Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Bom Nuklir



4 hari lagi telah berlalu. Clue saat ini bersandar di sebuah pohon dan menyentuh sebuah alat. "Tittt." Clue melihat angka 480 yang muncul dan berkata. "Aku telah berada di dalam dungeon selama 7 hari. Aku telah mengalahkan 80 shadow dan menyelesikan tahap keempat. Berkat itu aku mendapatkan 60 kristal lagi." kata Clue.


"Menyelesaikan dungeon tingkat s lebih sulit dari pada perkiraanku." Kata Clue menghela nafas. "Mungkin negara lain yang hanya memiliki sedikit hunter tingkat s juga putus asa untuk menyelesaikan dungeon tingkat s." kata Clue.


"Aku ingin tahu, apa yang akan terjadi jika aku menerobos tingkat raja. Apakah dungeon tingkat raja akan muncul di berbagai negara. Karena selama 1 tahun lebih, tidak ada dungeon tingkat raja yang muncul." Gumam Clue. "Tidak ada salahnya mencoba. Karena dunia sudah kacau. Mungkin negera yang bisa selamat dari dungeon tingkat s adalah amerika, rusia, china, jepang dan korea, karena lima negera itu memiliki lebih dari 10 hunter tingkat s dan hunter tingkat raja." kata Clue.


Saat ini di luar dungeon 17 jam terlah berlalu. "Apakah Fernando masih belum keluar dari dalam dungeon." kata pria paruh baya berpakaian hijau. "Belum, dia tidak keluar sama sekali." Balas pria paruh baya. "Lalu berapa banyak warga yang sudah meninggalkan kota Jember." Tanya pria berpakaian hijau. "Menurut informasi hanya 20% warga yang telah pergi dari Jember." Kata seorang pria.


"Jika ingin menjatuhkan bom nuklir. Kita perlu menunggu untuk semua warga meninggalkan kota Jember." Kata pria paruh baya. "Tidak perlu diberitahu, kami sudah tahu." Kata seorang pria paruh baya berpakaian coklat


30 hari telah berlalu di dalam dungeon, saat ini Clue sedang duduk lalu angin kencang berhembus dari badan Clue. "Buzzz" Semua pohon dalam jarak 50 meter dari Clue tumbang akibat hembusan angin. "Sepertinya aku menerobos, seharusnya kekuatanku saat ini adalah 700." Kata Clue berdiri dan menyentuh alat pengukur kekuatan. Clue melihat tulisan error. "Apa masih ada alat yang bisa mengukur kekuatanku saat ini. Aku harap amerika mempunyai alat tersebut." Kata Clue menaruh alat di dalam tasnya.


"Bruak." Clue melihat tanah mulai gemetar. "Eh, mengapa terjadi gempa di dalam dungeon." Clue bingung kemudian mengambil tasnya. Tidak lama kemudian Clue melihat dirinya di selimuti cahaya putih kemudian menghilang.


Clue tiba-tiba membuka matanya dan melihat dirinya berada di sebuah ladang padi. "Sial, aku di teleportasi otomatis. Padahal aku hanya perlu melawan bos dungeon dan 179 shadow untuk menyelesaikan dungeon." Clue mengutuk. "Apa sudah 7 hari berlalu semenjak aku memasuki dungeon. Kemudian aku dikeluarkan secara paksa dari dungeon." Clue berpikir kemudian mulai terbang ke langit.


Sementara itu di sebuah ruangan pria paruh baya terkejut setelah mendengar sebuah kabar. "Apa kamu bilang. Dungeon tingkat s tiba-tiba menghilang. Jika dungeon menghilang berarti Fernando berhasil menyelesaikan dungeon." kata pria paruh baya. "Baiklah, apa kamu mengetahui lokasi Fernando Robert." Balas pria paruh baya. "Tidak pak, Fernando tidak muncul dari lubang dungeon." balas sebuah suara. "Tut, tut." "Sial mengapa Robert mematikan panggilan." Pria paruh baya bingung.


Saat ini di depan gedung asosiasi Clue sedang mencengkram leher Robert. "Lepaskan aku bajingan." Kata Robert berusaha melepaskan diri. "Mengapa aku tidak menemukan satu manusia saat perjalanan kemari." Kata Clue menatap Robert.


"Aku tidak akan memberi tahumu." Robert kesulitan untuk berbicara. "Jika begitu, aku akan membuatmu berbicara." Kata Clue lalu mematahkan jari Robert dengan tangan kirinya. "Ahhhh." Robert menjerit kesakitan. "Apa kamu masih tidak ingin berbicara." Clue mematahkan jari Robert yang lain. "Ahhh, hentikan. Aku akan berbicara." Robert menjerit.


