itu berasal system." Map kemudian membesar dan menunjukan sebuah planet. "Jaraknya 2 Triliun km dari planet bumi." Clue kemudian menutup map universe.


"Apa kalian berdua ingin ikut denganku ke planet mahluk hitam itu berasal. Atau menungguku di planet ini." Clue melihat Grace dan Tian Long. "Tentu saja kita berdua ikut denganmu." Balas Tian Long. "Clue, apa kamu tidak mengajakku." Pyokojang memegang lengan Clue. "Tentu saja aku mengajakmu." Clue tersenyum dan mengusap rambut Pyokojang. Melihat keintiman Clue dan Pyokojang, Grace berkata. "Aku ingin memasuki menara. Baiklah, kalian bertiga bisa memasuki menara." Clue memunculkan menara kemudian Grace, Tian Long dan Pyokojang terhisap ke dalam menara.


"Saatnya untuk pergi ke planet mahluk hitam itu berasal. Tapi sebelum itu aku akan mengkonsumsi air kehidupan." Kata Clue mengambil air kehidupan dari tabel penyimpanan dan meminumnya.


Sementara itu di dalam menara, Pyokojang melihat kakek Clue. "Kakek." Pyokojang memeluk kakek Clue. "Pyokojang." Usman memeluk Pyokojang. "Maafkan aku kek." Pyokojang meneteskan air mata. "Kamu tidak perlu merasa bersalah Pyokojang. Kematian Adrian, Abraham dan yang lain bukan salahmu." Usman tersenyum.


Elizabeth, Jennie dan Mary hanya bisa tersenyum kecut melihat ekspresi kakek Clue. "Mereka bisa merasakan betapa sakitnya kehilangan orang yang di cintai, di depan mata mereka sendiri." "Kek, makanlah ikan goreng ini. Ikan goreng ini adalah makanan favorit paman Clue." Rapunsel berjalan dan memberikan ikan goreng. "Terimakasih gadis kecil." Usman tersenyum dan mengambil ikan goreng yang diberikan Rapunsel.


Saat ini Clue sedang duduk di sebuah batu kemudian melemparkan botol kosong. "Tabel status." Sebuah tabel kemudian muncul di depan Clue.


Nama : Clue


Level : 900 next level (0/900,000) exp


Ras : Half Holy Creature


Kekuatan : 990,000


Agility : 990,000


Vitalitas : 990,000


Stamina : 990,000/990,000


Ki/Mana : 990,000/990,000


Poin : 0


"Jika system tidak menyarankanku untuk menerobos low god dalam usia 5 tahun. Saat ini aku pasti akan menerobos low god." gumam Clue melihat statusnya. "Karena aku memiliki 90 ribu poin lebih tinggi dari levelku saat ini. Seharusnya aku bisa bertarung seimbang dengan tingkat low god." gumam Clue. "Aku berharap tidak ada guardian yang menjaga planet itu." Kata Clue menghancurkan token teleportasi kemudian menghilang.


2 Jam kemudian Clue melayang di luar angkasa dan melihat sebuah planet yang tidak jauh darinya. "Membesar." Tubuh Clue kemudian mulai membesar dengan cepat. Tidak lama kemudian Clue menjadi raksasa sebesar 1 juta meter.


Api hitam muncul di tangan kanan Clue, sementara api putih muncul di tangan kirinya. Clue kemudian mengabungkan kedua api hitam dan putih menjadi satu. Api hitam dan api putih kemudian berubah menjadi api abu-abu. "Membesar." Api abu-abu kemudian membesar dan membentuk bola api abu-abu seukuran setengah planet.


"Hancurlah." Clue melemparkan bola abu-abu raksasa ke arah planet. "Booommm!!." Planet meledak. "Itu lah akibatnya jika kalian menyerang planet bumi." Clue berkata dengan nada menyeramkan.


"Hal yang barusan kamu lakukan sangat keterlaluan." Clue mendengar sebuah suara di belakangnya. "Time stop." Kata Clue dengan panik. "Oh, kamu bisa mengehentikan waktu ya." Sosok berjubah hitam menyentuh kepingan batu yang berhenti bergerak di luar angkasa.


"Apa kamu high god." Clue mengambil token segel dari tabel penyimpanan dan menatap waspada pada sosok berjubah hitam. "Benar, aku adalah high god dan juga guardian baru yang menjaga galaxy ini." Sosok berjubah hitam berbalik dan melihat Clue.


Clue melihat sosok berjubah hitam mempunyai wajah tampan dan memiliki tanduk putih di kepalanya. Pria berjubah hitam menggerakan tangannya kemudian token segel di tangan Clue menghilang. Clue terkejut melihat pria berjubah hitam memegang token segel miliknya.