"Bicaralah." Clue melepaskan cengkramannya dan memegang rambut Robert. "Semua warga pergi karena tahu bahwa dungeon tingkat s tidak bisa diselesaikan. Tapi ternyata kamu bisa menyelesaikan dungeon tingkat s." Kata Robert. Clue terdiam mendengar kata Robert. Clue tidak menyelesaikan dungeon tingkat s, dan anehnya dungeon tingkat s menghilang. "Baiklah, aku akan melepaskanmu." Kata Clue melemparkan Robert kemudian terbang ke langit. "Ughh." Robert kesakitan kemudian menyalakan smartphone. "Aku menemukan Fernando, dan akan mengikutinya diam-diam."


20 menit telah berlalu Clue berada di depan rumahnya yang sudah menjadi tumpukan puing. "Bajingan, siapa yang berani menghancurkan rumahku." Teriak Clue marah menjatuhkan makanan yang dia ambil di supermarket. "Jika bukan ulah para hunter itu. Ini pasti ulah pemerintah." Clue marah. "Sial, berani sekali dia mengikutiku." Clue menghilang kemudian muncul di depan Robert.


"Ughh." Clue mencengkram leher Robert. "Apa kamu tahu siapa yang menghancurkan rumahku." Clue menatap Robert. "Uhukk, sudah jelas yang menghancurkan rumahmu adalah para hunter yang marah." Jawab Robert. "Bajingan." Clue melemparkan Robert ke pohon. "Boom." Pohon hancur dan Robert tergeletak di tanah.


Saat ini di langit seorang pilot sedang melihat ke bawah. "Target Fernando terdeteksi. Bom nuklir akan dijatuhkan." Kata pilot kemudian menekan tombol dan sebuah bom jatuh dari pesawat. Clue melihat ke langit dan berkata. "Pemerintah sialan. Apa yang mereka inginkan." Kata Clue. Setelah menyerap ratusan kristal hitam. Clue mengetahui batas dirinya teleportasi sejauh 100 meter. Clue juga tahu bahwa ada jeda 3 detik. Sebelum dirinya bisa berteleportasi lagi. Clue kemudian membuat perisai air untuk melindungi dirinya. "Booom." Ledakan besar terjadi.


5 menit kemudian Clue sedang terbaring di tanah dan berkata. "Mereka sangat ingin membunuhku." Clue duduk dan melihat tubuhnya penuh luka bakar. "Jika kekuatanku tidak mencapai 700. Mungkin aku sudah kritis atau bahkan mati. Meski begitu aku telah kehilangan puluhan kristal." Clue tersenyum kecut melihat tasnya yang sudah menjadi potongan kain.


"Baiklah, aku akan pergi dari sini dan mencari tempat untuk memulihkan diri." Kemudian Clue terbang ke langit. "Sungguh pemerintah bodoh. Mereka membuat kota Jember hancur. Clue melihat area dalam jarak 5000 meter darinya hancur. "Manusia biasa dan bahkan hunter tingkat e. Tidak akan dapat bertahan hidup di kota ini lagi." kata Clue merasakan udara yang tercemar. Clue menggeleng kemudian melesat pergi.


Saat ini disebuah ruangan seorang pria paruh baya berkata. "Apa dia mati." "Dia pasti mati setelah terkena ledakan bom nuklir." Kata pria paruh baya berpakaian hijau. "Aku harap dia mati." Balas pria paruh baya.


3 hari telah berlalu, saat ini Clue sedang duduk di batu dan melihat kota yang hancur. "Jember sudah jadi kota mati." Clue menggeleng kemudian melihat smartphone di tangannya. "Di kota ini tidak ada sinyal lagi. Jika begitu aku akan pergi ke kota lain untuk menemukan sinyal. Tapi aku harus menyembunyikan diriku. Aku takut pemerintah akan menjatuhkan bom nuklir lagi. Kemudian satu kota akan hancur lagi." Clue menggeleng kemudian berjalan ke arah sebuah motor cross. Clue memakai helm kemudian mengendarai motor "Wrroom."


1 jam kemudian Clue berhenti ketika melihat beberapa polisi dan tentara yang berkumpul di jalan. "Sepertinya mereka menjaga perbatasan." Kata Clue. "Hei kamu yang disana." Clue mendengar seorang polisi berteriak padanya. "Sepertinya. Aku harus memutar jika ingin menuju kota Bondowoso." Kata Clue berbalik dan pergi.


Sementara saat ini di sebuah ruangan beberapa orang sedang berkumpul. "Banyak warga yang marah dan kecewa karena kita menghancurkan kota Jember. Mereka juga menuntut pemerintah untuk secepatnya mengganti rugi karena menghancurkan perusahaan, ladang pertanian dan rumah mereka." Kata wanita paruh baya.


"Aku akan mengatakan pada mereka. Jika kita tidak menjatuhkan bom nuklir dan Clue masih hidup. Maka Clue akan membunuh semua hunter di Indonesia. Jika Indonesia tidak memiliki seorang hunter dan dungeon tiba-tiba muncul lagi. Maka semua warga Indonesia akan mati oleh monster." Kata Pria berjaz hitam.